• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Benih Pepaya Merah Delima sebagai Media Pembelajaran bagi Siswa Sekolah Dasar untuk Mempersiapkan Generasi Muda yang Cinta Pertanian Di Masa Depan

    Engkau boleh membengkokkan sebatang pohon yang masih muda kebentuk mana saja yang engkau inginkan, dan kalau dibiarkan, pohon muda itu akan terus bertumbuh sebagaimana yang engkau bengkokkan dan menjadi pohon yang salah bentuk dan akan selalu menuntut kesalahan tanganmu karena telah menyebabkannya menjadi cacat dan menderita. Engkau boleh sesudah bertahun-tahun pertumbuhan berusaha untuk meluruskan pohon itu, tetapi segala usahamu akan terbukti sia-sia. Pohon itu tetap bungkuk untuk selama-lamanya. Inilah kasus yang sama sama dengan anak-anak. Mereka harus dilatih dengan sangat hati-hati dan teliti pada masa anak-anak. Mereka dapat dilatih kearah yang benar atau salah. Kebiasaan yang dibentuk pada masa muda akan bertumbuh dengan pertumbuhan dan dikuatkan dengan kekuatan demikian seterusnya.

    Dalam kaitan dengan kutipan diatas, dan untuk membentuk pola pikir anak-anak sejak dini agar mencintai pertanian dan mendekatkan inovasi kepada pengguna; BPTP Balitbangtan Papua Barat kembali menyerahkan sebanyak 50 polibek tanaman pepaya merah delima kepada SD N 8 Arfai. Penyerahan benih dilakukan oleh Sostenes Konyep, SP sebagai Penanggung Jawab Kegiatan Perbenihan Pepaya Merah Delima dan diterima Kepala Sekolah Tiarsem Sinaga, S.Pd. Pada kesempatan itu Konyep berpesan agar benih ini bisa menjadi wahana pembelajaran bagi anak-anak untuk mencintai pertanian sejak dini, belajar merawat dan nantinya diharapkan akan lahir generasi muda yang cinta akan pertanian.  Pada kesempatan itu, pihak sekolah melalui Kepala Sekolah menyampaikan terima kasih kepada BPTP Papua Barat atas inisiasi untuk menyerahkan pepaya merah delima dan berjanji untuk merawatnya sebaik mungkin.

    Diharapkan 8 bulan kedepan, anak-anak sudah dapat memanen dan mengkonsumsi buah pepaya merah delima baik sebagai buah segar maupun dalam bentuk jus buah. Adapun beberapa manfaat dari mengkonsumsi buah pepaya : 1 )Antikanker karena mengandung likopen untuk mengurangi risiko antikanker, 2) Meningkatkan kesehatan jantung, 3) Meredakan peradangan, mengandung antioksidan untuk membantu imflamasi, 4) Menyehatkan pencernaan, mengatasi sembelit dan kembung.

     

    Demikian harapan dan disertai usaha dan doa benih pepaya merah delima  yang ditanam dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal. Penyerahan benih dan diskusi pagi itu ditutup dengan menyampaikan pesan Menteri Pertanian,  Syahrul Yasin Limpo untuk menghadirkan “Pertanian Dalam Segenap Aspek Kehidupan Kita”,  “Bertani itu Hebat, Petani Itu Keren”.

     

    READ MORE
  • Bimtek Budidaya Pepaya untuk Masyarakat Lokal

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai budidaya pepaya merah delima kepada masyarakat lokal pada 23 Oktober 2021 di Kampung Mansinam yang berada di Pulau Lemon, Manokwari.

    BPTP Papua Barat terus memberikan dorongan kepada petani lokal untuk dapat melakukan budidaya pertanian melalui bimbingan teknis tersebut. Kegiatan ini bekerja sama dengan persatuan wanita kristen indonesia (PWKI) yang merupakan organisasi dibawah naungan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat.

    Acara dibuka oleh Ibu Lani Lakotani, selaku Ketua BKOW Papua Barat. Beliau menyampaikan bahwasanya sebagai wanita kita harus bisa mandiri. Selain untuk mengurus rumah tangga, kita juga bisa menanam sehingga dapat pula memberikan manfaat dalam memenuhi gizi rumah tangga.

    Materi bimbingan teknis diberikan oleh Penyuluh BPTP Papua Barat Muh. Fathul Ulum Ariza SP, MSi dan Arya Bima Senna, SP. Materi yang diberikan tentang penyemaian benih, tatacara penanaman, hingga perawatan pepaya merah delima. Salah satu tujuan bimtek adalah nantinya masyarakat dapat melakukan budidaya pepaya merah delima setidaknya dalam skala rumah tangga untuk kebutuhan sendiri. Terlebih apabila nanti bisa menjadi pemasukan tambahan masyarakat lokal tersebut.

