• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Bimtek Sistem Tanam dan Pemupukan Spesifik Lokasi Jagung

    Sebagai bagian dari rangkaian program BPTP Papua Barat di tahun 2019 ini pada program “Penerapan Inovasi Teknologi Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman (IP)”, maka BPTP Papua Barat mengadakan Kegiatan Bimbingan Teknis Sistem dan Pemupukan Spesifik Lokasi Tanaman Jagung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 29/08/2019 dan mengambil tempat di Aula Koperasi Ebier Suth Cokran Unit Usaha Perkebunan Coklat dan Jagung yang beralamat di Jalan Warsui RT/RW 003/001 Kampung Abresso Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan.

    READ MORE
  • BPTP Balitbangtan Papua Barat Audiensi dengan Gubernur dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

    Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian dalam berbagai rapat dan pertemuan baik secara daring dan luring yang senantiasa menekankan pentingnya segenap insan pertanian mewaspadai dan memitigasi dampak dari perubahan iklim khususnya pada sektor pertanian. Seperti, menurunnya kualitas, kesuburan dan daya dukung lahan, menyebabkan produktivitas hasil pertanian juga ikut menurun, begitu juga dengan ketersediaan air yang semakin terbatas dan kualitasnyapun yang semakin menurun, juga menjadi penyebab terus anjloknya produksi pertanian. Ditambah lagi dengan fenomena El Nino dan La Nina yang juga sangat berpengaruh terhadap siklus iklim yang secara otomatis menyebabkan bergesernya jadwal tanam berbagai komoditi pertanian serta semakin besarnya kemungkinan terjadi gagal panen.

    Dalam mengantisipasi hal-hal tersebut maka Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Zainal Abidin, S.P., M.P. bersama staff mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah Papua Barat dalam hal ini Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan beserta Kepala Dinas TPHBUN Provinsi Papua Barat Dr. Yacob S. Fonataba, SP. M.Si dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan pada Selasa (18/01/2022).

    Mengawali pertemuan tersebut kepala BPTP Papua Barat memperkenalkan diri bersama beberapa staff yaitu Subiadi, S.P., M.Sc sebagai Koordinator Progam dan Herman R Tata, S.P., M.P dan Arif Arbianto, S.P Peneliti Kakako yang mendampingi. Selanjutnya, Kepala Balai menyampaikan berbagai teknologi yang telah didiseminasikan dan telah diadaptasikan diberbagai wilayah Papua Barat diantaranya padi, jagung, kedelai, pisang, sukun, pepaya, kopi dan kakao.

    Untuk komoditas kakao telah dilakukan kajian dan tindakan pemuliaan tanaman dalam rangka upaya pelestarian dan pemanfaatan SDG lokal untuk mendukung provinsi papua barat sebagai provinsi konservasi. Selain itu, potensi SDG yang telah dikaji menunjukkan bahwa papua barat memiliki SDG kakao yang potensial bernilai ekonomi tinggi hanya saja potensi tersebut harus di gali dan di olah lebih lanjut agar bisa menjadi bernilai lebih utamanya untuk kesejahteraan petani dan  perekonomian papua barat. Menanggapi hal tersebut bapak gubernur meminta kepada BPTP Papua Barat dan Dinas TPHBUN Provinsi Papua Barat untuk bisa bersinergi dan melibatkan stakeholder lain guna mewujudkan potensi tersebut. Bapak gubernur siap mendukung penuh Papua Barat mempunyai varietas kakao yang dilepas dan dikembangkan.

    Selain hal tersebut, disampaikan juga berbagai benih yang sudah terdistribusi sampai ke petani pada tahun 2021. Benih padi tersertifikasi sebanyak 5,8 ton, masing-masing 2,4 untuk varietas Mekongga, 2,4 ton untuk varietas Inpari 42, dan 1 ton untuk varietas Cigeulis. Selain itu,  benih padi nutrizinc juga telah terdistribusi sebanyak 580 kg. Untuk komoditas hortikultura jenis buah-buahan, ada pula benih tanaman jeruk sebanyak 450 pohon yang sudah terdistribusi. Komoditas lain seperti pepaya, kakao, kopi dan yang terakhir benih pohon pisang barangan merah sebanyak 10.000 jug telah terdistribusi ke petani di wilayah Manokwari dan Sorong.

    Bapak Gubernur juga mengapresiasi BPTP Papua Barat dalam mendukung program-program pertanian di Papua Barat. Beliau juga menyampaikan mengenai keseriusan untuk pengembangan tanaman jagung, komoditas hortikultura, berbagai tanaman lainnya. Oleh karena itu, dukungan dari BPTP Papua Barat untuk melakukan pendampingan sangat diharapkan dalam program-program tersebut.

    READ MORE
  • BPTP Papua Barat Gelar Serah Terima Jabatan

    Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Papua Barat mengadakan serah terima jabatan Kepala Balai.  Acara serah terima dilakukan dari pejabat lama  Ir. Demas Wamaer, M.P. kepada pejabat baru yaitu Zainal Abidin, S.P., M.P. pada Selasa, 28 September 2021.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Holtikultura Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si yang mewakili Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Hadir pula perwakilan dari Gubernur Papua Barat, Melkianus Werinusa dan beberapa stakeholder mitra BPTP Papua Barat yaitu Kodam Kasuari VXIII, Polda Papua Barat, BKOW, BPP wilayah Manokwari, serta seluruh staff BPTP Papua Barat.

