• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Balitbangtan Papua Barat Audiensi dengan Gubernur dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian dalam berbagai rapat dan pertemuan baik secara daring dan luring yang senantiasa menekankan pentingnya segenap insan pertanian mewaspadai dan memitigasi dampak dari perubahan iklim khususnya pada sektor pertanian. Seperti, menurunnya kualitas, kesuburan dan daya dukung lahan, menyebabkan produktivitas hasil pertanian juga ikut menurun, begitu juga dengan ketersediaan air yang semakin terbatas dan kualitasnyapun yang semakin menurun, juga menjadi penyebab terus anjloknya produksi pertanian. Ditambah lagi dengan fenomena El Nino dan La Nina yang juga sangat berpengaruh terhadap siklus iklim yang secara otomatis menyebabkan bergesernya jadwal tanam berbagai komoditi pertanian serta semakin besarnya kemungkinan terjadi gagal panen.

Dalam mengantisipasi hal-hal tersebut maka Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Zainal Abidin, S.P., M.P. bersama staff mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah Papua Barat dalam hal ini Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan beserta Kepala Dinas TPHBUN Provinsi Papua Barat Dr. Yacob S. Fonataba, SP. M.Si dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan pada Selasa (18/01/2022).

Mengawali pertemuan tersebut kepala BPTP Papua Barat memperkenalkan diri bersama beberapa staff yaitu Subiadi, S.P., M.Sc sebagai Koordinator Progam dan Herman R Tata, S.P., M.P dan Arif Arbianto, S.P Peneliti Kakako yang mendampingi. Selanjutnya, Kepala Balai menyampaikan berbagai teknologi yang telah didiseminasikan dan telah diadaptasikan diberbagai wilayah Papua Barat diantaranya padi, jagung, kedelai, pisang, sukun, pepaya, kopi dan kakao.

Untuk komoditas kakao telah dilakukan kajian dan tindakan pemuliaan tanaman dalam rangka upaya pelestarian dan pemanfaatan SDG lokal untuk mendukung provinsi papua barat sebagai provinsi konservasi. Selain itu, potensi SDG yang telah dikaji menunjukkan bahwa papua barat memiliki SDG kakao yang potensial bernilai ekonomi tinggi hanya saja potensi tersebut harus di gali dan di olah lebih lanjut agar bisa menjadi bernilai lebih utamanya untuk kesejahteraan petani dan  perekonomian papua barat. Menanggapi hal tersebut bapak gubernur meminta kepada BPTP Papua Barat dan Dinas TPHBUN Provinsi Papua Barat untuk bisa bersinergi dan melibatkan stakeholder lain guna mewujudkan potensi tersebut. Bapak gubernur siap mendukung penuh Papua Barat mempunyai varietas kakao yang dilepas dan dikembangkan.

Selain hal tersebut, disampaikan juga berbagai benih yang sudah terdistribusi sampai ke petani pada tahun 2021. Benih padi tersertifikasi sebanyak 5,8 ton, masing-masing 2,4 untuk varietas Mekongga, 2,4 ton untuk varietas Inpari 42, dan 1 ton untuk varietas Cigeulis. Selain itu,  benih padi nutrizinc juga telah terdistribusi sebanyak 580 kg. Untuk komoditas hortikultura jenis buah-buahan, ada pula benih tanaman jeruk sebanyak 450 pohon yang sudah terdistribusi. Komoditas lain seperti pepaya, kakao, kopi dan yang terakhir benih pohon pisang barangan merah sebanyak 10.000 jug telah terdistribusi ke petani di wilayah Manokwari dan Sorong.

Bapak Gubernur juga mengapresiasi BPTP Papua Barat dalam mendukung program-program pertanian di Papua Barat. Beliau juga menyampaikan mengenai keseriusan untuk pengembangan tanaman jagung, komoditas hortikultura, berbagai tanaman lainnya. Oleh karena itu, dukungan dari BPTP Papua Barat untuk melakukan pendampingan sangat diharapkan dalam program-program tersebut.

Potensi Masni dan Sidey untuk Komoditas Hortikultura khususnya Pisang sangat Menjanjikan

Distrik Masni dan Distrik Sidey memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan tanaman hortikultura. Oleh karena itu Kepala BPTP Papua Barat Zainal Abidin SP,MP berkesempatan mengunjungi kedua Distrik ini pada Rabu 12 Januari 2022 yang dilanjutkan dengan penyerahan benih dan penanaman benih pisang barangan merah secara bersama petani dilahan BPP Masni Kabupaten Manokwari.

