• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Akreditasi Laboratorium BPTP Papua Barat oleh KAN

    Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat menjadi salah satu laboratorium dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang termasuk dalam pengajuan akreditasi. Dalam proses akreditasi, tahap asesmen dilaksanakan untuk menilai langsung di lapangan kesesuaian pemenuhan persyaratan kompetensi labotarium yang menjadi acuan, yaitu ISO/IEC 17025:2017. Asesmen lapangan dibuka bersama tim asesemen dari Komite Akreditasi Nasional (KAN)  pada Senin (18/03/2019) di Manokwari, Papua Barat.

    Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer sebagai Manajer Puncak Laboratorium, M.P, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPTP Papua Barat, Ida Rusyadi, S.Sos, sebagai Manajer Administrasi Laboratorium, Manajer Teknis Laboratorium BPTP Papua Barat, Nicolays Jambang, S.TP, M.Sc. beserta tim laboratorium. Proses asesmen dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin sampai Selasa, 18-19 Maret 2019.

    Nico menyebutkan, awal laboratorium BPTP Papua Barat dibangun pada tahun 2016, dilanjutkan dengan pengadaan bertahap prasarana laboratorium dari tahun 2017 sampai tahun 2019 yang masih berjalan. Laboratorium BPTP Papua Barat diresmikan pada 14 November 2018. Nico juga menyampaikan bahwa laboratorium mempunyai peluang yang besar, dikarenakan belum tersedianya laboratorium pengujian proksimat terakreditasi khususnya untuk komoditas lokal di wilayah Indonesia Timur.

    Disisi lain, potensi wilayah Papua Barat untuk mengekspor hasil prouksi pertanian dapat didukung dengan adanya laboratorium pengujian sebagai salah satu jaminan mutu produk bernilai tambah, sehingga hasil pertanian wilayah Indonesia Timur dapat diolah dengan tepat dan terdistribusikan dengan baik ke wilayah lainnya.

    Salah satu tim Komite Akreditasi Nasional (KAN), Dr. Asep Nugraha Ardiwinata, M.Si mengatakan, proses akreditasi bertujuan untuk melihat secara langsung pemenuhan persyaratan dari segi teknis maupun manajemen yang mengacu pada ISO/IEC 17025:2017. Ia juga mengatakan bahwa proses akreditasi akan melibatkan personil dari laboratorium melalui wawancara secara langsung.

    Ruang lingkup dari akreditasi laboratorium tersebut meliputi analisa proksimat serealia dan  umbi-umbian baik segar maupun olahannya, lantas pengujian proksimat yang dapat dilakukan antara lain: kadar air, kadar abu, lemak kasar dan protein kasar.

    READ MORE
  • Arahan Kepala BPTP Papua Barat kepada CPNS 2019

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Ir. Demas Walmaer, M.Si memberikan arahan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah siap menerima tugas masing-masing penempatan pada Rabu (27/12/2019) di Ruang Sidang BPTP Papua Barat.

    Arahan yang diberikan berupa motivasi kepada CPNS untuk terus berprestasi dimana pun wilayah penempatan kerjanya.

    Kabalai menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan, satu diantaranya adalah terkait dengan komitmen CPNS untuk memberikan kontribusinya kepada BPTP dan juga penerima manfaat, yang mana adalah petani.

    BPTP mempunyai kewajibkan untuk terus memberikan inovasi berdasarkan spesifik lokasi. Kabalai BPTP Papua Barat juga mempunyai harapan yang besar kepada seluruh CPNS yang notabene merupakan generasi milenial.

    Ide-ide untuk mengembangkan inovasi harus terus digali agar semakin memberikan manfaat yang besar dan dapat membantu petani dalam mewujudkan kesejahteraannya, khususnya petani di wilayah Papua Barat.

    CPNS BPTP Papua Barat terdiri dari tiga formasi, yang diantaranya adalah calon Peneliti Ahli Pertama, calon Penyuluh Ahli Pertama, dan calon Teknisi Litkayasa. Sehingga dengan adanya CPNS tersebut diharapkan mampu memperkuat kinerja dari BPTP Papua Barat.

    READ MORE
  • Ayo Gerakan Ekspor, Generasi Milenial Bangsa

    BPTP Papua Barat bersinergi dengan Karantina Pertanian Manokwari dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menyelenggarakan sosialisasi Ayo Gerakan Ekspor kepada Generasi Milienal Bangsa (Agrogemilang) di Aula Polbangtan Manokwari pada hari Rabu (20/02/2019). Acara tersebut digelar dalam rangka mendukung pemerintah dalam upaya ekspor produk pertanian, khususnya kakao yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Papua Barat. Generasi mileneal yang hadir sebagai peserta sosialisasi adalah mahasiswa program studi teknik produksi perkebunan dan Penyuluhan Pertanian Polbangtan Manokwari yang berjumlah 50 orang peserta.

    Kegiatan sosialiasi dilakukan dalam bentuk presentasi dan diskusi yang diawali dengan penyampaian sambutan penyelenggaraan oleh kepala Stasiun Karantina Manokwari, bapak Lukas Saiba dan sambutan pembukaan acara oleh kepala Polbangtan, drh Purwanta, M.Kes selaku Pembina generasi milineal di Papua barat. Bapak Lukas Saiba menyampaikan bahwa generasi milinenal diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam pembangunan pertanian, khsusnya di wilayah Papua Barat. Untuk itu, perlunya sinergi dan kebersamaan dari semua stakeholder terkait untuk mendorong pengembangan komoditas Kakao sebagai komoditas unggulan di Papua Barat. Sementara itu, Kepala Polbangtan Manokwari menjelaskan tentang siapa itu generasi milenial, posisi polbangtan sebagai Pembina generasi milienial di Papua Barat, serta menjelaskan tentang program-program strategis kementerian pertanian.

    Presentase dilakukan oleh BPTP Papua Barat, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunanan Provinsi Papua Barat, dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II B Manokwari. Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP) BPTP Papua Barat  sebagai pemateri menyampaikan bahwa potensi produksi tanaman kakao di Papua Barat sangatlah tinggi, terlihat dari kejayaan produksi kakao pada tahun 1980an- menjelang akhir 1990-an. Sehingga hal tersebut merupakan pekerjaan seluruh stakeholder terkait untuk kembali ke masa kejayaan itu. mengenai peranan milenial yang dapat mendukung program tersebut. Ia menyebutkan, generasi milenial haruslah berpikir kritis, kreatif juga berdaya saing tinggi. Menurutnya, generasi milenial harus mengetahui apa yang akan menjadi trend kedepan, juga mengenali potensi wilayah Papua Barat dengan peluang untuk mengembangkan komoditas kakao dalam usaha tani. Tidak hanya mengenai budidaya saja yang diperhatikan, tetapi juga pengolahan biji kakao menjadi produk olahan akan mempunyai peluang untuk menembus pasar ekspor. Permintaan biji kakao yang sudah difermentasi juga menjadikannya bernilai lebih tinggi. Harapannya petani milenial mempunyai pandangan untuk menjemput peluang tersebut. Indonesia mempunyai komoditas kakao untuk dibudidayakan, tetapi dibandingkan dengan Belanda yang tidak mempunyai potensi untuk budidaya kakao, tetapi negara Kincir Angin tersebut mempunyai nilai tertinggi dalam mencukupi kebutuhan cocoa butter dipasar internasional. Hal tersebut merupakan catatan penting Indonesia untuk lebih serius dalam meningkatkan produksi kakao dan lebih peka dalam membaca peluang pasar internasional.

    Pihak Dinas menyampaikan tentang program-program kementerian Pertanian dan Program daerah untuk pengembangan Kakao di Papua Barat. Perlu semangat generasi milineal untuk ikut mendorong produksi dan ekspor komoditas Kakao dan menjadikan Papua barat sebagai salah satu sentra pengembangan kakao di Indonesia. Sedangkan pihak Karantina Manokwari menjelaskan peran Karantina dalam mendukung keamanan produk dipintu masuk dan keluar. Dijelaskan pula tentang persyaratan dan mekanisme proses dalam mendapatkan sertifikat kesehatan tumbuhan.

    Dalam sesi diskusi yang terbagi dalam dua sesi, peserta generasi milineal menunjukkan antuasiasme yang tinggi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang program-program pengembangan kakao di Papua Barat, dan bagaimana peran mereka secara khusus dalam memanfaatkan informasi teknologi untuk pengembangan komoditas pertanian unggulan di Papua Barat. Pertanyaan-pertanyaan peserta generasi milienal tersebut direspon secara baik oleh para pemateri. Acara sosialisasi ini memberikan implikasi positif untuk menggerakkan petani milenial untuk mau dan mampu mengembangkan dan Ekspor komoditas kakao  dari Papua Barat.  

    READ MORE
  • Bagikan Sembako ke Warga Sekitar, Kepala BPTP: Semoga Bermanfaat

    Kementerian Pertanian bersama UK/UPT di seluruh Indonesia menggelar bakti sosial dengan membagikan sembako kepada tenaga harian lepas (THL), dan warga di lingkungan UK/UPT masing-masing pada Jumat (17/04/2020).

    Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H melalui videoconference memberikan arahan dalam acara tersebut. Mentan juga menyampaikan pesan-pesan positif kepada seluruh peserta yang tergabung. Tak lupa ia juga berpesan agar kita terus bersemangat dan tetap menjaga kesehatan.

