• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Koordinasi Program bersama Dinas Pertanian Mansel

    Tim peneliti BPTP Papua Barat melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan pada Jumat (24/01/2020). Kunjungan tersebut masih terkait dalam rangka koordinasi program pengkajian mengenai pengembangan kawasan perkebunan kakao berbasi korporasi di Papua Barat.

    Dalam kunjungan tersebut tim peneliti memaparkan program yang dibawa serta meminta masukan dan dukungan dari Dinas Pertanian. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah usia kakao di daerah Ransiki yang telah lebih dari 25 tahun, yang menyebabkan pohon kakao tidak produktif lagi. Untuk itu lebih baik apabila tanaman kakao diperbaharui, bukan hanya direhabilitasi. Namun tentu saja dibutuhkan suntikan dana dari investor untuk proyek besar tersebut. Meskipun demikian, pada dasarnya Dinas Pertanian siap mendukung program dari BPTP demi meningkatnya kesejahteraan petani.

    Setelah itu, tim peneliti juga mengunjungi salah satu calon petani kakao kooperator potensial yang direkomendasikan oleh koperasi Ebier Suth. Ibu Helena, petani kakao ini merupakan petani lama yang masih bersemangat tinggi untuk tetap memproduksi kakao kering. Namun tentunya banyak hambatan yang beliau rasakan seperti halnya kurangnya tenaga dan ketersediaan alat.

    Jalan untuk bisa membantu petani kakao untuk meningkatkan produksinya memang masih panjang. Namun setidaknya hari tersebut menjadi titik awal sebuah usaha bersama dari para peneliti di BPTP Papua Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan, dan Koperasi Ebier Suth untuk mensejahterakan petani kakao khususnya di Ransiki, Manokwari Selatan.

    READ MORE
  • Kunjungi Koperasi Kakao, Peneliti Lakukan Observasi

    Tim peneliti BPTP Papua Barat yang diketuai oleh oleh Dr. Aser Rouw, SP., M.Si berkunjung ke Koperasi Ebier Suth Kabupaten Manokwari Selatan pada Jumat (24/01/2020). Kunjungan tersebut dalam rangka  melakukan diskusi serta observasi kegiatan untuk mendapatkan ide inspiratif yang bisa diambil oleh tim peneliti. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan teknologi inovasi yang dapat didiseminasikan ke petani kakao secara luas.

    Sebagaimana telah diketahui secara luas, kakao merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Papua Barat. Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan bahkan telah menembus pasar internasional, memenuhi permintaan perusahaan besar seperti Cargill, Mars, serta Biji Kakao Trading Ltd yang berpusat di London. Yang menjadi kunci kesuksesan coklat Ransiki tersebut adalah adanya koperasi Ebier Suth Cokran yang manajemennya meniru manajemen perusahaan sehingga mampu menghasilkan produk kakao kering yang berkualitas.

    Diskusi diawali dengan pemaparan Dr. Aser Rouw tentang maksud dan tujuan kegiatan pengkajian kakao kepada manajemen koperasi Ebier Suth. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk dapat meningkatkan kualitas produk kakao di Kabupaten Manokwari Selatan. Bapak Rahim selaku Wakil Manajemen koperasi sangat mendukung kegiatan tersebut. Beliau juga tidak segan-segan membagikan sistem manajemen dan produksi yang dilakukan oleh koperasi.

    Setelah diskusi bersama manajemen, tim mengunjungi lokasi produksi kakao kering dimana fermentasi, pengeringan, penyortiran, dan pengemasan dilakukan. Koperasi ini melayani permintaan kakao kering fermentasi dan non fermentasi. Kakao fermentasi dilepas ke pasar specialty chocolate karena kakao ini diketahui memiliki 6 rasa yang tidak dimiliki oleh kakao dari tempat lain. Rasa yang muncul dari kakao Ransiki ini adalah floral, rum, honey, citrus, nutty, dan roasted. Inilah yang menjadi keunggulan kakao Ransiki yang ingin tetap dipertahankan.

    Adapun permintaan kakao non fermentasi dari pasar, selain dipenuhi oleh hasil kebun sendiri, koperasi juga mengambil kakao kering dari petani sekitar. Namun kualitas kakao kering dari petani sekitar masih kurang bagus sehingga harga jualnya pun lebih rendah. Hal inilah yang akan mencoba diperbaiki oleh tim peneliti dari BPTP Papua Barat.

