• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Strategi Hadapi Wabah Covid-19 di Papua Barat

Menteri Pertanian RI,  Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H menghimbau produksi pertanian harus tetap berjalan di tengah-tengah wabah virus corona (Covid-19), bahkan digenjot hingga berlipat-lipat agar bisa menjaga stabilitas pasokan bahan pangan di Indonesia.

Himbauan ini ditindak lanjuti oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si agar penyuluh dan peneliti tidak berhenti berjuang dalam bekerja bersama mendampingi petani menyiapkan teknologi spesifik lokal kita sehingga suatu inovasi dapat didiseminasikan dan diterapkan oleh petani kita.

Terkait dengan itu, Kebun Percobaan Anday merupakan salah satu aset Badan Litbang Pertanian yang potensial mendukung peningkatan kinerja unit pelaksanan teknis (UPT) BPTP Papua Barat. Sesuai fungsinya KP Anday sebagai show windows untuk menampilkan hasil-hasil penelitian dan agrowidyawisata disamping sebagai unit pengelola benih sumber (UPBS).

Peneliti dan penyuluh BPTP Papua Barat agar memanfaatkan lahan KP Anday untuk menguji suatu paket teknologi sebelum didiseminasikan kepada petani, demikian himbauan Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP dalam suatu kesempatan.

Sebagaimana dilakukan oleh Sostenes Konyep, SP., Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Papua Barat dilahan seluas 0,5 ha dilakukan penanaman padi amfibi Balitbangtan varietas inpago 11 yang saat ini memasuki fase pemasakan, tumpangsari tanaman padi amfibi Balitbangtan varietas towuti dengan tanaman jeruk keprok selayar dan tumpangsari tanaman padi amfibi Balitbangtan varietas inpago 11, inpago 4 dengan tanaman jagung manis.

Harapannya hasil panen nanti dapat disebar kepada para petani dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan benih padi ladang di Provinsi Papua Barat.

Penulis: Sostenes Konyep, SP

Pendampingan dan Demplot Padi Produk Badan Litbang

Ditengah himbauan pemerintah dalam menghambat penyebaran wabah COVID-19/ virus corona akan tetapi pelaksanaan pendampingan dan demplot padi varietas dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tetap dilakukan di Distrik Bomberay Kabupaten Fakfak pada (25/03/2020).

Penyuluh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Sostenes Konyep, SP melakukan pendampingan kepada beberapa petani yang ada diwilayah Bomberay tersebut. Perjalanan yang ditempuh dari Kabupaten Fakfak ke lokasi sekitar 5 jam.

Kehadiran kami sangat disambut hangat oleh beberapa petani. Setelah berjumpa dan melakukan penjelasan terkait kegiatan; kami melihat persiapan lahan dan pembuatan pagar yang dilakukan untuk melindungi tanaman dari ternak sapi yang akan merusak tanaman. Pembicaraan kemudian berlanjut dirumah salah satu petani untuk menjelaskan cara tanam padi amfibi Balitbangtan, jarak tanam system legowo 2:1 dengan jarak 40:20:12, sistem tanam yang kami anjurkan adalah tanam pindah dan pengolahan tanah sempurna menggunakan alsintan.

Pada kesempatan itu dilakukan juga penyerahan benih padi amfibi Balitbangtan sebanyak 19 Kg terdiri dari inpago 10, inpago 11, inpago 12 dan towuti.
Para petani mengucapkan terima kasih karena mendapat kunjungan dari kami, sertai benih yang kami serahkan. Harapan kami benih tersebut dapat berkembang di Bomberay untuk memenuhi kebutuhan benih tanaman padi di Bomberay dan Fak-Fak pada umumnya.

 

Tani Mas Ciptakan Peluang Agropreneur Milenial

Tim kegiatan Tagrimart dan Obor Pangan Lestari (OPAL) yang diketuai oleh Galih Wahyu Hidayat, S.P. berkunjung ke SMA Negeri 1 Manokwari dan SMA Negeri 2 Manokwari dalam rangka pendampingan kegiatan Pertanian Masuk Sekolah (Tani Mas) pada Rabu, (29/01/2020).

Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap individu memiliki hak konsumsi pangan sesuai dengan UUNo.18/2012 dan sumber daya manusia harus sehat, berkualitas, aktif dan produktif. Diharapkan dengan kegiatan ini regenerasi pertanian atau petani dapat berjalan. Generasi muda diharapkan dapat melanjutkan kegiatan pertanian dengan pendekatan yang lebih maju dan modern.

Tani Mas atau yang dulu dikenal denga istilah PMS merupakan kegiatan budidaya pertanian yang dilaksanakan oleh siswa dan guru di lingkungan sekolah secara berkelanjutan di bawah tanggungjawab Dinas Ketahanan Pangan Provinsi. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu (1) meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya pertanian (2) menumbuhkan semangat siswa menjadi agripreneur (3) meningkatkan ketersediaan dan akses pangan

Kegiatan ini dimulai pada akhir tahun 2019 yang dirintis oleh Badan Ketahanan Pangan dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Kegiatan di Provinsi Papua Barat dilaksanakan di SMA N 1 Manokwari dan SMA N 2 Manokwari sebagai pilot project percontohan sebelum dikembangkan di sekolah yang lainnya. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang budidaya pertanian dan dapat menggunggah minat siswa dalam mengembangan diri menjadi seorang agripreneur.

Berdasarkan hasil kunjungan diketahui bahwa kegiatan sudah berjalan dengan baik, masing-masing sekolah sudah dapat mengaplikasikan dan berhasil panen sebanyak 2 kali panen. Ke depan akan dilakukan pendampingan dan bantuan aneka benih sayuran dari kegiatan Tagrimart dan OPAL BPTP Papua Barat agar kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik sepanjang tahun 2020.

Penulis: Galih Wahyu Hidayat, SP

Masyarakat Lokal Antusias Ikuti Pelatihan Hidroponik

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat melakukan pelatihan hidroponik pada Senin, (27/01/2020) di Kampung Udopi, Kabupaten Manokwari.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan OPAL (Obor Pangan Lestari). Pelatihan hidroponik diikuti oleh perwakilan 25 organisasi wanita anggota BKOW yang ada di Provinsi Papua Barat serta mengundang masyarakat lokal. Sesuai petunjuk Ketua BKOW yaitu istri Wakil Gubernur Papua Barat, Lany Lakotany bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran kepada ibu rumah tangga anggota organisasi BKOW dan masyarakat tentang pentingnya pemenuhan kesehatan keluarga akan makanan yang bergizi dan bermanfaat.

Materi yang disampaikan pada pelatihan adalah; 1). Obor Pangan Lestari Dalam Rangka Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pemenuhan gizi keluarga oleh Sostenes Konyep dan 2). Hidroponik Sederhana oleh M.Fathul Ulum Ariza, SP.,M.Si. Selanjutnya dilaksanakan praktek bersama peserta untuk pembuatan hidroponik sederhana sistem sumbu dengan menggunakan limbah botol bekas air mineral dan dilanjutkan praktek persemaian aneka benih sayuran. Kelebihan dari sistem budidaya tanaman hidroponik adalah sebagai berikut: Hasil dan kualitas tanaman lebih tinggi, lebih terbebas dari hama dan penyakit, penggunaan air dan pupuk lebih hemat, mengatasi  permasalahan tanah (kurang subur, penyakit, dll), dan dapat mengatasi masalah keterbatasan lahan.