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat membagikan paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, susu dan mie instan yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP. Ia juga menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian BPTP Papua Barat kepada seluruh pegawai, termasuk para THL dan juga masyarakat. Dengan terjadinya wabah covid-19, semoga bantuan seperti ini dapat bermanfaat.

    Seluruh penerima bantuan tersebut juga mengucapkan terimakasih kepada BPTP Papua Barat. Mereka menyebutkan bahwa bantuan sembako yang diberikan sangat memberikan manfaat, apalagi saat ini harga beberapa kebutuhan pokok mulai naik.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat sekitar atas dampak wabah covid-19 tersebut. Disisi lain, harapan kita bersama adalah pandemi covid-19 dapat segera berakhir.

    READ MORE
  • BPTP Lakukan Sosialisasi Kostratani pada BPP Binaan

    Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan Sosialisasi Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan BPP Model pada hari senin sampai selasa (10-11/08/2020) di Distrik Warmare dan Distrik Sidey Kabupaten Manokwari.

    Kegiatan yang dilakukan selama dua hari tersebut terdiri dari sosialisasi dan pelatihan input data. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Direktur Polbangtan Manokwari, Perwakilan Stasiun Karantina Pertanian Manokwari, Kepala Distrik, Koramil, Polsek, Kepala Kampung dan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL). Tamu undangan tersebut merupakan stalkholder  yang nantinya akan mendukung terselenggaranya program Kostratani dari Menteri Pertanian, sehingga program akan terealisasi dengan cepat.

    Dalam sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Kukuh Saptoyudo, SP, M.Si mengatakan bahwa PPL harus lebih disiplin dalam pencatatan data. Data-data yang nantinya akan diinput oleh PPL akan langsung dapat dilihat oleh Menteri. Diharapkan dengan adanya sistem yang seperti ini, PPL tetap menjaga semangatnya. Kepala Dinas juga menyampaikan bahwa data-data yang nantinya diinput merupakan data-data yang benar terjadi dilapangan dan disertai bukti berupa foto atau yang lainnya.

    Materi dalam sosialisasi disampaikan langsung oleh kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer M.P. beliau menjelaskan mengenai program Kostratani tersebut. Beliau juga menjelaskan mengenai alasan ditunjuknya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Warmare dan Sidey sebagai BPP Model Kostratani. Harapan kedepan BPP tersebut akan menjadi pusat data dan informasi pertanian.

    Untuk mendukung program tersebut, kedepan BPP akan di fasilitasi beberapa peralatan penunjang yaitu komputer, jaringan internet, drone. Penyuluh diharapkan menginput data tiap minggunya sehingga data yang tersaji lebih aktual.

    READ MORE
  • Dorong Petani Lokal Tanam Sayur Organik, Petani Praktikan Pembuatan Pestisida Alami

    Kegiatan BImtek Padat Karya merupakan kegiatan Diseminasi yang dilaksanakan dalam rangka Diseminasi Inovasi Teknologi Badan Litbang Kementerian Pertanian dan untuk peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga/Masyarakat. Kegiatan Bimtek Padat Karya dilaksanakan menyesuaikan kebutuhan teknologi bagi masyarakat setempat. Inovasi teknologi dari Badan Litbang Pertanian disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Pada Bimtek Padat Karya ini terdapat dua materi penting yang disampaikan yaitu: 1). Budidaya Sayuran Organik 2). Pestisida Alami. 

    Kelompok Tani Bina Mandiri merupakan kelompok tani pemula binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Manokwari Oransbari, Manokwari Selatan. Kelompok ini merupakan kelompok tanaman pangan yang menanam padi ladang, umbi-umbian dan hortikultura. Kelompok ini masih kategori pemula dan masih sangat memerlukan pendampingan khususnya dalam hal administrasi kelompok tani. Selain hal tersebut, dinamika kelompok dalam kelompok tani perlu didampingi secara intensif agar masing-masing petani dalam anggota kelompok menyadari manfaat dan pentingnya mengikuti kegiatan kelompok. Kelompok tani terdiri dari petani asli Papua dan petani pendatang. Informasi yang menarik adalah sudah terjadi akulturasi kebudayaan khususnya dalam hal penanaman dan pemasaran hasil pertanian dari petani pendatang kepada petani asli Papua.

    Narasumber kegiatan Bimtek adalah Penyuluh pertanian BPTP Papua Barat yaitu Galih Wahyu Hidayat, SP yang menyampaikan materi tentang Budidaya Sayuran Organik. Narasumber yang berikutnya adalah Arya Bima Senna, SP yang menyampaikan materi tentang Potensi pengembangan Pestisida Alami serta praktek pembuatan langsung bersama dengan peserta Bimtek. Pada pelaksanaan Bimtek Padat Karya ini juga dilakukan praktek langsung penggunaan PUTK (Perangkat Uji Tanah Kering) oleh Teknisi Litkayasa BPTP PB yaitu Steven Witman, A.Md bersama dengan peserta Bimtek.

    Bimtek diikuti oleh 52 orang anggota kelompok tani Bina Mandiri. Anggota kelompok tani memiliki semangat untuk belajar sangat tinggi, respon petani dengan diskusi dan tanya jawab berjalan secara dinamis pada saat penyampaian materi maupun sesi tambahan diskusi. Secara garis besar, pokok permasalahan yang dihadapi oleh petani anggota kelompok tani Bina Mandiri adalah a). Budidaya aneka tanaman sayuran yang menguntungkan, b). Pemasaran produk pada saat panen agar harga stabil dan sesuai dengan harapan petani, c). Keterbatasan alsintan dalam pengolahan lahan d). Bantuan subsidi pemupukan, alsintan dan permodalan serta perlu dukungan jalan pertanian dari Pemkab Manokwari, e).  Administrasi kelompok yang belum bisa sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Pertanian. 

    Rencana Tindak Lanjut dari kegiatan Bimtek adalah koordinasi dengan PPL setempat untuk menggerakkan petani berkelompok sesuai peraturan dan administrasi agar dapat mengakses bantuan dari Dinas Pertanian. Kelompok tani diharapkan dapat pro aktif dalam berkegiatan sehingga dapat dimasukkan dalam RDKK Subsidi Pupuk pada periode yang selanjutnya

    READ MORE
  • Gerak Cepat Laksanakan Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan

    Pada hari Jumat (07/05/2021) dilaksanakan perjalanan Dinas Tim Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan ke SP 11 Distrik Sidey Kabupaten Manokwari di Kebun Pepaya Merah Delima Sdr. Sepi Wariki. Hasil pengamatan Tim di kebun menunjukkan bahwa kondisi Kebun terawat dengan baik, drainase lancar dan tidak ada genangan air. Pada saat tim datang keluarga petani sedang mengumpulkan hasil panen papaya ukuran besar yang masih mengkal (setengah masak) untuk dipacking sebelum dikirimkan ke supermarket MCM (Manokwari City Mall). Hasil diskusi dengan anggota kelompok diketahui bahwa petani dan masyarakat sekitar berminat untuk menanam Pepaya Merah Delima karena sudah melihat hasil nyata pertumbuhan tanaman dan hasil penjualan yang pasti.  Sebagian besar petani memohon agar bantuan benih siap tanam dari BPTP dipercepat pengirimannya. Petani juga berharap dilakukan pelatihan dalam penyemaian benih papaya, agar dapat melaksanakan perluasan area tanam secara mandiri.  

    Terkait dengan rencana pembuatan Dokumentasi Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan, akan dilaksanakan pada kunjungan selanjutnya dengan pengambilan gambar secara lengkap tentang proses budidaya  Pepaya Merah Delima oleh Tim Penyuluh BPTP PB. Proses pemgambilan gambar akan dilaksanakan setelah naskah video selesai disusun agar lebih memaksimalkan dalam efisiensi dan efektivitas proses shooting pengambilan gambar dan sucsess story petani.  

    Selajutnya Tim berkunjung di rumah PPL Bpk Petrus Pardianto, sekaligus diskusi tentang kondisi terbaru pelaksanaan Kostratani di BPP Sidey yang merupakan wilayah binaan BPTP Papua Barat. Rencana penanaman Kedelai dalam rangka kegiatan Kajian Uji Adaptasi Varietas Kedelai Oleh BPTP Papua Barat. Hasil laporan dari PPL bahwa proses persiapan lahan terdapat kendala karena kondisi traktor yang mengalami putus rantai. Pada kunjungan ini juga ditunjukkan Atabela (alat tanam benih langsung) kedelai guna memudahkan dalam proses penanaman, kondisi alat masih bagus dan rencana penanaman 2 butir benih per lubang tanam dengan jarak tanam kurang lebih 20 cm.

    READ MORE
  • Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Musim Hujan

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat ikut serta dalam “Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Datangnya Musim Hujan” dalam rangka meningkatkan produktifitas dan mengurangi risiko gagal panen akibat serangan hama penyakit pada Jumat (27/09/209) di Kampung Sidey Baru, Manokwari. Kegiatan tersebut dikomando langsung oleh Babinsa, Penyuluh dan Kelompok Tani setempat. Turut hadir pula Paulus Demas Mandacan, S.Sos, M.Dev  selaku Bupati Manokwari, Ir. Demas Wamaer, MP  selaku Kepala BPTP Balitbangtan Papua Barat serta anggota DPRD, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari juga tamu undangan lainnya.

