• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Arahan Kepala BPTP Papua Barat kepada CPNS 2019

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Ir. Demas Walmaer, M.Si memberikan arahan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah siap menerima tugas masing-masing penempatan pada Rabu (27/12/2019) di Ruang Sidang BPTP Papua Barat.

    Arahan yang diberikan berupa motivasi kepada CPNS untuk terus berprestasi dimana pun wilayah penempatan kerjanya.

    Kabalai menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan, satu diantaranya adalah terkait dengan komitmen CPNS untuk memberikan kontribusinya kepada BPTP dan juga penerima manfaat, yang mana adalah petani.

    BPTP mempunyai kewajibkan untuk terus memberikan inovasi berdasarkan spesifik lokasi. Kabalai BPTP Papua Barat juga mempunyai harapan yang besar kepada seluruh CPNS yang notabene merupakan generasi milenial.

    Ide-ide untuk mengembangkan inovasi harus terus digali agar semakin memberikan manfaat yang besar dan dapat membantu petani dalam mewujudkan kesejahteraannya, khususnya petani di wilayah Papua Barat.

    CPNS BPTP Papua Barat terdiri dari tiga formasi, yang diantaranya adalah calon Peneliti Ahli Pertama, calon Penyuluh Ahli Pertama, dan calon Teknisi Litkayasa. Sehingga dengan adanya CPNS tersebut diharapkan mampu memperkuat kinerja dari BPTP Papua Barat.

    READ MORE
  • BIMTEK Tingkatkan Kapasitas Penyuluh dan Petani

    Pembangunan sektor pertanian, masih menjadi skala prioritas yang dikembangkan di Kabupaten Fakfak. Beberapa wilayah mempunyai lahan pertanian yang cukup luas dan potensial untuk dapat dikembangkan dalam penyediaan produk-produk pertanian, seperti: tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan dan tanaman umbi-umbian, termasuk juga peternakan guna mendukung peningkatan ketahanan pangan daerah maupun nasional.

    Beberapa wilayah yang berpotensi untuk pengembangan pertanian adalah Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Namun, dalam pengembangan tersebut terkendala dengan lahan yang bersifat marginal (tanah kering masam). Di sisi lain, wilayah ini memiliki variabilitas iklim yang tinggi dalam skala ruang dan waktu.

    Dalam rangka itu, Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian – Papua Barat dan Universitas Pattimura (UNPATTI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Pelatihan) “Tata Guna Lahan, Irigasi, Perangkat Uji Tanah, dan Jabatan Fungsional Penyuluh” kepada Penyuluh dan Petani di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Bimtek (Pelatihan) ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 16 – 19 Desember 2019.

    Hadir sebagai narasumber pada Bimtek tersebut adalah 1) Ir. Demas Wamaer, MP (BPTP Papua Barat), 2) Dr. Aser Rouw, SP., MSi. (BPTP Papua Barat), 3) Dr. Ir. Elisabeth Kaya, MP (Unpatti), 4) Ir. Markus Luhukai, MSi. (Unpatti), 5) Subiadi, SP., MSc., 6) Surianto Sipi, SP., dan 7) Muh. Fathul Ulum Ariza, SP., MSi.

    Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis tentang penggunaan inovasi teknologi sederhana untuk mengatasi kendala kemasaman tanah, efisiensi penggunaan pupuk, air irigasi dan variabilitas iklim dan peningkatan kapasitas penyuluh kepada Penyuluh dan Petani. Para penyuluh diharapkan akan menjadi pelatih (trainer) bagi petani.

    Penulis: Muh. Fathul Ulum Ariza, SP., M.Si

     

     

    READ MORE
  • Bina Petani Pala Fakfak Hingga Sukses Launching Teknologi

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak sukses menggelar 'Launching Teknologi Pala Fakfak (Myristica argantea Werb)' pada Rabu (27/11/2019) di Gedung Serba Guna Santa Yosef Kabupaten Fakfak.

    Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwaka, M.Si. Beliau juga menyampaikan sambutan tertulis dari Gubernur Papua Barat yang mengatakan bahwa tidak satupun negara didunia tanpa inovasi,  dukungan inovsi dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembangunan oleh karena itu inovasi mutlak diperlukan untuk menjadi daya saing suatu negara dengan pemerintah mendoronog setiap daerah untuk melakukan inovasi.  Upaya pemerintah diatur  UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah No 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah ini menjadi landasan operasional dalam pelaksanaan inovasi daerah.  Peraturan pemerintah mengatur tentang bentuk dan kriteria  pengusulan dan penetapan uji coba, penerapan,penilaian, pemberian penghargaan, diseminasi  pemanfaatan, perencanaan, pembinaan dan pengawasan.

    Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 170 orang diantaranya istri Bupati Fakfak, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Kepala BPTP Papua Barat, Porkopinda Kabupaten Fakfak, Akademisi Universitas Papua, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Adat Papua Barat, Peneliti/Penyuluh BPTP Papua Barat, petani pendamping, kelompok tani dan petani pala.

    Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Karim Patamasya, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas Perkebunan sudah melakukan pendekatan serta kerjasama dengan pemerintah  Provinsi Papua  Barat dan Kementerian Pertanian dan juga LSM.  Kerjasama tersebut dalam rangka lebih memperdalam pengkajian/penelitian terhadap Pala Fakfak yang menjadi komoditas unggulan sekaligus sumber mata pencaharian petani. Inovasi-inovasi terkait pengembangan komoditas Pala Fakfak juga sudah dilakukan dan akan terus dikembangkan.

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. dalam sambutannya mengatakan bahwa Pala Fakfak merupakan salah satu sumber daya genetik lokal unggulan di Papua Barat. Sejak beberapa tahun yang lalu, BPTP juga sudah melakukan pembinaan terhadap petani pala. Kegiatan 'Launching Teknologi Pala Fakfak' merupakan hasil dari inovasi yang selama ini terus dikembangkan. Beliau juga menyampaikan pesan dari Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. bahwa akan ada beberapa program disemua bidang termasuk dari bidang perkebunan yakni akan ada perbaikan varietas pala.

    Penulis: Ir. Halijah

    READ MORE
  • DISKUSI BERSAMA BUPATI MANSEL DAN STAKEHOLDER TERKAIT PENGEMBANGAN KAKAO

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan FGD ( Focus Group Discussion )mengenai pengembangan Produk Kakao di Manokwari Selatan , Acara ini diadakan pada Kamis , 25 April 2019 di Aula Kantor Koperasi Produsen “Ebier Suth Cokran” yang berlokasi di Manokwari Selatan.

    Acara ini Dihadiri Oleh Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, ST, M.Si , Dr. Aser Rouw, SP, M.Si selaku perwakilan BPTP Papua barat , dan juga perwakilan dari SDSP ( Belanda ) Jan Schuwenburg . selain itu ada perwakilan dari UNIPA Linda E, Lindongi, SP, MSc. Dan Dr. Ir. Antonius Suparno. MP , pengurus koperasi Ebier Suth , Yusuf Kowei bersama dengan perwakilan dari instansi-instansi juga turut hadir dalam diskusi kali ini.

    Adapun Tujuan dari diskusi ini yaitu pihak perwakilan dari Belanda ingin menggali lebih dalam potensi kakao sekaligus melihat prospek pengembangan kakao yang ada di Manokwari selatan untuk selanjutnya dilakukan kerjasama.

    Pada Awalnya Koperasi Produsen “Ebier Suth Cokran” ini sudah lama berproduksi pada tahun 1989 namun seiring berjalannya waktu produksi kakao yang ada disini terhambat dikarenakan faktor manajemen yang kurang baik, namun perlahan-lahan akan dilakukan rehab kembali dikarenakan kebun kakao yang sudah ada sekarang sudah lebih dari 20 tahun dan dinilai sudah cukup tua. Namun Demikian menurut Dr. Aser Rouw, SP, M.Si , secara teori kebun kakao jika sudah 20 tahun produksinya akan mulai melandai , tapi berkat kondisi iklim serta lingkungan di Papua Barat, meskipun sudah lebih dari 20 tahun kakao tersebut masih dapat diproduksi.

    Kedatangan dari Perwakilan Belanda didasari pada Investor Belanda yang tertarik dengan kakao banyak sekali terutama kakao organik , mereka tertarik juga dengan pertanian kakao di Papua Barat karena dinilai produk kakao disini mempunyai kualitas yang baik dan memiliki ketahanan terhadap hama penyakit . Namun untuk bisa mendapatkan kerja sama mereka mengharapkan bisa mendapatkan minimal 200 ton /ha selama setahun , dilihat dari keuntungan perusahaan , disamping itu mereka mengharapkan adanya sertifikasi kakao untuk meningkatkan kualitas dari kakao tersebut.

