• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Antusiasme GOW Teluk Bintuni Belajar Hidroponik Sederhana

    Pada hari Kamis (30/09/21), BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Papua Barat pada Tahun Anggaran 2021 berupa Kegiatan Pelatihan Hidroponik dengan Memanfaatkan aneka limbah bekas rumah tangga yang sudah tidak dipakai. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Women and Child Centre, Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan pelatihan Hidroponik ini dirangkai dengan acara pelantikan Ketua GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kabupaten Teluk Bintuni yang dipimpin langsung Wakil Bupati Teluk Bintuni dan di saksikan oleh Ibu Lany Lakotani selaku ketua BKOW Provinsi Papua Barat. Adapun ketua GOW yang baru dilantik yaitu Ibu Ngatini Kokop menyampaikan siap melaksanakan program kerja GOW Kab Teluk Bintuni dan berterimakasih kepada seluruh pengurus dan anggota yang hadir untuk ikut mensukseskan program-program kerja GOW Kabupaten Teluk Bintuni. 

    Kegiatan Pelatihan Budidaya tanaman hidroponik sederhana ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal limbah rumah tangga seperti botol plastik, toples, jerigin dan bahan lainya. Ibu Lany Lakotani, selaku ketua BKOW Papua Barat menyampaikan bahwa ‘tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk membantu ibu-ibu yang dalam kondisi pandemi dapat memperoleh gizi tambahan dari budidaya tanaman hidroponik yang sederhana dengan tetap beraktivitas di dalam rumah”. 

    Narasumber kegiatan pada kegiatan pelatihan hidroponik adalah Galih Wahyu Hidayat, SP., MP dan Sostenes Konyep, SP. Jumlah peserta pelatihan hidroponik sebanyak 30 orang atau menyesuaikan dengan batasan satgas Covid19. Pelatihan berjalan cukup dinamis yang dilaksanakan dengan metode workshop atau ceramah sekaligus praktek langsung. Adapun materi yang disampaikan secara bertahap yaitu; a). pengantar hidroponik secara umum, b). media tanam dan penyemaian benih, c). merakit instalasi sederhana dg sistem sumbu, d). pembuatan nutrisi hidroponik dan penggunaan TDC, dan e). pembagian benih dan bahan pelatihan untuk uji coba peserta di rumah masing-masing. Acara diakhiri dengan foto bersama secara bertahap untuk peserta dengan pengurus GOW Kabupaten Teluk Bintuni dan BKOW Provinsi Papua Barat. 

    Output dari kegiatan pelatihan adalah peserta diharapkan dapat melaksanakan secara mandiri budidaya hidroponik sederhana menggunakan aneka limbah rumah tangga sesuai dengan petunjuk yang sudah disampaikan dalam pelatihan dan dapat mengacu pada buku panduan yang sudah disusun. Pada kesempatan ini juga dibagikan aneka benih sayuran yaitu benih selada, sawi, bayam dan kangkung untuk bahan ujicoba masing-masing peserta pelatihan.

    READ MORE
  • Antusiasme Petani Lokal Ikuti Bimtek Padat Karya

    Manokwari Timur (26/02/21), cuaca mendung dan gerimis tidak menghalangi semangat petani dalam mengikuti Bimtek Padat Karya Budidaya Padi Ladang Ampibi. Kegiatan Bimtek Padat Karya Ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Diseminasi Inovasi Teknologi Badan Litbang Kementerian Pertanian dan untuk peningkatan ketahanan pangan keluarga/masyarakat.

    Kegiatan Bimtek Padat Karya dilaksanakan menyesuaikan kebutuhan teknologi bagi masyarakat. Inovasi teknologi dari Badan Litbang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Pada Bimtek Padat Karya ini terdapat tiga materi yang disampaikan yaitu: 1). Budidaya Padi Ladang Ampibi, 2). Praktek Pengukuran Kesuburan Tanah dan 3). Potensi Pengembangan Padi Ladang di Kabupaten Manokwari.

    Peserta Bimtek terdiri dari 35 orang yang merupakan anggota Kelompok Tani Womnai yang merupakan kelompok tani binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Manokwari Timur. Kelompok ini merupakan kelompok tanaman pangan yang menanam padi ladang, umbi-umbian dan hortikultura. Kelompok ini masih kategori pemula dan masih sangat memerlukan pendampingan khususnya dalam hal administrasi kelompok tani.

    Narasumber kegiatan Bimtek adalah Penyuluh Pertanian BPTP Papua Barat yaitu Sostenes Konyep SP, yang menyampaikan materi tentang Budidaya Padi Ladang Ampibi dan Praktek Pengukuran Kesuburan Tanah Menggunakan PUTK (Perangka Uji Tanah Kering). Tujuan pelaksanaan praktek kesuburan ini adalah pembelajaran bagi petani untuk mengetahui tingkat kesuburan lahan. Narasumber yang berikutnya adalah Galih Wahyu Hidayat, SP yang menyampaikan materi tentang Potensi pengembangan padi ladang Ampibi di Kabupaten Manokwari.

    Animo anggota kelompok tani Womnai untuk belajar sangat tinggi, karena keinginan petani untuk mengatasi permasalahan serta tingginya semangat untuk meningkatkan kesejahteraan.  Respon petani dengan diskusi dan tanya jawab berjalan secara dinamis pada saat penyampaian materi maupun sesi tambahan diskusi. Secara garis besar, pokok permasalahan yang dihadapi oleh petani anggota kelompok tani Womnai adalah a). Budidaya padi ladang Ampibi, b). Pengelolaan air pada lahan terasering, c). Keterbatasan alsintan dalam pengolahan lahan d). Bantuan subsidi pemupukan dan permodalan usaha tani, e).  Administrasi kelompok yang belum bisa sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Pertanian.

    Rencana Tindak Lanjut dari kegiatan Bimtek adalah akan diadakan pertemuan kembali pada triwulan II dan  praktek pembuatan jarak tanam sekaligus pemberian benih padi ladang Ampibi kepada Angota Kelompok Tani agar dapat ditanam pada musim tanam Bulan Oktober Tahun 2021.

    READ MORE
  • Arahan Kepala BPTP Papua Barat kepada CPNS 2019

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Ir. Demas Walmaer, M.Si memberikan arahan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah siap menerima tugas masing-masing penempatan pada Rabu (27/12/2019) di Ruang Sidang BPTP Papua Barat.

    Arahan yang diberikan berupa motivasi kepada CPNS untuk terus berprestasi dimana pun wilayah penempatan kerjanya.

    Kabalai menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan, satu diantaranya adalah terkait dengan komitmen CPNS untuk memberikan kontribusinya kepada BPTP dan juga penerima manfaat, yang mana adalah petani.

    BPTP mempunyai kewajibkan untuk terus memberikan inovasi berdasarkan spesifik lokasi. Kabalai BPTP Papua Barat juga mempunyai harapan yang besar kepada seluruh CPNS yang notabene merupakan generasi milenial.

