• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Bimtek Hilirisasi Dukung Akselerasi Pengembangan Hortikultura

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hortikultura Komoditas Jeruk dan Pepaya Merah Delima Mendukung Kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Pertanian pada Selasa (28/09/2021) di Aula Hotel Valdos Manokwari.

    Acara tersebut dibuka dengan berdoa dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala BPTP Papua Barat, Zainal Abidin, S.P., M.P. Beliau menyampaikan bahwa penyebaran benih sebar harus semakin digencarkan sampai ke petani-petani wilayah Papua Barat. Selaras dengan komitmen Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mempunyai salah satu tugas yakni melakukan diseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan dan dikembangkan. Diharapkan juga teknologi yang telah dihasilkan harus dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan petani maupun masyarakat umum.

    Materi yang pertama disampaikan oleh Dr. ir. Amisnaipa, M.Si mengenai budidaya Pepaya Merah Delima dari mulai persemaian hingga panen. Beliau juga mendatangkan salah satu petani lokal, Septinus Wariki yang sukses melakukan budidaya PMD dari hulu hingga hilir. Panen yang dihasilkan juga sudah dipasarkan di supermarket wilayah manokwari.

    Materi bimtek yang kedua mengenai teknik budidaya jeruk Bujangseta (Buah Berjenjang Sepanjang Tahun) disampaikan oleh Muh. Fathul Ulum Ariza, S.P., M.Si. Setelah penyampaian materi peserta sangat antusias bertanya dan berdiskusi mengenai materi yang disampaikan. Beliau juga membagikan beberapa benih jeruk kepada peserta yang paling aktif megikuti bimtek.

    Bimtek hilirisasi yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada peserta mengenai teknologi budidaya hortikultura. Sehingga peserta dapat melakukan budidaya hortikultura dengan lebih tepat.

    READ MORE
  • BPTP Balitbangtan Papua Barat Audiensi dengan Gubernur dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

    Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian dalam berbagai rapat dan pertemuan baik secara daring dan luring yang senantiasa menekankan pentingnya segenap insan pertanian mewaspadai dan memitigasi dampak dari perubahan iklim khususnya pada sektor pertanian. Seperti, menurunnya kualitas, kesuburan dan daya dukung lahan, menyebabkan produktivitas hasil pertanian juga ikut menurun, begitu juga dengan ketersediaan air yang semakin terbatas dan kualitasnyapun yang semakin menurun, juga menjadi penyebab terus anjloknya produksi pertanian. Ditambah lagi dengan fenomena El Nino dan La Nina yang juga sangat berpengaruh terhadap siklus iklim yang secara otomatis menyebabkan bergesernya jadwal tanam berbagai komoditi pertanian serta semakin besarnya kemungkinan terjadi gagal panen.

    Dalam mengantisipasi hal-hal tersebut maka Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Zainal Abidin, S.P., M.P. bersama staff mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah Papua Barat dalam hal ini Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan beserta Kepala Dinas TPHBUN Provinsi Papua Barat Dr. Yacob S. Fonataba, SP. M.Si dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan pada Selasa (18/01/2022).

    Mengawali pertemuan tersebut kepala BPTP Papua Barat memperkenalkan diri bersama beberapa staff yaitu Subiadi, S.P., M.Sc sebagai Koordinator Progam dan Herman R Tata, S.P., M.P dan Arif Arbianto, S.P Peneliti Kakako yang mendampingi. Selanjutnya, Kepala Balai menyampaikan berbagai teknologi yang telah didiseminasikan dan telah diadaptasikan diberbagai wilayah Papua Barat diantaranya padi, jagung, kedelai, pisang, sukun, pepaya, kopi dan kakao.