    Setelah acara bimtek, dilanjutkan dengan pemberian bantuan berupa 100 benih pepaya merah delima kepada ibu rumah tangga di pulau lemon untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing sehingga apabila nanti berbuah, dapat membantu memenuhi gizi masyarakat di pulau lemon.

     

    READ MORE
  • Bimtek Online Series "Menembus Peluang Bisnis Pepaya Merah Delima di Tanah Papua"

    Selasa (9/11/21) Bptp Balitbangtan Papua Barat, menyelenggarakan Bimtek Online Pepaya Merah Delima dengan tema "Menembus Peluang Bisnis Pepaya Merah Delima di Tanah Papua". Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Hilirasi Inovasi Teknologi Balitbangtan di Provinsi Papua Barat. Komoditas pepaya merah delima dipilih sebagai tema karena merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang dihasilkan balitbangtan dan pengembangan di Papua Barat sudah relatif lama yaitu sejak tahun 2015. Pepaya merah delima memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pepaya lokal ataupun impor lainnya yaitu daging buah yang tebal, rasa manis, aroma tidak menyengat serta daya simpan yang relatif lama. Bimtek ini diikuti oleh peserta umum dari penyuluh pertanian, petani, peneliti, pelajar/mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga dan masyarakat anggota BKOW Papua Barat. 

    Kegiatan bimtek ini dibuka oleh Ka.BPTP Papua Barat, Zainal Abidin, SP., MP dengan penekanan bahwa inovasi teknologi harus selalu dilaksanakan. Masyarakat harus dapat merasakan manfaat dari kehadiran BPTP dengan berbagai inovasi teknologi pertanian. Senada dengan Ka.BPTP, Ibu Lani Lakotani, S.Pd selaku ketua BKOW Provinsi Papua Barat juga mengapresiasi sepak terjang BPTP yang mau turun langsung dengan menyebarluaskan inovasi teknologi pertanian khususnya pepaya merah delima. Harapan yang disampaikan adalah kerjasama yang sudah terbina sejak 2018 tetap dilanjutkan dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat luas. 

    Pemateri dari kegiatan Bimtek ini adalah Sostenes Konyep, SP yang menyampaikan materi tentang Inovasi Teknologi Budidaya Pepaya Merah Delima mulai dari cara persemaian bibit sampai dengan proses panen. Ia bersama tim penyuluh juga akan sangat siap untuk membantu apabila peserta bimtek ingin mengetahui lebih detail mengenai pepaya merah delima.

    Materi yang kedua disampaikan oleh Septinus Wariki, Petani Milenial (Anggota JPN Papua Barat) mengenai cerita Sukses Menjadi Petani Pepaya Merah Delima. Materi dikemas dalam format panelyang dikembangkan menjadi diskusi interaktif yang dimoderatori oleh Muh. Fathul Ulum Ariza, SP., M.Si agar diskusi dapat berjalan dengan dinamis, menarik minat, menyegarkan dan tidak membosankan bagi peserta. Salah satu hal yang menarik, ia dapat memasarkan hasil panen pepaya merah delima ke beberapa swalayan besar di kota Manokwari dan Sorong.

    Dalam Bimtek ini juga hadir Ibu Tri Budiyanti, Peneliti yang mengembangkan Pepaya Merah Delima dari Balitbu, Solok, Sumatera Barat. Beliau menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya bagi tim BPTP Papua Barat beserta petani dan masyarakat yang sudah mengembangkan Pepaya Merah Delima. Ke depan beliau menyampaikan akan memprioritaskan pengadaan benih karena sudah melihat hasil nyata yang dilaksanakan oleh teman-teman. 

    Peserta bimtek sangat antusias merespon materi yang disampaikan dengan berdiskusi tentang peluang dan rencana pengembangan pepaya merah delima di daerah peserta bimtek. Sebagian peserta mengapresiasi kiat-kiat usaha dari Septinus Wariki dalam membudidayakan pepaya merah delima sehingga bisa berhasil menembus pasar supermarket, pasar lokal bahkan mampu menembus di beberapa kabupaten yang ada di Papua Barat. Acara diakhiri pembingkaian dari Ka.BPTP yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta bimtek khususnya dari BKOW Papua Barat. Penutupan bimtek oleh host dengan dilakukan pembagian doorprize bagi peserta bimtek yang terpilih.

    READ MORE
  • Distribusi Benih Pepaya Merah Delima ke Teluk Bintuni

    Sebuah teknologi akan bermanfaat bila hasilnya dapat sampai dan hasilnya dinikmati oleh pengguna. Proses mendekatkan hasil riset dan inovasi kepada pengguna ini yang dilakukan BPTP Papua Barat bekerja sama dengan BKOW Provinsi Papua Barat melalui distribusi benih pepaya merah delima kepada Ibu-Ibu GOW Kabupaten Teluk Bintuni.