    Ide-ide untuk mengembangkan inovasi harus terus digali agar semakin memberikan manfaat yang besar dan dapat membantu petani dalam mewujudkan kesejahteraannya, khususnya petani di wilayah Papua Barat.

    CPNS BPTP Papua Barat terdiri dari tiga formasi, yang diantaranya adalah calon Peneliti Ahli Pertama, calon Penyuluh Ahli Pertama, dan calon Teknisi Litkayasa. Sehingga dengan adanya CPNS tersebut diharapkan mampu memperkuat kinerja dari BPTP Papua Barat.

    READ MORE
  • Bagikan Sembako ke Warga Sekitar, Kepala BPTP: Semoga Bermanfaat

    Kementerian Pertanian bersama UK/UPT di seluruh Indonesia menggelar bakti sosial dengan membagikan sembako kepada tenaga harian lepas (THL), dan warga di lingkungan UK/UPT masing-masing pada Jumat (17/04/2020).

    Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H melalui videoconference memberikan arahan dalam acara tersebut. Mentan juga menyampaikan pesan-pesan positif kepada seluruh peserta yang tergabung. Tak lupa ia juga berpesan agar kita terus bersemangat dan tetap menjaga kesehatan.

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat membagikan paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, susu dan mie instan yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP. Ia juga menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian BPTP Papua Barat kepada seluruh pegawai, termasuk para THL dan juga masyarakat. Dengan terjadinya wabah covid-19, semoga bantuan seperti ini dapat bermanfaat.

    Seluruh penerima bantuan tersebut juga mengucapkan terimakasih kepada BPTP Papua Barat. Mereka menyebutkan bahwa bantuan sembako yang diberikan sangat memberikan manfaat, apalagi saat ini harga beberapa kebutuhan pokok mulai naik.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat sekitar atas dampak wabah covid-19 tersebut. Disisi lain, harapan kita bersama adalah pandemi covid-19 dapat segera berakhir.

    READ MORE
  • BIMTEK Tingkatkan Kapasitas Penyuluh dan Petani

    Pembangunan sektor pertanian, masih menjadi skala prioritas yang dikembangkan di Kabupaten Fakfak. Beberapa wilayah mempunyai lahan pertanian yang cukup luas dan potensial untuk dapat dikembangkan dalam penyediaan produk-produk pertanian, seperti: tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan dan tanaman umbi-umbian, termasuk juga peternakan guna mendukung peningkatan ketahanan pangan daerah maupun nasional.

    Beberapa wilayah yang berpotensi untuk pengembangan pertanian adalah Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Namun, dalam pengembangan tersebut terkendala dengan lahan yang bersifat marginal (tanah kering masam). Di sisi lain, wilayah ini memiliki variabilitas iklim yang tinggi dalam skala ruang dan waktu.

    Dalam rangka itu, Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian – Papua Barat dan Universitas Pattimura (UNPATTI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Pelatihan) “Tata Guna Lahan, Irigasi, Perangkat Uji Tanah, dan Jabatan Fungsional Penyuluh” kepada Penyuluh dan Petani di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Bimtek (Pelatihan) ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 16 – 19 Desember 2019.

    Hadir sebagai narasumber pada Bimtek tersebut adalah 1) Ir. Demas Wamaer, MP (BPTP Papua Barat), 2) Dr. Aser Rouw, SP., MSi. (BPTP Papua Barat), 3) Dr. Ir. Elisabeth Kaya, MP (Unpatti), 4) Ir. Markus Luhukai, MSi. (Unpatti), 5) Subiadi, SP., MSc., 6) Surianto Sipi, SP., dan 7) Muh. Fathul Ulum Ariza, SP., MSi.

    Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis tentang penggunaan inovasi teknologi sederhana untuk mengatasi kendala kemasaman tanah, efisiensi penggunaan pupuk, air irigasi dan variabilitas iklim dan peningkatan kapasitas penyuluh kepada Penyuluh dan Petani. Para penyuluh diharapkan akan menjadi pelatih (trainer) bagi petani.

    Penulis: Muh. Fathul Ulum Ariza, SP., M.Si

     

     

    READ MORE
  • Bina Petani Pala Fakfak Hingga Sukses Launching Teknologi

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak sukses menggelar 'Launching Teknologi Pala Fakfak (Myristica argantea Werb)' pada Rabu (27/11/2019) di Gedung Serba Guna Santa Yosef Kabupaten Fakfak.

    Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwaka, M.Si. Beliau juga menyampaikan sambutan tertulis dari Gubernur Papua Barat yang mengatakan bahwa tidak satupun negara didunia tanpa inovasi,  dukungan inovsi dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembangunan oleh karena itu inovasi mutlak diperlukan untuk menjadi daya saing suatu negara dengan pemerintah mendoronog setiap daerah untuk melakukan inovasi.  Upaya pemerintah diatur  UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah No 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah ini menjadi landasan operasional dalam pelaksanaan inovasi daerah.  Peraturan pemerintah mengatur tentang bentuk dan kriteria  pengusulan dan penetapan uji coba, penerapan,penilaian, pemberian penghargaan, diseminasi  pemanfaatan, perencanaan, pembinaan dan pengawasan.

    Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 170 orang diantaranya istri Bupati Fakfak, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Kepala BPTP Papua Barat, Porkopinda Kabupaten Fakfak, Akademisi Universitas Papua, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Adat Papua Barat, Peneliti/Penyuluh BPTP Papua Barat, petani pendamping, kelompok tani dan petani pala.

    Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Karim Patamasya, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas Perkebunan sudah melakukan pendekatan serta kerjasama dengan pemerintah  Provinsi Papua  Barat dan Kementerian Pertanian dan juga LSM.  Kerjasama tersebut dalam rangka lebih memperdalam pengkajian/penelitian terhadap Pala Fakfak yang menjadi komoditas unggulan sekaligus sumber mata pencaharian petani. Inovasi-inovasi terkait pengembangan komoditas Pala Fakfak juga sudah dilakukan dan akan terus dikembangkan.

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. dalam sambutannya mengatakan bahwa Pala Fakfak merupakan salah satu sumber daya genetik lokal unggulan di Papua Barat. Sejak beberapa tahun yang lalu, BPTP juga sudah melakukan pembinaan terhadap petani pala. Kegiatan 'Launching Teknologi Pala Fakfak' merupakan hasil dari inovasi yang selama ini terus dikembangkan. Beliau juga menyampaikan pesan dari Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. bahwa akan ada beberapa program disemua bidang termasuk dari bidang perkebunan yakni akan ada perbaikan varietas pala.

    Penulis: Ir. Halijah

    READ MORE
  • BPTP Lakukan Sosialisasi Kostratani pada BPP Binaan

    Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan Sosialisasi Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan BPP Model pada hari senin sampai selasa (10-11/08/2020) di Distrik Warmare dan Distrik Sidey Kabupaten Manokwari.

    Kegiatan yang dilakukan selama dua hari tersebut terdiri dari sosialisasi dan pelatihan input data. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Direktur Polbangtan Manokwari, Perwakilan Stasiun Karantina Pertanian Manokwari, Kepala Distrik, Koramil, Polsek, Kepala Kampung dan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL). Tamu undangan tersebut merupakan stalkholder  yang nantinya akan mendukung terselenggaranya program Kostratani dari Menteri Pertanian, sehingga program akan terealisasi dengan cepat.

