• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Rutin Lakukan Apel Pagi, Kabalai Sampaikan Tentang Kedisiplinan

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Zainal Abidin, S.P., M.P. memimpin jalannya apel pagi yang rutin dilakukan setiap minggunya pada Senin (11/10/2021) di halaman kantor BPTP Papua Barat.

Dalam kesempatan apel pekan ini, Beliau menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh pegawai. Pertama, mengenai peningkatan kedisplinan mulai dari jam masuk kerja yang harus selalu diperhatikan. Selanjutnya, beliau juga mengingatkan untuk semua pegawai wajib memakai kartu tanda pengenal yang sudah dimiliki.

Tak lupa juga terkait pengisian data kepegawaian di MySAPK dan Sitara juga harus segera diselesaikan. Pegawai yang kesulitan dalam pengisian diminta untuk menghubungi bagian kepegawaian untuk dapat dibantu dalam proses pengisian karena berkaitan dengan tanggal batas akhir pengisian.

Mengenai target-target kinerja juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan apel. Menurut beliau, apa yang sudah ditargetkan setiap pegawai dalam setiap bulannya harus tercapai untuk direalisasikan. Hal ini akan berkaitkan dengan penilaian kinerja pegawai sekaligus kinerja balai.

Beliau juga berpesan agar semua pegawai selalu menjaga kesehatan. Kegiatan apel pagi ditutup dengan berdoa bersama agar seluruh pegawai BPTP Papua Barat senantiasa dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Benih Padi Amfibi Balitbangtan Untuk Kehidupan Orang Arfak Yang Lebih Baik

Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam berusaha tani karena benih yang baik akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik pula. Dewasa ini petani semakin sadar dalam penggunaan benih yang baik. Benih yang baik adalah benih yang bermutu, baik mutu fisik, fisiologis, genetik maupun biologis/patologis. Mutu fisik benih menampilkan bentuk dan ukuran fisik benih yang seragam, bernas dan bersih. Mutu fisiologis benih menampilkan kemampuan daya hidup (viabilitas) dan vigor benih yang mencakup daya berkecambah dan kekuatan tumbuh benih serta daya simpan benih. Mutu genetik benih merupakan penampilan benih murni dari varietas tertentu yang menunjukkan identitas genetik tanaman induknya. Sedangkan mutu biologis/patologis benih menampilkan kesehatan benih yang terbebas dari penyakit terbawa benih(seedborne).

Mata pencaharian masyarakat Arfak di Provinsi Papua Barat  adalah bertani ladang berpindah. Pola ini sudah berlangsung lama dalam mempertahankan kehidupan mereka. Salah satu komoditas yang dibudidayakan untuk bertahan hidup adalah padi ladang. Dari beberapa sumber yang coba di gali, di peroleh informasi bahwa benih  Padi ladang ini diperkenalkan sejak tahun 1971 oleh seorang tokoh masyarakat, Nicodemus Ullo yang dibawah dari Semarang namun nama varietasnya tidak diketahui. Ada juga sumber lain yang menyatakan bahwa benih ini dibawah oleh masyarakat dari Jawa yang ikut transmigrasi ke Papua tahun 1970-an.

Apapun itu sejauh ini benih tersebut  tetap eksis sampai sekarang yang dikenal oleh masyarakat Arfak dengan sebutan padi 100 malam. Namun karena sudah bertahun tahun ditanam, produktifitas padi lokal 100 malam berada di kisaran 1,5-2,6 ton/ha. Dari penuturan beberapa tokoh masyarakat Arfak dan petani diperoleh informasi bahwa.  Pola tanam padi ladang  masyarakat Arfak adalah setahun satu kali tanam dan itu dilakukan di Bulan September-Oktober. Nantinya bulan Desember tanaman padi diharapkan dapat memperoleh cukup air untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Badan Litbang Pertanian telah menyiapkan beberapa varietas padi yang bisa bertahan dilahan kering tapi juga bisa hidup dilahan yang banyak air. Padi ini dikenal dengan padi amfibi Badan Litbang Pertanian yang sudah disebar sejak tahun 2018-2020 dibeberapa daerah Papua Barat antara lain: Manokwari, Sorong, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Tambraw, dan Manokwari Selatan.  Ada 7 varietas yang di uji antara lain inpago 4, inpago 8, inpago 9, inpago 11, inpago 12, Towuti dan sitobagendit.

Dari hasil uji dilahan Kebun Percobaan Andai maupun lahan petani, produktifitas padi amfibi Balitbangtan mencapai 4,4 - 5,4 ton/ha. Diantara 7 varietas tersebut, 3 varietas yang menarik minat petani untuk dikembangkan adalah varietas towuti, inpago 11 dan situbagendit.

