Kepala Badan PPSDMP Menekankan Sinergi dalam Peningkatan Produktivitas

 Print 

Hari Jumat (18/06/2021) dalam rangka kunjungan kerja di Provinsi Papua Barat, Prof.Dr. Ir. Dedy Nursyamsi, M.Si berkenan melakukan pembinaan SDM kepada Peneliti, Penyuluh dan Jabatan Fungsional lainnya di Ruang AWR BPTP Papua Barat. Kegiatan ini berlangsung secara singkat di sela padatnya jadwal kegiatan kunjungan kerja  Kepala Badan PPSDMP yang padat di Provinsi Papua Barat. Pertemuan ini dibuka oleh Dr. Aser Rouw, SP. M.Si selaku Sub.Koordinator Seksi Pelayanan Kerjasama Penelitian dengan penyampaian tentang latar belakang dan Tupoksi BPTP Papua Barat. Pada pertemuan ini juga diputarkan video tentang Pepaya merah delima yang sukses bisa dipasarkan di Supermarket Manokwari City Mall.

Dalam arahannya, beliau menekankan tentang “sinergi antara peneliti dan penyuluh” di wilayah Provinsi Papua Barat. Sinergi ini mutlak untuk dapat mencapai tujuan yaitu pembangunan pertanian berkelanjutan dengan tolok ukur peningkatan produktivitas pangan khususnya padi yang merupakan komoditas utama di Papua Barat. Lebih lanjut Bpk Ka.Badan menyampaikan bahwa titik ungkit dari peningkatan produksi pertanian adalah 1). Inovasi teknologi dan sarana prasarana sebesar 25%, 2). Peraturan perundang-undangan, Peraturan Presiden, Local Wisdom (25%) dan 3). SDM Pertanian  sebesar (50%). Bapak Ka. Badan juga menyampaikan arahan dari Presiden tentang impor pangan yang masih terjadi dan diharapkan peneliti penyuluh menjadikan hal tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja dan sinergi mengatasi impor pangan, khususnya di Papua Barat yang masih di support dari Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Tengah. Kunci dari swasembada pangan adalah penerapan inovasi teknologi seperti  Penerapan Panca Usahatani yaitu : 1). Penggunaan benih unggul, 2). Pengolahan lahan, 3). Pengairan, 4). Pemupukan berimbang, 5). Pengendalian hama dan penyakit tanaman. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menurunkan HPP (Harga pokok produksi) sehingga daya saing produk pertanian yang ada di Papua Barat dapat meningkat dan menurunkan impor komoditas pangan dari provinsi yang lainnya. 

Pertemuan ini diakhiri dengan aklamasi tentang kesiapan peneliti dan penyuluh untuk saling bersinergi dalam membangun pertanian di Provinsi Papua Barat. Peneliti dan penyuluh harus bisa menyatu ibarat sekeping mata uang yang tidak terpisahkan. Akhir dari kegiatan pembinaan adalah foto bersama dan dilanjutkan dengan pertemuan internal BPTP Papua Barat membahas kegiatan PKL dari Program Diploma III Faperta UNIPA dan kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Pertanian Balitbangtan di Provinsi Papua Barat.