Acara penyerahan dan penanaman benih pisang barangan merah juga dihadiri Kepala BPP Masni, perwakilan kelompok tani se Masni raya dan penyuluh BPP Masni. Benih pisang diserahkan sebanyak 850 batang ke Kepala BPP yang mengkoordinir pendistribusian kepada petani. Kepala BPP Masni M Irwanto, SST mengucapkan terima kasih kepada BPTP Papua Barat yang telah berkontribusi nyata dalam mendistribusikan benih pisang barangan merah hingga sampai ke penerima benih pisang seraya memberikan semangat kepada para perwakilan kelompok tani yang hadir untuk menanaman dan merawat benih pisang yang telah ditanam tersebut.

Sementara itu sebelum dilakukan penanaman, dilakukan penjelasan singkat kepada para petani tentang cara penanaman oleh penyuluh BPTP Papua Barat, M. Fathul Ulum Ariza, SP, M.Si yang dilanjutkan dengan penanaman. Jarak tanam pisang barangan merah adalah 2 x 3 namun bila ada tanaman sela (sayuran) dapat ditanam dengan jarak 3 x 5, demikian M. Ulum menjelaskan.

Sedangkan Distrik Sidey, benih pisang diserahkan kepada ketua kelompok tani dan penyuluh yang nantinya didistribusikan kepada petani penerima bantuan benih. Untuk Distrik Sidey menerima sebanyak 850 benih pisang

Zainal kembali mengingatkan para petani penerima bantuan benih untuk benih pisang yang telah diterima dapat ditanam dilahan yang telah disediakan dan menanti undangan Bapak Ibu petani untuk acara  panen buah pisang 8-9 bulan mendatang; demikian harapan Kepala Balai.

Awal Tahun 2022 dengan Benih Pisang Barangan Merah di Warmare

Pada hari Selasa 11 Januari 2022  bertempat diKampung Dindey Distrik Warmare  dilakukan penyerahan  benih pisang barangan merah oleh Kepala BPTP Papua Barat, Zainal Abidin SP,MP dan dilanjutkan dengan penanaman dilahan petani. Menurut Ka BPTP benih pisang ini adalah perwujudan dari kunjungan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian saat berkunjung ke Sorong pada tahun 2021 lalu dimana untuk Papua Barat dialokasikan sebanyak 10.000 benih pisang, 2500 untuk Kabupaten Sorong, sedangkan 7500 untuk Kabupaten Manokwari.

Kepala Balai pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pisang barangan merah adalah salah satu pisang kualitas eksport dan benih pisang ini didatangkan jauh-jauh dari Sumatera Barat oleh sebab itu diharapkan benih tersebut benar- benar ditanam oleh petani dan dirawat sehingga 8-9 bulan kedepan sudah dapat memanen hasilnya.

Acara penyerahan dan penanaman benih pisang barangan merah juga dihadiri Kepala BPP Warmare, Mulyadi, SST, para penyuluh dan petani setempat. Untuk Distrik Warmare, benih pisang yang diserahkan sebanyak 850 batang dalam keadaan sehat. Sementara itu Suhardi, salah seorang petani yang menerima bantuan benih pisang menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini BPTP Papua Barat yang telah mendistribusikan benih pisang tersebut.

Hari Kedua dan Penutupan Seminar Hasil Kegiatan TA 2021

Manokwari 6 Januari 2022 kegiatan seminar hari kedua dilaksanakan oleh BPTP Papua Barat. untuk hari kedua di awali dengan pemaparan pada panel yang pertama yaitu Hilirisasi dan Inovasi Balitbangtan di Papua Barat (Komoditas Padi) oleh M. Fathul Ulum Ariza S.P., M.Si.; Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan di Papua Barat (Komoditas Ayam KUB) oleh Igit Atang Sunante A.Md.; Kegiatan Kemitraan Sistem Integrasi Tanaman Ternak oleh Zainal Abidin, S.P, M.P. dan sebagai Pembahas Dr. Ir. Amisnaipa, M.Si. dan Ir. Demas Wamaer, M.P. Selanjutnya untuk panel kedua Perbenihan Kopi Kerjasama Dirjen Perkebunan oleh Sostenes Konyep S.P.; Pemetaan Sumberdaya Pertanian Wilayah Papua Barat oleh Dr Ir Amisnaipa, M.Si dan sebagai pembahas Ir. Demas Wamaer, M.P.

