• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Teknologi Pola Tanam Turiman

Sejak tahun 2015 Pemerintah fokus dalam mendorong percepatan swasembada pangan melalui program Upaya Khusus pada tiga komoditas utama yaitu padi, jagung, dan kedelai (pajale). Fokus dari program ini yaitu menaikkan margin produksi melalui penambahan luas tanam (LTT), penerapan inovasi teknologi spesifik lokasi, dan peningkatan indeks pertanaman (IP).

Teknologi Turiman merupakan suatu upaya intensifikasi pertanian dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang optimal yang penenerapannya dilatar belakangi karena belum optimalnya budidaya tanaman selama ini, dan juga karena penurunan luas lahan pertanian yang terus terjadi akibat alih fungsi lahan. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi teknologi tanam yang tepat untuk mengoptimalkan penggunaan lahan dengan mengatur populasi tanaman.

Ciri dan karakter dari sistem ini adalah populasi tanaman lebih rapat dan pada satu areal lahan diterapkan pola tanam campuran (polikultur). Pola tumpangsari diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman padi, jagung dan kedelai tanpa adanya persaingan penggunaaan lahan antara ketiga komoditas strategis tersebut.  Ada tiga pola Turiman yaitu: Turiman Jale (tumpangsari tanaman jagung - kedelai), Turiman Jago (tumpangsari tanaman jagung - padi gogo), dan Turiman Gole (tumpangsari tanaman padi gogo – kedelai).

Dengan ketiga pola tanam diversifikasi (penganekaragaman) ini, produk pertanian dapat tercapai dengan baik dan petani dapat memperoleh dua jenis komoditas per musim panen.

Turiman Pajale sebagai bentuk budidaya dalam mengatasi permasalahan tersebut karena mempunyai keunggulan antara lain: penyerapan energi sinar matahari lebih banyak; memungkinkan pemanfaatan ruang vertikal dengan lebih baik dibanding monokultur; mampu mengurangi kerusakan akibat angina; mampu menghasilkan bahan organik dari banyaknya biomassa yang dihasilkan; menekan pertumbuhan gulma karena sinar matahari yang jatuh ke tanah lebih sedikit; membantu menahan serangan hama (refugia); dan terakhir mitigasi risiko gagal panen karena menanam lebih dari satu jenis komoditas.

Pada tahun 2019 ini, BPTP Papua Barat melalui salah satu program kerjanya yaitu kegiatan Penerapan Inovasi Teknologi Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman di Papua Barat membuat demfarm dengan pola Turiman Jago yang mengambil lokasi di dua tempat yaitu Distrik Oransbari dan Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan. Adapun varietas jagung yang ditanam yaitu Bisma dan Lamuru dan varietas Towuti, Inpago 9, serta Inpago 11 untuk padi gogonya.

Paket teknologi yang akan diintroduksikan adalah sistem pola tanam dan pemupukan tanaman. Sedangkan sasaran atau target dari introduksi ini adalah petani lokal. Hingga artikel ini dirilis penanaman pada demfarm telah dilakukan dan akan dilakukan pemeliharaan serta kajian terkait produktivitas tanaman pada demfarm tersebut. Nantinya diharapkan terjadi multiplikasi kegiatan serupa karena adopsi teknologi oleh para petani kooperator yang terlibat pada kegiatan.