    Ir. Demas Wamaer, MP menyampaikan terima kasih kepada seluruh staff yang selama ini membantu seluruh kegiatan-kegiatan balai. Beliau berharap kegiatan yang selama ini telah dilaksakan dapat dilanjutkan dan tidak berhenti sampai disini.

    Dalam sambutannya, Zainal Abidin S.P., M.P selaku Kepala Balai BPTP Papua Barat yang baru menyampaikan terimakasih banyak atas kinerja Ir. Demas Wamaer MP, dan siap menyelesaikan tugas yang harus dilaksanakan.  Beliau juga siap untuk berkolaborasi dan berkoordinasi dengan dinas dan stakeholder terkait pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengembangan pertanian di wilayah Papua Barat.

    Selanjutnya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Holtikultura Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si turut menyampaikan bahwa pertanian harus tetap berproduksi walaupun saat ini kita berada dalam kondisi yang kurang baik, yaitu pandemi Covid 19. Dimana BPTP Papua Barat harus hadir bersama dengan dinas terkait untuk membantu petani agar tetap meningkatkan produksi pertanian.

    READ MORE
  • BPTP Papua Barat Mulai Mengimplementasikan MoU Antar Badan Litbang dengan Pemprov Papua Barat

    [Manokwari, 25/09/2021] Kementerian Pertanian telah menanda tangani MOU dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat tanggal 9 September 2021 tentang Pengembangan Model Sistem Pertaninan Terpadu (Integrated Farming) Berbasis Sagu Bernuansa Wisata Di Kabupaten Sorong. Sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Papua Barat mengadakan Temu Koordinasi secara paralel online dan offline di Swissbel Hotel Manokwari, yang dihadiri sejumlah dinas terkait baik di tingkat Provinsi Papua Barat, maupun Tingkat Kabupaten Sorong. Temu koordinasi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kab. Sorong dan Kepala Stasiun Karantina Kelas I Sorong dan Kepala BPTP Papua Barat. 

    Kegiatan Temu Koordinasi dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas TPHBun Provinsi Papua Barat Dr. Yacob S. Fonataba, M.Si. Dalam pembukaan tersebut, beliau menyapaikan bahwa kegiatan ini didasarkan atas kunjungan menteri pertanian ke lokasi pengembangan serta meminta untuk segera mendesain konsep Integrated Farming System berbasis sagu dan bernuansa wisata. Kegiatan temu koordinasi ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara seluruh stake holder terkait di Papua Barat. Dalam kesempatan ini juga beliau menyampaikan harapan dan arahan Bapak Gubernur Provinsi Papua Barat agar program ini di maksimalkan dan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. 

    Pemaparan konsep Pengembangan Model Sistem Pertanian Terpadu Berbasis Sagu Bernuansa Wisata di Kabupaten Sorong disampaikan oleh Dr. Aser Rouw, M.Si (saat ini adalah kepala BPTP NTT, yang sebelumnya adalah Peneliti BPTP Papua Barat). Dalam pemaparannya Dr. Aser menyampaikan bahwa sagu adalah “Permata yang belum maksimal dimanfaatkan”. Hal ini karena luasan sagu di Papua Barat yang mencapai sekitar 500.000 ha yang tersebar di Kab. Sorong, Kab. Sorong Selatan, Teluk Wondama dan beberapa kabupaten lainnya. Komoditas ini dapat diolah menjadi berbagai bentuk produk baik produk primer berupa sagu basah ataupun kering maupun berbagai produk turunan diantaranya adalah mie, biscuit dan berbagai olahan lainnya. Selain itu ampas sagu dapat dimanfaatkan menjadi kompos dan pakan ternak. Olehnya itu pengembangan sagu harus dilaksanakan secara terintegrasi dan juga perlu memperhatikan aspek wisata. Pengembangan sagu ini juga harus melibatkan multi stake holder.

    Kepala BPTP Papua Barat Zainal Abidin SP, MP menyampaikan pentingnya pengembangan produk-produk sagu dengan pemanfaatan teknologi hulu-hilir sehingga dapat diperoleh nilai tambah yang optimal. Dalam kesempatan ini juga Kepala BPTP Papua Barat melaporkan, bahwa Tim Badan Litbang Pertanian yaitu Tim Balai Besar Sumber Daya Lahan dan BPTP Papua Barat telah memetakan kawasan pengembangan dan areal implementasi teknologi sagu di Kab. Sorong.   

    Untuk mendukung pengembangan sagu di Papua Barat, Wakil Bupati Kab. Sorong dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa program kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun ini (2021) yaitu pembuatan jalan ke lokasi tanaman sagu dapat dikaitkan dengan kegiatan ini. Selanjutnya beliau juga menyapaikan bahwa Bupati Kab. Sorong mendukung program kegiatan yang akan dilaksanakan, hal ini dapat mendukung masyarakat Papua Barat untuk diberdayakan melalui pembinaan dengan harapan masyarakat papua dapat bersaing secara ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan setiap perkembangan kegiatan perlu adanya pelaporan yang baik agar pemerinta kabupaten sorong dapat mengetahu apa saja tahapan-tahapan yang telah dan akan dilaksanakan.

