• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Bimtek Sistem Tanam dan Pemupukan Spesifik Lokasi Jagung

    Sebagai bagian dari rangkaian program BPTP Papua Barat di tahun 2019 ini pada program “Penerapan Inovasi Teknologi Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman (IP)”, maka BPTP Papua Barat mengadakan Kegiatan Bimbingan Teknis Sistem dan Pemupukan Spesifik Lokasi Tanaman Jagung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 29/08/2019 dan mengambil tempat di Aula Koperasi Ebier Suth Cokran Unit Usaha Perkebunan Coklat dan Jagung yang beralamat di Jalan Warsui RT/RW 003/001 Kampung Abresso Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan.

    READ MORE
  • Panen Jagung di Manokwari Selatan

    Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yang merupkan salah satu pilihan untuk peningkatan produksi. BPTP Papua Barat adalah salah satu UPT di daerah yang mendiseminasikan kegiatan peningkatan indeks pertanaman Kementan. Kegiatan ini dilaksanakan  pada lahan kering di  Ransiki  Kabupaten Manokwari Selatan, dengan luas  denfarm 10 hektar. Penerapan inovasi teknologi pertanian yang diterapkan adalah dengan penggunaan VUB Jagung Bisma, Sistem jarak tanam legowo 4:1, jarak tanam 75 cm x 45 cm Penggunaan pupuk berimbang sesuai hasil uji UPTK , panen dan pasca panen yang benar.

    Acara kegiatan Panen Bersama dilaksanakan di Kampung Nyamtui, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.  Hari  selasa, tanggal 9 Oktober 2018,  dihadiri sekitar 100 orang.   Yang  dihadiri oleh Kepala BPTP Papua Barat, Kadis Ketahanan Pangan Dan  Pertanian  Manokwari Selatan beserta Kabidnya, Peneliti/Penyuluh BPTP Papua Barat, Penyuluh Daerah, Aparat Desa, kelompok tani dan para Petani di Kab. Manokwari Selatan.

    Diawali dengan sambutan Kepala BPTP Papua Barat  Ir. Demas Wamaer, M.P., mengtakan bahwa BPTP Papua Barat mendampingi inovasi teknologi pertanian dan salah satu diantaranya adalah pengenalan varietas unggul baru jagung varietas Bisma serta pengetahuan dan teknologi pertanian lainnya. Selain jagung juga diperkenalkan benih padi yaitu padi gogo (padi ladang). Selain itu dijelaskan juga bahwa tujuan indeks pertanaman jagung ini adalah agar penanaman jagung bisa tiga kali pertahun sehingga pendapatan petani dapat meningkat dan dapat mensejahterakan kehidupan keluarganya.

    Pada sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Manokwari Selatan, H. Bua, S.ST., memberikan ucapan terima kasih kepada BPTP Papua Barat atas bantuan dan pendampingan yang diberikan kepada petani yakni berupa  padi, jagung dan pepaya. Harapan Ka. Dinas kegiatan ini bukan saja sampai disini artinya kegiatan Indeks Pertanaman (IP) dapat berlanjut. Kembali Kepala Dinas bersyukur karena sangat diperhatikan khususnya kelompok tani Pasmeda dan Nyamtui Distrik Ransiki.  Kepala Dinas kembali berharap pengembangan tanaman jagung tidak saja seluas 10 Hektar tapi dapat dikembangkan sampai dengan 50 – 100 hektar. Ditegaskan pula bahwa beliau siap bekerja sama dengan BPTP Papua Barat dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Manokwari Selatan ini.

    Lebih lanjut  Dr. Aser Rouw, SP, M.Si, selaku penanggung jawab Indeks Pertanaman (IP) lebih mengarah kepada sistem dan cara panen yang baik pada tanam jagung sehingga bisa menghasilkan benih yang baik untuk ditanam kembali. Menurut beliau bahwa hasil produksi jagung kegiatan IP ini dapat menghasilkan pipilan kering jagung sekitar 5 ton/ha.

    Kegiatan Panen Bersama Indeks Pertanaman (IP) Jagung didukung dengan pengembangan komunikasi  inovasi informasi pertanian melalui media elektronik yakni melalui  siaran Televisi Daerah di Kabupaten Manokwari-Papua Barat. Sehingga diseminasi inovasi Teknologi Pertanian yang diinovasikan oleh BPTP Papua Barat, tidak saja sampai kepengguna setempat yakni Manokwari Selatan tapi dapat terjangkau keseluruh daerah yang ada Provinsi Manokwari-Papua Barat. (Halijah)

     

    READ MORE