    READ MORE
  • Kaji Terap VUB Ampibi di Manokwari, Papua Barat

    Pada hari Senin, 17 September 2018 bertempat di kediaman Bapak Harsono, Ketua kelompok tani Joker Kampung Handuk, Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Papua Barat berlangsung acara sosialisasi Kaji Terap Inovasi Teknologi VUB padi Ampibi Balitbangtan. Acara yang dihadiri 36 orang peserta yang terdiri dari penyuluh BPP, petani dan tim kaji terap dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat bertujuan untuk memperkenalkan 5 VUB padi amfibi yang telah diujicoba di Kebun Percobaan Anday kepada petani untuk dapat digunakan oleh petani sebagai benih pada kegiatan kaji terap.

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena keterlambatan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan yang seharusnya dimulai sejak bulan Mei atau Juni 2018 lalu, terkendala dengan ketersediaan benih sehingga baru dapat dilaksanakan saat benih telah siap. Pada kesempatan itu Kepala BPTP mengharapkan warga sebagai petani kooperator dapat menerima dan bersama pemerintah berupaya untuk mensukseskan program pemerintah dibidang pertanian, seperti program UPSUS (upaya-upaya khusus) PAJALE (Padi, Jagung, Kedele) dan pola tanam tumpang sari.

    Kepala Kampung Handuk, Dorus Muid mewakili tokoh masyarakat dan adat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dimana kegiatan tahun ini dapat diadakan di Kampung Handuk, dan mengajak masyarakat untuk semangat dalam mendukung program-program pemerintah. Sedangkan dalam sambutan Kepala BPP Prafi, Djaka Mastuti, S.ST lebih mengarah ke OPT (organisme pengganggu tanaman) yang kian tinggi tingkat serangannya oleh sebab itu petani diajak untuk memilih varietas unggul yang benar-benar tahan terhadap serangan OPT sehingga hasil produksi bisa maksimal.

    Selanjutnya pemaparan materi oleh Kepala BPTP Papua Barat seputar VUB Amfibi disampaikan secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh petani. Dalam kegiatan kali ini tim BPTP Papua Barat mencoba melibatkan petani OAP (orang asli papua) sehingga mereka bisa terlibat dan memposisikan diri dengan saudara-saudaranya masyarakat trans dari Jawa. Petani OAP ini sudah bertahun tahun bercocok tanam padi gogo namun produksinya masih rendah. Harapan mereka dengan adanya sentuhan teknologi melalui VUB maupun PTT produksi padinya dapat meningkat. Pemaparan materi juga dirangkai dengan diskusi dan tanya jawab mengenai padi amfibi dan permasalahannya. Selain itu dibahas pula mengenai penyakit Blas/ Patah leher dan banyaknya biji padi yang hampa yang selanjutnya di respon Kepala Balai dan Peneliti Hama Penyakit Tanaman dari BPTP PB, Surianto Sipi, SP. 

    Acara selanjutnya adalah penyerahan benih secara simbolis oleh Kepala BPTP Papua Barat kepada perwakilan kelompok tani Handuk dan kelompok tani Kerenu. Sebanyak 200 kg benih yang terdiri dari 5 varietas yaitu varietas towuti, inpago 4, inpago 8, inpago 9 dan inpago 11 diserahkan kepada petani dan menandai dimulainya kegiatan kaji terap inovasi teknologi pertanian di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Selanjutnya para petani diharap dapat mengembangkan lagi beberapa VUB yang telah dicoba yang mempunyai daya tahan terhadap serangan OPT dan sudah beradaptasi dengan baik.

     

    READ MORE
  • Kenalkan Teknologi Padi Amfibi Balitbangtan dan Cabai pada Petani Lokal

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat kembali melaksanakan Bimtek/Padat karya pada hari Rabu 17 Maret  yang dilaksanakan di Kampung Dindey Distrik Warmare Papua Barat. Acara dibuka oleh Kepala BPTP Papua Barat Ir. Demas Wamaer, MP. Kepala Balai selanjutnya menjelaskan tujuan dilaksanakan bimtek padat karya adalah untuk menyalurkan bantuan pemerintah pusat kepada para petani dampak covid-19. Untuk Papua Barat target sasaran penerima bantuan adalah sebanyak 500 petani.

    Selain itu BPTP sebagai lembaga penelitian ingin mendiseminasikan hasil-hasil inovasi Badan Litbang Pertanian kepada petani/kelompok tani. Dalam arahannya, Pak Demas mengharapkan petani dan kelompok tani tidak melihat besar kecilnya bantuan yang diberikan tapi melihat kepedulian pemerintah dalam membantu para petani sehingga ada perputaran uang dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Kepala Balai juga menyampaikan ucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi petani dalam acara bimtek ini. Selain petani hadir pula Kepala BPP dan para penyuluh pendamping. Kepala BPP Warmare, Mulyadi S.ST mendorong para petani untuk mengikuti bimtek ini dengan baik dalam menambah pengetahuan untuk merubah sikap dan perilaku dalam berusaha tani.

    Bimtek   terbagi atas dua sesi, sesi pertama adalah pemaparan materi tentang Pengelolaan Tanaman Padi Amfibi Balitbangtan dilanjutkan dengan praktik Pengujian kadar hara didalam tanah dengan kadar menggunakan perangkat uji tanah kering (PUTK). Kemudian dilanjutkan dengan teknologi budidaya tanaman cabai. Sesi berikutnya adalah tanya jawab seputar masalah-masalah yang dihadapi para petani dilapangan terkait dengan budidaya tanaman padi ladang maupun cabai yang kemudian ditanggapi oleh Narasumber dari BPTP maupun dari BPP Warmare. Materi dibawakan oleh Penyuluh pertanian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat Muh Fathul Ulum Ariza SP, M.Si dan Sostenes Konyep, SP.

    Acara ini dihadiri sekitar 58 Petani orang Asli Papua dan 6 orang penyuluh dari BPP Warmare. Kegiatan Bimtek berjalan dengan baik dan peserta sangat aktif dan antusias dalam sesi diskusi untuk semua materi sekaligus tetap menjaga protokol kesehatan. Walau beralaskan jerami padi sebagai tempat duduk dan beratapkan dedaunan, para petani begitu antusias untuk mengikuti bimtek. Bukan karena bantuan uang yang diberikan pemerintah tetapi materi bimtek yang dibawahkan dirasa sangat penting dalam menambah pengetahuan para petani, demikian tutur salah satu peserta bimtek Soleman Ullo. Soleman Ullo berharap ada bimbingan teknis semacam ini kepada para petani orang asli Papua (OAP) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya di waktu-waktu mendatang.

    READ MORE
  • Kolaborasi BPTP PB dan TNI dalam Ketahanan Pangan

    BPTP Papua Barat diagendakan akan melakukan kerjasama dengan Batalyon Infantri 761/Kibibor Akinting di Distrik Warmare Kabupaten Manokwari pada tahun 2021 ini. Markas Tentara Nasional Indonesia ini dikelilingi oleh eks lahan perkebunan kelapa sawit di satu sisi dan hutan pegunungan yang masuk dalam jajaran pegunungan Arfak di sisi lainnya pada distrik Warmare. Sedangkan pada kawasan sekitar juga terdapat perkampungan penduduk sipil seperti kampung Duin, Iboslati, Dindey, dan Uncen.

    Pada Selasa (9/2) tim BPTP melakukan survey lokasi untuk kegiatan tersebut. Untuk kegiatan tahap awal akan dibuka lahan seluas 1 Ha sebagai lokasi rintisan pengembangan pertanian dalam rangka Ketahanan Pangan. Rencananya lahan rintisan ini rencananya akan ditanami beberapa komoditas pangan dan hortikultura seperti padi gogo, jagung, ubi jalar, ubi kayu, pepaya, dan sayur-sayuran.

    Sebagai hasil inventarisasi awal untuk kegiatan ini diketahui Batalyon Infantri 761/KA di Distrik Warmare memiliki sumber daya berupa ± 60 Ha dan hanya sebagian kecil saja yang telah termanfaatkan sebagai lahan tempat berdirinya gedung dan bangunan kantor; jumlah pasukan sekitar 513 orang; dan alat-alat pertanian cangkul, sabit, dan sekop.

    Rencananya program ini kedepannya akan disinergikan dengan beberapa institusi dan lembaga terkait seperti Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Manokwari, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Papua Barat serta Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat untuk pengadaan sarana prasarana kegiatan. Sedangkan fungsi BPTP sendiri adalah sebagai saluran inovasi teknologi pertanian yang dapat diterapkan untuk rintisan dan pengembangan lokasi pertanian ini.

    Selain itu, diharapkan program ini juga kedepannya dapat melibatkan petani dan kelompok tani di sekitar kawasan Batalyon Infantri 761/KA Distrik Warmare. Pada akhirnya kegiatan ini diharapkan dapat berjalan baik dan menghasilkan manfaat dan kebaikan untuk semua pihak yang nanti terlibat di dalamnya.

    READ MORE
  • Komitmen BPTP dalam Mendukung Program Kerja BKOW Papua Barat

    Hari Senin 11/10/21, Kepala BPTP Papua Barat, Zaenal Abidin, SP, MP menghadiri Rakerda II BKOW (Badan Koordinasi Organisasi Wanita) Provinsi Papua Barat di Hotel Aston Manokwari. Kehadiran Kepala Balai dalam rangka menunjukkan komitmen kerjasama dan dukungan terhadap program-program kegiatan yang dilakukan  oleh BKOW.  Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda II) yang rutin dilaksanakan tiap tahun. Pada tahun 2021 ini dilaksanakan dengan tema 

    "Optimalisasi Kerjasama Organisasi Dalam Rangka Membangun Papua Barat Yang Berkarakter". 

