• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Benih Pala Bersertifikat untuk Petani Fakfak

    Sebanyak 20.000 benih pala bersertifikat diserahkan kepada petani pala Kabupaten Fakfak. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh BPTP Papua Barat, yang diwakili oleh Dr. Aser Rouw, SP, M.Si kepada Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Rahim Patamasya, MSi yang disaksikan oleh Asisten II Kabupaten Fakfak, Charles Kambu, S.Sos, MSi. bertempat di Kampung Wrikapal Distrik Pariwari Kabupaten Fakfak (18/09/2019.

    READ MORE
  • BPTP Papua Barat Berduka

    Pada hari Sabtu, 5 Oktober 2019 sekitar pukul 06.10 pagi Waktu Indonesia Timur, kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat mengalami kebakaran yang menghanguskan 90 persen lebih bagian bangunan dan isinya. Gedung yang telah berdiri selama kurang lebih 12 tahun ini merupakan kantor salah satu satker dari Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian.

    READ MORE
  • BPTP PAPUA BARAT SERAHKAN 25.000 BENIH KAKAO

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP menyerahkan benih kakao sebanyak 25.000 pohon kepada masyarakat Manokwari Selatan. Penyerahan benih kakao dilakukan secara simbolis kepada Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, ST bertempat di Aula Kantor Kabupaten Manokwari Selatan pada hari Jumat, 23 November 2018.

    Benih kakao tersebut merupakan klon-klon unggul bersertifikat, terdiri dari Sulawesih 1 dan 2 sebanyak 10.000 pohon berasal dari sambung pucuk dan ICS60, UIT1, GC7, DR1, TSR 858 sebanyak 15.000 pohon berupa seedling. Klon Sulawesih 1 dan 2 dengan sertifikat mutu dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Th. 2018 No: KB.010.04.482.2296.09.2018, sedangkan klon ICS60, UIT1, GC7, DR1, TSR 858 dengan sertifikat mutu No: KB.010.04.483.2296.09.2018.

    Dalam sambutannya Kepala BPTP Barat menyampaikan, klon-klon kakao tersebut dapat dijadikan untuk pembangunan kebun entris sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pengembangan kakao di Manokwari Selatan. Seperti diketahui bahwa masyarakat Manokwari Selatan adalah penghasil biji kakao yang sudah terkenal dengan Coklat Ransiki (Cokran) di tingkat nasional bahkan manca negara. Namun, karena serangan hama Penggerek Batang Kakao yang menjadikan produksi kakao semakin menurun, akhirnya petani mulai meninggalkan budidaya tanaman kakao.

    Turut hadir dalam acara penyerahan benih tersebut, stakeholder antara lain: Sekretaris Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan, Kabid Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Politeknik Pembangunan Pertanian – Manokwari, Badan Litbang Kehutanan Papua Barat, dan Pengurus Koperasi Eiber Suth Cokran. Acara penyerahan benih selesai dilanjutkan dengan Seminar Hasil Kajian “Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Pengembangan Kakao di Manokwari Selatan”. (M. Fathul Ulum. A)

    READ MORE
  • BPTP PB Konsisten Produksi Benih Sebar Padi

    Papua Barat memiliki lahan sawah seluas sekitar 10.000 ha, dan yang aktif ditanami hanya sekitar 5.325 Ha. Lahan ini umumnya hanya ditanami satu sampai dua kali dalam setahun. Sehingga total jumlah benih yang diperlukan selama ini hanya sekitar 125 ton. Jika rata-rata hasil benih sekitar 3 ton/ha, maka total luas lahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan benih adalah  lahan sekitar 50 Ha. Kebutuhan benih padi oleh petani di Papua Barat selama ini dipenuhi pihak Dinas melalui pengadaan dari luar Papua Barat (Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur), dan hanya sebagian kecil (5%) yang bersumber dari penangkar benih padi di tingkat lokal. 

    READ MORE
  • Distribusi Benih Sukun Iriana Kepada Masyarakat

    Kegiatan perbenihan merupakan salah satu kegiatan strategis BPTP Papua Barat pada dua tahun terakhir ini. Pada tahun 2018 dan 2019 BPTP Papua Barat memiliki beberapa perbenihan antara lain perbenihan tanaman perkebunan dan tanaman hortikultura. Tujuan kegiatan perbenihan adalah untuk menghasilkan benih bermutu dan bersertifikat serta memiliki beberapa keunggulan untuk dibudidaya atau dikembangkan oleh petani. Salah satu benih hortikultura yang diproduksi BPTP yaitu benih sukun. Benih sukun yang diproduksi adalah benih sukun Iriana yang asal benihnya dari setek akar.

