• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • DISKUSI BERSAMA BUPATI MANSEL DAN STAKEHOLDER TERKAIT PENGEMBANGAN KAKAO

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan FGD ( Focus Group Discussion )mengenai pengembangan Produk Kakao di Manokwari Selatan , Acara ini diadakan pada Kamis , 25 April 2019 di Aula Kantor Koperasi Produsen “Ebier Suth Cokran” yang berlokasi di Manokwari Selatan.

    Acara ini Dihadiri Oleh Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, ST, M.Si , Dr. Aser Rouw, SP, M.Si selaku perwakilan BPTP Papua barat , dan juga perwakilan dari SDSP ( Belanda ) Jan Schuwenburg . selain itu ada perwakilan dari UNIPA Linda E, Lindongi, SP, MSc. Dan Dr. Ir. Antonius Suparno. MP , pengurus koperasi Ebier Suth , Yusuf Kowei bersama dengan perwakilan dari instansi-instansi juga turut hadir dalam diskusi kali ini.

    Adapun Tujuan dari diskusi ini yaitu pihak perwakilan dari Belanda ingin menggali lebih dalam potensi kakao sekaligus melihat prospek pengembangan kakao yang ada di Manokwari selatan untuk selanjutnya dilakukan kerjasama.

    Pada Awalnya Koperasi Produsen “Ebier Suth Cokran” ini sudah lama berproduksi pada tahun 1989 namun seiring berjalannya waktu produksi kakao yang ada disini terhambat dikarenakan faktor manajemen yang kurang baik, namun perlahan-lahan akan dilakukan rehab kembali dikarenakan kebun kakao yang sudah ada sekarang sudah lebih dari 20 tahun dan dinilai sudah cukup tua. Namun Demikian menurut Dr. Aser Rouw, SP, M.Si , secara teori kebun kakao jika sudah 20 tahun produksinya akan mulai melandai , tapi berkat kondisi iklim serta lingkungan di Papua Barat, meskipun sudah lebih dari 20 tahun kakao tersebut masih dapat diproduksi.

    Kedatangan dari Perwakilan Belanda didasari pada Investor Belanda yang tertarik dengan kakao banyak sekali terutama kakao organik , mereka tertarik juga dengan pertanian kakao di Papua Barat karena dinilai produk kakao disini mempunyai kualitas yang baik dan memiliki ketahanan terhadap hama penyakit . Namun untuk bisa mendapatkan kerja sama mereka mengharapkan bisa mendapatkan minimal 200 ton /ha selama setahun , dilihat dari keuntungan perusahaan , disamping itu mereka mengharapkan adanya sertifikasi kakao untuk meningkatkan kualitas dari kakao tersebut.

    Namun demikian Bupati Manokwari Selatan , Markus Waran, ST, M.Si mengatakan bahwa untuk memenuhi hal tersebut , sekaligus untuk meningkatkan motivasi kepada para petani diperlukan support langsung secara finansial dikarenakan anggaran saat ini terbatas , karena generasi muda disini pun sangat tertarik terhadap budidaya kakao.

    Hasil dari diskusi ini yaitu akan dilakukan rencana perehaban secara bertahap , rencana awalnya yaitu sekitar 82 hektar , selain itu 160 bibit tanaman pun sudah dipersiapkan, melakukan peningkatan lingkungan kerja , dilakukannya sertifikasi Kakao, dan perbaikan manajemen internal untuk meningkatkan produktifias kerja dari para petani.

    Kedepannya pun akan ada perwakilan Mahasiswa dari Belanda untuk melakukan peninjauan langsung disini. nantinya para mahasiswa tersebut akan membuat laporan serta melakukan penilaian terkait potensi kakao yang ada di Manowari Selatan.

     

     

    READ MORE
  • Pengembangan Kebun Kakao Koperasi di Mansel

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan pendampingan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan terkait dengan pengembangan kebun kakao Koperasi Ebier Suht Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan pada Rabu, 22 Mei 2019.

    Luas keseluruhan lahan kakao yang berada dalam manajemen koperasi sekitar 1686 ha, namun baru sekitar 300 ha yang sudah terpelihara dengan baik. Sehingga perlu adanya optimalisasi dalam pengembangan kakao tersebut.

    Kegiatan tersebut berupa diskusi pengembangan kebun kakao koperasi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari selatan, serta pimpinan Koperasi Ebier Suht bersama investor asing.
    Dengan adanya investor asing yang masuk, akan memberikan dampak positif bagi koperasi maupun petani kakao setempat. Koperasi akan diberikan pendampingan dalam  pengembangan kakao oleh investor asing tersebut.

    Disisi lain, dampak positif juga akan dirasakan oleh petani kakao dalam peningkatan pendapatan petani. Dikarenakan hasil panen dari petani kakao dapat langsung dijual kepada koperasi dengan harga yang standar.

    Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kakao di Kabupaten Manokwari Selatan, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

    READ MORE