• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Ayo Gerakan Ekspor, Generasi Milenial Bangsa

    BPTP Papua Barat bersinergi dengan Karantina Pertanian Manokwari dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menyelenggarakan sosialisasi Ayo Gerakan Ekspor kepada Generasi Milienal Bangsa (Agrogemilang) di Aula Polbangtan Manokwari pada hari Rabu (20/02/2019). Acara tersebut digelar dalam rangka mendukung pemerintah dalam upaya ekspor produk pertanian, khususnya kakao yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Papua Barat. Generasi mileneal yang hadir sebagai peserta sosialisasi adalah mahasiswa program studi teknik produksi perkebunan dan Penyuluhan Pertanian Polbangtan Manokwari yang berjumlah 50 orang peserta.

    Kegiatan sosialiasi dilakukan dalam bentuk presentasi dan diskusi yang diawali dengan penyampaian sambutan penyelenggaraan oleh kepala Stasiun Karantina Manokwari, bapak Lukas Saiba dan sambutan pembukaan acara oleh kepala Polbangtan, drh Purwanta, M.Kes selaku Pembina generasi milineal di Papua barat. Bapak Lukas Saiba menyampaikan bahwa generasi milinenal diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam pembangunan pertanian, khsusnya di wilayah Papua Barat. Untuk itu, perlunya sinergi dan kebersamaan dari semua stakeholder terkait untuk mendorong pengembangan komoditas Kakao sebagai komoditas unggulan di Papua Barat. Sementara itu, Kepala Polbangtan Manokwari menjelaskan tentang siapa itu generasi milenial, posisi polbangtan sebagai Pembina generasi milienial di Papua Barat, serta menjelaskan tentang program-program strategis kementerian pertanian.

    Presentase dilakukan oleh BPTP Papua Barat, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunanan Provinsi Papua Barat, dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II B Manokwari. Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP) BPTP Papua Barat  sebagai pemateri menyampaikan bahwa potensi produksi tanaman kakao di Papua Barat sangatlah tinggi, terlihat dari kejayaan produksi kakao pada tahun 1980an- menjelang akhir 1990-an. Sehingga hal tersebut merupakan pekerjaan seluruh stakeholder terkait untuk kembali ke masa kejayaan itu. mengenai peranan milenial yang dapat mendukung program tersebut. Ia menyebutkan, generasi milenial haruslah berpikir kritis, kreatif juga berdaya saing tinggi. Menurutnya, generasi milenial harus mengetahui apa yang akan menjadi trend kedepan, juga mengenali potensi wilayah Papua Barat dengan peluang untuk mengembangkan komoditas kakao dalam usaha tani. Tidak hanya mengenai budidaya saja yang diperhatikan, tetapi juga pengolahan biji kakao menjadi produk olahan akan mempunyai peluang untuk menembus pasar ekspor. Permintaan biji kakao yang sudah difermentasi juga menjadikannya bernilai lebih tinggi. Harapannya petani milenial mempunyai pandangan untuk menjemput peluang tersebut. Indonesia mempunyai komoditas kakao untuk dibudidayakan, tetapi dibandingkan dengan Belanda yang tidak mempunyai potensi untuk budidaya kakao, tetapi negara Kincir Angin tersebut mempunyai nilai tertinggi dalam mencukupi kebutuhan cocoa butter dipasar internasional. Hal tersebut merupakan catatan penting Indonesia untuk lebih serius dalam meningkatkan produksi kakao dan lebih peka dalam membaca peluang pasar internasional.

    Pihak Dinas menyampaikan tentang program-program kementerian Pertanian dan Program daerah untuk pengembangan Kakao di Papua Barat. Perlu semangat generasi milineal untuk ikut mendorong produksi dan ekspor komoditas Kakao dan menjadikan Papua barat sebagai salah satu sentra pengembangan kakao di Indonesia. Sedangkan pihak Karantina Manokwari menjelaskan peran Karantina dalam mendukung keamanan produk dipintu masuk dan keluar. Dijelaskan pula tentang persyaratan dan mekanisme proses dalam mendapatkan sertifikat kesehatan tumbuhan.

    Dalam sesi diskusi yang terbagi dalam dua sesi, peserta generasi milineal menunjukkan antuasiasme yang tinggi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang program-program pengembangan kakao di Papua Barat, dan bagaimana peran mereka secara khusus dalam memanfaatkan informasi teknologi untuk pengembangan komoditas pertanian unggulan di Papua Barat. Pertanyaan-pertanyaan peserta generasi milienal tersebut direspon secara baik oleh para pemateri. Acara sosialisasi ini memberikan implikasi positif untuk menggerakkan petani milenial untuk mau dan mampu mengembangkan dan Ekspor komoditas kakao  dari Papua Barat.  

    READ MORE
  • Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Musim Hujan

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat ikut serta dalam “Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Datangnya Musim Hujan” dalam rangka meningkatkan produktifitas dan mengurangi risiko gagal panen akibat serangan hama penyakit pada Jumat (27/09/209) di Kampung Sidey Baru, Manokwari. Kegiatan tersebut dikomando langsung oleh Babinsa, Penyuluh dan Kelompok Tani setempat. Turut hadir pula Paulus Demas Mandacan, S.Sos, M.Dev  selaku Bupati Manokwari, Ir. Demas Wamaer, MP  selaku Kepala BPTP Balitbangtan Papua Barat serta anggota DPRD, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari juga tamu undangan lainnya.

    READ MORE