• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat Gelar Serah Terima Jabatan

Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Papua Barat mengadakan serah terima jabatan Kepala Balai.  Acara serah terima dilakukan dari pejabat lama  Ir. Demas Wamaer, M.P. kepada pejabat baru yaitu Zainal Abidin, S.P., M.P. pada Selasa, 28 September 2021.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Holtikultura Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si yang mewakili Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Hadir pula perwakilan dari Gubernur Papua Barat, Melkianus Werinusa dan beberapa stakeholder mitra BPTP Papua Barat yaitu Kodam Kasuari VXIII, Polda Papua Barat, BKOW, BPP wilayah Manokwari, serta seluruh staff BPTP Papua Barat.

Ir. Demas Wamaer, MP menyampaikan terima kasih kepada seluruh staff yang selama ini membantu seluruh kegiatan-kegiatan balai. Beliau berharap kegiatan yang selama ini telah dilaksakan dapat dilanjutkan dan tidak berhenti sampai disini.

Dalam sambutannya, Zainal Abidin S.P., M.P selaku Kepala Balai BPTP Papua Barat yang baru menyampaikan terimakasih banyak atas kinerja Ir. Demas Wamaer MP, dan siap menyelesaikan tugas yang harus dilaksanakan.  Beliau juga siap untuk berkolaborasi dan berkoordinasi dengan dinas dan stakeholder terkait pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengembangan pertanian di wilayah Papua Barat.

Selanjutnya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Holtikultura Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si turut menyampaikan bahwa pertanian harus tetap berproduksi walaupun saat ini kita berada dalam kondisi yang kurang baik, yaitu pandemi Covid 19. Dimana BPTP Papua Barat harus hadir bersama dengan dinas terkait untuk membantu petani agar tetap meningkatkan produksi pertanian.

Bimtek Hilirisasi Dukung Akselerasi Pengembangan Hortikultura

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hortikultura Komoditas Jeruk dan Pepaya Merah Delima Mendukung Kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Pertanian pada Selasa (28/09/2021) di Aula Hotel Valdos Manokwari.

Acara tersebut dibuka dengan berdoa dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala BPTP Papua Barat, Zainal Abidin, S.P., M.P. Beliau menyampaikan bahwa penyebaran benih sebar harus semakin digencarkan sampai ke petani-petani wilayah Papua Barat. Selaras dengan komitmen Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mempunyai salah satu tugas yakni melakukan diseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan dan dikembangkan. Diharapkan juga teknologi yang telah dihasilkan harus dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan petani maupun masyarakat umum.

Materi yang pertama disampaikan oleh Dr. ir. Amisnaipa, M.Si mengenai budidaya Pepaya Merah Delima dari mulai persemaian hingga panen. Beliau juga mendatangkan salah satu petani lokal, Septinus Wariki yang sukses melakukan budidaya PMD dari hulu hingga hilir. Panen yang dihasilkan juga sudah dipasarkan di supermarket wilayah manokwari.

Materi bimtek yang kedua mengenai teknik budidaya jeruk Bujangseta (Buah Berjenjang Sepanjang Tahun) disampaikan oleh Muh. Fathul Ulum Ariza, S.P., M.Si. Setelah penyampaian materi peserta sangat antusias bertanya dan berdiskusi mengenai materi yang disampaikan. Beliau juga membagikan beberapa benih jeruk kepada peserta yang paling aktif megikuti bimtek.

Bimtek hilirisasi yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada peserta mengenai teknologi budidaya hortikultura. Sehingga peserta dapat melakukan budidaya hortikultura dengan lebih tepat.

BPTP Papua Barat Mulai Mengimplementasikan MoU Antar Badan Litbang dengan Pemprov Papua Barat

[Manokwari, 25/09/2021] Kementerian Pertanian telah menanda tangani MOU dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat tanggal 9 September 2021 tentang Pengembangan Model Sistem Pertaninan Terpadu (Integrated Farming) Berbasis Sagu Bernuansa Wisata Di Kabupaten Sorong. Sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Papua Barat mengadakan Temu Koordinasi secara paralel online dan offline di Swissbel Hotel Manokwari, yang dihadiri sejumlah dinas terkait baik di tingkat Provinsi Papua Barat, maupun Tingkat Kabupaten Sorong. Temu koordinasi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kab. Sorong dan Kepala Stasiun Karantina Kelas I Sorong dan Kepala BPTP Papua Barat. 