    Beberapa respon yang dapat disimpulkan dalam Temu Koordinasi  tersebut yaitu terkait data lokasi, data tanaman sagu, dan kepemilikan lahan yang harus clean and clear, perlu memvalidasi kelompok tani sagu serta ternak yang akan diintegrasikan, produk-produk turunan sagu akan dihasilkan perlu difokuskan pada produk-poduk yang memiliki nilai jual dan nilai tambah yang tinggi serta menghasilkan mutu yang baik, kemudian berkaitan dengan parawisata, dipandang perlu melibatkan LSM dan media, dan perlu adanya sharing tugas dan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi instansi terkait untuk menghindari ego sektoral dengan harapan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Diakhir kegiatan, Kepala Dinas TPHBun menyampaikan agar semua instansi yang terkait mengambil peran sehingga kegiatan ini dapat berhasil sesuai yang diharapkan.

     

    READ MORE
  • Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Musim Hujan

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat ikut serta dalam “Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Datangnya Musim Hujan” dalam rangka meningkatkan produktifitas dan mengurangi risiko gagal panen akibat serangan hama penyakit pada Jumat (27/09/209) di Kampung Sidey Baru, Manokwari. Kegiatan tersebut dikomando langsung oleh Babinsa, Penyuluh dan Kelompok Tani setempat. Turut hadir pula Paulus Demas Mandacan, S.Sos, M.Dev  selaku Bupati Manokwari, Ir. Demas Wamaer, MP  selaku Kepala BPTP Balitbangtan Papua Barat serta anggota DPRD, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari juga tamu undangan lainnya.

    READ MORE
  • Hari Pertama Pelaksanaan Seminar Hasil Kegiatan Tahun Anggaran 2021

    Manokwari, 5 Januari 2022 dilaksanakan kegiatan seminar hasil kegiatan pengkajian dan diseminasi tahun anggaran 2021 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat hari pertama. Kegiatan ini sebagai wujud pertanggung jawaban kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2021. Acara ini di hadiri oleh Kepala Balai Papua Barat Bapak Zainal Abidin, S.P., M.P., Kepala Subbagian Tata Usaha Bapak Ida Ruyadi S.Sos dan juga seluruh pegawai jabatan fungional BPTP Papua Barat meliputi Peneliti, Penyuluh, dan Teknisi Litkayasa.

    Acara dibuka langsung oleh kepala BPTP Papua Barat dimana beliau menyampaikan bahwasanya program yang telah dilaksanakan dengan baik di BPTP Papua barat tahun 2021 menjadi landasan kita untuk melangkah tahun ini,  dimana tahun depan bisa menjadi lebih baik.

    Pada hari pertama acara dilaksanakan penyampaian pemaparan dengan sistem panel, untuk panel yang pertama terbagi antara lain kegiatan Diseminasi Inovasi Pertanian melalui Bimbingan Teknis oleh M. Fathul Ulum Ariza, S.P., M.Si; kegiatan Pengelolaan Tagrinov oleh Nicolays Jambang, S,TP, M.Sc.; kegiatan Pendampingan Upaya Khusus Peningkatan Produksi dan Produktivitas Komoditas Strategis oleh Ir. Demas Wamaer MP. dan sebagai pembahas Dr. Ir. Amisnaipa,MSi dan Bapak Subiadi S.P., M.Sc.

    Panel kedua terdiri dari kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Genetik Tanaman di Papua Barat oleh Herman Rois Tata, S.P., M.P; kegiatan Produksi Benih Sebar Padi oleh Subiadi, S.P., M.Sc.; Produksi Benih Kedelai oleh Apresus Sinaga, S.P., M.Sc. dan sebagai Pembahas Ir Demas Wamaer, M.P. dan Zainal Abidin S.P., M.P. Hari pertama kegiatan seminar hasil hari pertama ditutup oleh panel ketiga yang terdiri dari kegiatan Produksi Benih Sebar Pepaya oleh Nicolays Jambang, S.TP, M.Sc.; Kegiatan Produksi Benih Sebar Kopi Arabica dan Hilirisasi Teknologi dan inovasi balitbangtan di Papua Barat (Komoditas Kopi) oleh Herman Rois Tata, S.P., M.P. dan Hilirisasi Teknologi dan inovasi balitbangtan di Papua Barat (Komoditas Pepaya) oleh Sostenes Konyep, S.P. dan sebagai pembahas adalah Zainal Abidin S.P., M.P. dan Subiadi S.P., M.Sc.

    Semua sesi atau panel seminar hasil pada hari pertama berjalan dengan baik dengan adanya diskusi dari seluruh peserta seminar. Semua peserta aktif memberikan masukan kepada penanggungjawab kegiatan agar kedepan kegiatan-kegiatan berjalan semakin baik lagi.

    READ MORE
  • Karyawisata TK Permata Hati Manokwari ke BPTP Papua Barat untuk Mengenal Tanaman Buah dan Sayur

    Pengenalan berbagai macam tanaman kepada generasi muda sangatlah penting dilakukan sejak dini. Seperti yang telah dilakukan TK Permata Hati Manokwari berkunjung Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat dalam rangka karyawisata pertanian pada hari ini, Senin (29/11/2021).

    Seluruh siswa-siswi diterima langsung oleh KaSubag Tata Usaha, Ida Ruyadi, S.Sos dan beberapa pegawai yang bertugas, sedangkan untuk melihat dan belajar langsung mengenai berbagai tanaman akan dipandu oleh tim penyuluh BPTP Papua Barat. Ucapan terimakasih juga disampaikan oleh Kepala TK, Ibu Bisri Makrufiatin, S.Pd karena telah menerima anak-anak untuk belajar tentang pertanian.

