• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Koleksi Varietas Ubi Jalar

    Beberapa varietas yang menjadi koleksi BPTP Papua Barat di KP Manokwari.

    READ MORE
  • PENGOLAHAN UBI JALAR MENJADI ANEKA OLAHAN KUE

    Pangan lokal nusantara berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Tanaman pangan seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung dan sagu yang telah diolah menjadi tepung akan memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku industri untuk menggantikan tepung terigu yang selama ini impor. Kebutuhan tepung terigu yang semakin tinggi tetapi, Indonesia bukan negara yang menghasilkan gandum yang merupakan bahan baku pembuatan tepung terigu. Sehingga untuk menggantikan bahan baku tepung terigu perlu adanya bahan baku pengganti, agar Indonesia tidak terus menerus bergatung pada negara lain. Salah satu tanaman pangan yang dapat sebagai pengganti  bahan baku tepung adalah ubi jalar.

    READ MORE
  • Ubi Untuk Ketahanan Pangan Lokal

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan kegiatan panen umbi-umbian lokal. Kegiatan ini merupakan kegiatan penelitian Kemitraan Tahun 2018. Acara panen tersebut diselenggaraan pada hari Rabu 13 Februari 2019 di Kampung Menyumfoka, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. menjadi penanggungjawab dari kegiatan penelitian tersebut.

    Beberapa perwakilan pemerintah daerah turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Gubernur Papua Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Bupati Manokwari yang diwakili oleh Wakil Bupati, Drs. Edi Budoyo, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat yang diwakili Kepala Bidanng Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari yang diwakili Kabid Tanaman Pangan.

    Selain itu hadir pula perwakilan Bank Indonesia, Direktur Poli Teknik Pembangunan Pertanian Manokwari (diwakili), Kepala Pusat Studi Umbi-umbian UNIPA (diwakili), Kepala Stasiun Karantina (diwakili), Kepala BPSB (diwakili), Kepala BPP Manokwari, penyuluh-penyuluh pertanian wilayah kecamatan Manokwari Utara, para peneliti dan penyuluh BPTP Papua Barat. Turut serta pula kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Manokwari Utara, dan diliput wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Manokwari dan wartawan surat kabar lokal lainnya.

    Dalam sambutannya Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari melalui perwakilannya, menyatakan menyambut baik hasil penelitian BPTP Papua Barat yang bertujuan mengeksplorasi benih unggul lokal umbi-umbian. Selain itu, beliau menyatakan dukungannya terhadap pemikiran BPTP Papua Barat untuk mempertahankan Sumber Daya Genetik umbi-umbian yang dapat dikembangkan sebagai sumber benih unggulan lokal.

    Pemerintah daerah juga memberikan keseriusan dalam memberikan dukungan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. Salah satunya adalah mengoptimalkan Balai Benih Umum (BBU) yang tidak jauh dari lokasi penelitian. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan benih umbi-umbian lokal dan nasional untuk pengembangan umbi-umbian diwaktu yang akan datang.

    Wakil Bupati Manokwari, Edy Budoyo juga mengajak seluruh tamu undangan untuk mengkonsumsi keladi, ubi jalar dan ubi kayu/kasbi dengan slogan "Bela dan Beli Pangan Lokal Masyarakat Papua". Beliau sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan BPTP Balitbangtan Papua Barat dan berharap ada kebun benih untuk pangan lokal masyarakat Papua.

    Pada kegiatan panen tersebut, diketahui besaran panen ubi kayu sebanya 20-35 ton/ha, dengan umur panen 3–6 bulan. Salah satu varietas yang menjadi unggulan dari ubi kayu lokal ini adalah memiliki umur panen yang relatif genjah 3–4 bulan, yang dinamakan varietas 3 bulan. Sementara itu, ubi kayu unggulan nasional asal Balitkabi Malang (Var. Malang 4) yang ditanam bulan September 2018 belum dipanen, karena memiliki umur panen 6 bulan dan ubi jalar varietas lokal (5 varietas) yang diusahakan sudah dipanen pada bulan November dengan rata2 produktivitas mencapai 11,46 t/ha. Sedangkan untuk ubi jalar varietas nasional asal Balitkabi Malang (Sari, kidal, Sawentar, Papua Salossa, Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2) rata-rata produksi 23,95 ton/ha.

    Diharapkan kedepannya carietas pangan lokal tersebut dapat lebih dikembangkan. Selain untuk melestarikan varietas ubi-ubian yang diantaranya ada yang terancam punah, diharapkan dengan ubi-ubian varietas unggul lokal ini dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Papua khususnya Manokwari.
    Sostenes Konyep., S.P

     

    READ MORE