Kegiatan Temu Koordinasi dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas TPHBun Provinsi Papua Barat Dr. Yacob S. Fonataba, M.Si. Dalam pembukaan tersebut, beliau menyapaikan bahwa kegiatan ini didasarkan atas kunjungan menteri pertanian ke lokasi pengembangan serta meminta untuk segera mendesain konsep Integrated Farming System berbasis sagu dan bernuansa wisata. Kegiatan temu koordinasi ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara seluruh stake holder terkait di Papua Barat. Dalam kesempatan ini juga beliau menyampaikan harapan dan arahan Bapak Gubernur Provinsi Papua Barat agar program ini di maksimalkan dan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. 

Pemaparan konsep Pengembangan Model Sistem Pertanian Terpadu Berbasis Sagu Bernuansa Wisata di Kabupaten Sorong disampaikan oleh Dr. Aser Rouw, M.Si (saat ini adalah kepala BPTP NTT, yang sebelumnya adalah Peneliti BPTP Papua Barat). Dalam pemaparannya Dr. Aser menyampaikan bahwa sagu adalah “Permata yang belum maksimal dimanfaatkan”. Hal ini karena luasan sagu di Papua Barat yang mencapai sekitar 500.000 ha yang tersebar di Kab. Sorong, Kab. Sorong Selatan, Teluk Wondama dan beberapa kabupaten lainnya. Komoditas ini dapat diolah menjadi berbagai bentuk produk baik produk primer berupa sagu basah ataupun kering maupun berbagai produk turunan diantaranya adalah mie, biscuit dan berbagai olahan lainnya. Selain itu ampas sagu dapat dimanfaatkan menjadi kompos dan pakan ternak. Olehnya itu pengembangan sagu harus dilaksanakan secara terintegrasi dan juga perlu memperhatikan aspek wisata. Pengembangan sagu ini juga harus melibatkan multi stake holder.

Kepala BPTP Papua Barat Zainal Abidin SP, MP menyampaikan pentingnya pengembangan produk-produk sagu dengan pemanfaatan teknologi hulu-hilir sehingga dapat diperoleh nilai tambah yang optimal. Dalam kesempatan ini juga Kepala BPTP Papua Barat melaporkan, bahwa Tim Badan Litbang Pertanian yaitu Tim Balai Besar Sumber Daya Lahan dan BPTP Papua Barat telah memetakan kawasan pengembangan dan areal implementasi teknologi sagu di Kab. Sorong.   

Untuk mendukung pengembangan sagu di Papua Barat, Wakil Bupati Kab. Sorong dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa program kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun ini (2021) yaitu pembuatan jalan ke lokasi tanaman sagu dapat dikaitkan dengan kegiatan ini. Selanjutnya beliau juga menyapaikan bahwa Bupati Kab. Sorong mendukung program kegiatan yang akan dilaksanakan, hal ini dapat mendukung masyarakat Papua Barat untuk diberdayakan melalui pembinaan dengan harapan masyarakat papua dapat bersaing secara ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan setiap perkembangan kegiatan perlu adanya pelaporan yang baik agar pemerinta kabupaten sorong dapat mengetahu apa saja tahapan-tahapan yang telah dan akan dilaksanakan.

Beberapa respon yang dapat disimpulkan dalam Temu Koordinasi  tersebut yaitu terkait data lokasi, data tanaman sagu, dan kepemilikan lahan yang harus clean and clear, perlu memvalidasi kelompok tani sagu serta ternak yang akan diintegrasikan, produk-produk turunan sagu akan dihasilkan perlu difokuskan pada produk-poduk yang memiliki nilai jual dan nilai tambah yang tinggi serta menghasilkan mutu yang baik, kemudian berkaitan dengan parawisata, dipandang perlu melibatkan LSM dan media, dan perlu adanya sharing tugas dan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi instansi terkait untuk menghindari ego sektoral dengan harapan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Diakhir kegiatan, Kepala Dinas TPHBun menyampaikan agar semua instansi yang terkait mengambil peran sehingga kegiatan ini dapat berhasil sesuai yang diharapkan.

 

Dukung Pengembangan Sagu di Kab. Sorong, BPTP Papua Barat Menghadiri Temu Koordinasi

[Manokwari, 25/09/2021] Sebagai tindak lanjut kerjasama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) mengadakan Temu Koordinasi Pengembangan Lokasi Integrated Farming System berbasis Sagu. Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Kepala BPTP NTT (Dr. Aser Rouw, M.Si.), Kepala BPTP Papua Barat (Zainal Abidin, SP.,MP.), Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Sorong, dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari, yang digelar secara offline bertempat di Swiss-BelHotel dan juga dilaksanakan secara Online melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kegiatan Temu Koordinasi dibuka secara resmi oleh Dr. Yacob S. Fonataba, M.Si (Kepala Dinas TPHBun Provinsi Papua Barat). Dalam pembukaan tersebut, beliau menyapaikan bahwa kegiatan ini didasarkan atas kunjungan menteri pertanian ke lokasi pengembangan serta meminta untuk segera mendesain konsep Integrated Farming System. Selanjutnya tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan respon dari semua pihak yang terlibat baik pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan BPTP Papua Barat. Diakhir pembukaan, beliau juga menyampaikan bahwa konsep yang akan dibuat dapat juga diterapkan pada komoditas-komoditas lainnya.

