• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Dorong Petani Lokal Tanam Sayur Organik, Petani Praktikan Pembuatan Pestisida Alami

Kegiatan BImtek Padat Karya merupakan kegiatan Diseminasi yang dilaksanakan dalam rangka Diseminasi Inovasi Teknologi Badan Litbang Kementerian Pertanian dan untuk peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga/Masyarakat. Kegiatan Bimtek Padat Karya dilaksanakan menyesuaikan kebutuhan teknologi bagi masyarakat setempat. Inovasi teknologi dari Badan Litbang Pertanian disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Pada Bimtek Padat Karya ini terdapat dua materi penting yang disampaikan yaitu: 1). Budidaya Sayuran Organik 2). Pestisida Alami. 

Kelompok Tani Bina Mandiri merupakan kelompok tani pemula binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Manokwari Oransbari, Manokwari Selatan. Kelompok ini merupakan kelompok tanaman pangan yang menanam padi ladang, umbi-umbian dan hortikultura. Kelompok ini masih kategori pemula dan masih sangat memerlukan pendampingan khususnya dalam hal administrasi kelompok tani. Selain hal tersebut, dinamika kelompok dalam kelompok tani perlu didampingi secara intensif agar masing-masing petani dalam anggota kelompok menyadari manfaat dan pentingnya mengikuti kegiatan kelompok. Kelompok tani terdiri dari petani asli Papua dan petani pendatang. Informasi yang menarik adalah sudah terjadi akulturasi kebudayaan khususnya dalam hal penanaman dan pemasaran hasil pertanian dari petani pendatang kepada petani asli Papua.

Narasumber kegiatan Bimtek adalah Penyuluh pertanian BPTP Papua Barat yaitu Galih Wahyu Hidayat, SP yang menyampaikan materi tentang Budidaya Sayuran Organik. Narasumber yang berikutnya adalah Arya Bima Senna, SP yang menyampaikan materi tentang Potensi pengembangan Pestisida Alami serta praktek pembuatan langsung bersama dengan peserta Bimtek. Pada pelaksanaan Bimtek Padat Karya ini juga dilakukan praktek langsung penggunaan PUTK (Perangkat Uji Tanah Kering) oleh Teknisi Litkayasa BPTP PB yaitu Steven Witman, A.Md bersama dengan peserta Bimtek.

Bimtek diikuti oleh 52 orang anggota kelompok tani Bina Mandiri. Anggota kelompok tani memiliki semangat untuk belajar sangat tinggi, respon petani dengan diskusi dan tanya jawab berjalan secara dinamis pada saat penyampaian materi maupun sesi tambahan diskusi. Secara garis besar, pokok permasalahan yang dihadapi oleh petani anggota kelompok tani Bina Mandiri adalah a). Budidaya aneka tanaman sayuran yang menguntungkan, b). Pemasaran produk pada saat panen agar harga stabil dan sesuai dengan harapan petani, c). Keterbatasan alsintan dalam pengolahan lahan d). Bantuan subsidi pemupukan, alsintan dan permodalan serta perlu dukungan jalan pertanian dari Pemkab Manokwari, e).  Administrasi kelompok yang belum bisa sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Pertanian. 

Rencana Tindak Lanjut dari kegiatan Bimtek adalah koordinasi dengan PPL setempat untuk menggerakkan petani berkelompok sesuai peraturan dan administrasi agar dapat mengakses bantuan dari Dinas Pertanian. Kelompok tani diharapkan dapat pro aktif dalam berkegiatan sehingga dapat dimasukkan dalam RDKK Subsidi Pupuk pada periode yang selanjutnya

Kenalkan Teknologi Padi Amfibi Balitbangtan dan Cabai pada Petani Lokal

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat kembali melaksanakan Bimtek/Padat karya pada hari Rabu 17 Maret  yang dilaksanakan di Kampung Dindey Distrik Warmare Papua Barat. Acara dibuka oleh Kepala BPTP Papua Barat Ir. Demas Wamaer, MP. Kepala Balai selanjutnya menjelaskan tujuan dilaksanakan bimtek padat karya adalah untuk menyalurkan bantuan pemerintah pusat kepada para petani dampak covid-19. Untuk Papua Barat target sasaran penerima bantuan adalah sebanyak 500 petani.