    Dalam sambutan pada acara pembukaan, Ibu Lany Lakotani selaku ketua BKOW Provinsi Papua Barat menyampaikan bahwa "BKOW merupakan organisasi yg mengakomodir anggota biasa dan luar biasa, baik pusat maupun lokal. Tujuan yang ingin dicapai adalah membangun koordinasi dan komunikasi yg baik. Salah satu potensi kaum wanita sebaiknya diberdayakan untuk hal yg baik, yang dapat menentukan baik buruknya suatu bangsa". Lebih lanjut Ibu Lany menyampaikan bahwa "Wanita harus mampu mendukung program pemerintah. Khususnya pemberdayaan ekonomi, dan kesehatan keluarga. Organisasi dlm BKOW diharapkan dapat aktif mendukung program pemerintah. BKOW harus lebih maju dan berjuang di Provinsi Papua Barat". 

    Acara selanjutnya adalah sambutan Asisten II Bidang Ekonomi, Bapak Melkias Warinusa, SH, MH yang menyampaikan Sambutan Gubernur Papua Barat, "bahwa Rakerda dihadapkan dapat menghasilkan program-program kerja yang mendukung kerja pemerintah daerah Provinsi Papua Barat". 

    Pembukaan Rakerda II BKOW diakhiri dg kegiatan ramah tamah antara pengurus pusat dan daerah serta dengan tamu undangan. Pada kesempatan ini Ka.BPTP Papua Barat bersama dg Ibu Ketua BKOW Papua Barat berkomitmen untuk melanjutkan kerjasama pada berbagai program kegiatan, salah satunya adalah kegiatan perbenihan seperti pisang, kakao, pepaya merah delima dan benih yang lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    READ MORE
  • Maksimalkan Potensi Sukun Melalui Diversifikasi Produk

    BPTP Papua Barat mendukung program ketahanan pangan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya. Tujuan dari bimtek ini adalah mendorong petani untuk tetap produktif melalui pengenalan teknologi dan inovasi. Berbagai permasalahan dibidang pertanian dan peternakan diangkat serta dibahas secara sederhana sehingga menghasilkan solusi bagi petani. Tim Peneliti Pascapanen BPTP Papua Barat mendapat tugas melakukan bimbingan teknis teknologi pengolahan komoditas pangan. Komoditas pangan yang dipilih untuk diolah merupakan komoditas melimpah sesuai dengan lokasinya. 

    Pada kesempatan kali ini Kampung Arowi di Distrik Manokwari Timur menjadi sasaran Bimtek Padat Karya. Kampung Arowi merupakan daerah penghasil sukun dalam jumlah yang besar. Pohon sukun berbuah tanpa mengenal musim dengan produktivitas yang tinggi. Masyarakat Kampung Arowi dalam sehari mampu memanen buah sukun hingga puluhan buah dengan berat rata-rata sukun 2-4 kg. Sukun tersebut umumnya dijual pada tengkulak dengan harga 5-15 ribu perbuah tergantung  ukuran. Melihat potensi yang besar inilah Tim Peneliti Pascapanen BPTP Papua Barat mencoba mengenalkan teknologi pengolahan sukun. Tujuan pengenalan teknologi ini adalah untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Kampung Arowi sehingga mampu mengolah buah sukun menjadi produk aneka olahan yang digemari khalayak. Produk aneka olahan buah sukun tersebut diharapkan menjadi sebuah solusi praktis permasalahan rendahnya harga jual buah sukun saat ini.

    Pada hari Sabtu, 20 Maret 2021 Tim Bimtek Padat Karya BPTP Papua Barat yang terdiri atas Peneliti Pascapanen: Nicolays Jambang, S.TP., M.Sc., dan Lukman Hakim, S.Pt., M.Pt. dengan Penyuluh: Galih Wahyu Hidayat, S.P. bergerak memberikan materi teknologi pengolahan sukun. Acara yang sebelumnya dibuka oleh sambutan Bapak Kepala Balai BPTP Papua Barat Ir. Demas Wamaer, M.P. , yang selanjutnya dipandu oleh penyuluh berjalan dengan baik. Masyarakat Kampung Arowi yang didominasi Ibu-ibu mendengarkan penjelasan teknologi pembuatan tepung sukun sebagai produk setengah jadi buah sukun dengan serius. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul karena ketertarikan Ibu-ibu membuat tepung sukun tersebut. 

    Selain tepung sukun sebagai produk setengah jadi buah sukun, Tim Bimtek juga membawa beberapa produk jadi olahan buah sukun antara lain kue kering dan bola-bola sukun. Pada sesi kedua ini Ibu dan Bapak peserta Bimtek semakin antusias mendengarkan penjelasan pembuatan produk olahan sukun. Muncul berbagai ide kreatif  pengolahan sukun lainnya baik dari buah sukun maupun tepung sukun yang didiskusikan. Ide-ide tersebut ditampung dan akan dibentuk pembuatan kelompok tani Kampung Arowi sebagai tindak lanjut masyarakat untuk mewujudkan industri rumah tangga pengolahan aneka produk sukun. Semoga melalui Bimbingan Teknis dari BPTP Papua Barat ini menjadi pendorong kegiatan ekonomi masyarakat Kampung Arowi menjadi lebih sejahtera.

     

    READ MORE
  • Masyarakat Lokal Antusias Ikuti Pelatihan Hidroponik

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat melakukan pelatihan hidroponik pada Senin, (27/01/2020) di Kampung Udopi, Kabupaten Manokwari.

    Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan OPAL (Obor Pangan Lestari). Pelatihan hidroponik diikuti oleh perwakilan 25 organisasi wanita anggota BKOW yang ada di Provinsi Papua Barat serta mengundang masyarakat lokal. Sesuai petunjuk Ketua BKOW yaitu istri Wakil Gubernur Papua Barat, Lany Lakotany bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran kepada ibu rumah tangga anggota organisasi BKOW dan masyarakat tentang pentingnya pemenuhan kesehatan keluarga akan makanan yang bergizi dan bermanfaat.

    Materi yang disampaikan pada pelatihan adalah; 1). Obor Pangan Lestari Dalam Rangka Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pemenuhan gizi keluarga oleh Sostenes Konyep dan 2). Hidroponik Sederhana oleh M.Fathul Ulum Ariza, SP.,M.Si. Selanjutnya dilaksanakan praktek bersama peserta untuk pembuatan hidroponik sederhana sistem sumbu dengan menggunakan limbah botol bekas air mineral dan dilanjutkan praktek persemaian aneka benih sayuran. Kelebihan dari sistem budidaya tanaman hidroponik adalah sebagai berikut: Hasil dan kualitas tanaman lebih tinggi, lebih terbebas dari hama dan penyakit, penggunaan air dan pupuk lebih hemat, mengatasi  permasalahan tanah (kurang subur, penyakit, dll), dan dapat mengatasi masalah keterbatasan lahan.

    Kegiatan tersebut dikaitkan dengan konsep pangan lestari bagi keluarga yang dapat dicapai dengan pembuatan hidroponik sederhana yang memanfaatkan barang-barang limbah keluarga. Antusiasme dari peserta sangat tinggi karena materi yang diberikan dirasakan sangat sederhana dan dapat langsung diterapkan. Selain itu materi juga bermanfaat dan dapat meningkatkan gizi keluarga juga dapat meningkatkan kesejahteraan dengan mengurangi belanja sayuran untuk konsumsi keluarga. Pelatihan hidroponik diharapkan dapat menggugah kesadaran dan semangat ibu-ibu anggota BKOW untuk memanfaatkan barang-barang limbah pekarangan di sekitar lingkungan rumah tangga dan mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

    Dalam kesempatan yang sama, sinergi dengan kegiatan perbenihan juga dilakukan. Secara simbolis diserahkan benih Sukun Sanggeng (Sukun Iriana) yang dikembangkan dari Indukan Sukun di Kab.Manokwari dan Benih Cengkeh Zanzibar dari Blok Penghasil Tinggi di Gorontalo. Kepala Kampung Udopi sangat mengapresiasi kegiatan dan harapannya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Benih tanaman akan ditanam dan dipelihara dengan baik, kelak dapat dijadikan sebagai indukan untuk pengembangan benih tanaman sukun dan cengkeh di Kampung Udopi.

    Penulis: Galih Wahyu Hidayat, SP

     

     

    READ MORE
  • Melirik Potensi Kopi Arfak, BPTP Bina Petani Kopi

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan tindak lanjut kegiatan pengembangan budidaya kopi di Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak pada Kamis, 23 Mei 2019.

    Kegiatan tersebut diawali dengan diskusi terkait pengembangan kopi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), dan calon petani binaan mengenai potensi pengembangan kopi di daerah tersebut.

    Selanjutnya dilakukan penyerahan 30 bibit kopi kepada calon petani binaan sebagai bibit percobaan dari kegiatan tersebut. Luas lahan kopi yang rencananya akan disediakan petani sekitar 600 ha yang berada pada 6 titik lokasi.

    Seperti yang diketahui saat ini, perkembangan industrialisasi kopi di Indonesia mempunyai prospek yang baik, dikarenakan potensi pasar masih sangat terbuka baik domestik maupun pasar global. Permintaan akan kopi juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga upaya BPTP dalam membantu pengembangan budidaya kopi di Pegunungan Arfak dirasa tepat untuk dilakukan.

    Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kopi di Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak bagi petani dan masyarakat dilingkungan sekitar baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi yang lain, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

    READ MORE
  • Pelantikan Pengurus KTNA Provinsi Papua Barat

    BPTP Papua Barat - Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P menghadiri pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Papua Barat masa bakti 2018-2023 pada Kamis (28/02/2018) yang bertempat di Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat.



    Acara pelantikan tersebut dibuka dengan laporan Ketua Panitia pelantikan pengurus periode ke III 2018-2023, Ir. Agus Tanati. Agus juga menyampaikan bahwa persiapan Pekan Daerah (PEDA) IV yang merupakan even tingkat provinsi lalu bergilir ke tingkat Kabupaten/Kota di Kabupaten Teluk Bintuni. KTNA Papua Barat secara independen akan menjadi mitra daerah dibidang pertanian, peternakan, kelautan dan kehutanan.

    Sambutan selanjutnya adalah dari Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua Barat Drs. Muhammad A.Tawakal menyampaikan visi dan misi dari pembangunan wilayah Papua Barat.

    Visi pembangunan Papua Barat yakni aman, mandiri dan bermartabat. Sedangkan, terkait dengan misi yaitu menanggulangi kemiskinan dan pemanfatan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kesejahteraan masyarakat.

    Ia berharap hal tersebut dapat menjadi pendoman untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun rencana strategis agar kesejahteraan masyarakat segera terwujud.

    KTNA diharapkan dapat menjadi wadah dalam mencari solusi atas permasalahan petani dan nelayan. Dengan adanya pelantikan pengurus KTNA Papua Barat, sehingga secara sah organisasi tersebut sudah bisa melaksanakan tugas-tugasnya.


    Beberapa tugas yang sudah mulai dapat dikerjakan diantaranya, (1) Menyusun program strategis,
    (2) Mengkoordinir petani dan nelayan,
    (3) Mencari solusi terhadap permasalahan
     seluruh organisasi SKPD memberikan perhatian untuk membantu dan menyinkronkran progam kerja guna membangun petani dan nelayan asli papua dalam mengatasi permasalahan di bidang pertanian dan kelautan.



    Pelantikan pengurus tersebut dilaksanakan oleh Ketua KTNA Nasional yg diwakili oleh Wakil Ketua Umum KTNA Nasional Dr. Tauwi, SE. M.Si. dengan memberikan sambutannya.

    Tauwi menyampaikan, 68% penduduk masih bergantung pada bidang pertanian, sehingga KTNA diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah untuk membangun pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.

    Merujuk pada Repelita I terkait Dasar-dasar penyuluhan, untuk membina masyarakat petani dan nelayan untuk mencapai swasembada adalah dengan melalui kontak tani yang diwakili oleh ketua kelompok tani.

    Selanjutnya, di Cikea pada tahun 1971 diawali dengan pertemuan perwakilan kontak tani se-pulau Jawa, dihadiri oleh Direktorat Penyuluhan dan Perguruan Tinggi, Badan Musyawarah Kontak Tani Indonesia (Bamukti) yang berubah menjadi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Dengan adanya pelantikan pengurus KTNA diharapkan dapat segera berkontribusi dan bekerja dalam meningkatkan Kesejahteraan Petani.

    Sesuai dengan Surat Keputusan KTNA Nasional Nomor:10/SKEP/P/KTNA-Nas/03/2018, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bertugas sebagai Anggota Dewan Ahli yang berperan dalam mendiseminasikan berbagai Inovasi Teknologi Pertanian dari Badan Litbang Pertanian. Harapannya adalah dapat membantu petani di Provinsi Papua Barat dalam menerapkan inovasi teknologi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraanya.

    READ MORE
  • Pelaporan Pajak Online Pegawai BPTP Papua Barat

    Pegawai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan kegiatan sosialisasi pengisian Electronic Filing Identification Number (EFIN Pajak) pada Selasa (25/02/2019) di Aula BPTP Papua Barat.

    BPTP Papua Barat bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP Pratama) Manokwari untuk diberikan sosialisasi mengenai alur pengisian EFIN tersebut.

    Narasumber yang hadir pada acara tersebut berasal dari pegawai KPP Pratama Manokwari yang turut memberikan sosialisasi secara langsung kepada pegawai BPTP Papua Barat.

    Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan utama dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sehingga BPTP Papua Barat berkomitmen mewajibkan seluruh pegawai untuk disiplin dalam membayar pajak.

    Kemudahan dalam pelaporan pajak terus dikembangkan, satu diantaranya adalah dengan menggunakan sistem Electronic Filing atau e-Filing Pajak. Dengan terus berkembangannya teknologi digital, maka Sistem pelaporan pajak (Surat Pemberitahuan Tahunan/SPT) online diluncurkan.

    READ MORE
  • Pelatihan Hidroponik Sederhana Skala Rumah Tangga

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)  Papua Barat bekerjasama dengan Perempuan LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Provinsi Papua Barat mengadakan pelatihan hidroponik sederhana skala rumah tangga pada Senin (15/06/2020) di Manokwari.

    Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 20 orang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Ditengah pandemi covid-19 yang sedang terjadi sehingga peserta pelatihan diwajibkan menggunakan masker saat pelatihan berlangsung.

    Materi yang disampaikan adalah pemanfaatan lahan pekarangan dan budidaya hidroponik sederhana dengan menggunakan limbah rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan memberi edukasi tentang pentingnya pemenuhan kesehatan keluarga akan makanan yang bergizi dan bermanfaat. Disisi lain, pemanfaatan barang-barang rumah tangga yang sudah tidak terpakai untuk budidaya hidroponik juga dapat mengurangi jumlah sampah plastik.

    Antusiasme dari peserta sangat tinggi karena materi yang diberikan dirasakan sangat sederhana dan dapat langsung diterapkan. Pelatihan hidroponik diharapkan dapat menggugah kesadaran dan semangat peserta untuk memanfaatkan barang-barang limbah pekarangan di sekitar lingkungan rumah tangga dan mengurangi sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan.

    READ MORE
  • Pencanangan Tanam Padi Sawah MT II Papua Barat

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP menghadiri kegiatan Pencanangan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II pada Kamis (18/06/2020) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubenur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa arah kebijakan strategis Provinsi Papua Barat untuk mempertahankan ketersediaan pangan selalu diprioritaskan. Dengan anggaran yang diprogramkan untuk pengembangan pertanian, namun tetap memperhatikan konservasi lahan dan lingkungan. Beliau juga menyampaikan apabila menggunakan lahan yang sudah tercetak seluas
    11 ribu hektar, maka bisa mendukung ketersediaan pangan secara lokal tanpa mengharapkan dari luar. Untuk bantuan dari pemprov tersedia anggaran yang dialokasikan sebesar 225 juta/kampung. Yang bisa digunakan pengembangan pangan lokal.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Dr. Yacob Fonataba menyampaikan bahwa kebutuhan konsumsi beras 6.333 ton untuk 980 ribu jiwa penduduk Papua Barat dalam 1 bulan. Secara lokal beras dihasilkan dari padi (sawah dan ladang) tersebar di 11 kab dari 13 kab/kota. Luas Lahan sawah intensif untuk April-September 2020 kurang lebih 3000 ha, jika produksi 5 ton/ha GKG (gabah kering giling) maka hasilnya 15000 ton GKG, atau setara 10.000 ton beras setiap musim tanam yang hanya mencukupi kebutuhan beras 1 bulan lebih, karena kebutuhan per bulan kira-kira 6 ribu ton beras. Padahal selama ini sawah yang sudah tercetak seluas 11.545 ha untuk seluruh Papua Barat, sedangkan yang selama ini sudah dimanfaatkan hanya 7.174 ha saja, tetapi yang intesif digunakan 3000 sampai dengan 5000 ha saja utk setiap musim tanam.

    Diharapkan dengan adanya gerakan tanam padi yang dilakukan sehingga ancaman kekeringan yang disampaikan FAO tidak berdampak pada produksi pangan khususnya beras di dalam negeri.

    READ MORE
  • Pendampingan Internal Persiapan Akreditasi Laboratorium BPTP Papua Barat

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memberikan pendampingan percepatan akreditasi laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua barat pada Rabu (13/03/2019) di Manokwari, Papua Barat.


    Tim pendampingan internal Kementerian Pertanian untuk laboratorium BPTP Papua Barat terdiri dari dua orang, yakni Dr. Romsyah Maryam dan Bapak Eman Sulaiman, M.Si., tim tersebut akan memberikan pendampingan mengenai kesiapan akreditasi laboratorium sebelum nantinya akan dinilai secara langsung oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN memberikan akreditasi kepada Lembaga Sertifikasi, Laboratorium, Lembaga Inspeksi, Penyedia Uji Profisiensi dan Produsen Bahan Acuan.


    Balitbangtan mempunyai tujuan yakni, hasil penelitian dan pengkajiannya dapat diakui secara nasional maupun internasional, sehingga seluruh laboratorium dibawah koordinasi Balitbangtan wajib mempunyai akreditasi. Demi tercapainya tujuan tersebut, maka laboratorium harus ditunjang dengan tersedianya sarana dan prasarana yang baik.


    Menurut Dr. Romsyah Maryam berserta tim, hal-hal yang harus dipersiapkan untuk penilaian akreditasi meliputi kesiapan dokumen prosedur laboratorium, kesiapan sumber daya dan persyaratan kompetensi laboratorium yang berdasarkan pada standar akreditasi ISO/IEC 17025:2017.