    Untuk komoditas kakao telah dilakukan kajian dan tindakan pemuliaan tanaman dalam rangka upaya pelestarian dan pemanfaatan SDG lokal untuk mendukung provinsi papua barat sebagai provinsi konservasi. Selain itu, potensi SDG yang telah dikaji menunjukkan bahwa papua barat memiliki SDG kakao yang potensial bernilai ekonomi tinggi hanya saja potensi tersebut harus di gali dan di olah lebih lanjut agar bisa menjadi bernilai lebih utamanya untuk kesejahteraan petani dan  perekonomian papua barat. Menanggapi hal tersebut bapak gubernur meminta kepada BPTP Papua Barat dan Dinas TPHBUN Provinsi Papua Barat untuk bisa bersinergi dan melibatkan stakeholder lain guna mewujudkan potensi tersebut. Bapak gubernur siap mendukung penuh Papua Barat mempunyai varietas kakao yang dilepas dan dikembangkan.

    Selain hal tersebut, disampaikan juga berbagai benih yang sudah terdistribusi sampai ke petani pada tahun 2021. Benih padi tersertifikasi sebanyak 5,8 ton, masing-masing 2,4 untuk varietas Mekongga, 2,4 ton untuk varietas Inpari 42, dan 1 ton untuk varietas Cigeulis. Selain itu,  benih padi nutrizinc juga telah terdistribusi sebanyak 580 kg. Untuk komoditas hortikultura jenis buah-buahan, ada pula benih tanaman jeruk sebanyak 450 pohon yang sudah terdistribusi. Komoditas lain seperti pepaya, kakao, kopi dan yang terakhir benih pohon pisang barangan merah sebanyak 10.000 jug telah terdistribusi ke petani di wilayah Manokwari dan Sorong.

    Bapak Gubernur juga mengapresiasi BPTP Papua Barat dalam mendukung program-program pertanian di Papua Barat. Beliau juga menyampaikan mengenai keseriusan untuk pengembangan tanaman jagung, komoditas hortikultura, berbagai tanaman lainnya. Oleh karena itu, dukungan dari BPTP Papua Barat untuk melakukan pendampingan sangat diharapkan dalam program-program tersebut.

    READ MORE
  • Jenis-Jenis Tanaman Sayuran Balitbangtan

     

     

     

    READ MORE
  • Potensi Masni dan Sidey untuk Komoditas Hortikultura khususnya Pisang sangat Menjanjikan

    Distrik Masni dan Distrik Sidey memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan tanaman hortikultura. Oleh karena itu Kepala BPTP Papua Barat Zainal Abidin SP,MP berkesempatan mengunjungi kedua Distrik ini pada Rabu 12 Januari 2022 yang dilanjutkan dengan penyerahan benih dan penanaman benih pisang barangan merah secara bersama petani dilahan BPP Masni Kabupaten Manokwari.

    Acara penyerahan dan penanaman benih pisang barangan merah juga dihadiri Kepala BPP Masni, perwakilan kelompok tani se Masni raya dan penyuluh BPP Masni. Benih pisang diserahkan sebanyak 850 batang ke Kepala BPP yang mengkoordinir pendistribusian kepada petani. Kepala BPP Masni M Irwanto, SST mengucapkan terima kasih kepada BPTP Papua Barat yang telah berkontribusi nyata dalam mendistribusikan benih pisang barangan merah hingga sampai ke penerima benih pisang seraya memberikan semangat kepada para perwakilan kelompok tani yang hadir untuk menanaman dan merawat benih pisang yang telah ditanam tersebut.

    Sementara itu sebelum dilakukan penanaman, dilakukan penjelasan singkat kepada para petani tentang cara penanaman oleh penyuluh BPTP Papua Barat, M. Fathul Ulum Ariza, SP, M.Si yang dilanjutkan dengan penanaman. Jarak tanam pisang barangan merah adalah 2 x 3 namun bila ada tanaman sela (sayuran) dapat ditanam dengan jarak 3 x 5, demikian M. Ulum menjelaskan.

    Sedangkan Distrik Sidey, benih pisang diserahkan kepada ketua kelompok tani dan penyuluh yang nantinya didistribusikan kepada petani penerima bantuan benih. Untuk Distrik Sidey menerima sebanyak 850 benih pisang

    Zainal kembali mengingatkan para petani penerima bantuan benih untuk benih pisang yang telah diterima dapat ditanam dilahan yang telah disediakan dan menanti undangan Bapak Ibu petani untuk acara panen buah pisang 8-9 bulan mendatang; demikian harapan Kepala Balai.

    READ MORE