    Dalam sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Kukuh Saptoyudo, SP, M.Si mengatakan bahwa PPL harus lebih disiplin dalam pencatatan data. Data-data yang nantinya akan diinput oleh PPL akan langsung dapat dilihat oleh Menteri. Diharapkan dengan adanya sistem yang seperti ini, PPL tetap menjaga semangatnya. Kepala Dinas juga menyampaikan bahwa data-data yang nantinya diinput merupakan data-data yang benar terjadi dilapangan dan disertai bukti berupa foto atau yang lainnya.

    Materi dalam sosialisasi disampaikan langsung oleh kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer M.P. beliau menjelaskan mengenai program Kostratani tersebut. Beliau juga menjelaskan mengenai alasan ditunjuknya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Warmare dan Sidey sebagai BPP Model Kostratani. Harapan kedepan BPP tersebut akan menjadi pusat data dan informasi pertanian.

    Untuk mendukung program tersebut, kedepan BPP akan di fasilitasi beberapa peralatan penunjang yaitu komputer, jaringan internet, drone. Penyuluh diharapkan menginput data tiap minggunya sehingga data yang tersaji lebih aktual.

    READ MORE
  • DISKUSI BERSAMA BUPATI MANSEL DAN STAKEHOLDER TERKAIT PENGEMBANGAN KAKAO

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan FGD ( Focus Group Discussion )mengenai pengembangan Produk Kakao di Manokwari Selatan , Acara ini diadakan pada Kamis , 25 April 2019 di Aula Kantor Koperasi Produsen “Ebier Suth Cokran” yang berlokasi di Manokwari Selatan.

    Acara ini Dihadiri Oleh Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, ST, M.Si , Dr. Aser Rouw, SP, M.Si selaku perwakilan BPTP Papua barat , dan juga perwakilan dari SDSP ( Belanda ) Jan Schuwenburg . selain itu ada perwakilan dari UNIPA Linda E, Lindongi, SP, MSc. Dan Dr. Ir. Antonius Suparno. MP , pengurus koperasi Ebier Suth , Yusuf Kowei bersama dengan perwakilan dari instansi-instansi juga turut hadir dalam diskusi kali ini.

    Adapun Tujuan dari diskusi ini yaitu pihak perwakilan dari Belanda ingin menggali lebih dalam potensi kakao sekaligus melihat prospek pengembangan kakao yang ada di Manokwari selatan untuk selanjutnya dilakukan kerjasama.

    Pada Awalnya Koperasi Produsen “Ebier Suth Cokran” ini sudah lama berproduksi pada tahun 1989 namun seiring berjalannya waktu produksi kakao yang ada disini terhambat dikarenakan faktor manajemen yang kurang baik, namun perlahan-lahan akan dilakukan rehab kembali dikarenakan kebun kakao yang sudah ada sekarang sudah lebih dari 20 tahun dan dinilai sudah cukup tua. Namun Demikian menurut Dr. Aser Rouw, SP, M.Si , secara teori kebun kakao jika sudah 20 tahun produksinya akan mulai melandai , tapi berkat kondisi iklim serta lingkungan di Papua Barat, meskipun sudah lebih dari 20 tahun kakao tersebut masih dapat diproduksi.

    Kedatangan dari Perwakilan Belanda didasari pada Investor Belanda yang tertarik dengan kakao banyak sekali terutama kakao organik , mereka tertarik juga dengan pertanian kakao di Papua Barat karena dinilai produk kakao disini mempunyai kualitas yang baik dan memiliki ketahanan terhadap hama penyakit . Namun untuk bisa mendapatkan kerja sama mereka mengharapkan bisa mendapatkan minimal 200 ton /ha selama setahun , dilihat dari keuntungan perusahaan , disamping itu mereka mengharapkan adanya sertifikasi kakao untuk meningkatkan kualitas dari kakao tersebut.

    Namun demikian Bupati Manokwari Selatan , Markus Waran, ST, M.Si mengatakan bahwa untuk memenuhi hal tersebut , sekaligus untuk meningkatkan motivasi kepada para petani diperlukan support langsung secara finansial dikarenakan anggaran saat ini terbatas , karena generasi muda disini pun sangat tertarik terhadap budidaya kakao.

    Hasil dari diskusi ini yaitu akan dilakukan rencana perehaban secara bertahap , rencana awalnya yaitu sekitar 82 hektar , selain itu 160 bibit tanaman pun sudah dipersiapkan, melakukan peningkatan lingkungan kerja , dilakukannya sertifikasi Kakao, dan perbaikan manajemen internal untuk meningkatkan produktifias kerja dari para petani.

    Kedepannya pun akan ada perwakilan Mahasiswa dari Belanda untuk melakukan peninjauan langsung disini. nantinya para mahasiswa tersebut akan membuat laporan serta melakukan penilaian terkait potensi kakao yang ada di Manowari Selatan.

     

     

    READ MORE
  • Dorong Petani Jagung Tingkatkan Produksi, BPTP Papua Barat Lakukan Bimtek

    Manokwari (03/03/2021). Dalam rangka membantu petani meningkatkan Produksi Jagung di Kabupaten Manokwari, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat karya bersama petani jagung di Kali merah, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.

    Kegiatan Bimtek tersebut merupakan salah satu tupoksi dari BPTP untuk mendiseminasikan inovasi dari Badan Litbang Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sebanyak 42 petani hadir dalam kegiatan tersebut. Petani yang hadir sangat bersemangat walaupun sedang mengalami masa pandemi seperti ini dengan didampingi dengan penyuluh setempat.

    Materi Bimtek yang pertama disampaikan oleh Muh. Fathul Ulum Ariza, S.P, M.Si mengenai Teknologi Budidaya Jagung. Materi budidaya meliputi penggunaan benih unggul, pengolahan lahan, pemupukan yang tepat, hama dan penyakit, sampai dengan panen. Materi yang kedua mengenai pengolahan pasca panen jagung disampaikan oleh Lukman Hakim, S.Pt, M.Pt. Petani diberikan pemahaman mengenai cara pengolahan jagung menjadi tepung jagung sehingga dapat memperpanjang umur simpan serta dijadikan olahan berbagai macam makanan.  Sehingga dapat meningkatkan nilai tambah agar petani mendapatkan penghasilan lain dan tidak kesulitan dalam menjual hasil panen mereka.

    Diharapkan dengan adanya kegiatan Bimtek ini, dapat memberikan manfaat bagi petani serta meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Manokwari.