Selain itu BPTP sebagai lembaga penelitian ingin mendiseminasikan hasil-hasil inovasi Badan Litbang Pertanian kepada petani/kelompok tani. Dalam arahannya, Pak Demas mengharapkan petani dan kelompok tani tidak melihat besar kecilnya bantuan yang diberikan tapi melihat kepedulian pemerintah dalam membantu para petani sehingga ada perputaran uang dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Kepala Balai juga menyampaikan ucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi petani dalam acara bimtek ini. Selain petani hadir pula Kepala BPP dan para penyuluh pendamping. Kepala BPP Warmare, Mulyadi S.ST mendorong para petani untuk mengikuti bimtek ini dengan baik dalam menambah pengetahuan untuk merubah sikap dan perilaku dalam berusaha tani.

Bimtek   terbagi atas dua sesi, sesi pertama adalah pemaparan materi tentang Pengelolaan Tanaman Padi Amfibi Balitbangtan dilanjutkan dengan praktik Pengujian kadar hara didalam tanah dengan kadar menggunakan perangkat uji tanah kering (PUTK). Kemudian dilanjutkan dengan teknologi budidaya tanaman cabai. Sesi berikutnya adalah tanya jawab seputar masalah-masalah yang dihadapi para petani dilapangan terkait dengan budidaya tanaman padi ladang maupun cabai yang kemudian ditanggapi oleh Narasumber dari BPTP maupun dari BPP Warmare. Materi dibawakan oleh Penyuluh pertanian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat Muh Fathul Ulum Ariza SP, M.Si dan Sostenes Konyep, SP.

Acara ini dihadiri sekitar 58 Petani orang Asli Papua dan 6 orang penyuluh dari BPP Warmare. Kegiatan Bimtek berjalan dengan baik dan peserta sangat aktif dan antusias dalam sesi diskusi untuk semua materi sekaligus tetap menjaga protokol kesehatan. Walau beralaskan jerami padi sebagai tempat duduk dan beratapkan dedaunan, para petani begitu antusias untuk mengikuti bimtek. Bukan karena bantuan uang yang diberikan pemerintah tetapi materi bimtek yang dibawahkan dirasa sangat penting dalam menambah pengetahuan para petani, demikian tutur salah satu peserta bimtek Soleman Ullo. Soleman Ullo berharap ada bimbingan teknis semacam ini kepada para petani orang asli Papua (OAP) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya di waktu-waktu mendatang.

Kawal Poktan Jagung Oransbari Tingkatkan Produktivitas Berorientasi Ekspor

Pemerintah saat ini sedang menggencarkan berbagai upaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya telah dilakukan di beberpa daerah di Provinsi Papua Barat, guna menumbuhkan produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani yang bermuara pada memacu pertumbuhan perekonomian.

Mengusung tema Teknologi  Budidaya, Hama dan Penyakit, dan Pascapanen Tanaman Jagung guna mendukung program upaya khusus peningkatan produksi dan produktivitas komoditas strategis yang berorientasi ekspor di Papua Barat, Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya diselenggarakan di Distrik Oransbari, Manokwari Selatan, Papua Barat (11/03/2021).

Bimtek Padat Karya kali ini dihadiri langsung oleh kepala balai BPTP Papua Barat Ir. Demas Wamaer, MP, dan pada kesempatan tersebut juga membuka serta memberikan sambutannya. Beliu menghimbau  kepada petani jagung agar terus memupuk semangat kerjasama dalam bentuk kelompok guna memulihkan dan menumbuhkan perekonomian serta kesejahteraan petani pasca pandemi. Beliau juga mengharapkan, melalui kegiatan ini, kelompok tani jagung yang ada di Distrik Oransbari dapat meningkatkan produksi dan produktivitas dan menghasilkan jagung yang bermutu sesuai dengan standar ekspor.

Diselenggarakan dengan cara sederhana dan tetap sesuai dengan protokol kesehatan (covid-19), Bimtek padat karya kali ini sukses diselenggarakan dengan penuh antusias dari para petani. Materi Bimtek diawali dengan budidaya, pengenalan hama dan penyakit pada tanaman jagung serta cara pengendaliannya yang disampaikan oleh Subiadi, SP.,M.Sc. Kemudian dilanjutkan dengan materi pascapanen, mulai dari penyimpanan biji jagung, produk dan pengolahan produk, serta pengolahan limbah tanaman jagung yang disampaikan oleh Fadlianto Botutihe, S.TP.,M.Si.

Pada akhir kegiatan, Adam Isba sebagai ketua kelompok tani, menyampaikan apresiasinya terhadap program-program seperti ini, dan berharap kedepannya akan terus berlanjut. Beliau juga berharap, bimbingan teknis bukan hanya terkait dengan komoditas tanaman jagung, tetapi pada komoditas-komoditas unggulan lainnya di Papua Barat.