    READ MORE
  • Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional ke VII

    Provinsi Papua Barat menjadi tuan rumah kegiatan Gebyar Perbenihan Nasional ke VII Tahun 2019. Acara tersebut diselenggarakan di Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong pada Senin hingga Kamis (28-31/10/2019).

    Menteri Pertanian yang diwakili oleh Dirjen Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Mohammad Takdir Mulyadi dalam sambutannya menyampaikan untuk mencapai target produksi tanaman pangan adalah dengan menggunakan benih varietas unggul bersertifikat. Sehingga acara Gebyar Perbenihan tanaman pangan relevan dengan upaya mewujudkan kemandirian benih untuk mendukung ketahanan pangan melalui pengenalan varietas unggul baru.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Dr. Yacob Fonataba, M.Si sekaligus menjadi penanggungjawab kegiatan tersebut menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan acara yang diselenggarakan secara nasional setiap tahunnya.

    READ MORE
  • Laboratorium Pengujian Pascapanen BPTP Papua Barat

    Laboratorium Pascapanen merupakan fasilitas baru yang dimiliki oleh Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat. Laboratorium ini beralamat di Jalan Trikora Anday, Manokwari, Papua Barat. 

    Laboratorium ini dibangun pada tahun 2016 dan pengadaan alat-alat laboratorium dan uji coba dilakukan pada tahun 2017. Laboratorium saat ini sedang dalam proses akreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk memenuhi persyaratan sebagai laboratorium pengujian yang validitas hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Laboratorium ini merupakan fasilitas yang akan menyediakan pelayanan pengujian bagi instansi/lembaga dan masyarakat umum di bidang kimia-biokimia pangan.

    READ MORE
  • Layanan BPTP Papua Barat Tetap Berjalan

    Seperti yang kita ketahui bahwa pada hari Sabtu, 5 Oktober 2019 sekitar pukul 06.10 pagi Waktu Indonesia Timur, kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat mengalami kebakaran yang menghanguskan 90 persen lebih bagian bangunan dan isinya.

    Namun kejadian tersebut tidak menjadi alasan untuk penghentian kegiatan penelitian, pengkajian, kerjasama dan layanan lainnya di Kantor BPTP Papua Barat.

    Untuk sementara semua kegiatan pelayanan perkantoran BPTP Papua Barat dipindahkan di Kantor Kebun Percobaan Andai BPTP Papua Barat, yang beralamat di Jl. Trikoran Andai Kompek Kementerian Pertanian, Manokwari-Papua Barat.

    READ MORE
  • Pembinaan Petani Kelapa Wilayah Perbatasan di Papua Barat

    Berlokasi di Kabupaten Raja Ampat, tepatnya di setiap kampung yang berada di Distrik Waigeo Utara diantaranya kampung Kalisade, Kabare, Darumbab, Bonsayor, Asukweri dan Kampung Andey dilaksanakan pelatihan dan pembinaan pembuatan minyak VCO (virgin coconut oil), minyak Goreng dan sabun oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat. Acara yang dilakukan oleh tim Pascapanen BPTP Papua Barat pada tanggal 6 november hingga 9 november 2017 ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Temu Teknis sebelumnya di kampung kabare pada kegiatan Pengembangan Sistem Pertanian Bioindustri Berkelanjutan Kelapa.

    Minyak VCO merupakan salah satu olahan kelapa yang memiliki harga jual yang tinggi. Dengan demikian jika produk tersebut dapat dikembangkan di Distrik Waigeo Utara, yang salah satu komoditas pertanian utamanya adalah kelapa, maka petani dapat meningkatkan sekaligus menikmati khasiat minyak ini. Produk VCO bernilai ekonomi tinggi karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan juga perawatan kecantikan. Diharapkan juga usaha ini dapat berkembang dengan baik seiring dengan berkembangnya kegiatan pariwisata di daerah tersebut. Selain dibuat menjadi VCO, produk lainnya dari olahan kelapa yang diajarkan adalah pembuatan sabun dan minya goreng.

    Diharapkan dengan pelatihan dan pembinaan pembuatan VCO, minyak goreng dan sabun ini, keterampilan dan pengetahuan masyarakat petani dapat bertambah. Sehingga tujuan akhir yaitu meningkatnya pendapatan, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat petani dapat tercapai.

     

    READ MORE
  • Penyuluh Pertanian Sebagai Tombak Diseminasi

    BPTP Papua Barat menyelenggarakan kegiatan temu teknis peningkatan komunikasi, koordinasi dan diseminasi inovasi pertanian. Kegiatan ini merupakan salah satu penguatan kapasitas penyuluh pertanian. Yang mana kita ketahui bersama bahwa penyuluh lapang di daerah adalah sebagai ujung tombak diseminasi. Sebagai salah satu rencana kerja BPTP di tahun 2019, tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaring kebutuhan penyuluh-penyuluh di daerah baik yang terkait informasi inovasi pertanian maupun yang terkait dengan bidang tugas kepenyuluhannya. Untuk kali kesekian, BPTP Papua Barat kembali menggelar temu teknis. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Masni, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari pada hari Selasa 13 Agustus 2019 lalu. Kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar di BPP Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari pada 11/07/2019 lalu.