    READ MORE
  • Gerak Cepat Laksanakan Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan

    Pada hari Jumat (07/05/2021) dilaksanakan perjalanan Dinas Tim Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan ke SP 11 Distrik Sidey Kabupaten Manokwari di Kebun Pepaya Merah Delima Sdr. Sepi Wariki. Hasil pengamatan Tim di kebun menunjukkan bahwa kondisi Kebun terawat dengan baik, drainase lancar dan tidak ada genangan air. Pada saat tim datang keluarga petani sedang mengumpulkan hasil panen papaya ukuran besar yang masih mengkal (setengah masak) untuk dipacking sebelum dikirimkan ke supermarket MCM (Manokwari City Mall). Hasil diskusi dengan anggota kelompok diketahui bahwa petani dan masyarakat sekitar berminat untuk menanam Pepaya Merah Delima karena sudah melihat hasil nyata pertumbuhan tanaman dan hasil penjualan yang pasti.  Sebagian besar petani memohon agar bantuan benih siap tanam dari BPTP dipercepat pengirimannya. Petani juga berharap dilakukan pelatihan dalam penyemaian benih papaya, agar dapat melaksanakan perluasan area tanam secara mandiri.  

    Terkait dengan rencana pembuatan Dokumentasi Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan, akan dilaksanakan pada kunjungan selanjutnya dengan pengambilan gambar secara lengkap tentang proses budidaya  Pepaya Merah Delima oleh Tim Penyuluh BPTP PB. Proses pemgambilan gambar akan dilaksanakan setelah naskah video selesai disusun agar lebih memaksimalkan dalam efisiensi dan efektivitas proses shooting pengambilan gambar dan sucsess story petani.  

    Selajutnya Tim berkunjung di rumah PPL Bpk Petrus Pardianto, sekaligus diskusi tentang kondisi terbaru pelaksanaan Kostratani di BPP Sidey yang merupakan wilayah binaan BPTP Papua Barat. Rencana penanaman Kedelai dalam rangka kegiatan Kajian Uji Adaptasi Varietas Kedelai Oleh BPTP Papua Barat. Hasil laporan dari PPL bahwa proses persiapan lahan terdapat kendala karena kondisi traktor yang mengalami putus rantai. Pada kunjungan ini juga ditunjukkan Atabela (alat tanam benih langsung) kedelai guna memudahkan dalam proses penanaman, kondisi alat masih bagus dan rencana penanaman 2 butir benih per lubang tanam dengan jarak tanam kurang lebih 20 cm.

    READ MORE
  • Kawal Poktan Jagung Oransbari Tingkatkan Produktivitas Berorientasi Ekspor

    Pemerintah saat ini sedang menggencarkan berbagai upaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya telah dilakukan di beberpa daerah di Provinsi Papua Barat, guna menumbuhkan produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani yang bermuara pada memacu pertumbuhan perekonomian.

    Mengusung tema Teknologi  Budidaya, Hama dan Penyakit, dan Pascapanen Tanaman Jagung guna mendukung program upaya khusus peningkatan produksi dan produktivitas komoditas strategis yang berorientasi ekspor di Papua Barat, Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya diselenggarakan di Distrik Oransbari, Manokwari Selatan, Papua Barat (11/03/2021).

    Bimtek Padat Karya kali ini dihadiri langsung oleh kepala balai BPTP Papua Barat Ir. Demas Wamaer, MP, dan pada kesempatan tersebut juga membuka serta memberikan sambutannya. Beliu menghimbau  kepada petani jagung agar terus memupuk semangat kerjasama dalam bentuk kelompok guna memulihkan dan menumbuhkan perekonomian serta kesejahteraan petani pasca pandemi. Beliau juga mengharapkan, melalui kegiatan ini, kelompok tani jagung yang ada di Distrik Oransbari dapat meningkatkan produksi dan produktivitas dan menghasilkan jagung yang bermutu sesuai dengan standar ekspor.

    Diselenggarakan dengan cara sederhana dan tetap sesuai dengan protokol kesehatan (covid-19), Bimtek padat karya kali ini sukses diselenggarakan dengan penuh antusias dari para petani. Materi Bimtek diawali dengan budidaya, pengenalan hama dan penyakit pada tanaman jagung serta cara pengendaliannya yang disampaikan oleh Subiadi, SP.,M.Sc. Kemudian dilanjutkan dengan materi pascapanen, mulai dari penyimpanan biji jagung, produk dan pengolahan produk, serta pengolahan limbah tanaman jagung yang disampaikan oleh Fadlianto Botutihe, S.TP.,M.Si.

    Pada akhir kegiatan, Adam Isba sebagai ketua kelompok tani, menyampaikan apresiasinya terhadap program-program seperti ini, dan berharap kedepannya akan terus berlanjut. Beliau juga berharap, bimbingan teknis bukan hanya terkait dengan komoditas tanaman jagung, tetapi pada komoditas-komoditas unggulan lainnya di Papua Barat.

    READ MORE
  • Kementan Berikan Bantuan Bahan Pangan untuk THL Papua Barat

    Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertania (BPTP) memberikan bantuan bahan pangan kepada Tenaga Harian Lepas (THL)/Tenaga Kontrak Provinsi Papua Barat pada Jumat (05/06/2020) di Anday, Manokwari.

    Distrubusi bahan pangan tersebut merupakan bentuk  kesiapsiagaan, respon dan antisipasi menghadapi dampak penyebaran Covid-19 di Indonesia. Pemberian Bantuan Pangan tersebut terdiri dari bahan pangan segar dan olahan hasil pertanian, antara lain beras, gula pasir, bawang merah dan bawang putih.

    Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer, MP bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat, Dr. Ir. Yacob Fonataba, M.Si menyerahkan bantuan bahan pangan tersebut secara langsung kepada penerima bantuan.

    Dalam sambutan yang diberikan oleh Kepala BPTP, Kementerian Pertanian RI terus berupaya untuk memproduksi pangan strategis maupun pangan lokal. Oleh sebab itu para petugas lapangan sebagai garda terdepan dalam mengawal ketersediaan pangan bagi ratusan juta penduduk Indonesia harus tetap bekerja dan tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari virus corona.

    Sambutan lain disampaikan oleh Kadis Pertanian Papua Barat, Beliau mengatakan bahwa bantuan dari Kementerian Pertanian ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para petugas lapang. Disisi lain, beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, karena masyarakat juga tidak akan pernah berhenti membutuhkan bahan pangan.

    Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan para petugas lapangan tetap semangat dalam mendukung program pembangunan pertanian, dan tetap mematuhi protokol kesehatan agar kita semua terhindar wabah covid-19.

    READ MORE
  • Kolaborasi BPTP PB dan TNI dalam Ketahanan Pangan

    BPTP Papua Barat diagendakan akan melakukan kerjasama dengan Batalyon Infantri 761/Kibibor Akinting di Distrik Warmare Kabupaten Manokwari pada tahun 2021 ini. Markas Tentara Nasional Indonesia ini dikelilingi oleh eks lahan perkebunan kelapa sawit di satu sisi dan hutan pegunungan yang masuk dalam jajaran pegunungan Arfak di sisi lainnya pada distrik Warmare. Sedangkan pada kawasan sekitar juga terdapat perkampungan penduduk sipil seperti kampung Duin, Iboslati, Dindey, dan Uncen.