Ditahun 2021 untuk penderasan inovasi dan teknologi, kembali disebar sebanyak 300 kg benih padi amfibi Balitbangtan varietas towuti ke beberapa titik yang belum tersentuh antara lain  petani Orang Asli Papua (OAP) di Warmare, Prafi dan Sidey. Benih varietas towuti ini diperoleh dari pengembangan dilahan kebun percobaan Anday bekerja sama dengan Balai Pengawasan dan Sertfikasi Benih (BPSB) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat untuk pengawasan mutu benih dan sertifikasi.

Salah seorang petani, Bapak Yustinus Indow dari Kampung Meniy Distrik Warmare menuturkan ketertarikannya untuk mencoba benih padi amfibi Balitbangtan varietas towuti tersebut. Harapan kami, padi ladang amfibi Balitbangtan dapat menjadi alternatif pilihan petani Arfak dalam mendampingi padi lokal 100 malam untuk ketahanan pangan keluarga.

Semoga segala yang dilakukan membawah keberkahan bagi petani dan keluarga serta  Tuhan dimuliakan!

 

 

Distribusi Benih Pepaya Merah Delima ke Teluk Bintuni

Sebuah teknologi akan bermanfaat bila hasilnya dapat sampai dan hasilnya dinikmati oleh pengguna. Proses mendekatkan hasil riset dan inovasi kepada pengguna ini yang dilakukan BPTP Papua Barat bekerja sama dengan BKOW Provinsi Papua Barat melalui distribusi benih pepaya merah delima kepada Ibu-Ibu GOW Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan ini bertepatan dengan pelantikan pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Teluk Bintuni masa bhakti 2021-2024 bertempat di Gedung Woman Child Centre (WCC) Kota Bintun.  Penyerahan benih pepaya merah delima sebanyak 100 pohon dilakukan oleh Sostenes Konyep, SP, sebagai penanggung jawab kegiatan perbenihan mewakili Kepala BPTP Papua Barat yang diterima Ketua GOW Kabupaten Teluk Bintuni, Ny. Ngatini Kokop disaksikan Ketua BKOW Provinsi Papua Barat, Ny. Lani Lakotani.

Ny. Lani Lakotani dalam arahannya memberikan apresiasi bagi perempuan Papua Barat yang mampu dalam upaya memberdayakan potensi yang dimiliki perempuan diberbagai aspek kehidupan nyata. Khususnya benih yang baru diserahkan, Beliau berharap dapat dipelihara dengan baik agar bertumbuh dan memberikan manfaat dalam rangka pemenuhan gizi keluarga.

Sementara itu , Wakil Bupati Teluk Bintuni sebagai Pembina GOW Kabupaten Teluk Bintuni melihat  perempuan memiliki peran sentral dalam berbagai sektor kehidupan. Perempuan adalah tiang negara, Ibu bangsa, penyangga keluarga dan juga pendidik generasi penerus yang perlu mendapat perhatian pemerintah sehingga  arah pembinaan jelas yang berdampak pada kehidupan masyarakat secara nyata dengan lahirnya generasi yang sehat jasmani maupun rohani.

Kegiatan pembagian benih ini sangat disambut positif oleh Ketua GOW Kabupaten Teluk Bintuni. Ibu-Ibu kemudian menggali informasi seputar pepaya merah delima dan apa yang menarik dari pepaya tersebut., karena belum banyak Ibu-Ibu mengenal pepaya tersebut. Kami pun memberikan penjelasan seputar pepaya merah delima dan cara budidayanya. Benih tersebut oleh pengurus GOW dibagikan kepada Ibu-Ibu anggota untuk ditanam disetiap lahan pekarangan.

Diakhir acara, Ny. Lani Lakotani sebagai Ketua BKOW mengucapkan terima kasih untuk kerjasama yang telah dibina selaama ini dan berharap BPTP PB sebagai mitra dapat bersinergi bersama BKOW dalam kelancaran program yang berkaitan dengan penyebaran teknologi Pertanian untuk kesejahteraan masyarakat.

Antusiasme GOW Teluk Bintuni Belajar Hidroponik Sederhana

Pada hari Kamis (30/09/21), BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Papua Barat pada Tahun Anggaran 2021 berupa Kegiatan Pelatihan Hidroponik dengan Memanfaatkan aneka limbah bekas rumah tangga yang sudah tidak dipakai. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Women and Child Centre, Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan pelatihan Hidroponik ini dirangkai dengan acara pelantikan Ketua GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kabupaten Teluk Bintuni yang dipimpin langsung Wakil Bupati Teluk Bintuni dan di saksikan oleh Ibu Lany Lakotani selaku ketua BKOW Provinsi Papua Barat. Adapun ketua GOW yang baru dilantik yaitu Ibu Ngatini Kokop menyampaikan siap melaksanakan program kerja GOW Kab Teluk Bintuni dan berterimakasih kepada seluruh pengurus dan anggota yang hadir untuk ikut mensukseskan program-program kerja GOW Kabupaten Teluk Bintuni. 

