• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Bimtek Sistem Tanam dan Pemupukan Spesifik Lokasi Jagung

    Sebagai bagian dari rangkaian program BPTP Papua Barat di tahun 2019 ini pada program “Penerapan Inovasi Teknologi Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman (IP)”, maka BPTP Papua Barat mengadakan Kegiatan Bimbingan Teknis Sistem dan Pemupukan Spesifik Lokasi Tanaman Jagung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 29/08/2019 dan mengambil tempat di Aula Koperasi Ebier Suth Cokran Unit Usaha Perkebunan Coklat dan Jagung yang beralamat di Jalan Warsui RT/RW 003/001 Kampung Abresso Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan.

    READ MORE
  • Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Musim Hujan

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat ikut serta dalam “Gerakan Tanam Serentak Menyongsong Datangnya Musim Hujan” dalam rangka meningkatkan produktifitas dan mengurangi risiko gagal panen akibat serangan hama penyakit pada Jumat (27/09/209) di Kampung Sidey Baru, Manokwari. Kegiatan tersebut dikomando langsung oleh Babinsa, Penyuluh dan Kelompok Tani setempat. Turut hadir pula Paulus Demas Mandacan, S.Sos, M.Dev  selaku Bupati Manokwari, Ir. Demas Wamaer, MP  selaku Kepala BPTP Balitbangtan Papua Barat serta anggota DPRD, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari juga tamu undangan lainnya.

    READ MORE
  • Melirik Potensi Kopi Arfak, BPTP Bina Petani Kopi

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan tindak lanjut kegiatan pengembangan budidaya kopi di Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak pada Kamis, 23 Mei 2019.

    Kegiatan tersebut diawali dengan diskusi terkait pengembangan kopi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), dan calon petani binaan mengenai potensi pengembangan kopi di daerah tersebut.

    Selanjutnya dilakukan penyerahan 30 bibit kopi kepada calon petani binaan sebagai bibit percobaan dari kegiatan tersebut. Luas lahan kopi yang rencananya akan disediakan petani sekitar 600 ha yang berada pada 6 titik lokasi.

    Seperti yang diketahui saat ini, perkembangan industrialisasi kopi di Indonesia mempunyai prospek yang baik, dikarenakan potensi pasar masih sangat terbuka baik domestik maupun pasar global. Permintaan akan kopi juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga upaya BPTP dalam membantu pengembangan budidaya kopi di Pegunungan Arfak dirasa tepat untuk dilakukan.

    Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kopi di Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak bagi petani dan masyarakat dilingkungan sekitar baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi yang lain, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

    READ MORE
  • Pelantikan Pengurus KTNA Provinsi Papua Barat

    BPTP Papua Barat - Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P menghadiri pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Papua Barat masa bakti 2018-2023 pada Kamis (28/02/2018) yang bertempat di Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat.



    Acara pelantikan tersebut dibuka dengan laporan Ketua Panitia pelantikan pengurus periode ke III 2018-2023, Ir. Agus Tanati. Agus juga menyampaikan bahwa persiapan Pekan Daerah (PEDA) IV yang merupakan even tingkat provinsi lalu bergilir ke tingkat Kabupaten/Kota di Kabupaten Teluk Bintuni. KTNA Papua Barat secara independen akan menjadi mitra daerah dibidang pertanian, peternakan, kelautan dan kehutanan.

    Sambutan selanjutnya adalah dari Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua Barat Drs. Muhammad A.Tawakal menyampaikan visi dan misi dari pembangunan wilayah Papua Barat.

    Visi pembangunan Papua Barat yakni aman, mandiri dan bermartabat. Sedangkan, terkait dengan misi yaitu menanggulangi kemiskinan dan pemanfatan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kesejahteraan masyarakat.

    Ia berharap hal tersebut dapat menjadi pendoman untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun rencana strategis agar kesejahteraan masyarakat segera terwujud.

    KTNA diharapkan dapat menjadi wadah dalam mencari solusi atas permasalahan petani dan nelayan. Dengan adanya pelantikan pengurus KTNA Papua Barat, sehingga secara sah organisasi tersebut sudah bisa melaksanakan tugas-tugasnya.


    Beberapa tugas yang sudah mulai dapat dikerjakan diantaranya, (1) Menyusun program strategis,
    (2) Mengkoordinir petani dan nelayan,
    (3) Mencari solusi terhadap permasalahan
     seluruh organisasi SKPD memberikan perhatian untuk membantu dan menyinkronkran progam kerja guna membangun petani dan nelayan asli papua dalam mengatasi permasalahan di bidang pertanian dan kelautan.



