• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Perluas Penyebaran Inovasi Teknologi Perkebunan, BPTP Papua Barat adakan Seminar

Mengangkat tema Hirilisasi Inovasi Teknologi Bidang Perkebunan, kegiatan seminar dilaksanakan di Aula BPTP Papua Barat sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan serahterima peserta Program Praktek Kerja Lapang (PKL) mahasiswa/i Program Studi DIII Budidaya Tanaman Perkebunan Universitas Papua (UNIPA). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas penyebaran inovasi teknologi perkebunan yang merupakan salah satu tugas dan fungsi BPTP Papua Barat kepada masahasiswa sebagai agent sumber daya manusia bidang pertanian.  

Materi yang disampaikan dalam kegiatan seminar tersebut adalah arah dan strategi pengembangan pendidikan vokasi di Fakultas Pertanian UNIPA yang disampaikan oleh Budiyono, SP.,M.Si (Dosen Faperta UNIPA), kemudian dilanjutkan dengan Pengenalan Litbang Pertanian BPTP Papua Barat oleh Ir. Demas Wamaer (Plt. Kepala BPTP Papua Barat), kebijakan pengembangan subsektor perkebunan di Papua Barat yang disampaikan oleh Benediktus Heri Wijayanto Kepala Bidang Perkebunan TPHBUN Provinsi Papua Barat), Kerjasama Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian dan Prospek Pengembangan Komoditas Perkebunan di Papua Barat yang disampaikan oleh Dr. Aser Rouw, SP.,M.Si dan materi terakhir  Pengenalan Inovasi Teknologi Unggulan Badan Litbang Pertanian Muhamad Fathul Ulum Ariza, SP.,M.Si. Kegiatan seminar dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh Dr. Amisnaipa, SP.,M.Si sebagai moderator. 

Kegiatan seminar difokuskan pada komoditi unggul Papua Barat yaitu kopi dan kakao yang diharapkan dapat diperluas, dikembangkan, dan diimplementasikan inovasi teknologi mulai dari hulu sampai hilir guna kesejahteraan masyarakat Papua Barat. Diakhir kegiatan seminar, peserta seminar yang juga merupakan peserta Program Praktek Lapang (PKL) Program Studi DIII Budidaya Tanaman Perkebunan Universitas Papua melakukan foto bersama.

BPTP Papua Barat Serius Dukung Pemerintah Atasi Stunting

Permasalahan Stunting di Indonesia menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. Menurut data WHO sekitar 30 Persen penduduk di dunia termasuk di Indonesia, terutama anak-anak saat ini sangat berisiko kekurangan gizi Zn atau seng. Gizi Zn sangat diperlukan untuk proses pertumbuhan. Dari permasalahan inilah maka lahir padi varietas Inpari Nutri Zinc yang merupakan salah satu bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk mengatasi masalah stunting. 

Untuk mensukseskan program pemerintah, BPTP Papua Barat melakukan kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi dan Pengembangan benih sumber Padi Varietas Inpari IR Nutri Zinc.

Pada Rabu (21/07/2021) dilakukan panen perdana padi Nutri Zinc. Sebelumnya padi ini telah ditanam pada tanggal 11 April 2021 oleh kelompok tani Rukun Makmur di lahan seluas 0,25 Ha yang berlokasi di Kampung Madrad, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari. 

Kegiatan panen ini dihadiri oleh Plt. Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamer, MP, Kepala Distrik Warmare, Koordinator BPP Warmare, para peneliti/penyuluh dan teknisi litkayasa serta anggota kelompok Tani. 

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Balai BPTP Papua Barat menyampaikan bahwa padi Varietas Inpari Nutri Zinc merupakan merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) yang dilepas Badan Litbang Pertanian pada Tahun 2019, di mana keunggulan utamanya adalah kandungan Zinc di dalam berasnya, secara alami sudah mengandung zinc yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi varietas-varietas lainnya. Padi varietas ini sangat berguna untuk menanggulangi stunting, hal ini merupakan suatu hal yang dirasa sangatlah baik, karena Manokwari merupakan salah satu wilayah yang masyakaratnya memiliki angka kasus stunting yang tinggi. 

