• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Kenalkan Teknologi Padi Amfibi Balitbangtan dan Cabai pada Petani Lokal

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat kembali melaksanakan Bimtek/Padat karya pada hari Rabu 17 Maret  yang dilaksanakan di Kampung Dindey Distrik Warmare Papua Barat. Acara dibuka oleh Kepala BPTP Papua Barat Ir. Demas Wamaer, MP. Kepala Balai selanjutnya menjelaskan tujuan dilaksanakan bimtek padat karya adalah untuk menyalurkan bantuan pemerintah pusat kepada para petani dampak covid-19. Untuk Papua Barat target sasaran penerima bantuan adalah sebanyak 500 petani.

Selain itu BPTP sebagai lembaga penelitian ingin mendiseminasikan hasil-hasil inovasi Badan Litbang Pertanian kepada petani/kelompok tani. Dalam arahannya, Pak Demas mengharapkan petani dan kelompok tani tidak melihat besar kecilnya bantuan yang diberikan tapi melihat kepedulian pemerintah dalam membantu para petani sehingga ada perputaran uang dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Kepala Balai juga menyampaikan ucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi petani dalam acara bimtek ini. Selain petani hadir pula Kepala BPP dan para penyuluh pendamping. Kepala BPP Warmare, Mulyadi S.ST mendorong para petani untuk mengikuti bimtek ini dengan baik dalam menambah pengetahuan untuk merubah sikap dan perilaku dalam berusaha tani.

Bimtek   terbagi atas dua sesi, sesi pertama adalah pemaparan materi tentang Pengelolaan Tanaman Padi Amfibi Balitbangtan dilanjutkan dengan praktik Pengujian kadar hara didalam tanah dengan kadar menggunakan perangkat uji tanah kering (PUTK). Kemudian dilanjutkan dengan teknologi budidaya tanaman cabai. Sesi berikutnya adalah tanya jawab seputar masalah-masalah yang dihadapi para petani dilapangan terkait dengan budidaya tanaman padi ladang maupun cabai yang kemudian ditanggapi oleh Narasumber dari BPTP maupun dari BPP Warmare. Materi dibawakan oleh Penyuluh pertanian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat Muh Fathul Ulum Ariza SP, M.Si dan Sostenes Konyep, SP.

Acara ini dihadiri sekitar 58 Petani orang Asli Papua dan 6 orang penyuluh dari BPP Warmare. Kegiatan Bimtek berjalan dengan baik dan peserta sangat aktif dan antusias dalam sesi diskusi untuk semua materi sekaligus tetap menjaga protokol kesehatan. Walau beralaskan jerami padi sebagai tempat duduk dan beratapkan dedaunan, para petani begitu antusias untuk mengikuti bimtek. Bukan karena bantuan uang yang diberikan pemerintah tetapi materi bimtek yang dibawahkan dirasa sangat penting dalam menambah pengetahuan para petani, demikian tutur salah satu peserta bimtek Soleman Ullo. Soleman Ullo berharap ada bimbingan teknis semacam ini kepada para petani orang asli Papua (OAP) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya di waktu-waktu mendatang.