    Laboratorium BPTP Papua Barat dianggap mempunyai potensi di wilayah Indonesia Timur. Fasilitas yang dimiliki sudah memadai untuk melakukan pengujian produk pertanian. Produk-produk hasil pertanian juga harus terjamin secara kualitas mutu, sehingga hal tersebut menjadi latar belakang ditunjuknya laboratorium BPTP Papua Barat untuk mendapatkan akreditasi.


    Setelah nantinya memperoleh akreditasi diharapkan laboratorium BPTP Papua Barat mendapatkan pengakuan dalam pengujian dan kalibrasi industri laboratorium, sehingga mampu memberikan manfaat bagi wilayah di Indonesia Timur.

    READ MORE
  • Pengembangan Kebun Kakao Koperasi di Mansel

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan pendampingan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan terkait dengan pengembangan kebun kakao Koperasi Ebier Suht Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan pada Rabu, 22 Mei 2019.

    Luas keseluruhan lahan kakao yang berada dalam manajemen koperasi sekitar 1686 ha, namun baru sekitar 300 ha yang sudah terpelihara dengan baik. Sehingga perlu adanya optimalisasi dalam pengembangan kakao tersebut.

    Kegiatan tersebut berupa diskusi pengembangan kebun kakao koperasi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari selatan, serta pimpinan Koperasi Ebier Suht bersama investor asing.
    Dengan adanya investor asing yang masuk, akan memberikan dampak positif bagi koperasi maupun petani kakao setempat. Koperasi akan diberikan pendampingan dalam  pengembangan kakao oleh investor asing tersebut.

    Disisi lain, dampak positif juga akan dirasakan oleh petani kakao dalam peningkatan pendapatan petani. Dikarenakan hasil panen dari petani kakao dapat langsung dijual kepada koperasi dengan harga yang standar.

    Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kakao di Kabupaten Manokwari Selatan, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

    READ MORE
  • Peningkatan Kapasitas Penyuluh Lapang

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat menyelenggarakan kegiatan Temu Teknis dalam rangka peningkatan kapasitas penyuluh pertanian di Kabupaten Manokwari pada Kamis (11/07/2019). Acara tersebut diselenggarakan di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari.

    Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer MP juga turut serta dalam membuka acara tersebut. Selain itu hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian lapang baik PNS maupun penyuluh honorer.

    Kegiatan Temu Teknis diselenggarakan secara rutin oleh tim penyuluh BPTP setiap tahunnya, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penyuluh pertanian lapang (PPL) daerah dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian.

    Temu Teknis yang di selenggarakan kali ini mengangkat 3 materi yang dibutuhkan oleh PPL. Materi yang pertama adalah mengenai teknik penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang disampaikan Muhammad Fathul Ulum Ariza, S.P, M.Si. Materi yang kedua mengenai budidaya padi ladang amfibi yang disampaikan oleh Sostenes Konyep, S.P dan materi yang terakhir mengenai optimalisasi gadget dalam menunjang kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh Galih Wahyu Hidayat, S.P.

    Harapannya, dari ketiga materi yang disampaikan oleh narasumber yang berasal dari tim penyuluh BPTP akan memberikan manfaat bagi PPL dalam kegiatan penyuluhan.

    READ MORE
  • Penyuluh Lakukan Koordinasi Temu Tugas dan Konstratani

    Tim Penyuluh BPTP Papua Barat melakukan koordinasi ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prafi, Masni dan Sidey pada Selasa (28/01/2020). Kunjungan tersebut membahas mengenai kegiatan Temu Tugas Peneliti Penyuluh Balitbangtan dengan Pemda Provinsi Papua Barat dalam mendukung program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Konstratani). Tim penyuluh yang turun ke lapang terdiri dari dua, tim pertama bertugas ke BPP Prafi dan tim kedua bertugas mengunjungi BPP Masni dan Sidey.

    Pertama, kunjungan dilakukan di BPP Prafi. Hasil diskusi dengan Ka.BPP, Prafi belum memiliki legalitas atau kepastian tentang pelaksanaan demfarm kegiatan dari BBSDMP. Informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten dan Dinas Tanaman Pangan Provinsi belum sampai ke BPP. Potensi unggulan di wilayah kerja BPP Prafi adalah tanaman pangan, meliputi: padi sawah, padi ladang, dan aneka pangan lokal (umbi-umbian). Potensi tersebut sebagian sudah didukung dengan infastruktur pertanian berupa saluran irigasi teknis dan jalan pertanian.

    Kedua, kunjungan dilakukan di BPP Masni. Hasil diskusi dengan Ka.BPP menyebutkan bahwa beliau dan tim sangat mendukung adanya program tersebut. Terkait dengan demfarm, belum dapat diputuskan akan dilakukan demfarm atau Sekolah Lapang (SL). Beliau juga mengatakan potensi wilayah BPP Masni sangat tinggi. Terkait dengan wilayah dari BPP Masni sangat luas, meliputi SP 5, SP 6, SP 7, dan SP 8 yang terdiri dari 32 kampung yang didominasi oleh kampung lokal. Petani juga sudah bisa budidaya tanaman pangan dan juga hortikultura. Tetapi kendalanya adalah ketersediaan air yang saat ini masih menunggu bendungan beroperasi.

    Kunjungan yang terakhir adalah ke BPP Sidey, hasil wawancara dengan Ka.BPP hampir sama dengan BPP yang lain. BPP Sidey juga siap untuk mendukung program-program yang akan dilakukan. Wilayah Sidey juga telah melakukan budidaya tanaman pangan, yakni padi dan jagung. Petani juga sudah menggunakan varietas-verietas yang direkomendasikan oleh BPTP. Beberapa bulan yang lalu, di Sidey menjadi lokasi ‘Gerakan Tanam Serentak dalam Menyongsong Musim Hujan’ yang di hadiri oleh Bupati, Ka. BPTP, dan dinas-dinas terkait. Rencana petani akan melakukan penanaman kembali di bulan Februari 2020.

    Harapannya dengan adanya kegiatan Temu Tugas Peneliti Penyuluh Balitbangtan dengan Pemda Provinsi Papua Barat dalam mendukung program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Konstratani), apa yang dibutuhkan petani dilapang akan bisa segera ditindaklanjuti oleh stakeholder terkait. Menjadikan petani yang semakin sejahtera juga menjadi poin penting dalam hal ini.

    READ MORE
  • Persiapan Pelaksanaan PEDA III di Teluk Bintuni

    Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) III yang akan dilaksanakan di bulan Juli 2019, tim pameran dan diseminasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengunjungi Kabupaten Teluk Bintuni pada 15-16 Mei 2019.

    Terkait pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) III tersebut, BPTP Papua Barat berfungsi sebagai pantia pusat sekaligus peserta pameran.

    BPTP Papua Barat perlu mempersiapkan diri dalam rangka mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian kepada peserta kontak tani nelayan yang akan ikut serta, sehingga diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik.

    Selain itu, tim pameran dan diseminasi BPTP Papua Barat juga melaksanakan identifikasi calon lokasi untuk persiapan display dan demonstrasi plot (demplot) varietas padi amfibi dan jagung.

    Dua komoditas yang akan di display/demplot dibudidiyakan pada lahan kering tumpang sari (padi jagung) dan lahan sawah (padi) yang merupakan obyek-obyek yang nantinya akan di kunjungi peserta pada saat pelaksanaan PEDA III.

    Tim pameran juga berkoordinasi dengan Kepala Dinas  Pertanian dan Ketahanan Pangan Teluk Bintuni,  terkait dengan persiapan pelaksanaan pameran pada PEDA III tersebut.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Teluk Bintuni sebagai panitia lokal berharap persiapan terkait dengan kunjungan lapang harus di lakukan sebaik mungkin sehingga materi yang di diseminasikan dapat di adopsi oleh para petani-nelayan ketika kembali ke daerah asalnya.

    Beliau juga berterima kasih kepada BPTP Papua Barat karena telah mengambil langkah awal dalam persiapan PEDA. Diaharapkan pula bahwa BPTP Papua Barat dapat melakukan pengawalan dengan sebaik-baiknya sehingga demplot dan display varietas yang dilakukan dapat diperoleh hasil yang maksimal.

    Diluar dari pada itu, masih terdapat beberapa kendala terutapa pada petani lokal Teluk Bintuni tersebut. Salah satu kendala petani di Teluk Bintuni itu adalah terkait dengan ketersediaan benih di masayarakat. Benih yang ada tersebut memiliki produktivitas rendah. Oleh karena itu besar harapan petani Kabupaten Teluk Bintuni kepada BPTP Papua Barat dalam pengawalan sebaik mungkin dalam melakukan demplot tersebut dengan harapan nantinya hasil panen pada demplot dapat dijadikan benih untuk kegiatan tanam berikutnya.

     




     

    READ MORE
  • Pertemuan Regional Expo di Masni

    Sebagai bentuk kontribusi dalam Peningkatan Produksi Sayuran, BPTP Papua Barat Ikuti kegiatan Regional Expo dan Studi Banding Cap Panah Merah. 

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. beserta para penyuluh mengikuti kegiatan "Regional Expo dan Studi Banding Cap Panah Merah” yang diadakan oleh PT. East West Seed Indonesia (Ewindo) bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Masni, Kabupaten Manokwari pada Selasa, 12 Februari 2019.

    Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kementerian Pertanian RI, Petani Milenial, OPD Papua Barat, dan seluruh stakeholder yang terkait. Hasil produksi pertanian yang dipamerkan adalah Pare, Labu, Madu, Kubis, Bunga Kubis, Kangkung, Bawang Merah serta produk buah yaitu semangka dan melon. Pada acara tersebut juga diisi dengan pemberian informasi mengenai budidaya, penanganan hama penyakit serta pengemasan yang baik agar dapat dipasarkan.

    Seperti yang kita ketahui saat ini, pembangunan pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Adanya potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan teknologi yang mendukung harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Disisi lain, penekanan dalam penanganan panen maupun pascapanen untuk meningkatkan nilai dari hasil panen tersebut juga harus menjadi perhatian. Hal ini berdampak agar hasil dari produksi pertanian mampu terserap pasar dengan baik sehingga dapat meningkatkan keuntungan petani.

    Terlibatnya BPTP Papua Barat diharapkan akan dapat menjadi awal dalam kerjasama yang baik antara stakeholder terkait dengan petani milenial.

     

    READ MORE
  • Pupuk Kandang untuk Tanaman Kakao

    Tim kegiatan Bioindustri Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Papua Barat bersama Kelompok Tani Sumber Harapan Prafi serta didampingi Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) membuat pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing pada Sabtu (19/10/2019) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

    READ MORE
  • Rutin Lakukan Apel Pagi, Kabalai Sampaikan Tentang Kedisiplinan

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Zainal Abidin, S.P., M.P. memimpin jalannya apel pagi yang rutin dilakukan setiap minggunya pada Senin (11/10/2021) di halaman kantor BPTP Papua Barat.

    Dalam kesempatan apel pekan ini, Beliau menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh pegawai. Pertama, mengenai peningkatan kedisplinan mulai dari jam masuk kerja yang harus selalu diperhatikan. Selanjutnya, beliau juga mengingatkan untuk semua pegawai wajib memakai kartu tanda pengenal yang sudah dimiliki.

    Tak lupa juga terkait pengisian data kepegawaian di MySAPK dan Sitara juga harus segera diselesaikan. Pegawai yang kesulitan dalam pengisian diminta untuk menghubungi bagian kepegawaian untuk dapat dibantu dalam proses pengisian karena berkaitan dengan tanggal batas akhir pengisian.

    Mengenai target-target kinerja juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan apel. Menurut beliau, apa yang sudah ditargetkan setiap pegawai dalam setiap bulannya harus tercapai untuk direalisasikan. Hal ini akan berkaitkan dengan penilaian kinerja pegawai sekaligus kinerja balai.

    Beliau juga berpesan agar semua pegawai selalu menjaga kesehatan. Kegiatan apel pagi ditutup dengan berdoa bersama agar seluruh pegawai BPTP Papua Barat senantiasa dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

    READ MORE
  • Serah Terima Benih Kakao Seedling F1 Hibridra

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. melakukan penyerahan benih kakao seedling dan sambung pucuk sejumlah 25.000 tanaman kepada Bupati Kabupaten Manokwari Selatan pada November 2018. Kegiatan tersebut ditindaklanjuti dengan penyerahan secara simbolis tanaman kakao siap tanam dengan jumlah 15.000 yang berasal dari benih seedling F1 Hibrida pada Senin, 18 Februari 2019.

    Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Papua Barat kepada petani kakao di Manokwari Selatan yang diwakili oleh instansi terkait, yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan.

    Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) memberikan ketentuan untuk mewajibkan setiap produksi benih tanaman perkebunan oleh lembaga mana pun harus bersumber dari blok penghasil tinggi atau kebun-kebun yang telah dinilai oleh instansi terkait, dan dinyatakan layak memproduksi benih berupa biji maupun stek yang berdasarkan ketentuan yang berlaku oleh Kementerian Pertanian. 

    Benih kakao tersebut berasal dari Balai Benih Induk Tanaman Perkebunan (Kakao), di Besum–Jayapura dengan legalitas Kebun Benih berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 553/KPTS-II/1999 tangal 14 Juli 1999. Kebun benih Besum sendiri menghasilkan beberapa Klon unggulan Nasional yang kemudian menjadi pilihan utama oleh BPTP Balitbangtan Papua Barat untuk menghasilkan benih F1 Hibrida Seedling maupun F1 Hibrida untuk keperluan batang bawah.  Klon-klon unggulan tersebut sebagai berikut: ICS-60, UIT-1, Sca-6, GC-7, DR-1, TSH-858 dan Sca-12.

    Kepala BPTP Papua Barat juga berharap dengan pemberian benih kakao Hibrida F1 seedling tersebut, dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan untuk mengembalikan citra spesifik wilayah tersebut sebagai sentra Kakao di Papua Barat bahkan Indonesia Timur. Harapan lain adalah distribusi tanaman kakao dapat meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Kabupaten Manokwari Selatan.

     

    READ MORE
  • Sosialisasi Kaji Terap VUB Ampibi di Manokwari

    Pada hari Senin, 17 September 2018 bertempat di kediaman Bapak Harsono, Ketua kelompok tani Joker Kampung Handuk, Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Papua Barat berlangsung acara sosialisasi Kaji Terap Inovasi Teknologi VUB padi Ampibi Balitbangtan. Acara yang dihadiri 36 orang peserta yang terdiri dari penyuluh BPP, petani dan tim kaji terap dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat bertujuan untuk memperkenalkan 5 VUB padi amfibi yang telah diujicoba di Kebun Percobaan Anday kepada petani untuk dapat digunakan oleh petani sebagai benih pada kegiatan kaji terap.

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena keterlambatan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan yang seharusnya dimulai sejak bulan Mei atau Juni 2018 lalu, terkendala dengan ketersediaan benih sehingga baru dapat dilaksanakan saat benih telah siap. Pada kesempatan itu Kepala BPTP mengharapkan warga sebagai petani kooperator dapat menerima dan bersama pemerintah berupaya untuk mensukseskan program pemerintah dibidang pertanian, seperti program UPSUS (upaya-upaya khusus) PAJALE (Padi, Jagung, Kedele) dan pola tanam tumpang sari.

    Kepala Kampung Handuk, Dorus Muid mewakili tokoh masyarakat dan adat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dimana kegiatan tahun ini dapat diadakan di Kampung Handuk, dan mengajak masyarakat untuk semangat dalam mendukung program-program pemerintah. Sedangkan dalam sambutan Kepala BPP Prafi, Djaka Mastuti, S.ST lebih mengarah ke OPT (organisme pengganggu tanaman) yang kian tinggi tingkat serangannya oleh sebab itu petani diajak untuk memilih varietas unggul yang benar-benar tahan terhadap serangan OPT sehingga hasil produksi bisa maksimal.

    Selanjutnya pemaparan materi oleh Kepala BPTP Papua Barat seputar VUB Amfibi disampaikan secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh petani. Dalam kegiatan kali ini tim BPTP Papua Barat mencoba melibatkan petani OAP (orang asli papua) sehingga mereka bisa terlibat dan memposisikan diri dengan saudara-saudaranya masyarakat trans dari Jawa. Petani OAP ini sudah bertahun tahun bercocok tanam padi gogo namun produksinya masih rendah. Harapan mereka dengan adanya sentuhan teknologi melalui VUB maupun PTT produksi padinya dapat meningkat. Pemaparan materi juga dirangkai dengan diskusi dan tanya jawab mengenai padi amfibi dan permasalahannya. Selain itu dibahas pula mengenai penyakit Blas/ Patah leher dan banyaknya biji padi yang hampa yang selanjutnya di respon Kepala Balai dan Peneliti Hama Penyakit Tanaman dari BPTP PB, Surianto Sipi, SP. 

    Acara selanjutnya adalah penyerahan benih secara simbolis oleh Kepala BPTP Papua Barat kepada perwakilan kelompok tani Handuk dan kelompok tani Kerenu. Sebanyak 200 kg benih yang terdiri dari 5 varietas yaitu varietas towuti, inpago 4, inpago 8, inpago 9 dan inpago 11 diserahkan kepada petani dan menandai dimulainya kegiatan kaji terap inovasi teknologi pertanian di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Selanjutnya para petani diharap dapat mengembangkan lagi beberapa VUB yang telah dicoba yang mempunyai daya tahan terhadap serangan OPT dan sudah beradaptasi dengan baik.

     

    READ MORE
  • Syukuran Panen Perdana Padi, Hasil Menggembirakan

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat beserta beberapa peneliti dan penyuluh menghadiri undangan dari Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Setia Bersama pada Rabu (22/04/2020) di Kampung Udapi Hilir (SP-4), Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari.

    Undangan tersebut dalam rangka syukuran panen perdana padi sawah dari Gapoktan Setia Bersama seluas 50 ha padi sawah (dari luas sawah intensif 147 ha) untuk Musim Tanam OK-MAR, yang akan dipanen kurang lebih 10-15 hari lagi atau dipanen dalam masa menjalankan ibadah puasa.

    Selain Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer, MP., hadir pula Kepala Dinas pertanian Provinsi Papua Barat, Dr. Ir. Yacob Fonataba, M.Si., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Ir. Kukuh Sapto Yudo, MP., Direktur Polbangtan Manokwari drh. Purwanta, MSi, Anggota DPRD Kabupaten Manokwari dari Dapil IV, Sekwilcam Prafi, Kepala BPP Prafi, Kepala Kampung Udapi Hilir, staf Polbangtan, dan penyuluh BPP Prafi.

    Dalam sambutan Ketua Gapoktan, Indra Setyawan, disampaikan bahwa pada MT II A-SEP 2019, mereka mengalami penurunan produksi padi lebih dari 45%, akibat dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya perbaikan saluran irigasi, penggunaan varietas yang tidak tahan hama wereng coklat dan keracunan besi, dan kekurangan pupuk bersubsidi.