    Namun demikian Bupati Manokwari Selatan , Markus Waran, ST, M.Si mengatakan bahwa untuk memenuhi hal tersebut , sekaligus untuk meningkatkan motivasi kepada para petani diperlukan support langsung secara finansial dikarenakan anggaran saat ini terbatas , karena generasi muda disini pun sangat tertarik terhadap budidaya kakao.

    Hasil dari diskusi ini yaitu akan dilakukan rencana perehaban secara bertahap , rencana awalnya yaitu sekitar 82 hektar , selain itu 160 bibit tanaman pun sudah dipersiapkan, melakukan peningkatan lingkungan kerja , dilakukannya sertifikasi Kakao, dan perbaikan manajemen internal untuk meningkatkan produktifias kerja dari para petani.

    Kedepannya pun akan ada perwakilan Mahasiswa dari Belanda untuk melakukan peninjauan langsung disini. nantinya para mahasiswa tersebut akan membuat laporan serta melakukan penilaian terkait potensi kakao yang ada di Manowari Selatan.

     

     

    READ MORE
  • Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program UPSUS Pajale dan LTT

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program UPSUS Pajale dan LTT se-Provinsi Papua Barat Triwulan 1 Tahun 2019 pada Kamis hingga Jumat (28-29/03/2019) di Belagri Convention & Hotel Kota Sorong, Papua Barat.

    Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari Instansi Pertanian se-Kabupeten, Badan Pusat Statistik (BPS) se-Kabupaten, Kodim 1801 Manokwari dan Kodim 1802 Kabupaten Sorong serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Yoppi Fonataba dan Kasie Bidang Produksi, Catherine Penturt, SP. Selain itu tamu undangan berasal juga dari Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari yang diwakili oleh Yohanis Makabori dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong Bapak Drh. I Wayan Kartanegara, Stasiun Karantina Pertanian Kelas 2 Manokwari serta BPS Provinsi Papua Barat.

    Dalam arahannya, Kepala BPTP Papua Barat. Ir. Demas Wamaer, M.P menyampaikan bahwa Pelaksanaan kegiatan Rakor dan Evaluasi UPSUS merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan tahun sebelumnya. Dengan adanya pertemuan ini kiranya output yang direncanakan berupa pendataan Baku Luas Tambah Tanam dan Hasil Produksi Padi, Jagung dan Kedelai dapat tercapai dari peserta yang kami undang dan berperan aktif dalam pendataan tersebut.

    Sehingga, agar data-data tersinkronisasi antara pihak pihak terkait yang telah diberikan kewenangan, BPTP Papua Barat sendiri bertugas sebagai Penanggungjawab UPSUS untuk Wilayah Papua Barat akan melakukan pendampingan dan supervisi dalam meningkatkan hasil Produksi Pertanian di wilayah tersebut. Selanjutnya Kepala BPTP Papua Barat meminta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebuanan, Yoppy Fonataba untuk memberikan Sambutan dan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi tersebut.

    Dalam sambutannya, Yoppy Fonataba mengucapkan terima kasih terhadap BPTP Papua Barat yang telah berperan aktif dalam tugas yang telah diembankan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sehingga perlu adanya mekanisme pelaporan terhadap luas tambah tanam dimulai dari bawah ke atas, yaitu mulai dari PPL/KCP/Mantri Tani, Kabid Kabupaten  yang membidangi kegiatan tersebut yang selanjutnya disahkan oleh Kepala UPTD Pertanian baik tingkat Kabupaten dan Provinsi harus melaporkan perkembangan ke penanggung jawab wilayah yang datanya untuk dapat diteruskan ke PJ  provinsi yaitu Dinas TPHP Provinsi Papua Barat dan BPTP Papua Barat dan dimana data tersebut akan di sinkronkan bersama BPS.

    Dengan adanya keterkaitan integrasi antara Pemerintah yang menanggani Pertanian dengan TNI yang berguna untuk memotivasi petani dalam kegiatan usaha tani yang akhirnya akan menjadi indikator keberhasilan  kinerja Dinas Pertanian. Begitupun pada BPS sebagai katalisator pendataan statistik kegiatan  pertanian sebagai dasar pengambilan kebijakan. Diharapkan dengan data yang ada setiap harinya data tersebut langsung terlapor kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai laporan Ke Presiden.