    Kegiatan ini bertepatan dengan pelantikan pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Teluk Bintuni masa bhakti 2021-2024 bertempat di Gedung Woman Child Centre (WCC) Kota Bintun. Penyerahan benih pepaya merah delima sebanyak 100 pohon dilakukan oleh Sostenes Konyep, SP, sebagai penanggung jawab kegiatan perbenihan mewakili Kepala BPTP Papua Barat yang diterima Ketua GOW Kabupaten Teluk Bintuni, Ny. Ngatini Kokop disaksikan Ketua BKOW Provinsi Papua Barat, Ny. Lani Lakotani.

    Ny. Lani Lakotani dalam arahannya memberikan apresiasi bagi perempuan Papua Barat yang mampu dalam upaya memberdayakan potensi yang dimiliki perempuan diberbagai aspek kehidupan nyata. Khususnya benih yang baru diserahkan, Beliau berharap dapat dipelihara dengan baik agar bertumbuh dan memberikan manfaat dalam rangka pemenuhan gizi keluarga.

    Sementara itu , Wakil Bupati Teluk Bintuni sebagai Pembina GOW Kabupaten Teluk Bintuni melihat perempuan memiliki peran sentral dalam berbagai sektor kehidupan. Perempuan adalah tiang negara, Ibu bangsa, penyangga keluarga dan juga pendidik generasi penerus yang perlu mendapat perhatian pemerintah sehingga arah pembinaan jelas yang berdampak pada kehidupan masyarakat secara nyata dengan lahirnya generasi yang sehat jasmani maupun rohani.

    Kegiatan pembagian benih ini sangat disambut positif oleh Ketua GOW Kabupaten Teluk Bintuni. Ibu-Ibu kemudian menggali informasi seputar pepaya merah delima dan apa yang menarik dari pepaya tersebut., karena belum banyak Ibu-Ibu mengenal pepaya tersebut. Kami pun memberikan penjelasan seputar pepaya merah delima dan cara budidayanya. Benih tersebut oleh pengurus GOW dibagikan kepada Ibu-Ibu anggota untuk ditanam disetiap lahan pekarangan.

    Diakhir acara, Ny. Lani Lakotani sebagai Ketua BKOW mengucapkan terima kasih untuk kerjasama yang telah dibina selaama ini dan berharap BPTP PB sebagai mitra dapat bersinergi bersama BKOW dalam kelancaran program yang berkaitan dengan penyebaran teknologi Pertanian untuk kesejahteraan masyarakat.

    READ MORE
  • Gerak Cepat Laksanakan Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan

    Pada hari Jumat (07/05/2021) dilaksanakan perjalanan Dinas Tim Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan ke SP 11 Distrik Sidey Kabupaten Manokwari di Kebun Pepaya Merah Delima Sdr. Sepi Wariki. Hasil pengamatan Tim di kebun menunjukkan bahwa kondisi Kebun terawat dengan baik, drainase lancar dan tidak ada genangan air. Pada saat tim datang keluarga petani sedang mengumpulkan hasil panen papaya ukuran besar yang masih mengkal (setengah masak) untuk dipacking sebelum dikirimkan ke supermarket MCM (Manokwari City Mall). Hasil diskusi dengan anggota kelompok diketahui bahwa petani dan masyarakat sekitar berminat untuk menanam Pepaya Merah Delima karena sudah melihat hasil nyata pertumbuhan tanaman dan hasil penjualan yang pasti.  Sebagian besar petani memohon agar bantuan benih siap tanam dari BPTP dipercepat pengirimannya. Petani juga berharap dilakukan pelatihan dalam penyemaian benih papaya, agar dapat melaksanakan perluasan area tanam secara mandiri.  

    Terkait dengan rencana pembuatan Dokumentasi Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan, akan dilaksanakan pada kunjungan selanjutnya dengan pengambilan gambar secara lengkap tentang proses budidaya  Pepaya Merah Delima oleh Tim Penyuluh BPTP PB. Proses pemgambilan gambar akan dilaksanakan setelah naskah video selesai disusun agar lebih memaksimalkan dalam efisiensi dan efektivitas proses shooting pengambilan gambar dan sucsess story petani.  

    Selajutnya Tim berkunjung di rumah PPL Bpk Petrus Pardianto, sekaligus diskusi tentang kondisi terbaru pelaksanaan Kostratani di BPP Sidey yang merupakan wilayah binaan BPTP Papua Barat. Rencana penanaman Kedelai dalam rangka kegiatan Kajian Uji Adaptasi Varietas Kedelai Oleh BPTP Papua Barat. Hasil laporan dari PPL bahwa proses persiapan lahan terdapat kendala karena kondisi traktor yang mengalami putus rantai. Pada kunjungan ini juga ditunjukkan Atabela (alat tanam benih langsung) kedelai guna memudahkan dalam proses penanaman, kondisi alat masih bagus dan rencana penanaman 2 butir benih per lubang tanam dengan jarak tanam kurang lebih 20 cm.