Kegiatan Pelatihan Budidaya tanaman hidroponik sederhana ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal limbah rumah tangga seperti botol plastik, toples, jerigin dan bahan lainya. Ibu Lany Lakotani, selaku ketua BKOW Papua Barat menyampaikan bahwa ‘tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk membantu ibu-ibu yang dalam kondisi pandemi dapat memperoleh gizi tambahan dari budidaya tanaman hidroponik yang sederhana dengan tetap beraktivitas di dalam rumah”. 

Narasumber kegiatan pada kegiatan pelatihan hidroponik adalah Galih Wahyu Hidayat, SP., MP dan Sostenes Konyep, SP. Jumlah peserta pelatihan hidroponik sebanyak 30 orang atau menyesuaikan dengan batasan satgas Covid19. Pelatihan berjalan cukup dinamis yang dilaksanakan dengan metode workshop atau ceramah sekaligus praktek langsung. Adapun materi yang disampaikan secara bertahap yaitu; a). pengantar hidroponik secara umum, b). media tanam dan penyemaian benih, c). merakit instalasi sederhana dg sistem sumbu, d). pembuatan nutrisi hidroponik dan penggunaan TDC, dan e). pembagian benih dan bahan pelatihan untuk uji coba peserta di rumah masing-masing. Acara diakhiri dengan foto bersama secara bertahap untuk peserta dengan pengurus GOW Kabupaten Teluk Bintuni dan BKOW Provinsi Papua Barat. 

Output dari kegiatan pelatihan adalah peserta diharapkan dapat melaksanakan secara mandiri budidaya hidroponik sederhana menggunakan aneka limbah rumah tangga sesuai dengan petunjuk yang sudah disampaikan dalam pelatihan dan dapat mengacu pada buku panduan yang sudah disusun. Pada kesempatan ini juga dibagikan aneka benih sayuran yaitu benih selada, sawi, bayam dan kangkung untuk bahan ujicoba masing-masing peserta pelatihan.

Peningkatan Gizi Keluarga dengan Hidroponik Sederhana

Pada hari Rabu (09/09/21) dilaksanakan kegiatan Pelatihan Hidroponik di Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Budidaya tanaman hidroponik sederhana ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal limbah rumah tangga seperti botol plastik, toples, jerigin dan bahan lainya. Kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama antara Badan Kerjasama Organisasi Wanita dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat Tahun Anggaran 2021 berupa Kegiatan Pelatihan Hidroponik dengan Memanfaatkan aneka limbah bekas rumah tangga.Ibu Lany Lakotani, selaku ketua BKOW Papua Barat menyampaikan bahwa ‘tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk membantu ibu-ibu yang dalam kondisi pandemi dapat memperoleh gizi tambahan dari budidaya tanaman hidroponik yang sederhana dengan tetap beraktivitas di dalam rumah, hemat secara ekonomi dan bermanfaat untuk ketahanan pangan keluarga”. 

Narasumber kegiatan pada kegiatan pelatihan hidroponik adalah Galih Wahyu Hidayat, SP., MP dan Steven Witman, A.Md. Jumlah peserta pelatihan hidroponik sebanyak 20 orang atau menyesuaikan dengan batasan satgas Covid19. Pelatihan berjalan cukup dinamis yang dilaksanakan dengan metode workshop atau ceramah sekaligus praktek langsung. Adapun materi yang disampaikan secara bertahap yaitu; a). pengantar hidroponik secara umum, b). media tanam dan penyemaian benih, c). merakit instalasi sederhana dg sistem sumbu, d). pembuatan nutrisi hidroponik dan penggunaan TDC, dan e). pembagian benih dan bahan pelatihan untuk uji coba peserta di rumah masing-masing. 

Output dari kegiatan pelatihan adalah peserta diharapkan dapat melaksanakan secara mandiri budidaya hidroponik sederhana menggunakan aneka limbah rumah tangga sesuai dengan petunjuk yang sudah disampaikan dalam pelatihan dan dapat mengacu pada buku panduan yang sudah disusun. Pada kesempatan ini juga dibagikan aneka benih sayuran yaitu benih selada, sawi, bayam dan kangkung untuk bahan ujicoba masing-masing peserta pelatihan.