• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • BPTP PB Konsisten Produksi Benih Sebar Padi

    Papua Barat memiliki lahan sawah seluas sekitar 10.000 ha, dan yang aktif ditanami hanya sekitar 5.325 Ha. Lahan ini umumnya hanya ditanami satu sampai dua kali dalam setahun. Sehingga total jumlah benih yang diperlukan selama ini hanya sekitar 125 ton. Jika rata-rata hasil benih sekitar 3 ton/ha, maka total luas lahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan benih adalah  lahan sekitar 50 Ha. Kebutuhan benih padi oleh petani di Papua Barat selama ini dipenuhi pihak Dinas melalui pengadaan dari luar Papua Barat (Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur), dan hanya sebagian kecil (5%) yang bersumber dari penangkar benih padi di tingkat lokal. 

    READ MORE
  • Kenalkan Teknologi Padi Amfibi Balitbangtan dan Cabai pada Petani Lokal

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat kembali melaksanakan Bimtek/Padat karya pada hari Rabu 17 Maret  yang dilaksanakan di Kampung Dindey Distrik Warmare Papua Barat. Acara dibuka oleh Kepala BPTP Papua Barat Ir. Demas Wamaer, MP. Kepala Balai selanjutnya menjelaskan tujuan dilaksanakan bimtek padat karya adalah untuk menyalurkan bantuan pemerintah pusat kepada para petani dampak covid-19. Untuk Papua Barat target sasaran penerima bantuan adalah sebanyak 500 petani.

    Selain itu BPTP sebagai lembaga penelitian ingin mendiseminasikan hasil-hasil inovasi Badan Litbang Pertanian kepada petani/kelompok tani. Dalam arahannya, Pak Demas mengharapkan petani dan kelompok tani tidak melihat besar kecilnya bantuan yang diberikan tapi melihat kepedulian pemerintah dalam membantu para petani sehingga ada perputaran uang dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Kepala Balai juga menyampaikan ucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi petani dalam acara bimtek ini. Selain petani hadir pula Kepala BPP dan para penyuluh pendamping. Kepala BPP Warmare, Mulyadi S.ST mendorong para petani untuk mengikuti bimtek ini dengan baik dalam menambah pengetahuan untuk merubah sikap dan perilaku dalam berusaha tani.

    Bimtek   terbagi atas dua sesi, sesi pertama adalah pemaparan materi tentang Pengelolaan Tanaman Padi Amfibi Balitbangtan dilanjutkan dengan praktik Pengujian kadar hara didalam tanah dengan kadar menggunakan perangkat uji tanah kering (PUTK). Kemudian dilanjutkan dengan teknologi budidaya tanaman cabai. Sesi berikutnya adalah tanya jawab seputar masalah-masalah yang dihadapi para petani dilapangan terkait dengan budidaya tanaman padi ladang maupun cabai yang kemudian ditanggapi oleh Narasumber dari BPTP maupun dari BPP Warmare. Materi dibawakan oleh Penyuluh pertanian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat Muh Fathul Ulum Ariza SP, M.Si dan Sostenes Konyep, SP.

    Acara ini dihadiri sekitar 58 Petani orang Asli Papua dan 6 orang penyuluh dari BPP Warmare. Kegiatan Bimtek berjalan dengan baik dan peserta sangat aktif dan antusias dalam sesi diskusi untuk semua materi sekaligus tetap menjaga protokol kesehatan. Walau beralaskan jerami padi sebagai tempat duduk dan beratapkan dedaunan, para petani begitu antusias untuk mengikuti bimtek. Bukan karena bantuan uang yang diberikan pemerintah tetapi materi bimtek yang dibawahkan dirasa sangat penting dalam menambah pengetahuan para petani, demikian tutur salah satu peserta bimtek Soleman Ullo. Soleman Ullo berharap ada bimbingan teknis semacam ini kepada para petani orang asli Papua (OAP) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya di waktu-waktu mendatang.

    READ MORE
  • Pendampingan dan Demplot Padi Produk Badan Litbang

    Ditengah himbauan pemerintah dalam menghambat penyebaran wabah COVID-19/ virus corona akan tetapi pelaksanaan pendampingan dan demplot padi varietas dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tetap dilakukan di Distrik Bomberay Kabupaten Fakfak pada (25/03/2020).

    Penyuluh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Sostenes Konyep, SP melakukan pendampingan kepada beberapa petani yang ada diwilayah Bomberay tersebut. Perjalanan yang ditempuh dari Kabupaten Fakfak ke lokasi sekitar 5 jam.

    Kehadiran kami sangat disambut hangat oleh beberapa petani. Setelah berjumpa dan melakukan penjelasan terkait kegiatan; kami melihat persiapan lahan dan pembuatan pagar yang dilakukan untuk melindungi tanaman dari ternak sapi yang akan merusak tanaman. Pembicaraan kemudian berlanjut dirumah salah satu petani untuk menjelaskan cara tanam padi amfibi Balitbangtan, jarak tanam system legowo 2:1 dengan jarak 40:20:12, sistem tanam yang kami anjurkan adalah tanam pindah dan pengolahan tanah sempurna menggunakan alsintan.

    Pada kesempatan itu dilakukan juga penyerahan benih padi amfibi Balitbangtan sebanyak 19 Kg terdiri dari inpago 10, inpago 11, inpago 12 dan towuti.
    Para petani mengucapkan terima kasih karena mendapat kunjungan dari kami, sertai benih yang kami serahkan. Harapan kami benih tersebut dapat berkembang di Bomberay untuk memenuhi kebutuhan benih tanaman padi di Bomberay dan Fak-Fak pada umumnya.

     

    READ MORE