• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Antusiasme GOW Teluk Bintuni Belajar Hidroponik Sederhana

    Pada hari Kamis (30/09/21), BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Papua Barat pada Tahun Anggaran 2021 berupa Kegiatan Pelatihan Hidroponik dengan Memanfaatkan aneka limbah bekas rumah tangga yang sudah tidak dipakai. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Women and Child Centre, Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan pelatihan Hidroponik ini dirangkai dengan acara pelantikan Ketua GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kabupaten Teluk Bintuni yang dipimpin langsung Wakil Bupati Teluk Bintuni dan di saksikan oleh Ibu Lany Lakotani selaku ketua BKOW Provinsi Papua Barat. Adapun ketua GOW yang baru dilantik yaitu Ibu Ngatini Kokop menyampaikan siap melaksanakan program kerja GOW Kab Teluk Bintuni dan berterimakasih kepada seluruh pengurus dan anggota yang hadir untuk ikut mensukseskan program-program kerja GOW Kabupaten Teluk Bintuni. 

    Kegiatan Pelatihan Budidaya tanaman hidroponik sederhana ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal limbah rumah tangga seperti botol plastik, toples, jerigin dan bahan lainya. Ibu Lany Lakotani, selaku ketua BKOW Papua Barat menyampaikan bahwa ‘tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk membantu ibu-ibu yang dalam kondisi pandemi dapat memperoleh gizi tambahan dari budidaya tanaman hidroponik yang sederhana dengan tetap beraktivitas di dalam rumah”. 

    Narasumber kegiatan pada kegiatan pelatihan hidroponik adalah Galih Wahyu Hidayat, SP., MP dan Sostenes Konyep, SP. Jumlah peserta pelatihan hidroponik sebanyak 30 orang atau menyesuaikan dengan batasan satgas Covid19. Pelatihan berjalan cukup dinamis yang dilaksanakan dengan metode workshop atau ceramah sekaligus praktek langsung. Adapun materi yang disampaikan secara bertahap yaitu; a). pengantar hidroponik secara umum, b). media tanam dan penyemaian benih, c). merakit instalasi sederhana dg sistem sumbu, d). pembuatan nutrisi hidroponik dan penggunaan TDC, dan e). pembagian benih dan bahan pelatihan untuk uji coba peserta di rumah masing-masing. Acara diakhiri dengan foto bersama secara bertahap untuk peserta dengan pengurus GOW Kabupaten Teluk Bintuni dan BKOW Provinsi Papua Barat. 

    Output dari kegiatan pelatihan adalah peserta diharapkan dapat melaksanakan secara mandiri budidaya hidroponik sederhana menggunakan aneka limbah rumah tangga sesuai dengan petunjuk yang sudah disampaikan dalam pelatihan dan dapat mengacu pada buku panduan yang sudah disusun. Pada kesempatan ini juga dibagikan aneka benih sayuran yaitu benih selada, sawi, bayam dan kangkung untuk bahan ujicoba masing-masing peserta pelatihan.

    READ MORE
  • Pelatihan Budidaya Hidroponik di Pulau Lemon Manokwari Timur

    Senin (4/10/2021) dilaksanakan kegiatan Pelatihan Budidaya Hidroponik di  Pulau Lemon, Manokwari Timur, Papua Barat. Kegiatan ini merupakan kerjasama  antara BPTP Papua Barat dengan BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Papua Barat.

    Acara tersebut dihadiri langsung oleh ketua BKOW Papua Barat, Ibu DPD PWKI Papua Barat, Ketua BOW (Badan Organisasi Wanita) Kabupaten Manokwari, Ketua Darma Wanita Kabupaten Manokwari dan peserta pelatihan yang lain.

    Dalam arahan Ibu ketua BKOW Provinsi Papua Barat menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPTP Papua Barat sudah  dilakukan dibeberapa tempat dan ini sudah termasuk yang keenam kalinya, lanjut Ibu Ketua BKOW mengatakan kenapa mengambil  Hidroponik  karena  pertama masih adanya  PPKM Level 2 dalam masa pandemi ini dibatasi gerakan kita, tidak bisa ke pasar, tidak bisa kemana-mana hingga ibu-ibu tidak bisa keluar. Maka dibuatlah program kerja untuk tidak keluar kemana-mana tetapi masih bisa makan sayur, maka bekerja sama  dengan BPTP Papua Barat untuk memberikan teknologi  menanam sayur dengan  menggunakan  limbah rumah tangga yang tidak terpakai seperti botol-botol aqua.

