• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Bina Petani Pala Fakfak Hingga Sukses Launching Teknologi

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak sukses menggelar 'Launching Teknologi Pala Fakfak (Myristica argantea Werb)' pada Rabu (27/11/2019) di Gedung Serba Guna Santa Yosef Kabupaten Fakfak.

    Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwaka, M.Si. Beliau juga menyampaikan sambutan tertulis dari Gubernur Papua Barat yang mengatakan bahwa tidak satupun negara didunia tanpa inovasi,  dukungan inovsi dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembangunan oleh karena itu inovasi mutlak diperlukan untuk menjadi daya saing suatu negara dengan pemerintah mendoronog setiap daerah untuk melakukan inovasi.  Upaya pemerintah diatur  UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah No 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah ini menjadi landasan operasional dalam pelaksanaan inovasi daerah.  Peraturan pemerintah mengatur tentang bentuk dan kriteria  pengusulan dan penetapan uji coba, penerapan,penilaian, pemberian penghargaan, diseminasi  pemanfaatan, perencanaan, pembinaan dan pengawasan.

    Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 170 orang diantaranya istri Bupati Fakfak, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Kepala BPTP Papua Barat, Porkopinda Kabupaten Fakfak, Akademisi Universitas Papua, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Adat Papua Barat, Peneliti/Penyuluh BPTP Papua Barat, petani pendamping, kelompok tani dan petani pala.

    Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Karim Patamasya, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas Perkebunan sudah melakukan pendekatan serta kerjasama dengan pemerintah  Provinsi Papua  Barat dan Kementerian Pertanian dan juga LSM.  Kerjasama tersebut dalam rangka lebih memperdalam pengkajian/penelitian terhadap Pala Fakfak yang menjadi komoditas unggulan sekaligus sumber mata pencaharian petani. Inovasi-inovasi terkait pengembangan komoditas Pala Fakfak juga sudah dilakukan dan akan terus dikembangkan.

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. dalam sambutannya mengatakan bahwa Pala Fakfak merupakan salah satu sumber daya genetik lokal unggulan di Papua Barat. Sejak beberapa tahun yang lalu, BPTP juga sudah melakukan pembinaan terhadap petani pala. Kegiatan 'Launching Teknologi Pala Fakfak' merupakan hasil dari inovasi yang selama ini terus dikembangkan. Beliau juga menyampaikan pesan dari Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. bahwa akan ada beberapa program disemua bidang termasuk dari bidang perkebunan yakni akan ada perbaikan varietas pala.

    Penulis: Ir. Halijah

    READ MORE
  • Masyarakat Lokal Antusias Ikuti Pelatihan Hidroponik

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat melakukan pelatihan hidroponik pada Senin, (27/01/2020) di Kampung Udopi, Kabupaten Manokwari.

    Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan OPAL (Obor Pangan Lestari). Pelatihan hidroponik diikuti oleh perwakilan 25 organisasi wanita anggota BKOW yang ada di Provinsi Papua Barat serta mengundang masyarakat lokal. Sesuai petunjuk Ketua BKOW yaitu istri Wakil Gubernur Papua Barat, Lany Lakotany bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran kepada ibu rumah tangga anggota organisasi BKOW dan masyarakat tentang pentingnya pemenuhan kesehatan keluarga akan makanan yang bergizi dan bermanfaat.

    Materi yang disampaikan pada pelatihan adalah; 1). Obor Pangan Lestari Dalam Rangka Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pemenuhan gizi keluarga oleh Sostenes Konyep dan 2). Hidroponik Sederhana oleh M.Fathul Ulum Ariza, SP.,M.Si. Selanjutnya dilaksanakan praktek bersama peserta untuk pembuatan hidroponik sederhana sistem sumbu dengan menggunakan limbah botol bekas air mineral dan dilanjutkan praktek persemaian aneka benih sayuran. Kelebihan dari sistem budidaya tanaman hidroponik adalah sebagai berikut: Hasil dan kualitas tanaman lebih tinggi, lebih terbebas dari hama dan penyakit, penggunaan air dan pupuk lebih hemat, mengatasi  permasalahan tanah (kurang subur, penyakit, dll), dan dapat mengatasi masalah keterbatasan lahan.

    Kegiatan tersebut dikaitkan dengan konsep pangan lestari bagi keluarga yang dapat dicapai dengan pembuatan hidroponik sederhana yang memanfaatkan barang-barang limbah keluarga. Antusiasme dari peserta sangat tinggi karena materi yang diberikan dirasakan sangat sederhana dan dapat langsung diterapkan. Selain itu materi juga bermanfaat dan dapat meningkatkan gizi keluarga juga dapat meningkatkan kesejahteraan dengan mengurangi belanja sayuran untuk konsumsi keluarga. Pelatihan hidroponik diharapkan dapat menggugah kesadaran dan semangat ibu-ibu anggota BKOW untuk memanfaatkan barang-barang limbah pekarangan di sekitar lingkungan rumah tangga dan mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

    Dalam kesempatan yang sama, sinergi dengan kegiatan perbenihan juga dilakukan. Secara simbolis diserahkan benih Sukun Sanggeng (Sukun Iriana) yang dikembangkan dari Indukan Sukun di Kab.Manokwari dan Benih Cengkeh Zanzibar dari Blok Penghasil Tinggi di Gorontalo. Kepala Kampung Udopi sangat mengapresiasi kegiatan dan harapannya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Benih tanaman akan ditanam dan dipelihara dengan baik, kelak dapat dijadikan sebagai indukan untuk pengembangan benih tanaman sukun dan cengkeh di Kampung Udopi.