Kegiatan panel ketiga setelah ishoma atau sesi terakhir adalah Pengelolaan seluruh KP (Kebun Percobaan) yaitu KP Anday, KP Amban, KP, Sorong. Pemaparan berisi tentang tugas kebun percobaan dimana selain menjadi sarana display inovasi teknologi juga memiliki fungsi sebagai penghasil PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Ada juga perbanyakan benih kopi, kakao, pepaya merah delima yang masing-masingnya siap di distribusikan kepada petani. 

Dalam pembahasannya, Kepala Balai, Zainal Abidin S.P, M.P. menambahkan bahwasanya kedepannya kita harus memiliki grand design sebagai bentuk utama display dari kebun percobaan. Hal tersebut bertujuan agar kebun percobaan terlihat rapi sekaligus maksimal dalam pembibitan maupun display teknologi inovasi Badan Litbang Pertanian. Beliau juga menyampaikan bahwasanya hal ini bisa dijadikan evaluasi pada tahun kedepannya, dan diharapkan kegiatan akan semakin baik dan berterimakasi kepada seluruh karyawan BPTP Papua Barat atas support dan bekerja bersama-sama untuk menghasilkan output yang berkualitas.

Hari Pertama Pelaksanaan Seminar Hasil Kegiatan Tahun Anggaran 2021

Manokwari, 5 Januari 2022 dilaksanakan kegiatan seminar hasil kegiatan pengkajian dan diseminasi tahun anggaran 2021 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat hari pertama. Kegiatan ini sebagai wujud pertanggung jawaban kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2021. Acara ini di hadiri oleh Kepala Balai Papua Barat Bapak Zainal Abidin, S.P., M.P., Kepala Subbagian Tata Usaha Bapak Ida Ruyadi S.Sos dan juga seluruh pegawai jabatan fungional BPTP Papua Barat meliputi Peneliti, Penyuluh, dan Teknisi Litkayasa.

Acara dibuka langsung oleh kepala BPTP Papua Barat dimana beliau menyampaikan bahwasanya program yang telah dilaksanakan dengan baik di BPTP Papua barat tahun 2021 menjadi landasan kita untuk melangkah tahun ini,  dimana tahun depan bisa menjadi lebih baik.

Pada hari pertama acara dilaksanakan penyampaian pemaparan dengan sistem panel, untuk panel yang pertama terbagi antara lain kegiatan Diseminasi Inovasi Pertanian melalui Bimbingan Teknis oleh M. Fathul Ulum Ariza, S.P., M.Si; kegiatan Pengelolaan Tagrinov oleh Nicolays Jambang, S,TP, M.Sc.; kegiatan Pendampingan Upaya Khusus Peningkatan Produksi dan Produktivitas Komoditas Strategis oleh Ir. Demas Wamaer MP. dan sebagai pembahas Dr. Ir. Amisnaipa,MSi dan Bapak Subiadi S.P., M.Sc.

Panel kedua terdiri dari kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Genetik Tanaman di Papua Barat oleh Herman Rois Tata, S.P., M.P; kegiatan Produksi Benih Sebar Padi oleh Subiadi, S.P., M.Sc.; Produksi Benih Kedelai oleh Apresus Sinaga, S.P., M.Sc. dan sebagai Pembahas Ir Demas Wamaer, M.P. dan Zainal Abidin S.P., M.P. Hari pertama kegiatan seminar hasil hari pertama ditutup oleh panel ketiga yang terdiri dari kegiatan Produksi Benih Sebar Pepaya oleh Nicolays Jambang, S.TP, M.Sc.; Kegiatan Produksi Benih Sebar Kopi Arabica dan Hilirisasi Teknologi dan inovasi balitbangtan di Papua Barat (Komoditas Kopi) oleh Herman Rois Tata, S.P., M.P. dan Hilirisasi Teknologi dan inovasi balitbangtan di Papua Barat (Komoditas Pepaya) oleh Sostenes Konyep, S.P. dan sebagai pembahas adalah Zainal Abidin S.P., M.P. dan Subiadi S.P., M.Sc.

Semua sesi atau panel seminar hasil pada hari pertama berjalan dengan baik dengan adanya diskusi dari seluruh peserta seminar. Semua peserta aktif memberikan masukan kepada penanggungjawab kegiatan agar kedepan kegiatan-kegiatan berjalan semakin baik lagi.