    Kegiatan pelatihan Budidaya Hidroponik dengan narasumber BPTP Papua Barat (Muhammad Fathul Ulum Ariza, SP, M.Si dan Ir. Halijah), kegiatan tersebut bukan saja dihadiri oleh petani atau masyarakat Pulau Lemon tapi juga dihadiri oleh petani dan masyarakat Pulau Mansinan dan para Ibu-Ibu gabungan Darma Wanita Provinsi papua Barat.  Pelatihan Budidaya Hidroponik langsung dipraktekkan dengan memanfaatkan bahan-bahan atau aneka limbah bekas rumah tangga,  peserta sangat antusias mengikuti pelatihan hidroponik  tersebut karena mereka terjung langsung mempraktekkan  pelatihan hidroponik.

    Output dari kegiatan Pelatihan Hidroponik, peserta diharapkan dapat melaksanakan sendiri dengan memanfaatkan bahan limbah  rumah tangga yang ada disekitar dan melaksanakan sesuai petunjuk dan pelatihan serta mengacu pada buku panduan yang diberikan. Kegiatan pelatihan Hidroponik diakhiri dengan memberikan bantuan bibit sawi kepada peserta pelatihan sebagai tindak lanjut kegiatan Budidaya Hidroponik.

    READ MORE
  • Pelatihan Hidroponik Sederhana Skala Rumah Tangga

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)  Papua Barat bekerjasama dengan Perempuan LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Provinsi Papua Barat mengadakan pelatihan hidroponik sederhana skala rumah tangga pada Senin (15/06/2020) di Manokwari.

    Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 20 orang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Ditengah pandemi covid-19 yang sedang terjadi sehingga peserta pelatihan diwajibkan menggunakan masker saat pelatihan berlangsung.

    Materi yang disampaikan adalah pemanfaatan lahan pekarangan dan budidaya hidroponik sederhana dengan menggunakan limbah rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan memberi edukasi tentang pentingnya pemenuhan kesehatan keluarga akan makanan yang bergizi dan bermanfaat. Disisi lain, pemanfaatan barang-barang rumah tangga yang sudah tidak terpakai untuk budidaya hidroponik juga dapat mengurangi jumlah sampah plastik.

    Antusiasme dari peserta sangat tinggi karena materi yang diberikan dirasakan sangat sederhana dan dapat langsung diterapkan. Pelatihan hidroponik diharapkan dapat menggugah kesadaran dan semangat peserta untuk memanfaatkan barang-barang limbah pekarangan di sekitar lingkungan rumah tangga dan mengurangi sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan.

    READ MORE
  • Peningkatan Gizi Keluarga dengan Hidroponik Sederhana

    Pada hari Rabu (09/09/21) dilaksanakan kegiatan Pelatihan Hidroponik di Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Budidaya tanaman hidroponik sederhana ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal limbah rumah tangga seperti botol plastik, toples, jerigin dan bahan lainya. Kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama antara Badan Kerjasama Organisasi Wanita dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat Tahun Anggaran 2021 berupa Kegiatan Pelatihan Hidroponik dengan Memanfaatkan aneka limbah bekas rumah tangga.Ibu Lany Lakotani, selaku ketua BKOW Papua Barat menyampaikan bahwa ‘tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk membantu ibu-ibu yang dalam kondisi pandemi dapat memperoleh gizi tambahan dari budidaya tanaman hidroponik yang sederhana dengan tetap beraktivitas di dalam rumah, hemat secara ekonomi dan bermanfaat untuk ketahanan pangan keluarga”. 

    Narasumber kegiatan pada kegiatan pelatihan hidroponik adalah Galih Wahyu Hidayat, SP., MP dan Steven Witman, A.Md. Jumlah peserta pelatihan hidroponik sebanyak 20 orang atau menyesuaikan dengan batasan satgas Covid19. Pelatihan berjalan cukup dinamis yang dilaksanakan dengan metode workshop atau ceramah sekaligus praktek langsung. Adapun materi yang disampaikan secara bertahap yaitu; a). pengantar hidroponik secara umum, b). media tanam dan penyemaian benih, c). merakit instalasi sederhana dg sistem sumbu, d). pembuatan nutrisi hidroponik dan penggunaan TDC, dan e). pembagian benih dan bahan pelatihan untuk uji coba peserta di rumah masing-masing. 

    Output dari kegiatan pelatihan adalah peserta diharapkan dapat melaksanakan secara mandiri budidaya hidroponik sederhana menggunakan aneka limbah rumah tangga sesuai dengan petunjuk yang sudah disampaikan dalam pelatihan dan dapat mengacu pada buku panduan yang sudah disusun. Pada kesempatan ini juga dibagikan aneka benih sayuran yaitu benih selada, sawi, bayam dan kangkung untuk bahan ujicoba masing-masing peserta pelatihan.

    READ MORE