• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

MEMBANGKITKAN KEMBALI KEJAYAAN COKLAT RANSIKI

Manokwari Selatan (23-11-2018). BPTP Papua Barat bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan melakukan pengkajian pengembangan kakao di Manokwari Selatan dalam upaya untuk membangkitkan kembali Coklat Ransiki (Cokran).

Coklat Ransiki (cokran) pada saat itu sudah dikenal secara nasional bahkan manca negara. Coklat memberikan peranan yang besar bagi pendapatan masyarakat Manokwari Selatan sejak tahun 1980an hingga tahun 2000. Namun, karena manajemen yang kurang baik dan hal lain serta kurangnya perhatian pemerintah daerah pada saat itu mengakibatkan perusahaan cokran di Manokwari Selatan mengalami kebangkrutan yang berimbas pada pendapatan petani coklat. Melihat permasalahan ini, BPTP melakukan pengkajian “Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Pengembangan Kakao di Manokwari Selatan”.

Pada akhir pengkajian disampaikan Seminar Hasil Kajian “Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Pengembangan Kakao di Manokwari Selatan”, yang dipaparkan oleh Dr. Aser Row, SP., MP. Dalam paparannya, untuk membangkitkan/mengembangkan kakao di Manokwari Selatan diperlukan strategi-strategi, antara lain: 1) Peremajaan dan penataan kebun kakao; 2) Pembuatan Kebun Benih dan Kebun Entres; 3) Intensifikasi melalui dukungan sarana prasarana dan inovasi teknologi; 4). Peningkatan peran dan kapasitas kelembagaan; 5) Optimalisasi rantai tata niaga Kakao; dan 6) Penguatan dukungan kerja sama antar Instansi dan mitra kerja terkait.

Acara Seminar dibuka oleh Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, ST. Dalam sambutannya, Bupati Manokwari Selatan menyampaikan terima kasih kepada BPTP Papua Barat. Beliau mengharapkan dengan hadirnya inovasi teknologi BPTP Papua Barat, Coklat Ransiki bisa mencuat kembali dikenal di manca negara yang mampu meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja di daerah, tidak hanya itu, tetapi dapat menjadikan lapangan kerja bagi masyarakat dari kabupaten lain. Hadir dalam acara tersebut stakeholder, antara lain: Sekretaris Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan, Kabid Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Politeknik Pembangunan Pertanian – Manokwari, Badan Litbang Kehutanan Papua Barat, dan Pengurus Koperasi Eiber Suth Cokran dan perwakilan kelompok petani coklat Ransiki. (M. Fathul Ulum. A)