• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Musim Hujan

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat ikut serta dalam “Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Datangnya Musim Hujan” dalam rangka meningkatkan produktifitas dan mengurangi risiko gagal panen akibat serangan hama penyakit pada Jumat (27/09/209) di Kampung Sidey Baru, Manokwari. Kegiatan tersebut dikomando langsung oleh Babinsa, Penyuluh dan Kelompok Tani setempat. Turut hadir pula Paulus Demas Mandacan, S.Sos, M.Dev  selaku Bupati Manokwari, Ir. Demas Wamaer, MP  selaku Kepala BPTP Balitbangtan Papua Barat serta anggota DPRD, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari juga tamu undangan lainnya.

    READ MORE
  • Panen Bersama Mendukung Upsus Pajale

    Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan kasihnya sehingga pada hari Senin tanggal 4 Februari 2019 bertempat di Kampung Handuk para petani bersama pemerintah dapat melangsungkan kegiatan panen bersama. Acara panen ini merupakan kelanjutan dari kegiatan kaji terap padi ladang BPTP Papua Barat. 

    READ MORE
  • Produksi Pertanian Tetap Jalan, Meskipun Pandemi Corona

    Penyuluh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Muhammad Fathul Ulum Ariza, SP., M.Si melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana  Kelompok Tani Rukun Tani, Kampung Prafi Mulia, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari pada Selasa (14/04/2020).

    Kelompok tani ini diketuai oleh Bapak Ismadi (62 tahun). Walaupun umurnya sudah tidak muda lagi, namun semangatnya masih seperti generasi milenial. Bapak Ismadi masih tetap mau menanam padi selama masih diberikan kesehatan dan kekuatan tuturnya.

    Saat ini, Bapak Ismadi sedang melaksanakan panen padinya dengan luasan 1 Ha. Varietas yang ditanam adalah Ciherang. Untuk panen dibantu dengan menggunakan mesin panen padi (Combine Harvester). Total luasan kelompok tani ini adalah 13,5 ha, yang 85 persennya sudah terlebih dahulu dilakukan panen. Hasil panen padinya kali ini berkurang, dikarenakan keterlambatan pupuk yang diberikan. Kalau normalnya, dalam 1 ha dapat menghasilkan 115 karung, tapi kali ini diperkirakan dapatnya 95 – 100 karung.

    Masih di lahan yang sama, hadir Bapak Wellem Jantewo, S.Pt., M.P selaku Kepala Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Prov. Papua Barat, Bapak  Firman (Ka Bulog) Prov. Papua Barat, dan Bapak Djaka Mastuti, S.ST. (Kepala BPP Prafi). Kehadiran bapak-bapak tersebut adalah untuk memastikan ketersedian pangan di Kabupaten Manokwari, utamanya adalah beras di saat pandemi Covid-19 serta penjajagan pembelian beras dari petani oleh Bulog.

    Penulis: Muhammad Fathul Ulum Ariza, Sp., M.Si

    READ MORE
  • Produktivitas Beberapa Galur Padi Sawah Tahan Penyakit Blas

    READ MORE
  • Syukuran Panen Perdana Padi, Hasil Menggembirakan

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat beserta beberapa peneliti dan penyuluh menghadiri undangan dari Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Setia Bersama pada Rabu (22/04/2020) di Kampung Udapi Hilir (SP-4), Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari.

    Undangan tersebut dalam rangka syukuran panen perdana padi sawah dari Gapoktan Setia Bersama seluas 50 ha padi sawah (dari luas sawah intensif 147 ha) untuk Musim Tanam OK-MAR, yang akan dipanen kurang lebih 10-15 hari lagi atau dipanen dalam masa menjalankan ibadah puasa.

    Selain Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer, MP., hadir pula Kepala Dinas pertanian Provinsi Papua Barat, Dr. Ir. Yacob Fonataba, M.Si., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Ir. Kukuh Sapto Yudo, MP., Direktur Polbangtan Manokwari drh. Purwanta, MSi, Anggota DPRD Kabupaten Manokwari dari Dapil IV, Sekwilcam Prafi, Kepala BPP Prafi, Kepala Kampung Udapi Hilir, staf Polbangtan, dan penyuluh BPP Prafi.

    Dalam sambutan Ketua Gapoktan, Indra Setyawan, disampaikan bahwa pada MT II A-SEP 2019, mereka mengalami penurunan produksi padi lebih dari 45%, akibat dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya perbaikan saluran irigasi, penggunaan varietas yang tidak tahan hama wereng coklat dan keracunan besi, dan kekurangan pupuk bersubsidi.

    Hal tersebut menjadi pertimbangan petani, sehingga dari luas sawah intensif yang biasa digunakan seluas 147 ha, pada MT OK-MAR (2019/2020) ini, hanya 50 ha yang digarap oleh beberapa petani yang nekat. Dan hasilnya ternyata cukup menggembirakan bagi para petani, sebab ditaksir produksi padi akan di atas 4 ton GKP. Untuk rencana penanaman padi MT II (ASEP) akan jatuh pada tanggal 1 Juli, dikarenakan sebentar lagi sudah akan memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

    Arahan dari Kepala BPTP Papua Barat menyangkut dukungan terhadap pembangunan pertanian di wilayah kerja BPP Prafi, dalam hal penyediaan inovasi teknologi sudah berjalan selama ini dengan melakukan BIMTEK penyuluh, dan uji adaptasi varietas Inpari 30, 32 dan 33, yang diharapkan dapat digunakan petani, dan musim tanam ini ada beberapa petani yang menggunakan, terutama untuk tanah yang keracunan besi, karena lahan selalu tergenang seperti SP-4 ini.

    Beliau menambahkan bahwa, penyediaan benih sebar melalui UPBS (Unit Pengelola Benih Sumber) untuk digunakan petani pada MT ini, belum dilakukan karena terkendala dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) terkait pandemi corona (Covid-19), sedangkan yang dihasilkan pada MT I tahun lalu sebanyak 4 ton sudah habis dibeli petani dari beberapa kabupaten lain. Terkait pupuk bersubsidi yang dikeluhkan petani, sudah ada permintaan perbaikan kuota melalui e-RDKK, begitu pula dengan benih padi, Dinas Pertanian Kabupaten telah menyiapkan anggaran untuk 147 ha di SP-4 ini.

    Ditengah pandemi corona (Covid-19) ini produksi pertanian harus tetap berjalan. Sejalan dengan pesan Menteri Pertanian, meskipun ada wabah, petani diminta tetap semangat dan menjaga kesehatan.

    READ MORE
  • Varietas Unggul Padi Sawah Inpari 30

    READ MORE
  • Varietas Unggul Padi Sawah Inpari 7

    READ MORE