• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Benih Pala Bersertifikat untuk Petani Fakfak

    Sebanyak 20.000 benih pala bersertifikat diserahkan kepada petani pala Kabupaten Fakfak. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh BPTP Papua Barat, yang diwakili oleh Dr. Aser Rouw, SP, M.Si kepada Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Rahim Patamasya, MSi yang disaksikan oleh Asisten II Kabupaten Fakfak, Charles Kambu, S.Sos, MSi. bertempat di Kampung Wrikapal Distrik Pariwari Kabupaten Fakfak (18/09/2019.

    READ MORE
  • Bina Petani Pala Fakfak Hingga Sukses Launching Teknologi

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak sukses menggelar 'Launching Teknologi Pala Fakfak (Myristica argantea Werb)' pada Rabu (27/11/2019) di Gedung Serba Guna Santa Yosef Kabupaten Fakfak.

    Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwaka, M.Si. Beliau juga menyampaikan sambutan tertulis dari Gubernur Papua Barat yang mengatakan bahwa tidak satupun negara didunia tanpa inovasi,  dukungan inovsi dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembangunan oleh karena itu inovasi mutlak diperlukan untuk menjadi daya saing suatu negara dengan pemerintah mendoronog setiap daerah untuk melakukan inovasi.  Upaya pemerintah diatur  UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah No 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah ini menjadi landasan operasional dalam pelaksanaan inovasi daerah.  Peraturan pemerintah mengatur tentang bentuk dan kriteria  pengusulan dan penetapan uji coba, penerapan,penilaian, pemberian penghargaan, diseminasi  pemanfaatan, perencanaan, pembinaan dan pengawasan.

    Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 170 orang diantaranya istri Bupati Fakfak, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Kepala BPTP Papua Barat, Porkopinda Kabupaten Fakfak, Akademisi Universitas Papua, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Adat Papua Barat, Peneliti/Penyuluh BPTP Papua Barat, petani pendamping, kelompok tani dan petani pala.

    Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Karim Patamasya, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas Perkebunan sudah melakukan pendekatan serta kerjasama dengan pemerintah  Provinsi Papua  Barat dan Kementerian Pertanian dan juga LSM.  Kerjasama tersebut dalam rangka lebih memperdalam pengkajian/penelitian terhadap Pala Fakfak yang menjadi komoditas unggulan sekaligus sumber mata pencaharian petani. Inovasi-inovasi terkait pengembangan komoditas Pala Fakfak juga sudah dilakukan dan akan terus dikembangkan.

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. dalam sambutannya mengatakan bahwa Pala Fakfak merupakan salah satu sumber daya genetik lokal unggulan di Papua Barat. Sejak beberapa tahun yang lalu, BPTP juga sudah melakukan pembinaan terhadap petani pala. Kegiatan 'Launching Teknologi Pala Fakfak' merupakan hasil dari inovasi yang selama ini terus dikembangkan. Beliau juga menyampaikan pesan dari Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. bahwa akan ada beberapa program disemua bidang termasuk dari bidang perkebunan yakni akan ada perbaikan varietas pala.

    Penulis: Ir. Halijah

    READ MORE
  • Teknologi Perbenihan Pala

    Proses menumbuhkan biji pala, tidak semudah membenihkan tanaman perkebunan lainnya seperti Kakao ataupun kopi. Biji pala membutuhkan masa perkecambahan benih yang cukup lama, bisa mencapai 6 bulan. Hal ini karena cangkang biji cukup keras, sehingga membutuhkan waktu yang lama bagi bakal kecambah untuk menembus diding cangkang pala.

    Jika tidakdiberi perlakukan sama sekali pada biji, maka tentunya akan membutuhkan waktu yang lama. Dan ini sangat mempengaruhi waktu dan biaya pemeliharaan perbenihan di lapangan. Berbagai perlakuan mekanis telah dicobakan, yaitu dengan mengikis sisi ujung biji menggunakan pisau, dan kertas amplas. 

    Berdasarkan hasil penelitian terhadap pala Banda, masa dormansi dapat dipatahkan dengan penggunaan hormon perangsang tumbuh, seperti giberelin. Namun kajian ini lebih menekan pada perlakuan mekanis, semaksimal mungkin menghindari penggunaan bahan kimia. Karena adanya pengembangan Pala Organik di Kabupaten Fakfak.

    Hasil pengamatan kecepatan tumbuh biji pala sejak disemai berdasarkan perlakuan guratan pada cangkang biji pala diperlihatkan pada Tabel 1. Perlakuan mekanis guratan sebanyak tiga kali memberikan hasil yang lebih baik. Biji pala sudah berkecambah pada umur 60 hari setelah tanam (HST) (Tabel 1). Di mana pada umur 60 HST sudah muncul bakal batang sekitar 5 cm di atas permukaan media tanam (Gambar 3). Sementara perlakuan tanpa guratan (P0) belum mengeluarkan tunas. Sedangkan guratan sebanyak 4 kali tidak tumbuh, sebagian busuk karena lebih banyak menyerap air. Kulit cangkang hasil guratan terlampau tipis, sehingga lebih banyak menyerap air dan terjadi pembusukan pada bakal kecambah.

    Tabel 1. Pertumbuhan kecambah benih Pala pada umur 60 hari dengan perlakuan mekanis

    Perlakuan

     

    Ulangan

     

    Rata-rata Jumlah benih yang

     

    I

    II

    III

    tumbuh (60 Hari)*)

    P0

    0

    0

    0

    0,0

    P1

    3

    4

    2

    3,0

    P2

    4

    6

    5

    5,0

    P3

    9

    9

    10

    9,3

    P4

    2

    3

    2

    2,3

    Jumlah Umum

     

     

     

    19,33

    Rataan Umum

     

     

     

    3,87

     

     

    READ MORE