• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Sosialisasi P4GN, Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Tanggung Jawab Bersama

Dalam rangka membangun kesadaran bersama terhadap dampak buruk serta penyebaran narkoba di Papua Barat, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan sosialisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang disampaikan langsung oleh narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat yang diwakili oleh dr. Indah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai dan staf BPTP Papua Barat sebagai wujud gerakan terhadap pencegahan dan pemberantasan narkoba.  

Kegiatan sosialisaisi diawali dengan pemaparan dari narasumber BNN Papua Barat tentang fenomena peredaran narkoba dan obat-obat terlarang di Papua Barat, bentuk dan jenis serta dampak buruk yang diakibatkannya. Selanjutnya, pemaparan tentang hukuman dan sanksi yang diperoleh bagi siapa saja yang terlibat dalam mengedarkan ataupun sebagai pengguna. Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video pendek tentang kondisi nyata dampak penggunaan narkoba dan sejenisnya pada gangguan kejiwaan dan tanya jawab.

Dalam kegiatan tersebut juga, dr. Indah menyampaikan bahwa untuk mewujudkan wilayah yang bebas dari peredaran narkoba memang harus didukung semua pihak, muai pemerintah setempat hinggak kelompok terkecil di masyarakat, yaitu keluarga. Pencegahan sejak dini dengan memberikan pengetahuan kepada anggota keluarga terkait bahaya penyalahgnaan narkoba sangat penting dilakukan sehingga pada saat memasuki usi remaja anak bisa menjauhi pergaulan dan lingkungan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Peluang Pasar Besar, BPTP Papua Barat Dorong Petani Lokal Budidaya PMD


Salah satu varietas unggul hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian adalah Pepaya Merah Delima (PMD) yang memiliki tekstur daging yang kenyal serta memiliki rasa yang manis.  Varietas Unggul Baru (VUB) ini sudah tersebar hampir diseluruh Indonesia. Penyebarannya dilakukan melalui program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di seluruh Indonesia. 

BPTP Papua Barat mendorong pengembangan Pepaya Merah Delima melalui produksi benih sebar PMD, Display Inovasi Teknologi, bimtek, dan pendampingan pengadaan dilapangan. Upaya ini telah dilakukan oleh BPTP Papua Barat sejak tahun 2016. BPTP Papua Barat mendorong petani lokal pepaya untuk dapat mengadopsi PMD sebagai salah satu komoditas yang dapat menambah penghasilan. 

Septinus Wariki adalah salah satu petani lokal yang telah mengembangkan PMD. BPTP Papua Barat telah mendampingi serta melakukan pelatihan (Kamis, 03/06/2021). Materi pelatihan meliputi pengolahan benih papaya merah delima yang disampaikan oleh peneliti (Dr. Ir. Amisnaipa, M.Si) dan Penyuluh (Muh. Fathul Ulum Ariza, SP.,M.Si). Kemudian dilanjutkan materi pelatihan pemberian pupuk NPK secara efektif dan efisien yang disampaikan oleh Dr. Aser Rouw, M.Si. Pelatihan tersebut dimaksudkan sebagai modal petani lokal dalam pengembangan budidaya PMD untuk skala yang lebih besar.

Kegiatan pelatihan juga dihadiri Plt. Kepala Balai, Ir. Demas Wamaer, MP. dalam pembukaan kegiatan beliau menghimbau kepada petani untuk selalu menjaga semangat dan terus berupaya mengembangan papaya merah delima sebagai sumber pendapatan pada kondisi pandemi saat ini. Beliau juga menambahkan bahwa papaya buah merah delima memiliki potensi pasar yang sangat besar di Papua Barat untuk dikembangkan.

Diakhir kegiatan, Septinus Wariki (ketua kelompok) menyampaikan harapan beliau kepada BPTP Papua Barat agar dapat terus mendampingi pembudidayaan papaya merah delima mengingat terdapat empat titik lokasi baru yang siap untuk dilakukan penanaman.