Saat ini BPTP Papua Barat telah melakukan pengembangan padi Inpari IR Nutri Zinc di beberapa titik lokasi yakni di Distrik Warmare, Distrik Prafi dan Distrik Sidey. Kedepannya BPTP Papua Barat juga akan bersinergi dengan puskesmas-puskesmas untuk dilakukan pendataan terhadap masyarakat yang mengalami kasus stunting untuk selanjutnya akan dilakukan pembagian beras Nutri Zinc.

Sementara Kepala Distrik Warmare, Aswandi, mengatakan sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan terhadap program ini dan berharap kedepannya padi Nutri Zinc ini bisa dapat terus berkembang dan program ini dapat terus terjalin.

Koordinator BPP Warmare, Mulyadi pun juga menyampaikan rasa terimakasih dengan adanya program ini sangatlah membantu kebutuhan masyarakat sekitar terkait permasalahan stunting. (UA/SW)

Serahterima Mahasiswa PKL Program Studi DIII Teknologi Budidaya Perkebunan UNIPA

(28/06/2021) Kegiatan serahterima Mahasiswa/i Praktek Kerja Lapang (PKL) Program Studi DIII Budidaya Tanaman Perkebunan Universitas Papua (UNIPA) berlangsung di kantor Balai Pengkajian dan  Pertanian (BPTP) Papua Barat. Peserta PKL di serahterimakan oleh perwakilan Ketua Program Studi Budiyono, SP.,M.Sc. dan secara resmi langsung terima oleh Plt. Kepala Balai Ir. Demas Wamaer. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid19. Peserta PKL sehari sebelum tanggal pelaksanaan kegiatan serahterima telah dilakukan test antigen guna memastikan peserta PKL bebas dari Covid19.

Dalam kegiatan serah terima, Plt. Kepala Balai Ir. Demas Wamaer menyampaikan kegiatan PKL mahasiswa di BPTP agar terus dilakukan setiap tahunnya, agar inovasi teknologi yang ada di Litbang Pertanian tersebar meluas kepada mahasiswa/i sebagai calon Agen Perubahan (agent of change) bidang pertanian. Dalam kesempatan tersebut pula Budiyono, SP. M.Si menyampaikan terima kasih kepada BPTP Papua Barat telah menerima mahasiswa/i untuk dapat melakukan praktek secara langsung dilapangan. Mengingat ini kali pertama program PKL dilaksanakan pada situasi pandemic Covid19. Beliau juga memberikan pesan kepada mahasiswa/i agar taat dalam mengikuti semua jadwal yang telah disusun oleh BPTP dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Kegiatan Praktek Kerja Lapang diikuti oleh sebanyak 18 orang mahasiswa/i dari Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Universitas Papua (UNIPA). Sesuai dengan jadwal pelaksanaan PKL, dalam 30 hari kedepan peserta PKL akan melakukan praktek pada dua komoditas unggulan Papua Barat yaitu komoditas kopi dan kakao. Selain kegiatan Praktek, mahasiswa/i juga akan dibekali dengan pengetahuan tambahan yang akan dirangkaikan dengan kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan di Kebun Percobaan Amban. Kemudian, peserta PKL akan diajak untuk berkunjung ke petani binaan BPTP untuk melakukan praktek pada kebun milik petani.  Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) di BPTP Papua Barat secara umum memiliki tujuan sebagai kegiatan dalam penyebaran inovasi kepada pengguna dan stakeholder lain dan terimplementasinya inovasi teknologi perkebunan Litbang Pertanian.

 

Penandatanganan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik 2021

Berdasarkan amanat Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 masyarakat dijamin untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik dalam upaya berpartisipasi aktif dalam proses pembuatan kebijakan publik. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat merupakan badan publik di bawah Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian yang wajib memberikan layanan informasi publik yang memadai.

BPTP Papua Barat sebagai Unit Pelaksana Teknis badan publik bertanggung jawab untuk menyediakan serta menyajikan informasi untuk masyarakat secara transparan, akuntabel dan efisien. Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat atas kinerja dan pelayanan BPTP Papua Barat bagi masyarakat.

BPTP Papua Barat cukup berbangga dengan pencapaian yang didapat dalam hal keterbukaan informasi publik hingga saat ini. Pada tahun 2020 yang lalu, BPTP Papua Barat memperoleh predikat “Menuju Informatif” dengan nilai 81,22 lingkup Kementerian Pertanian. Pada tahun 2021 ini, target yang ingin dicapai oleh BPTP Papua Barat adalah menjadi badan publik informatif dengan perbaikan berbagai segi dan bidang yang masih belum sempurna di tahun sebelumnya.