Selanjutnya pemaparan draft pengembangan model sistem pertanian  terpadu berbasis sagu bernuansa wisata di kab. Sorong, papua barat yang disampaikan oleh Dr. Aser Rouw, SP.,M.Si. Dalam pemaparan beliau menyampaikan bahwa terdapat 5 aspek penting dalam proses pengembangan sagu di Papua Barat yaitu: 1) Pendekatan, 2) Resiko, 3) waktu pelaksanaan, 4) Organisasi pelaksana, dan 5) pembiayaan. Kelima aspek tersebut menjadi penting untuk dibahas dan direspon dari berbagai pihak terkait, karena perlu di breakdown untuk mendapatkan perencanaan-perencanaan yang lebih terperinci sehingga menghasilkan suatu model yang tepat serta manfaat berupa akselerasi capaian peningkatan mutu dan nilai tambah.

Untuk mendukung pengembangan sagu di Papua Barat, Wakil Bupati Kab. Sorong dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa program kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun ini (2021) yaitu pembuatan jalan ke lokasi tanaman sagu dapat dikaitkan dengan kegiatan ini. Selanjutnya beliau juga menyapaikan bahwa Bupati Kab. Sorong mendukung program kegiatan yang akan dilaksanakan, hal ini dapat mendukung masyarakat Papua Barat untuk diberdayakan melalui pembinaan dengan harapan masyarakat papua dapat bersaing secara ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyapaikan setiap perkebangan kegiatan perlu adanya pelaporan yang baik agar pemerinta kabupaten sorong dapat mengetahu apa saja tahapan-tahapan yang telah dan akan dilaksanakan.

Beberapa respon yang dapat disimpulakn dalam Temu Koordinasi  tersebut yaitu terkait data lokasi, data tanaman sagu, dan kepemilikan lahan yang harus clean and clear, perlu memvalidasi kelompok tani sagu serta ternak yang akan diintegrasikan, produk-produk turunan sagu akan dihasilkan perlu difokuskan pada produk-poduk yang memiliki nilai jual dan nilai tambah yang tinggi serta menghasilkan mutu yang baik, kemudian berkaitan dengan parawisata, dipandang perlu melibatkan LSM dan media, dan perlu adanya sharing tugas dan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi instansi terkait untuk menghindari ego sektoral dengan harapan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Diakhir kegiatan, Kepala Dinas TPHBun menambahkan bahwa kegiatan ini harus segera dilakukan.

PT. Taspen Berikan Sosisalisasi JKK, JKM dan Taspen Bright Life

PT. Taspen (Persero) Manokwari menggelar kegiatan sosialisasi program taspen yang bertujuan untuk lebih meningkatkan manfaat serta pemahaman bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat.

Bertempat di aula Kebun Percobaan Anday, acara kegiatan digelar sesuai dengan protokol kesehatan (Covid19). Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh beberapa pegawai BPTP Papua Barat serta narasumber dari PT. Taspen. Kegiatan diawali dengan pemberian materi Ketaspenan dan Taspen Bright Life yang disampaikan oleh Andal Melayani. Materi yang disampaikan meliputi tabungan hari tua, pensiun, jaminan kecelakaan kerja, serta jaminan kematian. Dalam penyampaian materinya, Andal memfokuskan pada proses pelayanan serta syarat yang harus dipenuhi untuk meklaim program-program tersebut. Beliau juga menambahkan bahwa jika semua proses dan syaratnya dilakukan dengan baik, maka proses klaim tidak akan mengalami kendala dan keterlambatan waktu. Kegiatan sossialisasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi.

Program taspen lainnya yang juga disosialisasikan dalam kegiatan ini adalah Taspen Bright Life yang merupakan inovasi dari PT. Taspen (Persero) yang telah memperoleh izin usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemaparan program Taspen Bright Life meliputi masa proteksi, premi, proteksi tambahan, system digital Taspen Bright Life, ilustrasi Taspen Bright Life, serta manfaat lainnya. Diakhir kegiatan, PT. Taspen menyerahkan polis pada salah satu pegawai BPTP Papua Barat yang telah menjadi peserta pada program Taspen Bright Life (Erliaty Laempah).