• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Maksimalkan Potensi Sukun Melalui Diversifikasi Produk

    BPTP Papua Barat mendukung program ketahanan pangan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya. Tujuan dari bimtek ini adalah mendorong petani untuk tetap produktif melalui pengenalan teknologi dan inovasi. Berbagai permasalahan dibidang pertanian dan peternakan diangkat serta dibahas secara sederhana sehingga menghasilkan solusi bagi petani. Tim Peneliti Pascapanen BPTP Papua Barat mendapat tugas melakukan bimbingan teknis teknologi pengolahan komoditas pangan. Komoditas pangan yang dipilih untuk diolah merupakan komoditas melimpah sesuai dengan lokasinya. 

    Pada kesempatan kali ini Kampung Arowi di Distrik Manokwari Timur menjadi sasaran Bimtek Padat Karya. Kampung Arowi merupakan daerah penghasil sukun dalam jumlah yang besar. Pohon sukun berbuah tanpa mengenal musim dengan produktivitas yang tinggi. Masyarakat Kampung Arowi dalam sehari mampu memanen buah sukun hingga puluhan buah dengan berat rata-rata sukun 2-4 kg. Sukun tersebut umumnya dijual pada tengkulak dengan harga 5-15 ribu perbuah tergantung  ukuran. Melihat potensi yang besar inilah Tim Peneliti Pascapanen BPTP Papua Barat mencoba mengenalkan teknologi pengolahan sukun. Tujuan pengenalan teknologi ini adalah untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Kampung Arowi sehingga mampu mengolah buah sukun menjadi produk aneka olahan yang digemari khalayak. Produk aneka olahan buah sukun tersebut diharapkan menjadi sebuah solusi praktis permasalahan rendahnya harga jual buah sukun saat ini.

    Pada hari Sabtu, 20 Maret 2021 Tim Bimtek Padat Karya BPTP Papua Barat yang terdiri atas Peneliti Pascapanen: Nicolays Jambang, S.TP., M.Sc., dan Lukman Hakim, S.Pt., M.Pt. dengan Penyuluh: Galih Wahyu Hidayat, S.P. bergerak memberikan materi teknologi pengolahan sukun. Acara yang sebelumnya dibuka oleh sambutan Bapak Kepala Balai BPTP Papua Barat Ir. Demas Wamaer, M.P. , yang selanjutnya dipandu oleh penyuluh berjalan dengan baik. Masyarakat Kampung Arowi yang didominasi Ibu-ibu mendengarkan penjelasan teknologi pembuatan tepung sukun sebagai produk setengah jadi buah sukun dengan serius. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul karena ketertarikan Ibu-ibu membuat tepung sukun tersebut. 

    Selain tepung sukun sebagai produk setengah jadi buah sukun, Tim Bimtek juga membawa beberapa produk jadi olahan buah sukun antara lain kue kering dan bola-bola sukun. Pada sesi kedua ini Ibu dan Bapak peserta Bimtek semakin antusias mendengarkan penjelasan pembuatan produk olahan sukun. Muncul berbagai ide kreatif  pengolahan sukun lainnya baik dari buah sukun maupun tepung sukun yang didiskusikan. Ide-ide tersebut ditampung dan akan dibentuk pembuatan kelompok tani Kampung Arowi sebagai tindak lanjut masyarakat untuk mewujudkan industri rumah tangga pengolahan aneka produk sukun. Semoga melalui Bimbingan Teknis dari BPTP Papua Barat ini menjadi pendorong kegiatan ekonomi masyarakat Kampung Arowi menjadi lebih sejahtera.

     

    READ MORE
  • PENGOLAHAN UBI JALAR MENJADI ANEKA OLAHAN KUE

    Pangan lokal nusantara berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Tanaman pangan seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung dan sagu yang telah diolah menjadi tepung akan memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku industri untuk menggantikan tepung terigu yang selama ini impor. Kebutuhan tepung terigu yang semakin tinggi tetapi, Indonesia bukan negara yang menghasilkan gandum yang merupakan bahan baku pembuatan tepung terigu. Sehingga untuk menggantikan bahan baku tepung terigu perlu adanya bahan baku pengganti, agar Indonesia tidak terus menerus bergatung pada negara lain. Salah satu tanaman pangan yang dapat sebagai pengganti  bahan baku tepung adalah ubi jalar.

    READ MORE