• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Gerak Cepat Laksanakan Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan

    Pada hari Jumat (07/05/2021) dilaksanakan perjalanan Dinas Tim Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan ke SP 11 Distrik Sidey Kabupaten Manokwari di Kebun Pepaya Merah Delima Sdr. Sepi Wariki. Hasil pengamatan Tim di kebun menunjukkan bahwa kondisi Kebun terawat dengan baik, drainase lancar dan tidak ada genangan air. Pada saat tim datang keluarga petani sedang mengumpulkan hasil panen papaya ukuran besar yang masih mengkal (setengah masak) untuk dipacking sebelum dikirimkan ke supermarket MCM (Manokwari City Mall). Hasil diskusi dengan anggota kelompok diketahui bahwa petani dan masyarakat sekitar berminat untuk menanam Pepaya Merah Delima karena sudah melihat hasil nyata pertumbuhan tanaman dan hasil penjualan yang pasti.  Sebagian besar petani memohon agar bantuan benih siap tanam dari BPTP dipercepat pengirimannya. Petani juga berharap dilakukan pelatihan dalam penyemaian benih papaya, agar dapat melaksanakan perluasan area tanam secara mandiri.  

    Terkait dengan rencana pembuatan Dokumentasi Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan, akan dilaksanakan pada kunjungan selanjutnya dengan pengambilan gambar secara lengkap tentang proses budidaya  Pepaya Merah Delima oleh Tim Penyuluh BPTP PB. Proses pemgambilan gambar akan dilaksanakan setelah naskah video selesai disusun agar lebih memaksimalkan dalam efisiensi dan efektivitas proses shooting pengambilan gambar dan sucsess story petani.  

    Selajutnya Tim berkunjung di rumah PPL Bpk Petrus Pardianto, sekaligus diskusi tentang kondisi terbaru pelaksanaan Kostratani di BPP Sidey yang merupakan wilayah binaan BPTP Papua Barat. Rencana penanaman Kedelai dalam rangka kegiatan Kajian Uji Adaptasi Varietas Kedelai Oleh BPTP Papua Barat. Hasil laporan dari PPL bahwa proses persiapan lahan terdapat kendala karena kondisi traktor yang mengalami putus rantai. Pada kunjungan ini juga ditunjukkan Atabela (alat tanam benih langsung) kedelai guna memudahkan dalam proses penanaman, kondisi alat masih bagus dan rencana penanaman 2 butir benih per lubang tanam dengan jarak tanam kurang lebih 20 cm.

    READ MORE
  • Penyerahan Bibit Ayam KUB ke Peternak Plasma

    Pengembangan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) pola inti plasma menjadi salah satu kegiatan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah 'Penyerahan Bibit Ayam KUB, Kandang Ayam, Peralatan Makan-Minum, Pakan dan Obat-obatan' kepada peternak plasma di Kampung Transat, Anday, Manokwari pada Senin (02/12/2019).

    Acara penyerahan tersebut dihadiri oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P., Kasubag Tata Usaha, Ida Ruyadi, S.Sos, Penanggungjawab kegiatan, Ir. Alimuddin, MP serta beberapa pegawai BPTP dan peternak plasma. Dalam sambutannya Kepala BPTP berharap dengan diberikannya bibit Ayam KUB, peternak dapat menyebarkan ke peternak yang lain.

    Penyerahan ratusan ekor bibit Ayam KUB tersebut merupakan upaya penyebarluasan teknologi unggulan Badan Litbang Pertanian. Dalam rangka menunjang program pemerintah untuk memperbaiki peternakan rakyat diperlukan bibit ayam lokal berkualitas.  Ayam KUB memiliki keunggulan dibandingkan ayam kampung biasa. Selain pertumbuhannya yang jauh lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa, ayam KUB juga dikenal lebih tahan serangan penyakit.

    Disisi lain,  Ayam KUB juga mampu bertelur lebih banyak mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, memiliki bobot badan umur 20 minggu (±5 bulan) berkisar antara 1.200-1.600 gram, umur awal bertelur lebih awal sekitar 20-22 minggu dengan bobot telur 35-45 gram. Masa mengeram ayam yang berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali.

    READ MORE
  • Teknologi Perbenihan Pala

    Proses menumbuhkan biji pala, tidak semudah membenihkan tanaman perkebunan lainnya seperti Kakao ataupun kopi. Biji pala membutuhkan masa perkecambahan benih yang cukup lama, bisa mencapai 6 bulan. Hal ini karena cangkang biji cukup keras, sehingga membutuhkan waktu yang lama bagi bakal kecambah untuk menembus diding cangkang pala.

    Jika tidakdiberi perlakukan sama sekali pada biji, maka tentunya akan membutuhkan waktu yang lama. Dan ini sangat mempengaruhi waktu dan biaya pemeliharaan perbenihan di lapangan. Berbagai perlakuan mekanis telah dicobakan, yaitu dengan mengikis sisi ujung biji menggunakan pisau, dan kertas amplas. 

    Berdasarkan hasil penelitian terhadap pala Banda, masa dormansi dapat dipatahkan dengan penggunaan hormon perangsang tumbuh, seperti giberelin. Namun kajian ini lebih menekan pada perlakuan mekanis, semaksimal mungkin menghindari penggunaan bahan kimia. Karena adanya pengembangan Pala Organik di Kabupaten Fakfak.

    Hasil pengamatan kecepatan tumbuh biji pala sejak disemai berdasarkan perlakuan guratan pada cangkang biji pala diperlihatkan pada Tabel 1. Perlakuan mekanis guratan sebanyak tiga kali memberikan hasil yang lebih baik. Biji pala sudah berkecambah pada umur 60 hari setelah tanam (HST) (Tabel 1). Di mana pada umur 60 HST sudah muncul bakal batang sekitar 5 cm di atas permukaan media tanam (Gambar 3). Sementara perlakuan tanpa guratan (P0) belum mengeluarkan tunas. Sedangkan guratan sebanyak 4 kali tidak tumbuh, sebagian busuk karena lebih banyak menyerap air. Kulit cangkang hasil guratan terlampau tipis, sehingga lebih banyak menyerap air dan terjadi pembusukan pada bakal kecambah.

    Tabel 1. Pertumbuhan kecambah benih Pala pada umur 60 hari dengan perlakuan mekanis

    Perlakuan

     

    Ulangan

     

    Rata-rata Jumlah benih yang

     

    I

    II

    III

    tumbuh (60 Hari)*)

    P0

    0

    0

    0

    0,0

    P1

    3

    4

    2

    3,0

    P2

    4

    6

    5

    5,0

    P3

    9

    9

    10

    9,3

    P4

    2

    3

    2

    2,3

    Jumlah Umum

     

     

     

    19,33

    Rataan Umum

     

     

     

    3,87

     

     

    READ MORE