• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Antusiasme Petani Lokal Ikuti Bimtek Padat Karya

    Manokwari Timur (26/02/21), cuaca mendung dan gerimis tidak menghalangi semangat petani dalam mengikuti Bimtek Padat Karya Budidaya Padi Ladang Ampibi. Kegiatan Bimtek Padat Karya Ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Diseminasi Inovasi Teknologi Badan Litbang Kementerian Pertanian dan untuk peningkatan ketahanan pangan keluarga/masyarakat.

    Kegiatan Bimtek Padat Karya dilaksanakan menyesuaikan kebutuhan teknologi bagi masyarakat. Inovasi teknologi dari Badan Litbang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Pada Bimtek Padat Karya ini terdapat tiga materi yang disampaikan yaitu: 1). Budidaya Padi Ladang Ampibi, 2). Praktek Pengukuran Kesuburan Tanah dan 3). Potensi Pengembangan Padi Ladang di Kabupaten Manokwari.

    Peserta Bimtek terdiri dari 35 orang yang merupakan anggota Kelompok Tani Womnai yang merupakan kelompok tani binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Manokwari Timur. Kelompok ini merupakan kelompok tanaman pangan yang menanam padi ladang, umbi-umbian dan hortikultura. Kelompok ini masih kategori pemula dan masih sangat memerlukan pendampingan khususnya dalam hal administrasi kelompok tani.

    Narasumber kegiatan Bimtek adalah Penyuluh Pertanian BPTP Papua Barat yaitu Sostenes Konyep SP, yang menyampaikan materi tentang Budidaya Padi Ladang Ampibi dan Praktek Pengukuran Kesuburan Tanah Menggunakan PUTK (Perangka Uji Tanah Kering). Tujuan pelaksanaan praktek kesuburan ini adalah pembelajaran bagi petani untuk mengetahui tingkat kesuburan lahan. Narasumber yang berikutnya adalah Galih Wahyu Hidayat, SP yang menyampaikan materi tentang Potensi pengembangan padi ladang Ampibi di Kabupaten Manokwari.

    Animo anggota kelompok tani Womnai untuk belajar sangat tinggi, karena keinginan petani untuk mengatasi permasalahan serta tingginya semangat untuk meningkatkan kesejahteraan.  Respon petani dengan diskusi dan tanya jawab berjalan secara dinamis pada saat penyampaian materi maupun sesi tambahan diskusi. Secara garis besar, pokok permasalahan yang dihadapi oleh petani anggota kelompok tani Womnai adalah a). Budidaya padi ladang Ampibi, b). Pengelolaan air pada lahan terasering, c). Keterbatasan alsintan dalam pengolahan lahan d). Bantuan subsidi pemupukan dan permodalan usaha tani, e).  Administrasi kelompok yang belum bisa sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Pertanian.

    Rencana Tindak Lanjut dari kegiatan Bimtek adalah akan diadakan pertemuan kembali pada triwulan II dan  praktek pembuatan jarak tanam sekaligus pemberian benih padi ladang Ampibi kepada Angota Kelompok Tani agar dapat ditanam pada musim tanam Bulan Oktober Tahun 2021.

    READ MORE
  • Focus Group Discussion LTT PAJALE Kabupaten Sorong

    Pada 14 Agustus 2018 lalu di Kantor Kebun Percobaan Sorong Balai Pengkajian Teknologi Ppertanian Papua Barat telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam upaya memverifikasi data Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Sorong. Peserta yang hadir diantaranya adalah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupeten Sorong, Perwakilan Kodim 1704/ Babinsa, Kepala BPP, Penyuluh yang mebidangi di masing masing wilayahnya dan Para Petani yang kurang lebih berjumlah 56 Orang.

    Kepala BPTP Papua Barat dalam sambutannya berharap dengan diadakan kegiatan FGD ini dapat dibahas dan memperoleh data yang valid dalam  upaya-upaya untuk mencapai target LTT. Data tersebut nantinya diharapkan dapat berguna dalam program percepatan waktu tanam periode Tahun 2018 ini. Sebagai penanggung jawab program Upsus di Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP memaparkan kendala yang sring terjadi dalam pendataan yang berbeda antara Data Pusat dan Daerah. Sehingga perlu dilakukan pendataan langsung atau turun lapangan untuk mendapat sumber data yang tepat. 

    Dalam Kegiatan FGD ini dilakukan diskusi dengan pemaparan perkembangan UPSUS Pajale oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sorong, Babinsa serta BPP dan Penyuluh wilayah Salawati, Klamono, Mariat, Salawati, Manyamuk, Moseigen dan Makbon tentang perkembangan LTT. Selain itu juga dibahas tentang kendala-kendala yang dihadapi di lapangan, potensi lahan untuk penambahan LTT, permintaan pendampingan teknologi dari BPTP Papua Barat, serta distribusi bantuan saprodi di tiap wilayah.