    Rute yang pertama adalah mengenal tanaman jagung manis yang dipandu oleh Arya Bima Senna, SP. Anak-anak diperkenalkan ciri-ciri tanaman jagung hingga diperlihatkan tongkol jagung sudah mulai muncul. Selanjutnya, untuk pengenalan tanaman porang dipandu langsung oleh Sostenes Konyep, SP. Anak-anak terlihat sangat semangat mendengarkan dan melihat langsung contoh dari tanaman porang.

    Memasuki rute yang terakhir sebenarnya anak-anak sudah mulai lelah karena cuaca sangat terik sehingga membuat mereka kegerahan. Namun, mereka kembali bersemangat setelah mengetahui mereka akan berkunjung ke lahan jeruk yang sudah banyak buahnya. Belajar mengenai pengenalan tanaman jeruk dipandu oleh Muh. Fathul Ulum Ariza, S.P., M.Si. Antusiasme mereka sangat terlihat ketika mendengarkan penjelasan mengenai tanaman jeruk. Mereka juga diajarkan bagaimana cara memanen buah jeruk yang benar. Masing-masing anak mendapat satu buah jeruk untuk dibawa pulang.

    Setelah selesai kegiatan, semua kembali ke kantor utama untuk beristirahat sambil menikmati buah jeruk yang sudah dipanen. Ada juga buah pepaya merah delima yang sudah disiapkan dinikmati bersama. Semangat anak-anak sangat terlihat dari awal kegiatan sampai selesai. Harapannya dengan belajar mengenai berbagai tanaman sejak dini, mereka jadi lebih mengenal berbagai macam tanaman disekitarnya.

    READ MORE
  • Melirik Potensi Kopi Arfak, BPTP Bina Petani Kopi

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan tindak lanjut kegiatan pengembangan budidaya kopi di Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak pada Kamis, 23 Mei 2019.

    Kegiatan tersebut diawali dengan diskusi terkait pengembangan kopi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), dan calon petani binaan mengenai potensi pengembangan kopi di daerah tersebut.

    Selanjutnya dilakukan penyerahan 30 bibit kopi kepada calon petani binaan sebagai bibit percobaan dari kegiatan tersebut. Luas lahan kopi yang rencananya akan disediakan petani sekitar 600 ha yang berada pada 6 titik lokasi.

    Seperti yang diketahui saat ini, perkembangan industrialisasi kopi di Indonesia mempunyai prospek yang baik, dikarenakan potensi pasar masih sangat terbuka baik domestik maupun pasar global. Permintaan akan kopi juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga upaya BPTP dalam membantu pengembangan budidaya kopi di Pegunungan Arfak dirasa tepat untuk dilakukan.

    Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kopi di Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak bagi petani dan masyarakat dilingkungan sekitar baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi yang lain, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

    READ MORE
  • Optimalisasi Obor Pangan Lestari dengan Hidroponik

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)  Papua Barat bekerjasama dengan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat mengadakan pelatihan hidroponik pada Jumat (08/11/2019) di Kediaman Wakil Gubernur Papua Barat, Susweni, Manokwari.
    Kegiatan tersebut berupa bimbingan teknis mengenai budidaya hidroponik yang merupakan rangkaian kegiatan Obor Pangan Lestari (OPAL).

    READ MORE
  • Pelantikan Pengurus KTNA Provinsi Papua Barat

    BPTP Papua Barat - Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P menghadiri pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Papua Barat masa bakti 2018-2023 pada Kamis (28/02/2018) yang bertempat di Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat.



    Acara pelantikan tersebut dibuka dengan laporan Ketua Panitia pelantikan pengurus periode ke III 2018-2023, Ir. Agus Tanati. Agus juga menyampaikan bahwa persiapan Pekan Daerah (PEDA) IV yang merupakan even tingkat provinsi lalu bergilir ke tingkat Kabupaten/Kota di Kabupaten Teluk Bintuni. KTNA Papua Barat secara independen akan menjadi mitra daerah dibidang pertanian, peternakan, kelautan dan kehutanan.

    Sambutan selanjutnya adalah dari Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua Barat Drs. Muhammad A.Tawakal menyampaikan visi dan misi dari pembangunan wilayah Papua Barat.

    Visi pembangunan Papua Barat yakni aman, mandiri dan bermartabat. Sedangkan, terkait dengan misi yaitu menanggulangi kemiskinan dan pemanfatan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kesejahteraan masyarakat.

    Ia berharap hal tersebut dapat menjadi pendoman untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun rencana strategis agar kesejahteraan masyarakat segera terwujud.

    KTNA diharapkan dapat menjadi wadah dalam mencari solusi atas permasalahan petani dan nelayan. Dengan adanya pelantikan pengurus KTNA Papua Barat, sehingga secara sah organisasi tersebut sudah bisa melaksanakan tugas-tugasnya.


    Beberapa tugas yang sudah mulai dapat dikerjakan diantaranya, (1) Menyusun program strategis,
    (2) Mengkoordinir petani dan nelayan,
    (3) Mencari solusi terhadap permasalahan
     seluruh organisasi SKPD memberikan perhatian untuk membantu dan menyinkronkran progam kerja guna membangun petani dan nelayan asli papua dalam mengatasi permasalahan di bidang pertanian dan kelautan.



    Pelantikan pengurus tersebut dilaksanakan oleh Ketua KTNA Nasional yg diwakili oleh Wakil Ketua Umum KTNA Nasional Dr. Tauwi, SE. M.Si. dengan memberikan sambutannya.