    READ MORE
  • Pengembangan Kebun Kakao Koperasi di Mansel

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan pendampingan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan terkait dengan pengembangan kebun kakao Koperasi Ebier Suht Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan pada Rabu, 22 Mei 2019.

    Luas keseluruhan lahan kakao yang berada dalam manajemen koperasi sekitar 1686 ha, namun baru sekitar 300 ha yang sudah terpelihara dengan baik. Sehingga perlu adanya optimalisasi dalam pengembangan kakao tersebut.

    Kegiatan tersebut berupa diskusi pengembangan kebun kakao koperasi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari selatan, serta pimpinan Koperasi Ebier Suht bersama investor asing.
    Dengan adanya investor asing yang masuk, akan memberikan dampak positif bagi koperasi maupun petani kakao setempat. Koperasi akan diberikan pendampingan dalam  pengembangan kakao oleh investor asing tersebut.

    Disisi lain, dampak positif juga akan dirasakan oleh petani kakao dalam peningkatan pendapatan petani. Dikarenakan hasil panen dari petani kakao dapat langsung dijual kepada koperasi dengan harga yang standar.

    Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kakao di Kabupaten Manokwari Selatan, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

    READ MORE
  • Program Pengembangan Kawasan Kebun Kakao Mansel

    Tahun 2020 ini, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat berfokus pada pengkajian mengenai pengembangan kawasan perkebunan kakao berbasi korporasi di Papua Barat. Topik pengkajian yang cukup besar ini terdiri dari empat penelitian mandiri yaitu: 1) kajian teknologi inovatif pascapanen kakao; 2) kajian teknologi inovatif integrasi kakao dan kambing; 3) kajian manajemen pengelolaan kebun dan pemasaran berbasis inovasi; serta 4) kajian model SMS center data produksi kakao dari petani ke lembaga korporasi. Hasil yang ingin dicapai dari pengkajian ini adalah meningkatnya kuantitas dan kualitas produksi biji kakao melalui dukungan inovasi teknologi.

    Sebagaimana telah diketahui secara luas, kakao merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Papua Barat. Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan bahkan telah menembus pasar internasional, memenuhi permintaan perusahaan besar seperti Cargill, Mars, serta Biji Kakao Trading Ltd yang berpusat di London. Yang menjadi kunci kesuksesan coklat Ransiki tersebut adalah adanya koperasi Ebier Suth Cokran yang manajemennya meniru manajemen perusahaan sehingga mampu menghasilkan produk kakao kering yang berkualitas.

    Untuk menjaga kualitas yang dihasilkan, keteraturan kerja merupakan kunci utama. Rotasi diterapkan untuk pengelolaan kebun yang luasnya 160 Ha. Rotasi dibagi ke dalam 6 hari kerja dengan masing-masing grup mempunyai tugasnya sendiri. Ada grup pemangkas, pemanen, dan pengendali hama. 160 Ha kebun koperasi dibagi ke dalam beberapa zona, yang mana setiap hari para pekerja tidak boleh berada di zona yang sama. Apabila pekerjaan di zona tersebut belum selesai di hari itu, maka pekerja wajib pindah ke zona selanjutnya di hari berikutnya. Kekurangan pekerjaan di zona yang ditinggalkan akan diborongkan kepada pekerja lepas dengan sistem upah. Dengan berjalannya sistem rotasi seperti ini maka hasil produksi dapat dipantau dan diperkirakan dengan baik. Hasil panen pun akan mempunyai kualitas yang stabil.

    Kolaborasi berbagai pihak untuk dapat meningkatkan kualitas produk kakao di Kabupaten Manokwari Selatan sangat penting dilakukan. Jalan untuk bisa membantu petani kakao untuk meningkatkan produksinya memang masih panjang. Namun setidaknya ada sebuah usaha bersama dari berbagai stakeholder yakni para peneliti di BPTP Papua Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan, dan Koperasi Ebier Suth untuk mensejahterakan petani kakao khususnya di Ransiki, Manokwari Selatan.

    READ MORE