Memoar Pejuang Teknologi BPTP Papua Barat "Pengembangan Pepaya Merah Delima di Papua Barat"

 Print 

Manokwari Kamis, 7 Oktober 2021 dilaksanakan penyusunan memoar melalui diskusi virtual yang di gagas oleh BBP2TP (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian). Penyusunan memoar ini dalam rangka HUT Badan Litbang Pertanian ke 47.

Dalam acara tersebut turut dihadiri Kepalai Balai BPTP Papua Barat Bapak Zainal Abidin, S.P.,M.P., Kepala Balai BPTP NTT Dr Aser Rouw, SP, Msi, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Barat Andrew pattikawa, Bapak Suryadimin Spt dari Balai Pengawas mutu dan keamanan pangan, Sepitinus Wariki Ketua Kolompok Tani Ikovy.

Sebagai mantan subkoordinator kerjasama dan pelayanan pengkajian Dr. Aser Rouw menyampaikan bahwasannya pepaya ini sudah dikembangkan pertengahan 2020 oleh Septinus wariki, melalui bimbingan teknis dan pendampingan pepaya merah delima diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pertanaman pepaya merah delima dan petani dapat mengadopsi teknologi dan inovasi badan litbang, selanjutnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Septinus wariki menyampaikan bahwasannya tertarik menanam pepaya merah delima karena merasakan langsung buahnya di kantor BPTP Papua Barat, Karena rasa buahnya yang manis dan tebal serta menanam pepaya merah delima cenderung mudah.

Suryadimin Spt dari Balai Pengawas mutu dan keamanan pangan menyampaikan bahwasannya setelah dilakukan uji lab untuk mengetahui kandungan kontaminasi bahan berbahaya. Buah pepaya merah delima dari Septinus Wariki dinyatakan bebas dari bahan berbahaya dan akan mendapatkan serifikat Prima 3.

Kepalai Balai Papua Barat Bapak Zainal Abidin SP.MP. menyampaikan bahwasanya pengembangan pepaya merah delima bisa dijadikan patern dari pengembahan komoditas lain di Papua Barat. Semangat ini haruslah tetap dipakai agar adopsi teknologi dari Badan Litbang cepat sampai dan di aplikasikan oleh petani di Papua Barat