    Penulis: Galih Wahyu Hidayat, SP

     

     

    READ MORE
  • Pameran Bursa Inovasi Desa

    Partisipasi BPTP Papua Barat dalam kegiatan Pameran “Bursa Inovasi Desa” di Kabupaten Manokwari pada tanggal 29 Oktober, 2018 membawa hasil yang maksimal bagi diseminasi produk badan litbang pertanian, khususnya pada Petani Lokal di Manokwari, Papua Barat. Kegiatan Pameran Bursa Inovasi Desa diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kab. Manokwari, dengan tujuan meningkatkan efektifitas penggunaan dana desa oleh para aparat desa.

    READ MORE
  • Penyerahan Bibit Ayam KUB ke Peternak Plasma

    Pengembangan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) pola inti plasma menjadi salah satu kegiatan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah 'Penyerahan Bibit Ayam KUB, Kandang Ayam, Peralatan Makan-Minum, Pakan dan Obat-obatan' kepada peternak plasma di Kampung Transat, Anday, Manokwari pada Senin (02/12/2019).

    Acara penyerahan tersebut dihadiri oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P., Kasubag Tata Usaha, Ida Ruyadi, S.Sos, Penanggungjawab kegiatan, Ir. Alimuddin, MP serta beberapa pegawai BPTP dan peternak plasma. Dalam sambutannya Kepala BPTP berharap dengan diberikannya bibit Ayam KUB, peternak dapat menyebarkan ke peternak yang lain.

    Penyerahan ratusan ekor bibit Ayam KUB tersebut merupakan upaya penyebarluasan teknologi unggulan Badan Litbang Pertanian. Dalam rangka menunjang program pemerintah untuk memperbaiki peternakan rakyat diperlukan bibit ayam lokal berkualitas.  Ayam KUB memiliki keunggulan dibandingkan ayam kampung biasa. Selain pertumbuhannya yang jauh lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa, ayam KUB juga dikenal lebih tahan serangan penyakit.

    Disisi lain,  Ayam KUB juga mampu bertelur lebih banyak mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, memiliki bobot badan umur 20 minggu (±5 bulan) berkisar antara 1.200-1.600 gram, umur awal bertelur lebih awal sekitar 20-22 minggu dengan bobot telur 35-45 gram. Masa mengeram ayam yang berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali.

    READ MORE
  • Temu Teknis Pengembangan Pertanian Bioindustri

    Temu Teknis Model Pengembangan Inovasi Pertanian Bioindustri Spesifik Lokasi. Kegiatan ini dilakukan bersama Kelompok Tani Sumber Harapan di Kampung  Aimasi SP3, Prafi Mulya Kab. Manokwari pada 12 Desember 2019. Temu teknis ini dijadikan forum pertemuan peneliti BPTP Papua Barat dengan penyuluh dan petani kakao untuk mendiseminasikan hasil pengkajian BPTP terkait uji coba model pengembangan bioindustri pada kelompok ini.


    Target kegiatan Bioindustri sendiri adalah terciptanya sebuah model kegiatan bioindustri intergrasi tanaman-ternak spesifik lokasi di Papua Barat, dengan menghasilkan 5 inovasi teknologi antara lain: teknologi pembuatan pakan dari limbah kakao, pembuatan bahan organik dari limbah padat ternak dan tanaman, terbuat pupuk cair dari limbah urin ternak, terbuat bubuk coklat dari hasil biji coklat dan terbuat instalasi kandang ternak yang baik.


    Dalam kegiatan ini turut hadir Pak Pariman (Penyuluh), Kepala Kampung, dan para petani kakao. Kegiatan temu teknis diisi dengan pemaparan dari Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Apresus Sinaga, SP. M.Sc yang memaparkan tentang aspek budidaya kakao termasuk penjabaran kegiatan yang telah dilakukan yaitu pembuatan bahan organik dari limbah padat maupun cair, dan model instalasi kandang ternak kambing yang disarankan. Selain itu, ada juga pemaparan dari Fadlianto Botutihe, S.TP, M.Si terkait pengolahan dan pembuatan coklat batang dan coklat bubuk dari biji coklat yang dihasilkan oleh petani dengan teknologi sederhana (skala rumahan).


    Petani sangat bersemangat mengikuti jalannya acara ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dan saran dari peserta acara. Antusiasme mereka sangat tinggi terutama apabila memungkinkan diadakannya pelatihan lanjutan untuk pengolahan biji kakao tersebut hingga mereka mahir dan terampil. Dengan hal ini tentu dapat meningkatkan perekonomian keluarga petani kakao. Ditambah lagi teknologi yang digunakan sederhana sehingga dapat dengan mudah dilakukan

     

    READ MORE