• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Pencanangan Tanam Padi Sawah MT II Papua Barat

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP menghadiri kegiatan Pencanangan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II pada Kamis (18/06/2020) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubenur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa arah kebijakan strategis Provinsi Papua Barat untuk mempertahankan ketersediaan pangan selalu diprioritaskan. Dengan anggaran yang diprogramkan untuk pengembangan pertanian, namun tetap memperhatikan konservasi lahan dan lingkungan. Beliau juga menyampaikan apabila menggunakan lahan yang sudah tercetak seluas
11 ribu hektar, maka bisa mendukung ketersediaan pangan secara lokal tanpa mengharapkan dari luar. Untuk bantuan dari pemprov tersedia anggaran yang dialokasikan sebesar 225 juta/kampung. Yang bisa digunakan pengembangan pangan lokal.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Dr. Yacob Fonataba menyampaikan bahwa kebutuhan konsumsi beras 6.333 ton untuk 980 ribu jiwa penduduk Papua Barat dalam 1 bulan. Secara lokal beras dihasilkan dari padi (sawah dan ladang) tersebar di 11 kab dari 13 kab/kota. Luas Lahan sawah intensif untuk April-September 2020 kurang lebih 3000 ha, jika produksi 5 ton/ha GKG (gabah kering giling) maka hasilnya 15000 ton GKG, atau setara 10.000 ton beras setiap musim tanam yang hanya mencukupi kebutuhan beras 1 bulan lebih, karena kebutuhan per bulan kira-kira 6 ribu ton beras. Padahal selama ini sawah yang sudah tercetak seluas 11.545 ha untuk seluruh Papua Barat, sedangkan yang selama ini sudah dimanfaatkan hanya 7.174 ha saja, tetapi yang intesif digunakan 3000 sampai dengan 5000 ha saja utk setiap musim tanam.

Diharapkan dengan adanya gerakan tanam padi yang dilakukan sehingga ancaman kekeringan yang disampaikan FAO tidak berdampak pada produksi pangan khususnya beras di dalam negeri.