    Pada Selasa (9/2) tim BPTP melakukan survey lokasi untuk kegiatan tersebut. Untuk kegiatan tahap awal akan dibuka lahan seluas 1 Ha sebagai lokasi rintisan pengembangan pertanian dalam rangka Ketahanan Pangan. Rencananya lahan rintisan ini rencananya akan ditanami beberapa komoditas pangan dan hortikultura seperti padi gogo, jagung, ubi jalar, ubi kayu, pepaya, dan sayur-sayuran.

    Sebagai hasil inventarisasi awal untuk kegiatan ini diketahui Batalyon Infantri 761/KA di Distrik Warmare memiliki sumber daya berupa ± 60 Ha dan hanya sebagian kecil saja yang telah termanfaatkan sebagai lahan tempat berdirinya gedung dan bangunan kantor; jumlah pasukan sekitar 513 orang; dan alat-alat pertanian cangkul, sabit, dan sekop.

    Rencananya program ini kedepannya akan disinergikan dengan beberapa institusi dan lembaga terkait seperti Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Manokwari, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Papua Barat serta Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat untuk pengadaan sarana prasarana kegiatan. Sedangkan fungsi BPTP sendiri adalah sebagai saluran inovasi teknologi pertanian yang dapat diterapkan untuk rintisan dan pengembangan lokasi pertanian ini.

    Selain itu, diharapkan program ini juga kedepannya dapat melibatkan petani dan kelompok tani di sekitar kawasan Batalyon Infantri 761/KA Distrik Warmare. Pada akhirnya kegiatan ini diharapkan dapat berjalan baik dan menghasilkan manfaat dan kebaikan untuk semua pihak yang nanti terlibat di dalamnya.

    READ MORE
  • Memoar Pejuang Teknologi BPTP Papua Barat "Pengembangan Pepaya Merah Delima di Papua Barat"

    Manokwari Kamis, 7 Oktober 2021 dilaksanakan penyusunan memoar melalui diskusi virtual yang di gagas oleh BBP2TP (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian). Penyusunan memoar ini dalam rangka HUT Badan Litbang Pertanian ke 47.

    Dalam acara tersebut turut dihadiri Kepalai Balai BPTP Papua Barat Bapak Zainal Abidin, S.P.,M.P., Kepala Balai BPTP NTT Dr Aser Rouw, SP, Msi, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Barat Andrew pattikawa, Bapak Suryadimin Spt dari Balai Pengawas mutu dan keamanan pangan, Sepitinus Wariki Ketua Kolompok Tani Ikovy.

    Sebagai mantan subkoordinator kerjasama dan pelayanan pengkajian Dr. Aser Rouw menyampaikan bahwasannya pepaya ini sudah dikembangkan pertengahan 2020 oleh Septinus wariki, melalui bimbingan teknis dan pendampingan pepaya merah delima diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pertanaman pepaya merah delima dan petani dapat mengadopsi teknologi dan inovasi badan litbang, selanjutnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

    Septinus wariki menyampaikan bahwasannya tertarik menanam pepaya merah delima karena merasakan langsung buahnya di kantor BPTP Papua Barat, Karena rasa buahnya yang manis dan tebal serta menanam pepaya merah delima cenderung mudah.

    Suryadimin Spt dari Balai Pengawas mutu dan keamanan pangan menyampaikan bahwasannya setelah dilakukan uji lab untuk mengetahui kandungan kontaminasi bahan berbahaya. Buah pepaya merah delima dari Septinus Wariki dinyatakan bebas dari bahan berbahaya dan akan mendapatkan serifikat Prima 3.

    Kepalai Balai Papua Barat Bapak Zainal Abidin SP.MP. menyampaikan bahwasanya pengembangan pepaya merah delima bisa dijadikan patern dari pengembahan komoditas lain di Papua Barat. Semangat ini haruslah tetap dipakai agar adopsi teknologi dari Badan Litbang cepat sampai dan di aplikasikan oleh petani di Papua Barat

    READ MORE
  • Penandatanganan Kontrak Kerja PPNPN Tahun 2021

    Penandatanganan kontrak kerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) Tahun 2021 BPTP Papua Barat dilaksanakan kemarin, pada hari Selasa (19/01/2021).

    Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Kepala Balai, Ir. Demas Wamaer, MP serta diikuti oleh Kasubag Tata Usaha, Sub Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian, beberapa staf Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seluruh Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) BPTP Papua Barat.

    Adapun kontrak kerja tersebut setiap tahunnya akan diperbaharui, dan diharapkan seluruh PPNPN yang telah menandatangani perjanjian tersebut dapat menjalankan kewajiban-kewajiban yang tertera pada isi kontrak kerja.

    Selain hal-hal mengenai kewajiban yang harus dilakukan, isi kontrak kerja yang disusun juga meliputi hak-hak yang akan diperoleh dan juga sanksi yang akan didapatkan apabila PPNPN melanggar atau tidak melaksanakan kewajiban yang seharusnya dilakukan.

    READ MORE
  • Peningkatan Gizi Keluarga dengan Hidroponik Sederhana

    Pada hari Rabu (09/09/21) dilaksanakan kegiatan Pelatihan Hidroponik di Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Budidaya tanaman hidroponik sederhana ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal limbah rumah tangga seperti botol plastik, toples, jerigin dan bahan lainya. Kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama antara Badan Kerjasama Organisasi Wanita dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat Tahun Anggaran 2021 berupa Kegiatan Pelatihan Hidroponik dengan Memanfaatkan aneka limbah bekas rumah tangga.Ibu Lany Lakotani, selaku ketua BKOW Papua Barat menyampaikan bahwa ‘tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk membantu ibu-ibu yang dalam kondisi pandemi dapat memperoleh gizi tambahan dari budidaya tanaman hidroponik yang sederhana dengan tetap beraktivitas di dalam rumah, hemat secara ekonomi dan bermanfaat untuk ketahanan pangan keluarga”. 

    Narasumber kegiatan pada kegiatan pelatihan hidroponik adalah Galih Wahyu Hidayat, SP., MP dan Steven Witman, A.Md. Jumlah peserta pelatihan hidroponik sebanyak 20 orang atau menyesuaikan dengan batasan satgas Covid19. Pelatihan berjalan cukup dinamis yang dilaksanakan dengan metode workshop atau ceramah sekaligus praktek langsung. Adapun materi yang disampaikan secara bertahap yaitu; a). pengantar hidroponik secara umum, b). media tanam dan penyemaian benih, c). merakit instalasi sederhana dg sistem sumbu, d). pembuatan nutrisi hidroponik dan penggunaan TDC, dan e). pembagian benih dan bahan pelatihan untuk uji coba peserta di rumah masing-masing. 

    Output dari kegiatan pelatihan adalah peserta diharapkan dapat melaksanakan secara mandiri budidaya hidroponik sederhana menggunakan aneka limbah rumah tangga sesuai dengan petunjuk yang sudah disampaikan dalam pelatihan dan dapat mengacu pada buku panduan yang sudah disusun. Pada kesempatan ini juga dibagikan aneka benih sayuran yaitu benih selada, sawi, bayam dan kangkung untuk bahan ujicoba masing-masing peserta pelatihan.