Kegiatan tersebut dikaitkan dengan konsep pangan lestari bagi keluarga yang dapat dicapai dengan pembuatan hidroponik sederhana yang memanfaatkan barang-barang limbah keluarga. Antusiasme dari peserta sangat tinggi karena materi yang diberikan dirasakan sangat sederhana dan dapat langsung diterapkan. Selain itu materi juga bermanfaat dan dapat meningkatkan gizi keluarga juga dapat meningkatkan kesejahteraan dengan mengurangi belanja sayuran untuk konsumsi keluarga. Pelatihan hidroponik diharapkan dapat menggugah kesadaran dan semangat ibu-ibu anggota BKOW untuk memanfaatkan barang-barang limbah pekarangan di sekitar lingkungan rumah tangga dan mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, sinergi dengan kegiatan perbenihan juga dilakukan. Secara simbolis diserahkan benih Sukun Sanggeng (Sukun Iriana) yang dikembangkan dari Indukan Sukun di Kab.Manokwari dan Benih Cengkeh Zanzibar dari Blok Penghasil Tinggi di Gorontalo. Kepala Kampung Udopi sangat mengapresiasi kegiatan dan harapannya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Benih tanaman akan ditanam dan dipelihara dengan baik, kelak dapat dijadikan sebagai indukan untuk pengembangan benih tanaman sukun dan cengkeh di Kampung Udopi.

Penulis: Galih Wahyu Hidayat, SP

 

 

Penyuluh Lakukan Koordinasi Temu Tugas dan Konstratani

Tim Penyuluh BPTP Papua Barat melakukan koordinasi ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prafi, Masni dan Sidey pada Selasa (28/01/2020). Kunjungan tersebut membahas mengenai kegiatan Temu Tugas Peneliti Penyuluh Balitbangtan dengan Pemda Provinsi Papua Barat dalam mendukung program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Konstratani). Tim penyuluh yang turun ke lapang terdiri dari dua, tim pertama bertugas ke BPP Prafi dan tim kedua bertugas mengunjungi BPP Masni dan Sidey.

Pertama, kunjungan dilakukan di BPP Prafi. Hasil diskusi dengan Ka.BPP, Prafi belum memiliki legalitas atau kepastian tentang pelaksanaan demfarm kegiatan dari BBSDMP. Informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten dan Dinas Tanaman Pangan Provinsi belum sampai ke BPP. Potensi unggulan di wilayah kerja BPP Prafi adalah tanaman pangan, meliputi: padi sawah, padi ladang, dan aneka pangan lokal (umbi-umbian). Potensi tersebut sebagian sudah didukung dengan infastruktur pertanian berupa saluran irigasi teknis dan jalan pertanian.

Kedua, kunjungan dilakukan di BPP Masni. Hasil diskusi dengan Ka.BPP menyebutkan bahwa beliau dan tim sangat mendukung adanya program tersebut. Terkait dengan demfarm, belum dapat diputuskan akan dilakukan demfarm atau Sekolah Lapang (SL). Beliau juga mengatakan potensi wilayah BPP Masni sangat tinggi. Terkait dengan wilayah dari BPP Masni sangat luas, meliputi SP 5, SP 6, SP 7, dan SP 8 yang terdiri dari 32 kampung yang didominasi oleh kampung lokal. Petani juga sudah bisa budidaya tanaman pangan dan juga hortikultura. Tetapi kendalanya adalah ketersediaan air yang saat ini masih menunggu bendungan beroperasi.

Kunjungan yang terakhir adalah ke BPP Sidey, hasil wawancara dengan Ka.BPP hampir sama dengan BPP yang lain. BPP Sidey juga siap untuk mendukung program-program yang akan dilakukan. Wilayah Sidey juga telah melakukan budidaya tanaman pangan, yakni padi dan jagung. Petani juga sudah menggunakan varietas-verietas yang direkomendasikan oleh BPTP. Beberapa bulan yang lalu, di Sidey menjadi lokasi ‘Gerakan Tanam Serentak dalam Menyongsong Musim Hujan’ yang di hadiri oleh Bupati, Ka. BPTP, dan dinas-dinas terkait. Rencana petani akan melakukan penanaman kembali di bulan Februari 2020.

Harapannya dengan adanya kegiatan Temu Tugas Peneliti Penyuluh Balitbangtan dengan Pemda Provinsi Papua Barat dalam mendukung program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Konstratani), apa yang dibutuhkan petani dilapang akan bisa segera ditindaklanjuti oleh stakeholder terkait. Menjadikan petani yang semakin sejahtera juga menjadi poin penting dalam hal ini.