    Hal tersebut menjadi pertimbangan petani, sehingga dari luas sawah intensif yang biasa digunakan seluas 147 ha, pada MT OK-MAR (2019/2020) ini, hanya 50 ha yang digarap oleh beberapa petani yang nekat. Dan hasilnya ternyata cukup menggembirakan bagi para petani, sebab ditaksir produksi padi akan di atas 4 ton GKP. Untuk rencana penanaman padi MT II (ASEP) akan jatuh pada tanggal 1 Juli, dikarenakan sebentar lagi sudah akan memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

    Arahan dari Kepala BPTP Papua Barat menyangkut dukungan terhadap pembangunan pertanian di wilayah kerja BPP Prafi, dalam hal penyediaan inovasi teknologi sudah berjalan selama ini dengan melakukan BIMTEK penyuluh, dan uji adaptasi varietas Inpari 30, 32 dan 33, yang diharapkan dapat digunakan petani, dan musim tanam ini ada beberapa petani yang menggunakan, terutama untuk tanah yang keracunan besi, karena lahan selalu tergenang seperti SP-4 ini.

    Beliau menambahkan bahwa, penyediaan benih sebar melalui UPBS (Unit Pengelola Benih Sumber) untuk digunakan petani pada MT ini, belum dilakukan karena terkendala dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) terkait pandemi corona (Covid-19), sedangkan yang dihasilkan pada MT I tahun lalu sebanyak 4 ton sudah habis dibeli petani dari beberapa kabupaten lain. Terkait pupuk bersubsidi yang dikeluhkan petani, sudah ada permintaan perbaikan kuota melalui e-RDKK, begitu pula dengan benih padi, Dinas Pertanian Kabupaten telah menyiapkan anggaran untuk 147 ha di SP-4 ini.

    Ditengah pandemi corona (Covid-19) ini produksi pertanian harus tetap berjalan. Sejalan dengan pesan Menteri Pertanian, meskipun ada wabah, petani diminta tetap semangat dan menjaga kesehatan.

    READ MORE
  • Tani Mas Ciptakan Peluang Agropreneur Milenial

    Tim kegiatan Tagrimart dan Obor Pangan Lestari (OPAL) yang diketuai oleh Galih Wahyu Hidayat, S.P. berkunjung ke SMA Negeri 1 Manokwari dan SMA Negeri 2 Manokwari dalam rangka pendampingan kegiatan Pertanian Masuk Sekolah (Tani Mas) pada Rabu, (29/01/2020).

    Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap individu memiliki hak konsumsi pangan sesuai dengan UUNo.18/2012 dan sumber daya manusia harus sehat, berkualitas, aktif dan produktif. Diharapkan dengan kegiatan ini regenerasi pertanian atau petani dapat berjalan. Generasi muda diharapkan dapat melanjutkan kegiatan pertanian dengan pendekatan yang lebih maju dan modern.

    Tani Mas atau yang dulu dikenal denga istilah PMS merupakan kegiatan budidaya pertanian yang dilaksanakan oleh siswa dan guru di lingkungan sekolah secara berkelanjutan di bawah tanggungjawab Dinas Ketahanan Pangan Provinsi. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu (1) meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya pertanian (2) menumbuhkan semangat siswa menjadi agripreneur (3) meningkatkan ketersediaan dan akses pangan

    Kegiatan ini dimulai pada akhir tahun 2019 yang dirintis oleh Badan Ketahanan Pangan dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Kegiatan di Provinsi Papua Barat dilaksanakan di SMA N 1 Manokwari dan SMA N 2 Manokwari sebagai pilot project percontohan sebelum dikembangkan di sekolah yang lainnya. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang budidaya pertanian dan dapat menggunggah minat siswa dalam mengembangan diri menjadi seorang agripreneur.

    Berdasarkan hasil kunjungan diketahui bahwa kegiatan sudah berjalan dengan baik, masing-masing sekolah sudah dapat mengaplikasikan dan berhasil panen sebanyak 2 kali panen. Ke depan akan dilakukan pendampingan dan bantuan aneka benih sayuran dari kegiatan Tagrimart dan OPAL BPTP Papua Barat agar kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik sepanjang tahun 2020.

    Penulis: Galih Wahyu Hidayat, SP

    READ MORE
  • Tingkatkan Produktivitas Pertanian dengan IP

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan program peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yang bertujuan untuk meningkatan produktivitas tanaman pangan. Indeks pertanaman (IP) adalah rata-rata masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama.

    Kegiatan peningkatan IP dilaksanakan oleh tim BPTP Papua Barat dan ikut serta pula petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan pada 22 dan 23 Mei 2019.

    Salah satu strategi dalam peningkatan produksi pertanian adalah dengan ekstensifikasi yaitu dengan pembukaan lahan pertanian baru. Upaya yang dilakukan adalah pembukaan lahan cetak sawah baru di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan dengan luas 54 ha dengan rencana Demonstrasi Plot (demplot) seluas 10 ha dengan komoditas tanam padi gogo serta jagung.

    Beberapa kelompok tani yang menjadi binaan BPTP Papua Barat di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari kali ini diantaranya Kelompok Tani Imbeisba 1, Kelompok Tani Imbeisba 2, dan Kelompok Tani Mbut Aniyai. Ketiga kelompok tani tersebut saat ini sedang berbudidaya komoditas lokal berupa keladi, batatas, singkong, pisang dan tanaman lokal lainnya.

    Namun demikian masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program tersebut diantaranya belum tersedianya akses jalan menuju lokasi lahan cetak sawah baru tersebut, pengairan yang belum tertata dengan baik. Diharapkan kegiatan tersebut berjalan dengan baik kedepannya.

    READ MORE
  • Ubi Untuk Ketahanan Pangan Lokal

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan kegiatan panen umbi-umbian lokal. Kegiatan ini merupakan kegiatan penelitian Kemitraan Tahun 2018. Acara panen tersebut diselenggaraan pada hari Rabu 13 Februari 2019 di Kampung Menyumfoka, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. menjadi penanggungjawab dari kegiatan penelitian tersebut.

    Beberapa perwakilan pemerintah daerah turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Gubernur Papua Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Bupati Manokwari yang diwakili oleh Wakil Bupati, Drs. Edi Budoyo, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat yang diwakili Kepala Bidanng Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari yang diwakili Kabid Tanaman Pangan.

    Selain itu hadir pula perwakilan Bank Indonesia, Direktur Poli Teknik Pembangunan Pertanian Manokwari (diwakili), Kepala Pusat Studi Umbi-umbian UNIPA (diwakili), Kepala Stasiun Karantina (diwakili), Kepala BPSB (diwakili), Kepala BPP Manokwari, penyuluh-penyuluh pertanian wilayah kecamatan Manokwari Utara, para peneliti dan penyuluh BPTP Papua Barat. Turut serta pula kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Manokwari Utara, dan diliput wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Manokwari dan wartawan surat kabar lokal lainnya.

    Dalam sambutannya Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari melalui perwakilannya, menyatakan menyambut baik hasil penelitian BPTP Papua Barat yang bertujuan mengeksplorasi benih unggul lokal umbi-umbian. Selain itu, beliau menyatakan dukungannya terhadap pemikiran BPTP Papua Barat untuk mempertahankan Sumber Daya Genetik umbi-umbian yang dapat dikembangkan sebagai sumber benih unggulan lokal.

    Pemerintah daerah juga memberikan keseriusan dalam memberikan dukungan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. Salah satunya adalah mengoptimalkan Balai Benih Umum (BBU) yang tidak jauh dari lokasi penelitian. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan benih umbi-umbian lokal dan nasional untuk pengembangan umbi-umbian diwaktu yang akan datang.

    Wakil Bupati Manokwari, Edy Budoyo juga mengajak seluruh tamu undangan untuk mengkonsumsi keladi, ubi jalar dan ubi kayu/kasbi dengan slogan "Bela dan Beli Pangan Lokal Masyarakat Papua". Beliau sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan BPTP Balitbangtan Papua Barat dan berharap ada kebun benih untuk pangan lokal masyarakat Papua.

    Pada kegiatan panen tersebut, diketahui besaran panen ubi kayu sebanya 20-35 ton/ha, dengan umur panen 3–6 bulan. Salah satu varietas yang menjadi unggulan dari ubi kayu lokal ini adalah memiliki umur panen yang relatif genjah 3–4 bulan, yang dinamakan varietas 3 bulan. Sementara itu, ubi kayu unggulan nasional asal Balitkabi Malang (Var. Malang 4) yang ditanam bulan September 2018 belum dipanen, karena memiliki umur panen 6 bulan dan ubi jalar varietas lokal (5 varietas) yang diusahakan sudah dipanen pada bulan November dengan rata2 produktivitas mencapai 11,46 t/ha. Sedangkan untuk ubi jalar varietas nasional asal Balitkabi Malang (Sari, kidal, Sawentar, Papua Salossa, Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2) rata-rata produksi 23,95 ton/ha.

    Diharapkan kedepannya carietas pangan lokal tersebut dapat lebih dikembangkan. Selain untuk melestarikan varietas ubi-ubian yang diantaranya ada yang terancam punah, diharapkan dengan ubi-ubian varietas unggul lokal ini dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Papua khususnya Manokwari.
    Sostenes Konyep., S.P

     

    READ MORE