    Pelantikan pengurus tersebut dilaksanakan oleh Ketua KTNA Nasional yg diwakili oleh Wakil Ketua Umum KTNA Nasional Dr. Tauwi, SE. M.Si. dengan memberikan sambutannya.

    Tauwi menyampaikan, 68% penduduk masih bergantung pada bidang pertanian, sehingga KTNA diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah untuk membangun pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.

    Merujuk pada Repelita I terkait Dasar-dasar penyuluhan, untuk membina masyarakat petani dan nelayan untuk mencapai swasembada adalah dengan melalui kontak tani yang diwakili oleh ketua kelompok tani.

    Selanjutnya, di Cikea pada tahun 1971 diawali dengan pertemuan perwakilan kontak tani se-pulau Jawa, dihadiri oleh Direktorat Penyuluhan dan Perguruan Tinggi, Badan Musyawarah Kontak Tani Indonesia (Bamukti) yang berubah menjadi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Dengan adanya pelantikan pengurus KTNA diharapkan dapat segera berkontribusi dan bekerja dalam meningkatkan Kesejahteraan Petani.

    Sesuai dengan Surat Keputusan KTNA Nasional Nomor:10/SKEP/P/KTNA-Nas/03/2018, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bertugas sebagai Anggota Dewan Ahli yang berperan dalam mendiseminasikan berbagai Inovasi Teknologi Pertanian dari Badan Litbang Pertanian. Harapannya adalah dapat membantu petani di Provinsi Papua Barat dalam menerapkan inovasi teknologi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraanya.

    READ MORE
  • Pendampingan Internal Persiapan Akreditasi Laboratorium BPTP Papua Barat

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memberikan pendampingan percepatan akreditasi laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua barat pada Rabu (13/03/2019) di Manokwari, Papua Barat.


    Tim pendampingan internal Kementerian Pertanian untuk laboratorium BPTP Papua Barat terdiri dari dua orang, yakni Dr. Romsyah Maryam dan Bapak Eman Sulaiman, M.Si., tim tersebut akan memberikan pendampingan mengenai kesiapan akreditasi laboratorium sebelum nantinya akan dinilai secara langsung oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN memberikan akreditasi kepada Lembaga Sertifikasi, Laboratorium, Lembaga Inspeksi, Penyedia Uji Profisiensi dan Produsen Bahan Acuan.


    Balitbangtan mempunyai tujuan yakni, hasil penelitian dan pengkajiannya dapat diakui secara nasional maupun internasional, sehingga seluruh laboratorium dibawah koordinasi Balitbangtan wajib mempunyai akreditasi. Demi tercapainya tujuan tersebut, maka laboratorium harus ditunjang dengan tersedianya sarana dan prasarana yang baik.


    Menurut Dr. Romsyah Maryam berserta tim, hal-hal yang harus dipersiapkan untuk penilaian akreditasi meliputi kesiapan dokumen prosedur laboratorium, kesiapan sumber daya dan persyaratan kompetensi laboratorium yang berdasarkan pada standar akreditasi ISO/IEC 17025:2017.

    Laboratorium BPTP Papua Barat dianggap mempunyai potensi di wilayah Indonesia Timur. Fasilitas yang dimiliki sudah memadai untuk melakukan pengujian produk pertanian. Produk-produk hasil pertanian juga harus terjamin secara kualitas mutu, sehingga hal tersebut menjadi latar belakang ditunjuknya laboratorium BPTP Papua Barat untuk mendapatkan akreditasi.


    Setelah nantinya memperoleh akreditasi diharapkan laboratorium BPTP Papua Barat mendapatkan pengakuan dalam pengujian dan kalibrasi industri laboratorium, sehingga mampu memberikan manfaat bagi wilayah di Indonesia Timur.

    READ MORE
  • Pengembangan Kebun Kakao Koperasi di Mansel

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan pendampingan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan terkait dengan pengembangan kebun kakao Koperasi Ebier Suht Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan pada Rabu, 22 Mei 2019.

    Luas keseluruhan lahan kakao yang berada dalam manajemen koperasi sekitar 1686 ha, namun baru sekitar 300 ha yang sudah terpelihara dengan baik. Sehingga perlu adanya optimalisasi dalam pengembangan kakao tersebut.

    Kegiatan tersebut berupa diskusi pengembangan kebun kakao koperasi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari selatan, serta pimpinan Koperasi Ebier Suht bersama investor asing.
    Dengan adanya investor asing yang masuk, akan memberikan dampak positif bagi koperasi maupun petani kakao setempat. Koperasi akan diberikan pendampingan dalam  pengembangan kakao oleh investor asing tersebut.

