• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Akreditasi Laboratorium BPTP Papua Barat oleh KAN

Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat menjadi salah satu laboratorium dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang termasuk dalam pengajuan akreditasi. Dalam proses akreditasi, tahap asesmen dilaksanakan untuk menilai langsung di lapangan kesesuaian pemenuhan persyaratan kompetensi labotarium yang menjadi acuan, yaitu ISO/IEC 17025:2017. Asesmen lapangan dibuka bersama tim asesemen dari Komite Akreditasi Nasional (KAN)  pada Senin (18/03/2019) di Manokwari, Papua Barat.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer sebagai Manajer Puncak Laboratorium, M.P, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPTP Papua Barat, Ida Rusyadi, S.Sos, sebagai Manajer Administrasi Laboratorium, Manajer Teknis Laboratorium BPTP Papua Barat, Nicolays Jambang, S.TP, M.Sc. beserta tim laboratorium. Proses asesmen dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin sampai Selasa, 18-19 Maret 2019.

Nico menyebutkan, awal laboratorium BPTP Papua Barat dibangun pada tahun 2016, dilanjutkan dengan pengadaan bertahap prasarana laboratorium dari tahun 2017 sampai tahun 2019 yang masih berjalan. Laboratorium BPTP Papua Barat diresmikan pada 14 November 2018. Nico juga menyampaikan bahwa laboratorium mempunyai peluang yang besar, dikarenakan belum tersedianya laboratorium pengujian proksimat terakreditasi khususnya untuk komoditas lokal di wilayah Indonesia Timur.

Disisi lain, potensi wilayah Papua Barat untuk mengekspor hasil prouksi pertanian dapat didukung dengan adanya laboratorium pengujian sebagai salah satu jaminan mutu produk bernilai tambah, sehingga hasil pertanian wilayah Indonesia Timur dapat diolah dengan tepat dan terdistribusikan dengan baik ke wilayah lainnya.

Salah satu tim Komite Akreditasi Nasional (KAN), Dr. Asep Nugraha Ardiwinata, M.Si mengatakan, proses akreditasi bertujuan untuk melihat secara langsung pemenuhan persyaratan dari segi teknis maupun manajemen yang mengacu pada ISO/IEC 17025:2017. Ia juga mengatakan bahwa proses akreditasi akan melibatkan personil dari laboratorium melalui wawancara secara langsung.

Ruang lingkup dari akreditasi laboratorium tersebut meliputi analisa proksimat serealia dan  umbi-umbian baik segar maupun olahannya, lantas pengujian proksimat yang dapat dilakukan antara lain: kadar air, kadar abu, lemak kasar dan protein kasar.