    Materi Rapat Koordinasi disampaikan oleh 6 (Enam) orang narasumber yaitu 1). Kepala BPTP Papua Barat 2). Yoppy Fonataba dari Dinas TPHP Provinsi Papua Barat, 3). Subiadi, SP, M.Si. dari BPTP Papua Barat, 4) Catherine Penturt (Dinas TPHP Papua Barat), 5) Latsmini (Kasie Produksi Pertanian BPS Provinsi Papua Barat), 6) Drh. I Wayan Kartanegara (SKP Kelas 1 Sorong).

    READ MORE
  • Temu Teknis Pengembangan Pertanian Bioindustri

    Temu Teknis Model Pengembangan Inovasi Pertanian Bioindustri Spesifik Lokasi. Kegiatan ini dilakukan bersama Kelompok Tani Sumber Harapan di Kampung  Aimasi SP3, Prafi Mulya Kab. Manokwari pada 12 Desember 2019. Temu teknis ini dijadikan forum pertemuan peneliti BPTP Papua Barat dengan penyuluh dan petani kakao untuk mendiseminasikan hasil pengkajian BPTP terkait uji coba model pengembangan bioindustri pada kelompok ini.


    Target kegiatan Bioindustri sendiri adalah terciptanya sebuah model kegiatan bioindustri intergrasi tanaman-ternak spesifik lokasi di Papua Barat, dengan menghasilkan 5 inovasi teknologi antara lain: teknologi pembuatan pakan dari limbah kakao, pembuatan bahan organik dari limbah padat ternak dan tanaman, terbuat pupuk cair dari limbah urin ternak, terbuat bubuk coklat dari hasil biji coklat dan terbuat instalasi kandang ternak yang baik.


    Dalam kegiatan ini turut hadir Pak Pariman (Penyuluh), Kepala Kampung, dan para petani kakao. Kegiatan temu teknis diisi dengan pemaparan dari Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Apresus Sinaga, SP. M.Sc yang memaparkan tentang aspek budidaya kakao termasuk penjabaran kegiatan yang telah dilakukan yaitu pembuatan bahan organik dari limbah padat maupun cair, dan model instalasi kandang ternak kambing yang disarankan. Selain itu, ada juga pemaparan dari Fadlianto Botutihe, S.TP, M.Si terkait pengolahan dan pembuatan coklat batang dan coklat bubuk dari biji coklat yang dihasilkan oleh petani dengan teknologi sederhana (skala rumahan).


    Petani sangat bersemangat mengikuti jalannya acara ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dan saran dari peserta acara. Antusiasme mereka sangat tinggi terutama apabila memungkinkan diadakannya pelatihan lanjutan untuk pengolahan biji kakao tersebut hingga mereka mahir dan terampil. Dengan hal ini tentu dapat meningkatkan perekonomian keluarga petani kakao. Ditambah lagi teknologi yang digunakan sederhana sehingga dapat dengan mudah dilakukan

     

    READ MORE
  • Workshop Penyusunan Laporan Keuangan 2019

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) menjadi koordinator kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker Kementerian Pertanian Semester I Tahun 2019 Provinsi Papua Barat. Acara ini diselenggarakan selama 4 hari pada tanggal 9 sampai 12 Juli 2019 di Hotel Aston Niu Manokwari.

    Kegiatan workshop yang diselenggarakan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian tersebut mengangkat tema "Pertahankan Kualitas Lapora Keuangan Melalui Verifikasi dan Reviu yang Handal".

    angkaian acara kegiatan workshop tersebut diawali dengan laporan ketua panitia daerah yakni Ida Ruyadi, S.Sos dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dewi Rahayu, S.Pt. Selanjutnya sambutan dari Kepala BPTP Papua Barat juga selaku Ketua Sekretariat Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Barang Wilayah (UAPPA B-W) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP yang sekaligus membukan acara kegiatan worshop secara resmi.

    Turut hadir pula perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang bertugas sebagai tim reviu dari kegiatan workshop tersebut. Selain itu turut serta pula perwakilan dari mitra kerja Kementerian Pertanian dari Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manokwari dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sorong.

    Peserta workshop terdiri dari 18 Satuan Kerja (satker) wilayah Papua Barat. Masing-masing satner mengirimkan satu sampai dua operator untuk mengikuti kegiatan.
    Kegiatan workshop tersebut berlangsung dengan baik selama 4 hari dan harapannya adalah Kementerian Pertanian akan mendapatkan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sesuai dengan apa yang sudah didapatkan selama 3 tahun berturut-turut.

    READ MORE