• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Pelatihan Budidaya Hidroponik di Pulau Lemon Manokwari Timur

Senin (4/10/2021) dilaksanakan kegiatan Pelatihan Budidaya Hidroponik di  Pulau Lemon, Manokwari Timur, Papua Barat. Kegiatan ini merupakan kerjasama  antara BPTP Papua Barat dengan BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Papua Barat.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh ketua BKOW Papua Barat, Ibu DPD PWKI Papua Barat, Ketua BOW (Badan Organisasi Wanita) Kabupaten Manokwari, Ketua Darma Wanita Kabupaten Manokwari dan peserta pelatihan yang lain.

Dalam arahan Ibu ketua BKOW Provinsi Papua Barat menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPTP Papua Barat sudah  dilakukan dibeberapa tempat dan ini sudah termasuk yang keenam kalinya, lanjut Ibu Ketua BKOW mengatakan kenapa mengambil  Hidroponik  karena  pertama masih adanya  PPKM Level 2 dalam masa pandemi ini dibatasi gerakan kita, tidak bisa ke pasar, tidak bisa kemana-mana hingga ibu-ibu tidak bisa keluar. Maka dibuatlah program kerja untuk tidak keluar kemana-mana tetapi masih bisa makan sayur, maka bekerja sama  dengan BPTP Papua Barat untuk memberikan teknologi  menanam sayur dengan  menggunakan  limbah rumah tangga yang tidak terpakai seperti botol-botol aqua.

Kegiatan pelatihan Budidaya Hidroponik dengan narasumber BPTP Papua Barat (Muhammad Fathul Ulum Ariza, SP, M.Si dan Ir. Halijah), kegiatan tersebut bukan saja dihadiri oleh petani atau masyarakat Pulau Lemon tapi juga dihadiri oleh petani dan masyarakat Pulau Mansinan dan para Ibu-Ibu gabungan Darma Wanita Provinsi papua Barat.  Pelatihan Budidaya Hidroponik langsung dipraktekkan dengan memanfaatkan bahan-bahan atau aneka limbah bekas rumah tangga,  peserta sangat antusias mengikuti pelatihan hidroponik  tersebut karena mereka terjung langsung mempraktekkan  pelatihan hidroponik.

Output dari kegiatan Pelatihan Hidroponik, peserta diharapkan dapat melaksanakan sendiri dengan memanfaatkan bahan limbah  rumah tangga yang ada disekitar dan melaksanakan sesuai petunjuk dan pelatihan serta mengacu pada buku panduan yang diberikan. Kegiatan pelatihan Hidroponik diakhiri dengan memberikan bantuan bibit sawi kepada peserta pelatihan sebagai tindak lanjut kegiatan Budidaya Hidroponik.

Kunjungan Ketua Kelompok Tani Mbeisba ke Kantor BPTP Papua Barat

Pada hari Selasa 12 Oktober 2021 di Kantor BPTP Balitbangtan Papua Barat, kedatangan tamu istimewa. Dikatakan tamu istimewa  karena mereka adalah pejuang teknologi yang jarang terekspos dalam sepak terjangnya dilapangan untuk menerapkan pola usaha tani yang dianjurkan dan menggerakkan petani lain untuk mengikuti pola itu. Tamu istimewa itu adalah Adam Iba, Ketua Kelompok Tani Mbeisma Kampung Warbiadi, Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan. Pak Adam dan kelompok taninya adalah salah satu kelompok tani yang dibina BPTP Balitbangtan Papua Barat sejak tahun 2019. Kunjungan Adam dan Ibu ke BPTP Papua Barat diterima Kepala Balai,  Zainal Abidin, SP, MP.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai menyerahkan benih pepaya merah delima sebanyak 20 polibek dan menyampaikan rencana pengembangan pisang barangan merah di Papua Barat sebanyak 10 ribu pohon. Kepala Balai juga menyampaikan untuk tetap menjaga hubungan yang terbina selama ini sehingga hasil inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian dapat secara luas tersebar dan dinikmati para petani dan steakholder di bumi Kasuari Papua Barat.

Adam Iba sangat senang bisa memperoleh benih pepaya merah delima dan sukun. Adam menuturkan bahwa,  tujuan kunjungan adalah melihat dari dekat kegiatan perbenihan yang dikerjakan BPTP Papua Barat. Menurut Adam Iba, potensi lahannya ada sekitar 50 hektar yang sudah ditanami jagung, ubi kayu, ubi jalar dan pisang. Kalau ada benih tanaman hortikultura, akan diupayakan untuk ditanam di lahannya.

Setelah bincang-bincang singkat siang itu, pertemuan itupun diakhiri. Pak Inal, demikian sapaan akrap Kepala BPTP Papua Barat memberikan petuah; ibarat sebuah benih yang ditabur, demikian pula kebaikan yang kita tanam pasti akan di tuai.

 

Kelompok Wanita Tani Anggrek Belajar Sekaligus Budidaya Pepaya Merah Delima

Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek yang diketuai Mama Rode Wihyawari di Kampung Aipiri Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari merupakan salah satu kelompok tani yang menerima bantuan benih pepaya merah delima dari BPTP Balitbangtan Papua Barat sebanyak 100 polibek beberapa waktu lalu.

Hari ini, Rabu 13 Oktober 2021, Mama Rode dan kelompoknya akan menanam benih pepaya tersebut di lahan kebun Kampung yang telah disiapkan. Adapun kelompok wanita tani ini dibina Olha Padang, S.Pt sebagai penyuluh pendamping dari BPP Manokwari Kota dengan jumlah anggota 25 orang.