     

    READ MORE
  • Pelatihan Tata Boga di KP-Sorong

    Perkembangan usaha kuliner yang begitu pesat saat ini membuat setiap orang ingin mencari peluang dibidang ini. Salah satu yang menjadi tren adalah usaha kuliner kue dan roti (Pastry and Bakery). Perkembangan tersebut tampak dari dengan semakin maraknya bisnis kuliner yang muncul mulai dari usaha rumahan, kaki lima, hingga cafe dan restoran kelas atas. Ini dikarenakan bisnis kuliner adalah peluang lapangan kerja bagi siapa saja dan dari kalangan apa saja. Hal tersebut juga yang membuat sebagian masyarakat yang belum memiliki keterampilan dibidang kuliner dan tata boga untuk mulai belajar dan memperdalam pengetahuan dan pengalamannya dibidang ini. 

    Melihat hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong memasukkan kegiatan pelatihan tata boga kedalam program kegiatan mereka. Dalam program kerja tersebut yang menjadi target utama pesertanya yaitu ibu-ibu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kelurahan Klaru Distrik Mariat Kabupaten Sorong. Diharapkan nantinya para peserta dapat bertambah wawasan dan pengalamannya dalam bidang kuliner terutama kuliner kue dan roti.

    Bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pemateri, acara pelatihan tata boga dilaksanakan selama 18 hari sejak tanggal 31 maret hingga 17 april 2017. Bertempat di ruang pertemuan Kantor Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat di Kelurahan Klaru Distrik Mariat, acara diisi dengan berbagai macam materi pelatihan. Materi antara lain berisi tentang pelatihan pembuatan beberapa jenis kue basah dan pembuatan beberapa jenis kue kering. Tujuan utama dari acara pelatihan ini adalah munculnya jiwa - jiwa wirausaha dari peserta yang nantinya akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan perekonomian rumah tangganya. 

    READ MORE
  • Sosialisasi Kaji Terap VUB Ampibi di Manokwari

    Pada hari Senin, 17 September 2018 bertempat di kediaman Bapak Harsono, Ketua kelompok tani Joker Kampung Handuk, Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Papua Barat berlangsung acara sosialisasi Kaji Terap Inovasi Teknologi VUB padi Ampibi Balitbangtan. Acara yang dihadiri 36 orang peserta yang terdiri dari penyuluh BPP, petani dan tim kaji terap dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat bertujuan untuk memperkenalkan 5 VUB padi amfibi yang telah diujicoba di Kebun Percobaan Anday kepada petani untuk dapat digunakan oleh petani sebagai benih pada kegiatan kaji terap.

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena keterlambatan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan yang seharusnya dimulai sejak bulan Mei atau Juni 2018 lalu, terkendala dengan ketersediaan benih sehingga baru dapat dilaksanakan saat benih telah siap. Pada kesempatan itu Kepala BPTP mengharapkan warga sebagai petani kooperator dapat menerima dan bersama pemerintah berupaya untuk mensukseskan program pemerintah dibidang pertanian, seperti program UPSUS (upaya-upaya khusus) PAJALE (Padi, Jagung, Kedele) dan pola tanam tumpang sari.

    Kepala Kampung Handuk, Dorus Muid mewakili tokoh masyarakat dan adat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dimana kegiatan tahun ini dapat diadakan di Kampung Handuk, dan mengajak masyarakat untuk semangat dalam mendukung program-program pemerintah. Sedangkan dalam sambutan Kepala BPP Prafi, Djaka Mastuti, S.ST lebih mengarah ke OPT (organisme pengganggu tanaman) yang kian tinggi tingkat serangannya oleh sebab itu petani diajak untuk memilih varietas unggul yang benar-benar tahan terhadap serangan OPT sehingga hasil produksi bisa maksimal.

    Selanjutnya pemaparan materi oleh Kepala BPTP Papua Barat seputar VUB Amfibi disampaikan secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh petani. Dalam kegiatan kali ini tim BPTP Papua Barat mencoba melibatkan petani OAP (orang asli papua) sehingga mereka bisa terlibat dan memposisikan diri dengan saudara-saudaranya masyarakat trans dari Jawa. Petani OAP ini sudah bertahun tahun bercocok tanam padi gogo namun produksinya masih rendah. Harapan mereka dengan adanya sentuhan teknologi melalui VUB maupun PTT produksi padinya dapat meningkat. Pemaparan materi juga dirangkai dengan diskusi dan tanya jawab mengenai padi amfibi dan permasalahannya. Selain itu dibahas pula mengenai penyakit Blas/ Patah leher dan banyaknya biji padi yang hampa yang selanjutnya di respon Kepala Balai dan Peneliti Hama Penyakit Tanaman dari BPTP PB, Surianto Sipi, SP. 

    Acara selanjutnya adalah penyerahan benih secara simbolis oleh Kepala BPTP Papua Barat kepada perwakilan kelompok tani Handuk dan kelompok tani Kerenu. Sebanyak 200 kg benih yang terdiri dari 5 varietas yaitu varietas towuti, inpago 4, inpago 8, inpago 9 dan inpago 11 diserahkan kepada petani dan menandai dimulainya kegiatan kaji terap inovasi teknologi pertanian di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Selanjutnya para petani diharap dapat mengembangkan lagi beberapa VUB yang telah dicoba yang mempunyai daya tahan terhadap serangan OPT dan sudah beradaptasi dengan baik.

     

    READ MORE