    READ MORE
  • Pupuk Kandang untuk Tanaman Kakao

    Tim kegiatan Bioindustri Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Papua Barat bersama Kelompok Tani Sumber Harapan Prafi serta didampingi Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) membuat pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing pada Sabtu (19/10/2019) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

    READ MORE
  • Stand Pameran BPTP Menarik Banyak Pengunjung

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat turut berpartisipasi dalam pameran Gebyar Perbenihan Nasional ke VII di Aimas Convention Center (ACC) Kabupaten Sorong pada Senin hingga Kamis, 28 - 31 Oktober 2019.

    Stand pameran BPTP Papua Barat menarik banyak pengunjung. Pada hari pertama pameran ada kurang lebih  seratus orang pengunjung stand BPTP Papua Barat. Pengunjung tersebut terdiri dari seluruh peserta Gebyar Perbenihan yang berasal dari seluruh Indonesia.

    Tim yang terlibat dalam pameran tersebut terdiri dari penyuluh dan peneliti.

    READ MORE
  • Temu Teknis Bioindustri di Raja Ampat

    Pada Senin 23 Oktober 2017, Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat Ir. Demas Wamaer, MP sebagai Penanggungjawab Kegiatan berserta tim melaksanakan Temu Teknis Pengenalan Pasca Panen Hasil Kelapa di Kampung Kabare Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengembangan Sistem Pertanian Bioindustri Berkelanjutan kelapa dengan tujuan menerapkan inovasi teknologi pengolahan hasil kelapa secara terpadu mendukung pengembangan pertanian bioindustri berkelanjutan khususnya didaerah Raja Ampat.

    Dari kegiatan ini diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan nilai tambah produk melalui pengolahan hasil dan pemanfaatan limbah tanaman kelapa,  yang langsung berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan juga tersedianya produk pertanian dan produk ikutan lainnya dari komoditas kelapa. Hal tersebut sangat beralasan karena masyarakat setempat yang pada umumnya adalah Petani Kopra, dapat mengetahui ada beberapa teknologi pasca panen dari kelapa untuk menghasilkan beberapa produk unggulan diantaranya adalah VCO, Minyak Goreng, Sabun, briket arang, arang aktif dan sebagainya.

    Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai kampung di Waigeo Utara, di undang juga kepala Distrik Waigeo Utara yang diwakili oleh Bapak Korneles Lapon. Beliau enyampaikan bahwa Sangat mendukung kegiatan ini, dimana diharapkan dengan adanya pengenalan teknologi yang ada masyarakat dapat menghasilkan produk olahan tersebut untuk dirinya sendiri ataupun dapat menghasilkan produk yang dapat dijual ke luar daerah khususnya untuk para wisatawan.

    Pada pertemuan tersebut ditemukan hambatan serta permasalahan yang kemungkinan terjadi di lapangan yaitu (1). Untuk Pembuatan VCO dan Sabun, untuk memperoleh bahan seperti NaOH, Batu Zeolit dan sebagainya susah untuk, (2). Petani hanya mau bekerja kelompok jika anggota tim kegiatan bioindustri turun ke lapangan, (3). Kesulitan Pemasaran. Langkah langkah yang diambil dari menyikapi masalah tersebut antara lain : Koordinasi dengan instansi terkait (Dinas Pertanian Kabupaten Raja Ampat dan Distrik Waigeo Utara) untuk kiranya dapat mendukung keberlanjutan kegiatan ini dan mengembangkan serta mengenalkan hasil produk olahan ke tempat tempat wisata diantaranya Hotel dan Pedagang. Dan perlu dilakuakan konsolidasi kelompok (gapoktan dan poktan) dalam upaya pemberdayaan kelompok serta berupaya mendatangkan bahan dan alat pendukung kegiatan diantaranya Mesin Parut dan Pengempresan.

     

    READ MORE
  • Ubi Untuk Ketahanan Pangan Lokal

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan kegiatan panen umbi-umbian lokal. Kegiatan ini merupakan kegiatan penelitian Kemitraan Tahun 2018. Acara panen tersebut diselenggaraan pada hari Rabu 13 Februari 2019 di Kampung Menyumfoka, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. menjadi penanggungjawab dari kegiatan penelitian tersebut.

    Beberapa perwakilan pemerintah daerah turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Gubernur Papua Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Bupati Manokwari yang diwakili oleh Wakil Bupati, Drs. Edi Budoyo, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat yang diwakili Kepala Bidanng Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari yang diwakili Kabid Tanaman Pangan.