    READ MORE
  • Kunjungan Ketua Kelompok Tani Mbeisba ke Kantor BPTP Papua Barat

    Pada hari Selasa 12 Oktober 2021 di Kantor BPTP Balitbangtan Papua Barat, kedatangan tamu istimewa. Dikatakan tamu istimewa karena mereka adalah pejuang teknologi yang jarang terekspos dalam sepak terjangnya dilapangan untuk menerapkan pola usaha tani yang dianjurkan dan menggerakkan petani lain untuk mengikuti pola itu. Tamu istimewa itu adalah Adam Iba, Ketua Kelompok Tani Mbeisma Kampung Warbiadi, Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan. Pak Adam dan kelompok taninya adalah salah satu kelompok tani yang dibina BPTP Balitbangtan Papua Barat sejak tahun 2019. Kunjungan Adam dan Ibu ke BPTP Papua Barat diterima Kepala Balai,  Zainal Abidin, SP, MP.

    Pada kesempatantersebut, Kepala Balai menyerahkan benih pepaya merah delima sebanyak 20 polibek dan menyampaikan rencana pengembangan pisang barangan merah di Papua Barat sebanyak 10 ribu pohon. Kepala Balai juga menyampaikan untuk tetap menjaga hubungan yang terbina selama ini sehingga hasil inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian dapat secara luas tersebar dan dinikmati para petani dan steakholder di bumi Kasuari Papua Barat.

    Adam Iba sangat senang bisa memperoleh benih pepaya merah delima dan sukun. Adam menuturkan bahwa, tujuan kunjungan adalah melihat dari dekat kegiatan perbenihan yang dikerjakan BPTP Papua Barat. Menurut Adam Iba, potensi lahannya ada sekitar 50 hektar yang sudah ditanami jagung, ubi kayu, ubi jalar dan pisang. Kalau ada benih tanaman hortikultura,akan diupayakan untuk ditanam di lahannya.

    Setelah bincang-bincang singkat siang itu, pertemuan itupun diakhiri. Pak Inal, demikian sapaan akrap Kepala BPTP Papua Barat memberikan petuah; ibarat sebuah benih yang ditabur, demikian pula kebaikan yang kita tanam pasti akan di tuai.

     

    READ MORE
  • Memoar Pejuang Teknologi BPTP Papua Barat "Pengembangan Pepaya Merah Delima di Papua Barat"

    Manokwari Kamis, 7 Oktober 2021 dilaksanakan penyusunan memoar melalui diskusi virtual yang di gagas oleh BBP2TP (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian). Penyusunan memoar ini dalam rangka HUT Badan Litbang Pertanian ke 47.

    Dalam acara tersebut turut dihadiri Kepalai Balai BPTP Papua Barat Bapak Zainal Abidin, S.P.,M.P., Kepala Balai BPTP NTT Dr Aser Rouw, SP, Msi, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Barat Andrew pattikawa, Bapak Suryadimin Spt dari Balai Pengawas mutu dan keamanan pangan, Sepitinus Wariki Ketua Kolompok Tani Ikovy.

    Sebagai mantan subkoordinator kerjasama dan pelayanan pengkajian Dr. Aser Rouw menyampaikan bahwasannya pepaya ini sudah dikembangkan pertengahan 2020 oleh Septinus wariki, melalui bimbingan teknis dan pendampingan pepaya merah delima diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pertanaman pepaya merah delima dan petani dapat mengadopsi teknologi dan inovasi badan litbang, selanjutnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

    Septinus wariki menyampaikan bahwasannya tertarik menanam pepaya merah delima karena merasakan langsung buahnya di kantor BPTP Papua Barat, Karena rasa buahnya yang manis dan tebal serta menanam pepaya merah delima cenderung mudah.

    Suryadimin Spt dari Balai Pengawas mutu dan keamanan pangan menyampaikan bahwasannya setelah dilakukan uji lab untuk mengetahui kandungan kontaminasi bahan berbahaya. Buah pepaya merah delima dari Septinus Wariki dinyatakan bebas dari bahan berbahaya dan akan mendapatkan serifikat Prima 3.

    Kepalai Balai Papua Barat Bapak Zainal Abidin SP.MP. menyampaikan bahwasanya pengembangan pepaya merah delima bisa dijadikan patern dari pengembahan komoditas lain di Papua Barat. Semangat ini haruslah tetap dipakai agar adopsi teknologi dari Badan Litbang cepat sampai dan di aplikasikan oleh petani di Papua Barat

    READ MORE