• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Kolaborasi BPTP PB dan TNI dalam Ketahanan Pangan

    BPTP Papua Barat diagendakan akan melakukan kerjasama dengan Batalyon Infantri 761/Kibibor Akinting di Distrik Warmare Kabupaten Manokwari pada tahun 2021 ini. Markas Tentara Nasional Indonesia ini dikelilingi oleh eks lahan perkebunan kelapa sawit di satu sisi dan hutan pegunungan yang masuk dalam jajaran pegunungan Arfak di sisi lainnya pada distrik Warmare. Sedangkan pada kawasan sekitar juga terdapat perkampungan penduduk sipil seperti kampung Duin, Iboslati, Dindey, dan Uncen.

    Pada Selasa (9/2) tim BPTP melakukan survey lokasi untuk kegiatan tersebut. Untuk kegiatan tahap awal akan dibuka lahan seluas 1 Ha sebagai lokasi rintisan pengembangan pertanian dalam rangka Ketahanan Pangan. Rencananya lahan rintisan ini rencananya akan ditanami beberapa komoditas pangan dan hortikultura seperti padi gogo, jagung, ubi jalar, ubi kayu, pepaya, dan sayur-sayuran.

    Sebagai hasil inventarisasi awal untuk kegiatan ini diketahui Batalyon Infantri 761/KA di Distrik Warmare memiliki sumber daya berupa ± 60 Ha dan hanya sebagian kecil saja yang telah termanfaatkan sebagai lahan tempat berdirinya gedung dan bangunan kantor; jumlah pasukan sekitar 513 orang; dan alat-alat pertanian cangkul, sabit, dan sekop.

    Rencananya program ini kedepannya akan disinergikan dengan beberapa institusi dan lembaga terkait seperti Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Manokwari, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Papua Barat serta Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat untuk pengadaan sarana prasarana kegiatan. Sedangkan fungsi BPTP sendiri adalah sebagai saluran inovasi teknologi pertanian yang dapat diterapkan untuk rintisan dan pengembangan lokasi pertanian ini.

    Selain itu, diharapkan program ini juga kedepannya dapat melibatkan petani dan kelompok tani di sekitar kawasan Batalyon Infantri 761/KA Distrik Warmare. Pada akhirnya kegiatan ini diharapkan dapat berjalan baik dan menghasilkan manfaat dan kebaikan untuk semua pihak yang nanti terlibat di dalamnya.

    READ MORE
  • Pameran, Mewujudkan Ketahanan Pangan Yang berwawasan Lingkungan Hidup di Papua Barat

    Sebanyak 12 Dinas Provinsi Papua Barat dan jajaran UPTD Kementerian Pertanian memamerkan hasil Produk Pertanian, Perkebunan dan peternakan di acara Pameran yang diadakan oleh Dinas Provinsi Papua Barat.

    READ MORE
  • PENGOLAHAN UBI JALAR MENJADI ANEKA OLAHAN KUE

    Pangan lokal nusantara berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Tanaman pangan seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung dan sagu yang telah diolah menjadi tepung akan memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku industri untuk menggantikan tepung terigu yang selama ini impor. Kebutuhan tepung terigu yang semakin tinggi tetapi, Indonesia bukan negara yang menghasilkan gandum yang merupakan bahan baku pembuatan tepung terigu. Sehingga untuk menggantikan bahan baku tepung terigu perlu adanya bahan baku pengganti, agar Indonesia tidak terus menerus bergatung pada negara lain. Salah satu tanaman pangan yang dapat sebagai pengganti  bahan baku tepung adalah ubi jalar.

    READ MORE
  • Produksi Pertanian Tetap Jalan, Meskipun Pandemi Corona

    Penyuluh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Muhammad Fathul Ulum Ariza, SP., M.Si melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana  Kelompok Tani Rukun Tani, Kampung Prafi Mulia, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari pada Selasa (14/04/2020).

    Kelompok tani ini diketuai oleh Bapak Ismadi (62 tahun). Walaupun umurnya sudah tidak muda lagi, namun semangatnya masih seperti generasi milenial. Bapak Ismadi masih tetap mau menanam padi selama masih diberikan kesehatan dan kekuatan tuturnya.

    Saat ini, Bapak Ismadi sedang melaksanakan panen padinya dengan luasan 1 Ha. Varietas yang ditanam adalah Ciherang. Untuk panen dibantu dengan menggunakan mesin panen padi (Combine Harvester). Total luasan kelompok tani ini adalah 13,5 ha, yang 85 persennya sudah terlebih dahulu dilakukan panen. Hasil panen padinya kali ini berkurang, dikarenakan keterlambatan pupuk yang diberikan. Kalau normalnya, dalam 1 ha dapat menghasilkan 115 karung, tapi kali ini diperkirakan dapatnya 95 – 100 karung.

    Masih di lahan yang sama, hadir Bapak Wellem Jantewo, S.Pt., M.P selaku Kepala Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Prov. Papua Barat, Bapak  Firman (Ka Bulog) Prov. Papua Barat, dan Bapak Djaka Mastuti, S.ST. (Kepala BPP Prafi). Kehadiran bapak-bapak tersebut adalah untuk memastikan ketersedian pangan di Kabupaten Manokwari, utamanya adalah beras di saat pandemi Covid-19 serta penjajagan pembelian beras dari petani oleh Bulog.

    Penulis: Muhammad Fathul Ulum Ariza, Sp., M.Si

    READ MORE
  • Tingkatkan Produktivitas Pertanian dengan IP

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan program peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yang bertujuan untuk meningkatan produktivitas tanaman pangan. Indeks pertanaman (IP) adalah rata-rata masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama.

    Kegiatan peningkatan IP dilaksanakan oleh tim BPTP Papua Barat dan ikut serta pula petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan pada 22 dan 23 Mei 2019.

    Salah satu strategi dalam peningkatan produksi pertanian adalah dengan ekstensifikasi yaitu dengan pembukaan lahan pertanian baru. Upaya yang dilakukan adalah pembukaan lahan cetak sawah baru di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan dengan luas 54 ha dengan rencana Demonstrasi Plot (demplot) seluas 10 ha dengan komoditas tanam padi gogo serta jagung.

    Beberapa kelompok tani yang menjadi binaan BPTP Papua Barat di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari kali ini diantaranya Kelompok Tani Imbeisba 1, Kelompok Tani Imbeisba 2, dan Kelompok Tani Mbut Aniyai. Ketiga kelompok tani tersebut saat ini sedang berbudidaya komoditas lokal berupa keladi, batatas, singkong, pisang dan tanaman lokal lainnya.

    Namun demikian masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program tersebut diantaranya belum tersedianya akses jalan menuju lokasi lahan cetak sawah baru tersebut, pengairan yang belum tertata dengan baik. Diharapkan kegiatan tersebut berjalan dengan baik kedepannya.

    READ MORE