• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Syukuran Panen Perdana Padi, Hasil Menggembirakan

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat beserta beberapa peneliti dan penyuluh menghadiri undangan dari Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Setia Bersama pada Rabu (22/04/2020) di Kampung Udapi Hilir (SP-4), Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari.

Undangan tersebut dalam rangka syukuran panen perdana padi sawah dari Gapoktan Setia Bersama seluas 50 ha padi sawah (dari luas sawah intensif 147 ha) untuk Musim Tanam OK-MAR, yang akan dipanen kurang lebih 10-15 hari lagi atau dipanen dalam masa menjalankan ibadah puasa.

Selain Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer, MP., hadir pula Kepala Dinas pertanian Provinsi Papua Barat, Dr. Ir. Yacob Fonataba, M.Si., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Ir. Kukuh Sapto Yudo, MP., Direktur Polbangtan Manokwari drh. Purwanta, MSi, Anggota DPRD Kabupaten Manokwari dari Dapil IV, Sekwilcam Prafi, Kepala BPP Prafi, Kepala Kampung Udapi Hilir, staf Polbangtan, dan penyuluh BPP Prafi.

Dalam sambutan Ketua Gapoktan, Indra Setyawan, disampaikan bahwa pada MT II A-SEP 2019, mereka mengalami penurunan produksi padi lebih dari 45%, akibat dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya perbaikan saluran irigasi, penggunaan varietas yang tidak tahan hama wereng coklat dan keracunan besi, dan kekurangan pupuk bersubsidi.

Hal tersebut menjadi pertimbangan petani, sehingga dari luas sawah intensif yang biasa digunakan seluas 147 ha, pada MT OK-MAR (2019/2020) ini, hanya 50 ha yang digarap oleh beberapa petani yang nekat. Dan hasilnya ternyata cukup menggembirakan bagi para petani, sebab ditaksir produksi padi akan di atas 4 ton GKP. Untuk rencana penanaman padi MT II (ASEP) akan jatuh pada tanggal 1 Juli, dikarenakan sebentar lagi sudah akan memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Arahan dari Kepala BPTP Papua Barat menyangkut dukungan terhadap pembangunan pertanian di wilayah kerja BPP Prafi, dalam hal penyediaan inovasi teknologi sudah berjalan selama ini dengan melakukan BIMTEK penyuluh, dan uji adaptasi varietas Inpari 30, 32 dan 33, yang diharapkan dapat digunakan petani, dan musim tanam ini ada beberapa petani yang menggunakan, terutama untuk tanah yang keracunan besi, karena lahan selalu tergenang seperti SP-4 ini.

Beliau menambahkan bahwa, penyediaan benih sebar melalui UPBS (Unit Pengelola Benih Sumber) untuk digunakan petani pada MT ini, belum dilakukan karena terkendala dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) terkait pandemi corona (Covid-19), sedangkan yang dihasilkan pada MT I tahun lalu sebanyak 4 ton sudah habis dibeli petani dari beberapa kabupaten lain. Terkait pupuk bersubsidi yang dikeluhkan petani, sudah ada permintaan perbaikan kuota melalui e-RDKK, begitu pula dengan benih padi, Dinas Pertanian Kabupaten telah menyiapkan anggaran untuk 147 ha di SP-4 ini.

Ditengah pandemi corona (Covid-19) ini produksi pertanian harus tetap berjalan. Sejalan dengan pesan Menteri Pertanian, meskipun ada wabah, petani diminta tetap semangat dan menjaga kesehatan.

Komentar Anda  

# Berita Mataram 28-05-2020 22:00
Portal Informasi Berita Kota Mataram dan sekitarnya, dikemas dengan layout dan bahasa yang menarik serta enak dan nyaman untuk dibaca. https://www.wartamataram.com bersegmen segala usia dan segala latar belakang demografi.
Balas
# Berita Mataram 28-05-2020 22:01
Portal Informasi Berita Kota Mataram dan sekitarnya, dikemas dengan layout dan bahasa yang menarik serta enak dan nyaman untuk dibaca.
Balas