    Tauwi menyampaikan, 68% penduduk masih bergantung pada bidang pertanian, sehingga KTNA diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah untuk membangun pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.

    Merujuk pada Repelita I terkait Dasar-dasar penyuluhan, untuk membina masyarakat petani dan nelayan untuk mencapai swasembada adalah dengan melalui kontak tani yang diwakili oleh ketua kelompok tani.

    Selanjutnya, di Cikea pada tahun 1971 diawali dengan pertemuan perwakilan kontak tani se-pulau Jawa, dihadiri oleh Direktorat Penyuluhan dan Perguruan Tinggi, Badan Musyawarah Kontak Tani Indonesia (Bamukti) yang berubah menjadi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Dengan adanya pelantikan pengurus KTNA diharapkan dapat segera berkontribusi dan bekerja dalam meningkatkan Kesejahteraan Petani.

    Sesuai dengan Surat Keputusan KTNA Nasional Nomor:10/SKEP/P/KTNA-Nas/03/2018, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bertugas sebagai Anggota Dewan Ahli yang berperan dalam mendiseminasikan berbagai Inovasi Teknologi Pertanian dari Badan Litbang Pertanian. Harapannya adalah dapat membantu petani di Provinsi Papua Barat dalam menerapkan inovasi teknologi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraanya.

    READ MORE
  • Pencanangan Tanam Padi Sawah MT II Papua Barat

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP menghadiri kegiatan Pencanangan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II pada Kamis (18/06/2020) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubenur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa arah kebijakan strategis Provinsi Papua Barat untuk mempertahankan ketersediaan pangan selalu diprioritaskan. Dengan anggaran yang diprogramkan untuk pengembangan pertanian, namun tetap memperhatikan konservasi lahan dan lingkungan. Beliau juga menyampaikan apabila menggunakan lahan yang sudah tercetak seluas
    11 ribu hektar, maka bisa mendukung ketersediaan pangan secara lokal tanpa mengharapkan dari luar. Untuk bantuan dari pemprov tersedia anggaran yang dialokasikan sebesar 225 juta/kampung. Yang bisa digunakan pengembangan pangan lokal.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Dr. Yacob Fonataba menyampaikan bahwa kebutuhan konsumsi beras 6.333 ton untuk 980 ribu jiwa penduduk Papua Barat dalam 1 bulan. Secara lokal beras dihasilkan dari padi (sawah dan ladang) tersebar di 11 kab dari 13 kab/kota. Luas Lahan sawah intensif untuk April-September 2020 kurang lebih 3000 ha, jika produksi 5 ton/ha GKG (gabah kering giling) maka hasilnya 15000 ton GKG, atau setara 10.000 ton beras setiap musim tanam yang hanya mencukupi kebutuhan beras 1 bulan lebih, karena kebutuhan per bulan kira-kira 6 ribu ton beras. Padahal selama ini sawah yang sudah tercetak seluas 11.545 ha untuk seluruh Papua Barat, sedangkan yang selama ini sudah dimanfaatkan hanya 7.174 ha saja, tetapi yang intesif digunakan 3000 sampai dengan 5000 ha saja utk setiap musim tanam.

    Diharapkan dengan adanya gerakan tanam padi yang dilakukan sehingga ancaman kekeringan yang disampaikan FAO tidak berdampak pada produksi pangan khususnya beras di dalam negeri.

    READ MORE
  • Pendampingan Internal Persiapan Akreditasi Laboratorium BPTP Papua Barat

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memberikan pendampingan percepatan akreditasi laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua barat pada Rabu (13/03/2019) di Manokwari, Papua Barat.


    Tim pendampingan internal Kementerian Pertanian untuk laboratorium BPTP Papua Barat terdiri dari dua orang, yakni Dr. Romsyah Maryam dan Bapak Eman Sulaiman, M.Si., tim tersebut akan memberikan pendampingan mengenai kesiapan akreditasi laboratorium sebelum nantinya akan dinilai secara langsung oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN memberikan akreditasi kepada Lembaga Sertifikasi, Laboratorium, Lembaga Inspeksi, Penyedia Uji Profisiensi dan Produsen Bahan Acuan.


    Balitbangtan mempunyai tujuan yakni, hasil penelitian dan pengkajiannya dapat diakui secara nasional maupun internasional, sehingga seluruh laboratorium dibawah koordinasi Balitbangtan wajib mempunyai akreditasi. Demi tercapainya tujuan tersebut, maka laboratorium harus ditunjang dengan tersedianya sarana dan prasarana yang baik.


    Menurut Dr. Romsyah Maryam berserta tim, hal-hal yang harus dipersiapkan untuk penilaian akreditasi meliputi kesiapan dokumen prosedur laboratorium, kesiapan sumber daya dan persyaratan kompetensi laboratorium yang berdasarkan pada standar akreditasi ISO/IEC 17025:2017.

    Laboratorium BPTP Papua Barat dianggap mempunyai potensi di wilayah Indonesia Timur. Fasilitas yang dimiliki sudah memadai untuk melakukan pengujian produk pertanian. Produk-produk hasil pertanian juga harus terjamin secara kualitas mutu, sehingga hal tersebut menjadi latar belakang ditunjuknya laboratorium BPTP Papua Barat untuk mendapatkan akreditasi.