    Disisi lain, dampak positif juga akan dirasakan oleh petani kakao dalam peningkatan pendapatan petani. Dikarenakan hasil panen dari petani kakao dapat langsung dijual kepada koperasi dengan harga yang standar.

    Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kakao di Kabupaten Manokwari Selatan, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

    READ MORE
  • PENGOLAHAN UBI JALAR MENJADI ANEKA OLAHAN KUE

    Pangan lokal nusantara berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Tanaman pangan seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung dan sagu yang telah diolah menjadi tepung akan memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku industri untuk menggantikan tepung terigu yang selama ini impor. Kebutuhan tepung terigu yang semakin tinggi tetapi, Indonesia bukan negara yang menghasilkan gandum yang merupakan bahan baku pembuatan tepung terigu. Sehingga untuk menggantikan bahan baku tepung terigu perlu adanya bahan baku pengganti, agar Indonesia tidak terus menerus bergatung pada negara lain. Salah satu tanaman pangan yang dapat sebagai pengganti  bahan baku tepung adalah ubi jalar.

    READ MORE
  • Peningkatan Kapasitas Penyuluh Lapang

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat menyelenggarakan kegiatan Temu Teknis dalam rangka peningkatan kapasitas penyuluh pertanian di Kabupaten Manokwari pada Kamis (11/07/2019). Acara tersebut diselenggarakan di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari.

    Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer MP juga turut serta dalam membuka acara tersebut. Selain itu hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian lapang baik PNS maupun penyuluh honorer.

    Kegiatan Temu Teknis diselenggarakan secara rutin oleh tim penyuluh BPTP setiap tahunnya, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penyuluh pertanian lapang (PPL) daerah dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian.

    Temu Teknis yang di selenggarakan kali ini mengangkat 3 materi yang dibutuhkan oleh PPL. Materi yang pertama adalah mengenai teknik penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang disampaikan Muhammad Fathul Ulum Ariza, S.P, M.Si. Materi yang kedua mengenai budidaya padi ladang amfibi yang disampaikan oleh Sostenes Konyep, S.P dan materi yang terakhir mengenai optimalisasi gadget dalam menunjang kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh Galih Wahyu Hidayat, S.P.

    Harapannya, dari ketiga materi yang disampaikan oleh narasumber yang berasal dari tim penyuluh BPTP akan memberikan manfaat bagi PPL dalam kegiatan penyuluhan.

    READ MORE
  • Persiapan Pelaksanaan PEDA III di Teluk Bintuni

    Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) III yang akan dilaksanakan di bulan Juli 2019, tim pameran dan diseminasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengunjungi Kabupaten Teluk Bintuni pada 15-16 Mei 2019.

    Terkait pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) III tersebut, BPTP Papua Barat berfungsi sebagai pantia pusat sekaligus peserta pameran.

    BPTP Papua Barat perlu mempersiapkan diri dalam rangka mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian kepada peserta kontak tani nelayan yang akan ikut serta, sehingga diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik.

    Selain itu, tim pameran dan diseminasi BPTP Papua Barat juga melaksanakan identifikasi calon lokasi untuk persiapan display dan demonstrasi plot (demplot) varietas padi amfibi dan jagung.

    Dua komoditas yang akan di display/demplot dibudidiyakan pada lahan kering tumpang sari (padi jagung) dan lahan sawah (padi) yang merupakan obyek-obyek yang nantinya akan di kunjungi peserta pada saat pelaksanaan PEDA III.

    Tim pameran juga berkoordinasi dengan Kepala Dinas  Pertanian dan Ketahanan Pangan Teluk Bintuni,  terkait dengan persiapan pelaksanaan pameran pada PEDA III tersebut.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Teluk Bintuni sebagai panitia lokal berharap persiapan terkait dengan kunjungan lapang harus di lakukan sebaik mungkin sehingga materi yang di diseminasikan dapat di adopsi oleh para petani-nelayan ketika kembali ke daerah asalnya.

    Beliau juga berterima kasih kepada BPTP Papua Barat karena telah mengambil langkah awal dalam persiapan PEDA. Diaharapkan pula bahwa BPTP Papua Barat dapat melakukan pengawalan dengan sebaik-baiknya sehingga demplot dan display varietas yang dilakukan dapat diperoleh hasil yang maksimal.