    READ MORE
  • Perpustakaan Pertanian Digital i-Tani BPTP PB

    Pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini menuntut perubahan yang cepat di segala bidang kehidupan. Perkembangan ini tidak hanya terjadi pada kota-kota besar tetapi telah meluas hingga pelosok pedesaan. Dengan teknologi informasi dan komunikasi kita diberikan banyak kemudahan dalam segala aktivitas yang dilakukan sehari-hari, tidak terkecuali pada bidang pertanian.
    Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut, muncul hal-hal penunjang pertanian yang berbasis teknologi, misalnya saja seperti aplikasi pertanian. Di era smartphone seperti sekarang ini, rasanya memang kurang sempurna jika dunia pertanian tidak turut didukung dengan adanya aplikasi pertanian berbasis Android. Salah satu aplikasi yang dapat direkomendasikan adalah aplikasi i-Tani.
    iTani merupakan aplikasi perpustakaan digital besutan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sejumlah koleksi digital lingkup Kementerian Pertanian dapat diakses oleh pengguna melalui perangkat mobile pengguna. Prinsip library comes to you membuat pengguna dapat meminjam dan membaca koleksi bidang pertanian tanpa harus mengunjungi perpustakaan secara langsung.
    Keunggulan aplikasi ini yaitu aplikasi dibuat dengan berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca ebook. Dengan fitur-fitur media sosial Anda dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain. Anda dapat memberikan rekomendasi buku yang sedang Anda baca, menyampaikan ulasan buku serta mendapatkan teman baru. Membaca ebook di iTani jadi lebih menyenangkan karena Anda dapat membaca ebook secara online maupun offline. Dengan iTani membaca buku jadi makin mudah dan menyenangkan.
    BPTP Papua Barat adalah salah satu member sekaligus kolektor pada aplikasi i-Tani. Perkembangannya akunnya juga cukup baik karena per 26 April 2020 BPTP Papua Barat telah memiliki total 26 judul, 80 eksemplar, 34 member, dan 28 judul yang pernah dipinjam pengguna. Selanjutnya, BPTP Papua  Barat berkomitmen untuk terus konsisten melakukan update koleksi-koleksi yang ada di i-Tani sehingga dapat menyentuh lebih banyak pengguna di masa yang akan datang.

    Penulis: Junita Br. Nambela, SP

    READ MORE
  • Produksi Pertanian Tetap Jalan, Meskipun Pandemi Corona

    Penyuluh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Muhammad Fathul Ulum Ariza, SP., M.Si melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana  Kelompok Tani Rukun Tani, Kampung Prafi Mulia, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari pada Selasa (14/04/2020).

    Kelompok tani ini diketuai oleh Bapak Ismadi (62 tahun). Walaupun umurnya sudah tidak muda lagi, namun semangatnya masih seperti generasi milenial. Bapak Ismadi masih tetap mau menanam padi selama masih diberikan kesehatan dan kekuatan tuturnya.

    Saat ini, Bapak Ismadi sedang melaksanakan panen padinya dengan luasan 1 Ha. Varietas yang ditanam adalah Ciherang. Untuk panen dibantu dengan menggunakan mesin panen padi (Combine Harvester). Total luasan kelompok tani ini adalah 13,5 ha, yang 85 persennya sudah terlebih dahulu dilakukan panen. Hasil panen padinya kali ini berkurang, dikarenakan keterlambatan pupuk yang diberikan. Kalau normalnya, dalam 1 ha dapat menghasilkan 115 karung, tapi kali ini diperkirakan dapatnya 95 – 100 karung.

    Masih di lahan yang sama, hadir Bapak Wellem Jantewo, S.Pt., M.P selaku Kepala Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Prov. Papua Barat, Bapak  Firman (Ka Bulog) Prov. Papua Barat, dan Bapak Djaka Mastuti, S.ST. (Kepala BPP Prafi). Kehadiran bapak-bapak tersebut adalah untuk memastikan ketersedian pangan di Kabupaten Manokwari, utamanya adalah beras di saat pandemi Covid-19 serta penjajagan pembelian beras dari petani oleh Bulog.

    Penulis: Muhammad Fathul Ulum Ariza, Sp., M.Si

    READ MORE
  • Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program UPSUS Pajale dan LTT

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program UPSUS Pajale dan LTT se-Provinsi Papua Barat Triwulan 1 Tahun 2019 pada Kamis hingga Jumat (28-29/03/2019) di Belagri Convention & Hotel Kota Sorong, Papua Barat.

    Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari Instansi Pertanian se-Kabupeten, Badan Pusat Statistik (BPS) se-Kabupaten, Kodim 1801 Manokwari dan Kodim 1802 Kabupaten Sorong serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Yoppi Fonataba dan Kasie Bidang Produksi, Catherine Penturt, SP. Selain itu tamu undangan berasal juga dari Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari yang diwakili oleh Yohanis Makabori dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong Bapak Drh. I Wayan Kartanegara, Stasiun Karantina Pertanian Kelas 2 Manokwari serta BPS Provinsi Papua Barat.

    Dalam arahannya, Kepala BPTP Papua Barat. Ir. Demas Wamaer, M.P menyampaikan bahwa Pelaksanaan kegiatan Rakor dan Evaluasi UPSUS merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan tahun sebelumnya. Dengan adanya pertemuan ini kiranya output yang direncanakan berupa pendataan Baku Luas Tambah Tanam dan Hasil Produksi Padi, Jagung dan Kedelai dapat tercapai dari peserta yang kami undang dan berperan aktif dalam pendataan tersebut.

    Sehingga, agar data-data tersinkronisasi antara pihak pihak terkait yang telah diberikan kewenangan, BPTP Papua Barat sendiri bertugas sebagai Penanggungjawab UPSUS untuk Wilayah Papua Barat akan melakukan pendampingan dan supervisi dalam meningkatkan hasil Produksi Pertanian di wilayah tersebut. Selanjutnya Kepala BPTP Papua Barat meminta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebuanan, Yoppy Fonataba untuk memberikan Sambutan dan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi tersebut.

    Dalam sambutannya, Yoppy Fonataba mengucapkan terima kasih terhadap BPTP Papua Barat yang telah berperan aktif dalam tugas yang telah diembankan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sehingga perlu adanya mekanisme pelaporan terhadap luas tambah tanam dimulai dari bawah ke atas, yaitu mulai dari PPL/KCP/Mantri Tani, Kabid Kabupaten  yang membidangi kegiatan tersebut yang selanjutnya disahkan oleh Kepala UPTD Pertanian baik tingkat Kabupaten dan Provinsi harus melaporkan perkembangan ke penanggung jawab wilayah yang datanya untuk dapat diteruskan ke PJ  provinsi yaitu Dinas TPHP Provinsi Papua Barat dan BPTP Papua Barat dan dimana data tersebut akan di sinkronkan bersama BPS.