    Setelah nantinya memperoleh akreditasi diharapkan laboratorium BPTP Papua Barat mendapatkan pengakuan dalam pengujian dan kalibrasi industri laboratorium, sehingga mampu memberikan manfaat bagi wilayah di Indonesia Timur.

    READ MORE
  • Pengembangan Kebun Kakao Koperasi di Mansel

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan pendampingan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan terkait dengan pengembangan kebun kakao Koperasi Ebier Suht Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan pada Rabu, 22 Mei 2019.

    Luas keseluruhan lahan kakao yang berada dalam manajemen koperasi sekitar 1686 ha, namun baru sekitar 300 ha yang sudah terpelihara dengan baik. Sehingga perlu adanya optimalisasi dalam pengembangan kakao tersebut.

    Kegiatan tersebut berupa diskusi pengembangan kebun kakao koperasi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari selatan, serta pimpinan Koperasi Ebier Suht bersama investor asing.
    Dengan adanya investor asing yang masuk, akan memberikan dampak positif bagi koperasi maupun petani kakao setempat. Koperasi akan diberikan pendampingan dalam  pengembangan kakao oleh investor asing tersebut.

    Disisi lain, dampak positif juga akan dirasakan oleh petani kakao dalam peningkatan pendapatan petani. Dikarenakan hasil panen dari petani kakao dapat langsung dijual kepada koperasi dengan harga yang standar.

    Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kakao di Kabupaten Manokwari Selatan, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

    READ MORE
  • PENGOLAHAN UBI JALAR MENJADI ANEKA OLAHAN KUE

    Pangan lokal nusantara berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Tanaman pangan seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung dan sagu yang telah diolah menjadi tepung akan memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku industri untuk menggantikan tepung terigu yang selama ini impor. Kebutuhan tepung terigu yang semakin tinggi tetapi, Indonesia bukan negara yang menghasilkan gandum yang merupakan bahan baku pembuatan tepung terigu. Sehingga untuk menggantikan bahan baku tepung terigu perlu adanya bahan baku pengganti, agar Indonesia tidak terus menerus bergatung pada negara lain. Salah satu tanaman pangan yang dapat sebagai pengganti  bahan baku tepung adalah ubi jalar.

    READ MORE
  • Peningkatan Kapasitas Penyuluh Lapang

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat menyelenggarakan kegiatan Temu Teknis dalam rangka peningkatan kapasitas penyuluh pertanian di Kabupaten Manokwari pada Kamis (11/07/2019). Acara tersebut diselenggarakan di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari.

    Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer MP juga turut serta dalam membuka acara tersebut. Selain itu hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian lapang baik PNS maupun penyuluh honorer.

    Kegiatan Temu Teknis diselenggarakan secara rutin oleh tim penyuluh BPTP setiap tahunnya, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penyuluh pertanian lapang (PPL) daerah dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian.

    Temu Teknis yang di selenggarakan kali ini mengangkat 3 materi yang dibutuhkan oleh PPL. Materi yang pertama adalah mengenai teknik penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang disampaikan Muhammad Fathul Ulum Ariza, S.P, M.Si. Materi yang kedua mengenai budidaya padi ladang amfibi yang disampaikan oleh Sostenes Konyep, S.P dan materi yang terakhir mengenai optimalisasi gadget dalam menunjang kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh Galih Wahyu Hidayat, S.P.

    Harapannya, dari ketiga materi yang disampaikan oleh narasumber yang berasal dari tim penyuluh BPTP akan memberikan manfaat bagi PPL dalam kegiatan penyuluhan.

    READ MORE
  • Penyerahan Bibit Ayam KUB ke Peternak Plasma

    Pengembangan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) pola inti plasma menjadi salah satu kegiatan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah 'Penyerahan Bibit Ayam KUB, Kandang Ayam, Peralatan Makan-Minum, Pakan dan Obat-obatan' kepada peternak plasma di Kampung Transat, Anday, Manokwari pada Senin (02/12/2019).

    Acara penyerahan tersebut dihadiri oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P., Kasubag Tata Usaha, Ida Ruyadi, S.Sos, Penanggungjawab kegiatan, Ir. Alimuddin, MP serta beberapa pegawai BPTP dan peternak plasma. Dalam sambutannya Kepala BPTP berharap dengan diberikannya bibit Ayam KUB, peternak dapat menyebarkan ke peternak yang lain.

    Penyerahan ratusan ekor bibit Ayam KUB tersebut merupakan upaya penyebarluasan teknologi unggulan Badan Litbang Pertanian. Dalam rangka menunjang program pemerintah untuk memperbaiki peternakan rakyat diperlukan bibit ayam lokal berkualitas.  Ayam KUB memiliki keunggulan dibandingkan ayam kampung biasa. Selain pertumbuhannya yang jauh lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa, ayam KUB juga dikenal lebih tahan serangan penyakit.

    Disisi lain,  Ayam KUB juga mampu bertelur lebih banyak mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, memiliki bobot badan umur 20 minggu (±5 bulan) berkisar antara 1.200-1.600 gram, umur awal bertelur lebih awal sekitar 20-22 minggu dengan bobot telur 35-45 gram. Masa mengeram ayam yang berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali.

    READ MORE
  • Persiapan Pelaksanaan PEDA III di Teluk Bintuni

    Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) III yang akan dilaksanakan di bulan Juli 2019, tim pameran dan diseminasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengunjungi Kabupaten Teluk Bintuni pada 15-16 Mei 2019.