Gerak Cepat Laksanakan Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan

Pada hari Jumat (07/05/2021) dilaksanakan perjalanan Dinas Tim Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan ke SP 11 Distrik Sidey Kabupaten Manokwari di Kebun Pepaya Merah Delima Sdr. Sepi Wariki. Hasil pengamatan Tim di kebun menunjukkan bahwa kondisi Kebun terawat dengan baik, drainase lancar dan tidak ada genangan air. Pada saat tim datang keluarga petani sedang mengumpulkan hasil panen papaya ukuran besar yang masih mengkal (setengah masak) untuk dipacking sebelum dikirimkan ke supermarket MCM (Manokwari City Mall). Hasil diskusi dengan anggota kelompok diketahui bahwa petani dan masyarakat sekitar berminat untuk menanam Pepaya Merah Delima karena sudah melihat hasil nyata pertumbuhan tanaman dan hasil penjualan yang pasti.  Sebagian besar petani memohon agar bantuan benih siap tanam dari BPTP dipercepat pengirimannya. Petani juga berharap dilakukan pelatihan dalam penyemaian benih papaya, agar dapat melaksanakan perluasan area tanam secara mandiri.  

Terkait dengan rencana pembuatan Dokumentasi Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan, akan dilaksanakan pada kunjungan selanjutnya dengan pengambilan gambar secara lengkap tentang proses budidaya  Pepaya Merah Delima oleh Tim Penyuluh BPTP PB. Proses pemgambilan gambar akan dilaksanakan setelah naskah video selesai disusun agar lebih memaksimalkan dalam efisiensi dan efektivitas proses shooting pengambilan gambar dan sucsess story petani.  

Selajutnya Tim berkunjung di rumah PPL Bpk Petrus Pardianto, sekaligus diskusi tentang kondisi terbaru pelaksanaan Kostratani di BPP Sidey yang merupakan wilayah binaan BPTP Papua Barat. Rencana penanaman Kedelai dalam rangka kegiatan Kajian Uji Adaptasi Varietas Kedelai Oleh BPTP Papua Barat. Hasil laporan dari PPL bahwa proses persiapan lahan terdapat kendala karena kondisi traktor yang mengalami putus rantai. Pada kunjungan ini juga ditunjukkan Atabela (alat tanam benih langsung) kedelai guna memudahkan dalam proses penanaman, kondisi alat masih bagus dan rencana penanaman 2 butir benih per lubang tanam dengan jarak tanam kurang lebih 20 cm.

Bimbingan Teknis Padat Karya BPTP Papua Barat

Sebagai upaya mendukung kebijakan Pemerintah untuk memulihkan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid-19, serta sebagai wujud pelaksanaan amanat presiden RI melalui Kementerian Pertanian dengan program padat karya, BPTP Balitbangtan Papua Barat melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis untuk petani-petani di Papua Barat.

Tujuan dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya ini adalah untuk mendukung praktek pertanian yang baik dan berkelanjutan serta mendiseminasikan Inovasi Teknologi Badan Litbang Pertanian serta memberikan tambahan pendapatan bagi petani yang terdampak Covid-19. Sesuai dengan target yang diberikan Balitbangtan, BPTP Papua Barat harus mengadakan bimtek untuk 500 petani hingga akhir bulan Maret 2021. Adapun materi bimtek-bimtek ini disesuaikan dengan jenis komoditas dan kebiasaan petani setempat.

Rincian bimtek padat karya yang telah dilaksanakan BPTP Papua Barat sejak Februari sampai dengan bulan Maret 2021 adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi Kesuburan Tanah dan Pengolahan Lahan di Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari pada tanggal 9 Februari 2021 dengan total peserta sebanyak 19 orang.
  2. Budidaya Padi Ladang Amfibi di Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari pada tanggal 26 Februari 2021 dengan total peserta sebanyak 35 orang.
  3. Teknologi Budidaya dan Pascapanen Jagung di Distrik Masni Kabupaten Manokwari pada tanggal 3 Maret 2021 dengan total peserta sebanyak 40 orang.
  4. Teknologi Budidaya, Pengendalian Hama Penyakit dan Pascapanen Jagung di Kampung Warbiadi, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan pada tanggal 10 Maret 2021 dengan total peserta sebanyak 45 orang.
  5. Pengelolaan Tanaman Padi Amfibi dan dan Budidaya Tanaman Cabai di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari pada tanggal 17 Maret 2021 dengan total peserta 61 orang.
  6. Budidaya Sayuran Organik dan Pestisida Alami di Kampung Maruni, Distrik Manokwari Selatan pada tanggal 18 Maret 2021 dengan total peserta 52 orang.
  7. Perbanyakan Tanaman Kakao Dengan Cara Menyambung di Di Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari pada tanggal 18 Maret 2021 dengan total peserta 53 orang.
  8. Teknologi Pengolahan Sukun di Kampung Arowi, Distrik Manokwari Timur pada tanggal tanggal 20 Maret 2021 dengan total peserta 57 orang.
  9. Budidaya Ubi-Ubian dan Pembuatan Pupuk Kompos di Distrik Prafi pada tanggal 20 Maret 2021 dengan total peserta 51 orang.
  10. Penggunaan Pestisida Pada Tanaman Sayuran di Kantor BPTP Papua Barat di Anday, Distrik Manokwari Selatan tanggal 22 Maret 2021 dengan total peserta 49 orang.
  11. Pengolahan Kelapa dan Pisang di Distrik Manokwari Selatan pada tanggal 24 Maret 2021 dengan total peserta 50 orang.
  12. Perbenihan Kopi Arabika di Kampung Kwaw Distrik Warmare pada tanggal 27 Maret 2021 dengan total peserta sebanyak 40 orang.

