• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Peningkatan Gizi Keluarga dengan Hidroponik Sederhana

Pada hari Rabu (09/09/21) dilaksanakan kegiatan Pelatihan Hidroponik di Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Budidaya tanaman hidroponik sederhana ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal limbah rumah tangga seperti botol plastik, toples, jerigin dan bahan lainya. Kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama antara Badan Kerjasama Organisasi Wanita dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat Tahun Anggaran 2021 berupa Kegiatan Pelatihan Hidroponik dengan Memanfaatkan aneka limbah bekas rumah tangga.Ibu Lany Lakotani, selaku ketua BKOW Papua Barat menyampaikan bahwa ‘tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk membantu ibu-ibu yang dalam kondisi pandemi dapat memperoleh gizi tambahan dari budidaya tanaman hidroponik yang sederhana dengan tetap beraktivitas di dalam rumah, hemat secara ekonomi dan bermanfaat untuk ketahanan pangan keluarga”. 

Narasumber kegiatan pada kegiatan pelatihan hidroponik adalah Galih Wahyu Hidayat, SP., MP dan Steven Witman, A.Md. Jumlah peserta pelatihan hidroponik sebanyak 20 orang atau menyesuaikan dengan batasan satgas Covid19. Pelatihan berjalan cukup dinamis yang dilaksanakan dengan metode workshop atau ceramah sekaligus praktek langsung. Adapun materi yang disampaikan secara bertahap yaitu; a). pengantar hidroponik secara umum, b). media tanam dan penyemaian benih, c). merakit instalasi sederhana dg sistem sumbu, d). pembuatan nutrisi hidroponik dan penggunaan TDC, dan e). pembagian benih dan bahan pelatihan untuk uji coba peserta di rumah masing-masing. 

Output dari kegiatan pelatihan adalah peserta diharapkan dapat melaksanakan secara mandiri budidaya hidroponik sederhana menggunakan aneka limbah rumah tangga sesuai dengan petunjuk yang sudah disampaikan dalam pelatihan dan dapat mengacu pada buku panduan yang sudah disusun. Pada kesempatan ini juga dibagikan aneka benih sayuran yaitu benih selada, sawi, bayam dan kangkung untuk bahan ujicoba masing-masing peserta pelatihan.