    Terkait pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) III tersebut, BPTP Papua Barat berfungsi sebagai pantia pusat sekaligus peserta pameran.

    BPTP Papua Barat perlu mempersiapkan diri dalam rangka mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian kepada peserta kontak tani nelayan yang akan ikut serta, sehingga diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik.

    Selain itu, tim pameran dan diseminasi BPTP Papua Barat juga melaksanakan identifikasi calon lokasi untuk persiapan display dan demonstrasi plot (demplot) varietas padi amfibi dan jagung.

    Dua komoditas yang akan di display/demplot dibudidiyakan pada lahan kering tumpang sari (padi jagung) dan lahan sawah (padi) yang merupakan obyek-obyek yang nantinya akan di kunjungi peserta pada saat pelaksanaan PEDA III.

    Tim pameran juga berkoordinasi dengan Kepala Dinas  Pertanian dan Ketahanan Pangan Teluk Bintuni,  terkait dengan persiapan pelaksanaan pameran pada PEDA III tersebut.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Teluk Bintuni sebagai panitia lokal berharap persiapan terkait dengan kunjungan lapang harus di lakukan sebaik mungkin sehingga materi yang di diseminasikan dapat di adopsi oleh para petani-nelayan ketika kembali ke daerah asalnya.

    Beliau juga berterima kasih kepada BPTP Papua Barat karena telah mengambil langkah awal dalam persiapan PEDA. Diaharapkan pula bahwa BPTP Papua Barat dapat melakukan pengawalan dengan sebaik-baiknya sehingga demplot dan display varietas yang dilakukan dapat diperoleh hasil yang maksimal.

    Diluar dari pada itu, masih terdapat beberapa kendala terutapa pada petani lokal Teluk Bintuni tersebut. Salah satu kendala petani di Teluk Bintuni itu adalah terkait dengan ketersediaan benih di masayarakat. Benih yang ada tersebut memiliki produktivitas rendah. Oleh karena itu besar harapan petani Kabupaten Teluk Bintuni kepada BPTP Papua Barat dalam pengawalan sebaik mungkin dalam melakukan demplot tersebut dengan harapan nantinya hasil panen pada demplot dapat dijadikan benih untuk kegiatan tanam berikutnya.

     




     

    READ MORE
  • Rapat Koordinasi dan Evaluasi UPSUS Pajale

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi “UPSUS Percepatan LTT Pajale Provinsi Papua Barat” pada Senin (14/10/2019) di Ruang Rapat Hotel Oriestom Bay Manokwari.

    Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, Kodam Kasuari Provinsi Papua Barat, Dinas Pertanian Kabupaten se-Papua Barat dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Manokwari.

    READ MORE
  • Serah Terima Benih Kakao Seedling F1 Hibridra

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. melakukan penyerahan benih kakao seedling dan sambung pucuk sejumlah 25.000 tanaman kepada Bupati Kabupaten Manokwari Selatan pada November 2018. Kegiatan tersebut ditindaklanjuti dengan penyerahan secara simbolis tanaman kakao siap tanam dengan jumlah 15.000 yang berasal dari benih seedling F1 Hibrida pada Senin, 18 Februari 2019.

    Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Papua Barat kepada petani kakao di Manokwari Selatan yang diwakili oleh instansi terkait, yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan.

    Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) memberikan ketentuan untuk mewajibkan setiap produksi benih tanaman perkebunan oleh lembaga mana pun harus bersumber dari blok penghasil tinggi atau kebun-kebun yang telah dinilai oleh instansi terkait, dan dinyatakan layak memproduksi benih berupa biji maupun stek yang berdasarkan ketentuan yang berlaku oleh Kementerian Pertanian. 

    Benih kakao tersebut berasal dari Balai Benih Induk Tanaman Perkebunan (Kakao), di Besum–Jayapura dengan legalitas Kebun Benih berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 553/KPTS-II/1999 tangal 14 Juli 1999. Kebun benih Besum sendiri menghasilkan beberapa Klon unggulan Nasional yang kemudian menjadi pilihan utama oleh BPTP Balitbangtan Papua Barat untuk menghasilkan benih F1 Hibrida Seedling maupun F1 Hibrida untuk keperluan batang bawah.  Klon-klon unggulan tersebut sebagai berikut: ICS-60, UIT-1, Sca-6, GC-7, DR-1, TSH-858 dan Sca-12.

    Kepala BPTP Papua Barat juga berharap dengan pemberian benih kakao Hibrida F1 seedling tersebut, dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan untuk mengembalikan citra spesifik wilayah tersebut sebagai sentra Kakao di Papua Barat bahkan Indonesia Timur. Harapan lain adalah distribusi tanaman kakao dapat meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Kabupaten Manokwari Selatan.

     

    READ MORE
  • Sosialisasi Kostratani dan Model BPP di Papua Barat

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat menghadiri acara "Sosialisasi Kostratani dan Model BPP Kostratani yang diselenggarakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari pada Selasa (21/07/2020) di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari.