    Diluar dari pada itu, masih terdapat beberapa kendala terutapa pada petani lokal Teluk Bintuni tersebut. Salah satu kendala petani di Teluk Bintuni itu adalah terkait dengan ketersediaan benih di masayarakat. Benih yang ada tersebut memiliki produktivitas rendah. Oleh karena itu besar harapan petani Kabupaten Teluk Bintuni kepada BPTP Papua Barat dalam pengawalan sebaik mungkin dalam melakukan demplot tersebut dengan harapan nantinya hasil panen pada demplot dapat dijadikan benih untuk kegiatan tanam berikutnya.

     




     

    READ MORE
  • Rapat Koordinasi dan Evaluasi UPSUS Pajale

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi “UPSUS Percepatan LTT Pajale Provinsi Papua Barat” pada Senin (14/10/2019) di Ruang Rapat Hotel Oriestom Bay Manokwari.

    Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, Kodam Kasuari Provinsi Papua Barat, Dinas Pertanian Kabupaten se-Papua Barat dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Manokwari.

    READ MORE
  • Serah Terima Benih Kakao Seedling F1 Hibridra

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. melakukan penyerahan benih kakao seedling dan sambung pucuk sejumlah 25.000 tanaman kepada Bupati Kabupaten Manokwari Selatan pada November 2018. Kegiatan tersebut ditindaklanjuti dengan penyerahan secara simbolis tanaman kakao siap tanam dengan jumlah 15.000 yang berasal dari benih seedling F1 Hibrida pada Senin, 18 Februari 2019.

    Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Papua Barat kepada petani kakao di Manokwari Selatan yang diwakili oleh instansi terkait, yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan.

    Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) memberikan ketentuan untuk mewajibkan setiap produksi benih tanaman perkebunan oleh lembaga mana pun harus bersumber dari blok penghasil tinggi atau kebun-kebun yang telah dinilai oleh instansi terkait, dan dinyatakan layak memproduksi benih berupa biji maupun stek yang berdasarkan ketentuan yang berlaku oleh Kementerian Pertanian. 

    Benih kakao tersebut berasal dari Balai Benih Induk Tanaman Perkebunan (Kakao), di Besum–Jayapura dengan legalitas Kebun Benih berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 553/KPTS-II/1999 tangal 14 Juli 1999. Kebun benih Besum sendiri menghasilkan beberapa Klon unggulan Nasional yang kemudian menjadi pilihan utama oleh BPTP Balitbangtan Papua Barat untuk menghasilkan benih F1 Hibrida Seedling maupun F1 Hibrida untuk keperluan batang bawah.  Klon-klon unggulan tersebut sebagai berikut: ICS-60, UIT-1, Sca-6, GC-7, DR-1, TSH-858 dan Sca-12.

    Kepala BPTP Papua Barat juga berharap dengan pemberian benih kakao Hibrida F1 seedling tersebut, dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan untuk mengembalikan citra spesifik wilayah tersebut sebagai sentra Kakao di Papua Barat bahkan Indonesia Timur. Harapan lain adalah distribusi tanaman kakao dapat meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Kabupaten Manokwari Selatan.

     

    READ MORE
  • Tingkatkan Produktivitas Pertanian dengan IP

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan program peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yang bertujuan untuk meningkatan produktivitas tanaman pangan. Indeks pertanaman (IP) adalah rata-rata masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama.

    Kegiatan peningkatan IP dilaksanakan oleh tim BPTP Papua Barat dan ikut serta pula petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan pada 22 dan 23 Mei 2019.

    Salah satu strategi dalam peningkatan produksi pertanian adalah dengan ekstensifikasi yaitu dengan pembukaan lahan pertanian baru. Upaya yang dilakukan adalah pembukaan lahan cetak sawah baru di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan dengan luas 54 ha dengan rencana Demonstrasi Plot (demplot) seluas 10 ha dengan komoditas tanam padi gogo serta jagung.

    Beberapa kelompok tani yang menjadi binaan BPTP Papua Barat di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari kali ini diantaranya Kelompok Tani Imbeisba 1, Kelompok Tani Imbeisba 2, dan Kelompok Tani Mbut Aniyai. Ketiga kelompok tani tersebut saat ini sedang berbudidaya komoditas lokal berupa keladi, batatas, singkong, pisang dan tanaman lokal lainnya.

    Namun demikian masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program tersebut diantaranya belum tersedianya akses jalan menuju lokasi lahan cetak sawah baru tersebut, pengairan yang belum tertata dengan baik. Diharapkan kegiatan tersebut berjalan dengan baik kedepannya.

    READ MORE