Pada kesempatan tersebut, Sostenes Konyep, SP sebagai penanggung jawab Perbenihan Pepaya Merah Delima Kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Pertanian BPTP Papua Barat memberikan penjelasan sekaligus praktik tentang cara menanam pepaya yang baik yang kemudian langsung diikuti oleh Mama-Mama anggota kelompok. Beliau juga menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi para petani adalah tekstur tanah di Aipiri adalah tanah berbatu karang sehingga petani kesulitan untuk membuat bedeng, maka yang dilakukan adalah membersihkan tunggul-tunggul dan akar kayu sehingga sistem perakaran tanaman pepaya nantinya dapat berkembang dengan sempurna. Tampak Mama-Mama begitu antusias memperhatikan dan menyimak dengan baik sesi penjelasan dan diikuti dengan diskusi.

Semoga tanaman tumbuh subur dan buahnya dapat dinikmati Mama-Mama untuk kecukupan gizi dan ketahanan pangan keluarga.

 

 

 

Komitmen BPTP dalam Mendukung Program Kerja BKOW Papua Barat

Hari Senin 11/10/21, Kepala BPTP Papua Barat, Zaenal Abidin, SP, MP menghadiri Rakerda II BKOW (Badan Koordinasi Organisasi Wanita) Provinsi Papua Barat di Hotel Aston Manokwari. Kehadiran Kepala Balai dalam rangka menunjukkan komitmen kerjasama dan dukungan terhadap program-program kegiatan yang dilakukan  oleh BKOW.  Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda II) yang rutin dilaksanakan tiap tahun. Pada tahun 2021 ini dilaksanakan dengan tema 

"Optimalisasi Kerjasama Organisasi Dalam Rangka Membangun Papua Barat Yang Berkarakter". 

Dalam sambutan pada acara pembukaan, Ibu Lany Lakotani selaku ketua BKOW Provinsi Papua Barat menyampaikan bahwa "BKOW merupakan organisasi yg mengakomodir anggota biasa dan luar biasa, baik pusat maupun lokal. Tujuan yang ingin dicapai adalah membangun koordinasi dan komunikasi yg baik. Salah satu potensi kaum wanita sebaiknya diberdayakan untuk hal yg baik, yang dapat menentukan baik buruknya suatu bangsa". Lebih lanjut Ibu Lany menyampaikan bahwa "Wanita harus mampu mendukung program pemerintah. Khususnya pemberdayaan ekonomi, dan kesehatan keluarga. Organisasi dlm BKOW diharapkan dapat aktif mendukung program pemerintah. BKOW harus lebih maju dan berjuang di Provinsi Papua Barat". 

Acara selanjutnya adalah sambutan Asisten II Bidang Ekonomi, Bapak Melkias Warinusa, SH, MH yang menyampaikan Sambutan Gubernur Papua Barat, "bahwa Rakerda dihadapkan dapat menghasilkan program-program kerja yang mendukung kerja pemerintah daerah Provinsi Papua Barat". 

Pembukaan Rakerda II BKOW diakhiri dg kegiatan ramah tamah antara pengurus pusat dan daerah serta dengan tamu undangan. Pada kesempatan ini Ka.BPTP Papua Barat bersama dg Ibu Ketua BKOW Papua Barat berkomitmen untuk melanjutkan kerjasama pada berbagai program kegiatan, salah satunya adalah kegiatan perbenihan seperti pisang, kakao, pepaya merah delima dan benih yang lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Memoar Pejuang Teknologi BPTP Papua Barat "Pengembangan Pepaya Merah Delima di Papua Barat"

Manokwari Kamis, 7 Oktober 2021 dilaksanakan penyusunan memoar melalui diskusi virtual yang di gagas oleh BBP2TP (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian). Penyusunan memoar ini dalam rangka HUT Badan Litbang Pertanian ke 47.

Dalam acara tersebut turut dihadiri Kepalai Balai BPTP Papua Barat Bapak Zainal Abidin, S.P.,M.P., Kepala Balai BPTP NTT Dr Aser Rouw, SP, Msi, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Barat Andrew pattikawa, Bapak Suryadimin Spt dari Balai Pengawas mutu dan keamanan pangan, Sepitinus Wariki Ketua Kolompok Tani Ikovy.

Sebagai mantan subkoordinator kerjasama dan pelayanan pengkajian Dr. Aser Rouw menyampaikan bahwasannya pepaya ini sudah dikembangkan pertengahan 2020 oleh Septinus wariki, melalui bimbingan teknis dan pendampingan pepaya merah delima diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pertanaman pepaya merah delima dan petani dapat mengadopsi teknologi dan inovasi badan litbang, selanjutnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Septinus wariki menyampaikan bahwasannya tertarik menanam pepaya merah delima karena merasakan langsung buahnya di kantor BPTP Papua Barat, Karena rasa buahnya yang manis dan tebal serta menanam pepaya merah delima cenderung mudah.

Suryadimin Spt dari Balai Pengawas mutu dan keamanan pangan menyampaikan bahwasannya setelah dilakukan uji lab untuk mengetahui kandungan kontaminasi bahan berbahaya. Buah pepaya merah delima dari Septinus Wariki dinyatakan bebas dari bahan berbahaya dan akan mendapatkan serifikat Prima 3.

Kepalai Balai Papua Barat Bapak Zainal Abidin SP.MP. menyampaikan bahwasanya pengembangan pepaya merah delima bisa dijadikan patern dari pengembahan komoditas lain di Papua Barat. Semangat ini haruslah tetap dipakai agar adopsi teknologi dari Badan Litbang cepat sampai dan di aplikasikan oleh petani di Papua Barat