    Dalam sambutan dan arahan Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Manokwari, Ir. Kukuh Sapto Yudo mengatakan bahwa perubahan-perubahan banyak yang terjadi, terutama Kostratani seperti Kostrawil (Kostra Wilayah) ada di Gubernur, Kostrada(Kostra Daerah) ada di Bupati dan Kostra tani ada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).  menurut Kukuh hal tersebut merupakan pekerjaan terhadap penyuluh yang ada di LAKU (Latihan dan Kunjungan).  Lebih lanjut Kukuh mengatakan bahwa ada 5 BPP yang ditunjuk oleh Dinas Kabupaten Manokwari untuk mendukung kegiatan Kostra Tani dari kelima BPP tersebut diantaranya adalah  (1) BPP Manokwari Utara, (2) BPP  warmare, (3) BPP Prafi Mulya, (4) BPP Masni dan (5) BPP Sidey.  Dari kelima  BPP tersebut akan dipasilitasi alat berupa drone untuk mendukung kegiatan Kostra tani di BPP.

    Direktur Polbangtan Manokwari, drh. Purwanta, M.Kes menjelaskan lebih luas mengenai tujuan pembangunan pertanian mulai dari menyediakan pangan sekitar 267 jiwa, meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan expor hingga mencapai produktivitas kualitas dan kontinuitas dan hal tersebut akan di harapkan pada kegiatan Kostratani. Sementara implementasi  kegiatan Kostratani ditekankan pada (1) Penguatan kelembagaan termasuk didalamnya Simluhtan, Siluhtan dan Cyber Extension, Posluhdes, Kelembagaan Ekonomi Petani, Poktan dan Gapoktan, (2) Peningkatan kapasitas SDM seperti Petugas Pendukung, Penyuluh dan petugas Fungsional lain, Petani (milenial), pengusaha agribisnis), (3) Peningkatan penyelenggara dukungan terhadap program utama Kementerian Pertanian yaitu propaktani, Grasida, Gedor Horti, Sikomandan, GraTIEKs, KUR, PMS, dan Inovasi Teknologi. Acara diakhiri dengan diskusi seputar kegiatan Konstratani yang mendapatkan banyak respon baik dari tamu undangan.

    READ MORE
  • Tanam Perdana Pembangunan Taman Agrowisata Polda Papua Barat

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bersinergi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat melaksanakan acara tanam perdana pembangunan Taman Agrowisata Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-68, kemarin (21/07/2020).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari daerah Papua Barat , Kepala Kepolisian Daerah Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Dr. Tornagogo Sihombing,S.I.K.,M.S , Wakapolda Papua Barat Irjen. Pol. Drs. Pietrus Waine, S.H., M.Hum,  para peserta dari Polda Papua Barat dan tamu undangan serta Perwakilan dari Peneliti dan Penyuluh BPTP Papua Barat.

    Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Ibu Martha Tornagogo Sihombing selaku ketua Bhayangkari daerah Papua Barat, ia mengatakan sangat mengapresiasi Pihak BPTP Papua Barat dalam upaya melakukan implementasi desain taman agrowisata Polda Papua Barat dan mengharapkan agar pihak BPTP dapat terus mendampingi selama proses berlangsungnya perancangan taman agrowisata ini.

    Kasie Kerja Sama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Papua Barat Dr. Aser Rouw SP M.Si mengatakan bahwa masalah urusan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, salah satunya adalah ketersedianya tanaman lokal disetiap daerah,  Maka dari itu BPTP Papua Barat sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Polda Bhayangkari dalam menggalakan kegiatan menanam tanaman lokal asli Papua. Disampaikan juga bahwa dalam merancang  konsep agrowisata tersebut sudah mempertimbangkan berbagai faktor antara lain ekonomi, edukasi, dan estetika. Maka dari  itu pihak BPTP dipastikan akan terus mendukung dan mendampingi bahkan sampai ke para petani.

    Acara dilanjutnkan dengan penyerahan benih tanaman asli Papua secara simbolis dari BPTP Papua Barat kepada perwakilan polda Bhayangkari, kegiatan tanam perdana ini dipimpin oleh Dr. Ir. Amisnaipa, M.Si dan Ketua Bhayangkari. Tanaman yang akan ditanam merupakan beragam tanaman lokal asli Papua, ada juga beberapa tanaman lain yaitu semangka, terong, kangkung, cabai rawit, ubi jalar, pepaya merah delima, matoa dan sukun.

    Penulis: Steven Witman, AMd

    READ MORE
  • Tingkatkan Produktivitas Pertanian dengan IP

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan program peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yang bertujuan untuk meningkatan produktivitas tanaman pangan. Indeks pertanaman (IP) adalah rata-rata masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama.

    Kegiatan peningkatan IP dilaksanakan oleh tim BPTP Papua Barat dan ikut serta pula petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan pada 22 dan 23 Mei 2019.

    Salah satu strategi dalam peningkatan produksi pertanian adalah dengan ekstensifikasi yaitu dengan pembukaan lahan pertanian baru. Upaya yang dilakukan adalah pembukaan lahan cetak sawah baru di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan dengan luas 54 ha dengan rencana Demonstrasi Plot (demplot) seluas 10 ha dengan komoditas tanam padi gogo serta jagung.

    Beberapa kelompok tani yang menjadi binaan BPTP Papua Barat di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari kali ini diantaranya Kelompok Tani Imbeisba 1, Kelompok Tani Imbeisba 2, dan Kelompok Tani Mbut Aniyai. Ketiga kelompok tani tersebut saat ini sedang berbudidaya komoditas lokal berupa keladi, batatas, singkong, pisang dan tanaman lokal lainnya.

    Namun demikian masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program tersebut diantaranya belum tersedianya akses jalan menuju lokasi lahan cetak sawah baru tersebut, pengairan yang belum tertata dengan baik. Diharapkan kegiatan tersebut berjalan dengan baik kedepannya.

    READ MORE