          Dengan demikian sampai dengan saat ini BPTP Papua Barat telah memberikan bimtek kepada 552 petani di 2 kabupaten di Papua Barat yaitu Manokwari dan Manokwari Selatan.

 

 

 

 

 

 

Maksimalkan Potensi Sukun Melalui Diversifikasi Produk

BPTP Papua Barat mendukung program ketahanan pangan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya. Tujuan dari bimtek ini adalah mendorong petani untuk tetap produktif melalui pengenalan teknologi dan inovasi. Berbagai permasalahan dibidang pertanian dan peternakan diangkat serta dibahas secara sederhana sehingga menghasilkan solusi bagi petani. Tim Peneliti Pascapanen BPTP Papua Barat mendapat tugas melakukan bimbingan teknis teknologi pengolahan komoditas pangan. Komoditas pangan yang dipilih untuk diolah merupakan komoditas melimpah sesuai dengan lokasinya. 

Pada kesempatan kali ini Kampung Arowi di Distrik Manokwari Timur menjadi sasaran Bimtek Padat Karya. Kampung Arowi merupakan daerah penghasil sukun dalam jumlah yang besar. Pohon sukun berbuah tanpa mengenal musim dengan produktivitas yang tinggi. Masyarakat Kampung Arowi dalam sehari mampu memanen buah sukun hingga puluhan buah dengan berat rata-rata sukun 2-4 kg. Sukun tersebut umumnya dijual pada tengkulak dengan harga 5-15 ribu perbuah tergantung  ukuran. Melihat potensi yang besar inilah Tim Peneliti Pascapanen BPTP Papua Barat mencoba mengenalkan teknologi pengolahan sukun. Tujuan pengenalan teknologi ini adalah untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Kampung Arowi sehingga mampu mengolah buah sukun menjadi produk aneka olahan yang digemari khalayak. Produk aneka olahan buah sukun tersebut diharapkan menjadi sebuah solusi praktis permasalahan rendahnya harga jual buah sukun saat ini.

Pada hari Sabtu, 20 Maret 2021 Tim Bimtek Padat Karya BPTP Papua Barat yang terdiri atas Peneliti Pascapanen: Nicolays Jambang, S.TP., M.Sc., dan Lukman Hakim, S.Pt., M.Pt. dengan Penyuluh: Galih Wahyu Hidayat, S.P. bergerak memberikan materi teknologi pengolahan sukun. Acara yang sebelumnya dibuka oleh sambutan Bapak Kepala Balai BPTP Papua Barat Ir. Demas Wamaer, M.P. , yang selanjutnya dipandu oleh penyuluh berjalan dengan baik. Masyarakat Kampung Arowi yang didominasi Ibu-ibu mendengarkan penjelasan teknologi pembuatan tepung sukun sebagai produk setengah jadi buah sukun dengan serius. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul karena ketertarikan Ibu-ibu membuat tepung sukun tersebut. 

Selain tepung sukun sebagai produk setengah jadi buah sukun, Tim Bimtek juga membawa beberapa produk jadi olahan buah sukun antara lain kue kering dan bola-bola sukun. Pada sesi kedua ini Ibu dan Bapak peserta Bimtek semakin antusias mendengarkan penjelasan pembuatan produk olahan sukun. Muncul berbagai ide kreatif  pengolahan sukun lainnya baik dari buah sukun maupun tepung sukun yang didiskusikan. Ide-ide tersebut ditampung dan akan dibentuk pembuatan kelompok tani Kampung Arowi sebagai tindak lanjut masyarakat untuk mewujudkan industri rumah tangga pengolahan aneka produk sukun. Semoga melalui Bimbingan Teknis dari BPTP Papua Barat ini menjadi pendorong kegiatan ekonomi masyarakat Kampung Arowi menjadi lebih sejahtera.