Dalam rangka mendukung layanan informasi publik yang baik tesebut pada Senin, 28 Juni 2021 BPTP Papua Barat melaksanakan penandatangan Komitmen Bersama Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021. Dokumen komitmen bersama tersebut ditandatangani oleh 9 orang dari semua unsur yang ada pada BPTP Papua Barat baik dari unsur pimpinan, pejabat fungsional maupun unsur administratif yaitu: Plt. Kepala Balai Ir. Demas Wamaer, MP; Kasubbag TU Ida Ruyadi, S.Sos; PPID UPT Dr. Aser Rouw, SP, M.Si; Perwakilan Peneliti Apresus Sinaga, SP, M.Sc; Perwakilan Penyuluh M. Fathul Ulum Ariza, SP, M.Si; Perwakilan Teknisi Litkayasa Steven Witman, A.Md, Bendahara Pengeluaran Fenty Irianty, S.Si; Penatausaha BMN Nathaniel Wihyawari, A.Md. Pi; serta Petugas PPID Junita Br Nambela, SP.

Kepala Badan PPSDMP Menekankan Sinergi dalam Peningkatan Produktivitas

Hari Jumat (18/06/2021) dalam rangka kunjungan kerja di Provinsi Papua Barat, Prof.Dr. Ir. Dedy Nursyamsi, M.Si berkenan melakukan pembinaan SDM kepada Peneliti, Penyuluh dan Jabatan Fungsional lainnya di Ruang AWR BPTP Papua Barat. Kegiatan ini berlangsung secara singkat di sela padatnya jadwal kegiatan kunjungan kerja  Kepala Badan PPSDMP yang padat di Provinsi Papua Barat. Pertemuan ini dibuka oleh Dr. Aser Rouw, SP. M.Si selaku Sub.Koordinator Seksi Pelayanan Kerjasama Penelitian dengan penyampaian tentang latar belakang dan Tupoksi BPTP Papua Barat. Pada pertemuan ini juga diputarkan video tentang Pepaya merah delima yang sukses bisa dipasarkan di Supermarket Manokwari City Mall.

Dalam arahannya, beliau menekankan tentang “sinergi antara peneliti dan penyuluh” di wilayah Provinsi Papua Barat. Sinergi ini mutlak untuk dapat mencapai tujuan yaitu pembangunan pertanian berkelanjutan dengan tolok ukur peningkatan produktivitas pangan khususnya padi yang merupakan komoditas utama di Papua Barat. Lebih lanjut Bpk Ka.Badan menyampaikan bahwa titik ungkit dari peningkatan produksi pertanian adalah 1). Inovasi teknologi dan sarana prasarana sebesar 25%, 2). Peraturan perundang-undangan, Peraturan Presiden, Local Wisdom (25%) dan 3). SDM Pertanian  sebesar (50%). Bapak Ka. Badan juga menyampaikan arahan dari Presiden tentang impor pangan yang masih terjadi dan diharapkan peneliti penyuluh menjadikan hal tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja dan sinergi mengatasi impor pangan, khususnya di Papua Barat yang masih di support dari Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Tengah. Kunci dari swasembada pangan adalah penerapan inovasi teknologi seperti  Penerapan Panca Usahatani yaitu : 1). Penggunaan benih unggul, 2). Pengolahan lahan, 3). Pengairan, 4). Pemupukan berimbang, 5). Pengendalian hama dan penyakit tanaman. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menurunkan HPP (Harga pokok produksi) sehingga daya saing produk pertanian yang ada di Papua Barat dapat meningkat dan menurunkan impor komoditas pangan dari provinsi yang lainnya. 

Pertemuan ini diakhiri dengan aklamasi tentang kesiapan peneliti dan penyuluh untuk saling bersinergi dalam membangun pertanian di Provinsi Papua Barat. Peneliti dan penyuluh harus bisa menyatu ibarat sekeping mata uang yang tidak terpisahkan. Akhir dari kegiatan pembinaan adalah foto bersama dan dilanjutkan dengan pertemuan internal BPTP Papua Barat membahas kegiatan PKL dari Program Diploma III Faperta UNIPA dan kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Pertanian Balitbangtan di Provinsi Papua Barat.