    Dengan adanya keterkaitan integrasi antara Pemerintah yang menanggani Pertanian dengan TNI yang berguna untuk memotivasi petani dalam kegiatan usaha tani yang akhirnya akan menjadi indikator keberhasilan  kinerja Dinas Pertanian. Begitupun pada BPS sebagai katalisator pendataan statistik kegiatan  pertanian sebagai dasar pengambilan kebijakan. Diharapkan dengan data yang ada setiap harinya data tersebut langsung terlapor kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai laporan Ke Presiden.

    Materi Rapat Koordinasi disampaikan oleh 6 (Enam) orang narasumber yaitu 1). Kepala BPTP Papua Barat 2). Yoppy Fonataba dari Dinas TPHP Provinsi Papua Barat, 3). Subiadi, SP, M.Si. dari BPTP Papua Barat, 4) Catherine Penturt (Dinas TPHP Papua Barat), 5) Latsmini (Kasie Produksi Pertanian BPS Provinsi Papua Barat), 6) Drh. I Wayan Kartanegara (SKP Kelas 1 Sorong).

    READ MORE
  • Repository Kementan Sumber Referensi Aktual Pertanian

    Repository Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical), berkala semi ilmiah (semi populer jurnal), dan tidak berkala.
    Repositori dikelola oleh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
    Laman yang beralamat di https://repository.pertanian.go.id/ ini dapat menjadi salah satu alternatif sumber pencarian referensi bagi publik baik untuk peneliti, penyuluh, pelajar/mahasiswa, petani, maupun masyarakat umum yang memiliki minat dan ketertarikan terhadap dunia pertanian.
    Per tanggal 26 April 2020 BPTP Papua Barat sebagai salah satu member Repositori Kementerian Pertanian per April 2020 saat ini telah memiliki beberapa koleksi antara lain 23 artikel Buletin, 89 artikel Prosiding, dan 21 Informasi Teknologi.
    Ini adalah salah satu wujud fungsi BPTP Papua Barat yaitu sebagai organisasi yang melakukan penyiapan informasi, dokumentasi, serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil pengkajian dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi di Papua Barat.
    Dengan ini, kegiatan diseminasi dapat menjadi lebih mudah untuk dilakukan dan dapat menjangkau lebih banyak pengguna dimanapun berada.

    Penulis: Junita Br. Nambela, SP

    READ MORE
  • Rutin Lakukan Apel Pagi, Kabalai Sampaikan Tentang Kedisiplinan

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Zainal Abidin, S.P., M.P. memimpin jalannya apel pagi yang rutin dilakukan setiap minggunya pada Senin (11/10/2021) di halaman kantor BPTP Papua Barat.

    Dalam kesempatan apel pekan ini, Beliau menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh pegawai. Pertama, mengenai peningkatan kedisplinan mulai dari jam masuk kerja yang harus selalu diperhatikan. Selanjutnya, beliau juga mengingatkan untuk semua pegawai wajib memakai kartu tanda pengenal yang sudah dimiliki.

    Tak lupa juga terkait pengisian data kepegawaian di MySAPK dan Sitara juga harus segera diselesaikan. Pegawai yang kesulitan dalam pengisian diminta untuk menghubungi bagian kepegawaian untuk dapat dibantu dalam proses pengisian karena berkaitan dengan tanggal batas akhir pengisian.

    Mengenai target-target kinerja juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan apel. Menurut beliau, apa yang sudah ditargetkan setiap pegawai dalam setiap bulannya harus tercapai untuk direalisasikan. Hal ini akan berkaitkan dengan penilaian kinerja pegawai sekaligus kinerja balai.

    Beliau juga berpesan agar semua pegawai selalu menjaga kesehatan. Kegiatan apel pagi ditutup dengan berdoa bersama agar seluruh pegawai BPTP Papua Barat senantiasa dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

    READ MORE
  • Sosialisasi Kostratani dan Model BPP di Papua Barat

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat menghadiri acara "Sosialisasi Kostratani dan Model BPP Kostratani yang diselenggarakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari pada Selasa (21/07/2020) di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari.

    Dalam sambutan dan arahan Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Manokwari, Ir. Kukuh Sapto Yudo mengatakan bahwa perubahan-perubahan banyak yang terjadi, terutama Kostratani seperti Kostrawil (Kostra Wilayah) ada di Gubernur, Kostrada(Kostra Daerah) ada di Bupati dan Kostra tani ada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).  menurut Kukuh hal tersebut merupakan pekerjaan terhadap penyuluh yang ada di LAKU (Latihan dan Kunjungan).  Lebih lanjut Kukuh mengatakan bahwa ada 5 BPP yang ditunjuk oleh Dinas Kabupaten Manokwari untuk mendukung kegiatan Kostra Tani dari kelima BPP tersebut diantaranya adalah  (1) BPP Manokwari Utara, (2) BPP  warmare, (3) BPP Prafi Mulya, (4) BPP Masni dan (5) BPP Sidey.  Dari kelima  BPP tersebut akan dipasilitasi alat berupa drone untuk mendukung kegiatan Kostra tani di BPP.

    Direktur Polbangtan Manokwari, drh. Purwanta, M.Kes menjelaskan lebih luas mengenai tujuan pembangunan pertanian mulai dari menyediakan pangan sekitar 267 jiwa, meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan expor hingga mencapai produktivitas kualitas dan kontinuitas dan hal tersebut akan di harapkan pada kegiatan Kostratani. Sementara implementasi  kegiatan Kostratani ditekankan pada (1) Penguatan kelembagaan termasuk didalamnya Simluhtan, Siluhtan dan Cyber Extension, Posluhdes, Kelembagaan Ekonomi Petani, Poktan dan Gapoktan, (2) Peningkatan kapasitas SDM seperti Petugas Pendukung, Penyuluh dan petugas Fungsional lain, Petani (milenial), pengusaha agribisnis), (3) Peningkatan penyelenggara dukungan terhadap program utama Kementerian Pertanian yaitu propaktani, Grasida, Gedor Horti, Sikomandan, GraTIEKs, KUR, PMS, dan Inovasi Teknologi. Acara diakhiri dengan diskusi seputar kegiatan Konstratani yang mendapatkan banyak respon baik dari tamu undangan.

    READ MORE
  • Strategi Hadapi Wabah Covid-19 di Papua Barat

    Menteri Pertanian RI,  Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H menghimbau produksi pertanian harus tetap berjalan di tengah-tengah wabah virus corona (Covid-19), bahkan digenjot hingga berlipat-lipat agar bisa menjaga stabilitas pasokan bahan pangan di Indonesia.

    Himbauan ini ditindak lanjuti oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si agar penyuluh dan peneliti tidak berhenti berjuang dalam bekerja bersama mendampingi petani menyiapkan teknologi spesifik lokal kita sehingga suatu inovasi dapat didiseminasikan dan diterapkan oleh petani kita.

    Terkait dengan itu, Kebun Percobaan Anday merupakan salah satu aset Badan Litbang Pertanian yang potensial mendukung peningkatan kinerja unit pelaksanan teknis (UPT) BPTP Papua Barat. Sesuai fungsinya KP Anday sebagai show windows untuk menampilkan hasil-hasil penelitian dan agrowidyawisata disamping sebagai unit pengelola benih sumber (UPBS).