Dorong Petani Jagung Tingkatkan Produksi, BPTP Papua Barat Lakukan Bimtek

Manokwari (03/03/2021). Dalam rangka membantu petani meningkatkan Produksi Jagung di Kabupaten Manokwari, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat karya bersama petani jagung di Kali merah, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.

Kegiatan Bimtek tersebut merupakan salah satu tupoksi dari BPTP untuk mendiseminasikan inovasi dari Badan Litbang Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sebanyak 42 petani hadir dalam kegiatan tersebut. Petani yang hadir sangat bersemangat walaupun sedang mengalami masa pandemi seperti ini dengan didampingi dengan penyuluh setempat.

Materi Bimtek yang pertama disampaikan oleh Muh. Fathul Ulum Ariza, S.P, M.Si mengenai Teknologi Budidaya Jagung. Materi budidaya meliputi penggunaan benih unggul, pengolahan lahan, pemupukan yang tepat, hama dan penyakit, sampai dengan panen. Materi yang kedua mengenai pengolahan pasca panen jagung disampaikan oleh Lukman Hakim, S.Pt, M.Pt. Petani diberikan pemahaman mengenai cara pengolahan jagung menjadi tepung jagung sehingga dapat memperpanjang umur simpan serta dijadikan olahan berbagai macam makanan.  Sehingga dapat meningkatkan nilai tambah agar petani mendapatkan penghasilan lain dan tidak kesulitan dalam menjual hasil panen mereka.

Diharapkan dengan adanya kegiatan Bimtek ini, dapat memberikan manfaat bagi petani serta meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Manokwari.

Antusiasme Petani Lokal Ikuti Bimtek Padat Karya

Manokwari Timur (26/02/21), cuaca mendung dan gerimis tidak menghalangi semangat petani dalam mengikuti Bimtek Padat Karya Budidaya Padi Ladang Ampibi. Kegiatan Bimtek Padat Karya Ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Diseminasi Inovasi Teknologi Badan Litbang Kementerian Pertanian dan untuk peningkatan ketahanan pangan keluarga/masyarakat.

Kegiatan Bimtek Padat Karya dilaksanakan menyesuaikan kebutuhan teknologi bagi masyarakat. Inovasi teknologi dari Badan Litbang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Pada Bimtek Padat Karya ini terdapat tiga materi yang disampaikan yaitu: 1). Budidaya Padi Ladang Ampibi, 2). Praktek Pengukuran Kesuburan Tanah dan 3). Potensi Pengembangan Padi Ladang di Kabupaten Manokwari.

Peserta Bimtek terdiri dari 35 orang yang merupakan anggota Kelompok Tani Womnai yang merupakan kelompok tani binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Manokwari Timur. Kelompok ini merupakan kelompok tanaman pangan yang menanam padi ladang, umbi-umbian dan hortikultura. Kelompok ini masih kategori pemula dan masih sangat memerlukan pendampingan khususnya dalam hal administrasi kelompok tani.

Narasumber kegiatan Bimtek adalah Penyuluh Pertanian BPTP Papua Barat yaitu Sostenes Konyep SP, yang menyampaikan materi tentang Budidaya Padi Ladang Ampibi dan Praktek Pengukuran Kesuburan Tanah Menggunakan PUTK (Perangka Uji Tanah Kering). Tujuan pelaksanaan praktek kesuburan ini adalah pembelajaran bagi petani untuk mengetahui tingkat kesuburan lahan. Narasumber yang berikutnya adalah Galih Wahyu Hidayat, SP yang menyampaikan materi tentang Potensi pengembangan padi ladang Ampibi di Kabupaten Manokwari.

Animo anggota kelompok tani Womnai untuk belajar sangat tinggi, karena keinginan petani untuk mengatasi permasalahan serta tingginya semangat untuk meningkatkan kesejahteraan.  Respon petani dengan diskusi dan tanya jawab berjalan secara dinamis pada saat penyampaian materi maupun sesi tambahan diskusi. Secara garis besar, pokok permasalahan yang dihadapi oleh petani anggota kelompok tani Womnai adalah a). Budidaya padi ladang Ampibi, b). Pengelolaan air pada lahan terasering, c). Keterbatasan alsintan dalam pengolahan lahan d). Bantuan subsidi pemupukan dan permodalan usaha tani, e).  Administrasi kelompok yang belum bisa sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Pertanian.

Rencana Tindak Lanjut dari kegiatan Bimtek adalah akan diadakan pertemuan kembali pada triwulan II dan  praktek pembuatan jarak tanam sekaligus pemberian benih padi ladang Ampibi kepada Angota Kelompok Tani agar dapat ditanam pada musim tanam Bulan Oktober Tahun 2021.