    Selain itu hadir pula perwakilan Bank Indonesia, Direktur Poli Teknik Pembangunan Pertanian Manokwari (diwakili), Kepala Pusat Studi Umbi-umbian UNIPA (diwakili), Kepala Stasiun Karantina (diwakili), Kepala BPSB (diwakili), Kepala BPP Manokwari, penyuluh-penyuluh pertanian wilayah kecamatan Manokwari Utara, para peneliti dan penyuluh BPTP Papua Barat. Turut serta pula kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Manokwari Utara, dan diliput wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Manokwari dan wartawan surat kabar lokal lainnya.

    Dalam sambutannya Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari melalui perwakilannya, menyatakan menyambut baik hasil penelitian BPTP Papua Barat yang bertujuan mengeksplorasi benih unggul lokal umbi-umbian. Selain itu, beliau menyatakan dukungannya terhadap pemikiran BPTP Papua Barat untuk mempertahankan Sumber Daya Genetik umbi-umbian yang dapat dikembangkan sebagai sumber benih unggulan lokal.

    Pemerintah daerah juga memberikan keseriusan dalam memberikan dukungan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. Salah satunya adalah mengoptimalkan Balai Benih Umum (BBU) yang tidak jauh dari lokasi penelitian. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan benih umbi-umbian lokal dan nasional untuk pengembangan umbi-umbian diwaktu yang akan datang.

    Wakil Bupati Manokwari, Edy Budoyo juga mengajak seluruh tamu undangan untuk mengkonsumsi keladi, ubi jalar dan ubi kayu/kasbi dengan slogan "Bela dan Beli Pangan Lokal Masyarakat Papua". Beliau sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan BPTP Balitbangtan Papua Barat dan berharap ada kebun benih untuk pangan lokal masyarakat Papua.

    Pada kegiatan panen tersebut, diketahui besaran panen ubi kayu sebanya 20-35 ton/ha, dengan umur panen 3–6 bulan. Salah satu varietas yang menjadi unggulan dari ubi kayu lokal ini adalah memiliki umur panen yang relatif genjah 3–4 bulan, yang dinamakan varietas 3 bulan. Sementara itu, ubi kayu unggulan nasional asal Balitkabi Malang (Var. Malang 4) yang ditanam bulan September 2018 belum dipanen, karena memiliki umur panen 6 bulan dan ubi jalar varietas lokal (5 varietas) yang diusahakan sudah dipanen pada bulan November dengan rata2 produktivitas mencapai 11,46 t/ha. Sedangkan untuk ubi jalar varietas nasional asal Balitkabi Malang (Sari, kidal, Sawentar, Papua Salossa, Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2) rata-rata produksi 23,95 ton/ha.

    Diharapkan kedepannya carietas pangan lokal tersebut dapat lebih dikembangkan. Selain untuk melestarikan varietas ubi-ubian yang diantaranya ada yang terancam punah, diharapkan dengan ubi-ubian varietas unggul lokal ini dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Papua khususnya Manokwari.
    Sostenes Konyep., S.P

     

    READ MORE
  • Workshop Penyusunan Laporan Keuangan 2019

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) menjadi koordinator kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker Kementerian Pertanian Semester I Tahun 2019 Provinsi Papua Barat. Acara ini diselenggarakan selama 4 hari pada tanggal 9 sampai 12 Juli 2019 di Hotel Aston Niu Manokwari.

    Kegiatan workshop yang diselenggarakan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian tersebut mengangkat tema "Pertahankan Kualitas Lapora Keuangan Melalui Verifikasi dan Reviu yang Handal".

    angkaian acara kegiatan workshop tersebut diawali dengan laporan ketua panitia daerah yakni Ida Ruyadi, S.Sos dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dewi Rahayu, S.Pt. Selanjutnya sambutan dari Kepala BPTP Papua Barat juga selaku Ketua Sekretariat Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Barang Wilayah (UAPPA B-W) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP yang sekaligus membukan acara kegiatan worshop secara resmi.

    Turut hadir pula perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang bertugas sebagai tim reviu dari kegiatan workshop tersebut. Selain itu turut serta pula perwakilan dari mitra kerja Kementerian Pertanian dari Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manokwari dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sorong.

    Peserta workshop terdiri dari 18 Satuan Kerja (satker) wilayah Papua Barat. Masing-masing satner mengirimkan satu sampai dua operator untuk mengikuti kegiatan.
    Kegiatan workshop tersebut berlangsung dengan baik selama 4 hari dan harapannya adalah Kementerian Pertanian akan mendapatkan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sesuai dengan apa yang sudah didapatkan selama 3 tahun berturut-turut.

    READ MORE