    Peneliti dan penyuluh BPTP Papua Barat agar memanfaatkan lahan KP Anday untuk menguji suatu paket teknologi sebelum didiseminasikan kepada petani, demikian himbauan Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP dalam suatu kesempatan.

    Sebagaimana dilakukan oleh Sostenes Konyep, SP., Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Papua Barat dilahan seluas 0,5 ha dilakukan penanaman padi amfibi Balitbangtan varietas inpago 11 yang saat ini memasuki fase pemasakan, tumpangsari tanaman padi amfibi Balitbangtan varietas towuti dengan tanaman jeruk keprok selayar dan tumpangsari tanaman padi amfibi Balitbangtan varietas inpago 11, inpago 4 dengan tanaman jagung manis.

    Harapannya hasil panen nanti dapat disebar kepada para petani dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan benih padi ladang di Provinsi Papua Barat.

    Penulis: Sostenes Konyep, SP

    READ MORE
  • Temu Teknis Pengembangan Pertanian Bioindustri

    Temu Teknis Model Pengembangan Inovasi Pertanian Bioindustri Spesifik Lokasi. Kegiatan ini dilakukan bersama Kelompok Tani Sumber Harapan di Kampung  Aimasi SP3, Prafi Mulya Kab. Manokwari pada 12 Desember 2019. Temu teknis ini dijadikan forum pertemuan peneliti BPTP Papua Barat dengan penyuluh dan petani kakao untuk mendiseminasikan hasil pengkajian BPTP terkait uji coba model pengembangan bioindustri pada kelompok ini.


    Target kegiatan Bioindustri sendiri adalah terciptanya sebuah model kegiatan bioindustri intergrasi tanaman-ternak spesifik lokasi di Papua Barat, dengan menghasilkan 5 inovasi teknologi antara lain: teknologi pembuatan pakan dari limbah kakao, pembuatan bahan organik dari limbah padat ternak dan tanaman, terbuat pupuk cair dari limbah urin ternak, terbuat bubuk coklat dari hasil biji coklat dan terbuat instalasi kandang ternak yang baik.


    Dalam kegiatan ini turut hadir Pak Pariman (Penyuluh), Kepala Kampung, dan para petani kakao. Kegiatan temu teknis diisi dengan pemaparan dari Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Apresus Sinaga, SP. M.Sc yang memaparkan tentang aspek budidaya kakao termasuk penjabaran kegiatan yang telah dilakukan yaitu pembuatan bahan organik dari limbah padat maupun cair, dan model instalasi kandang ternak kambing yang disarankan. Selain itu, ada juga pemaparan dari Fadlianto Botutihe, S.TP, M.Si terkait pengolahan dan pembuatan coklat batang dan coklat bubuk dari biji coklat yang dihasilkan oleh petani dengan teknologi sederhana (skala rumahan).


    Petani sangat bersemangat mengikuti jalannya acara ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dan saran dari peserta acara. Antusiasme mereka sangat tinggi terutama apabila memungkinkan diadakannya pelatihan lanjutan untuk pengolahan biji kakao tersebut hingga mereka mahir dan terampil. Dengan hal ini tentu dapat meningkatkan perekonomian keluarga petani kakao. Ditambah lagi teknologi yang digunakan sederhana sehingga dapat dengan mudah dilakukan

     

    READ MORE
  • Untuk Lihat Potensi, Staf Khusus Mentan Kunjungi Papua Barat

    Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Bapak Yesiah Ery Tamalagi, SE melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat pada hari Selasa (01/09/2020). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka menggali potensi yang ada untuk disampaikan ke Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H.

    Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, drh. Purwanta, M.Kes, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP serta Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari, Lukas Saiba, SST menyambut baik sekaligus mendampingi kegiatan kunjungan kerja tersebut. Bapak Yesiah mengunjungi seluruh instansi lingkup Kementerian Pertanian dan juga kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Manokwari.

    Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kantor Stasiun Karantina Pertanian kelas II Manokwari. Dalam kunjungannya, beliau menerima beberapa informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilakukan. Salah satu yang menjadi perhatian beliau adalah wilayah kerja SKP kelas II Manokwari yang beberapa sulit untuk dijangkau, sehingga tidak semua kabupaten dapat terlayani.

    BPTP Papua Barat menjadi lokasi kedua dalam kunjungan kerja tersebut. Bapak Yesiah masuk ke Laboratorium pengujian untuk melihat layanan yang ada. Beliau menyampaikan bahwa layanan jasa seperti laboratorium ini penting dalam standarisasi mutu hasil pertanian. Beliau juga berpesan bahwa kurangnya personil yang menyebabkan bertambahnya jam kerja merupakan bentuk tanggungjawab kerja dan merupakan panggilan kerja. Sebelum meninggalkan BPTP Papua Barat, Bapak Yesiah juga menyempatkan diri untuk berkeliling ke Kebun Percobaan.

    Lokasi ketiga yang dikunjungi yakni Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Manokwari untuk mengetahui sejauh mana berjalannya program Kostratani. Beliau juga bertemu dan berdikusi dengan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) terkait kendala-kendala yang dihadapi petugas lapang.

    Polbangtan Manokwari merupakan lokasi terakhir yang di kunjungi oleh bapak Yesiah, beliau berkeliling ke seluruh area kampus tersebut. Beliau juga menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan dosen-dosen di Polbangtan Manokwari.

    READ MORE
  • Workshop Penyusunan Laporan Keuangan 2019

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) menjadi koordinator kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker Kementerian Pertanian Semester I Tahun 2019 Provinsi Papua Barat. Acara ini diselenggarakan selama 4 hari pada tanggal 9 sampai 12 Juli 2019 di Hotel Aston Niu Manokwari.

    Kegiatan workshop yang diselenggarakan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian tersebut mengangkat tema "Pertahankan Kualitas Lapora Keuangan Melalui Verifikasi dan Reviu yang Handal".

    angkaian acara kegiatan workshop tersebut diawali dengan laporan ketua panitia daerah yakni Ida Ruyadi, S.Sos dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dewi Rahayu, S.Pt. Selanjutnya sambutan dari Kepala BPTP Papua Barat juga selaku Ketua Sekretariat Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Barang Wilayah (UAPPA B-W) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP yang sekaligus membukan acara kegiatan worshop secara resmi.

    Turut hadir pula perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang bertugas sebagai tim reviu dari kegiatan workshop tersebut. Selain itu turut serta pula perwakilan dari mitra kerja Kementerian Pertanian dari Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manokwari dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sorong.

    Peserta workshop terdiri dari 18 Satuan Kerja (satker) wilayah Papua Barat. Masing-masing satner mengirimkan satu sampai dua operator untuk mengikuti kegiatan.
    Kegiatan workshop tersebut berlangsung dengan baik selama 4 hari dan harapannya adalah Kementerian Pertanian akan mendapatkan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sesuai dengan apa yang sudah didapatkan selama 3 tahun berturut-turut.

    READ MORE