• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Benih Pala Bersertifikat untuk Petani Fakfak

    Sebanyak 20.000 benih pala bersertifikat diserahkan kepada petani pala Kabupaten Fakfak. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh BPTP Papua Barat, yang diwakili oleh Dr. Aser Rouw, SP, M.Si kepada Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Rahim Patamasya, MSi yang disaksikan oleh Asisten II Kabupaten Fakfak, Charles Kambu, S.Sos, MSi. bertempat di Kampung Wrikapal Distrik Pariwari Kabupaten Fakfak (18/09/2019.

    READ MORE
  • BIMTEK Tingkatkan Kapasitas Penyuluh dan Petani

    Pembangunan sektor pertanian, masih menjadi skala prioritas yang dikembangkan di Kabupaten Fakfak. Beberapa wilayah mempunyai lahan pertanian yang cukup luas dan potensial untuk dapat dikembangkan dalam penyediaan produk-produk pertanian, seperti: tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan dan tanaman umbi-umbian, termasuk juga peternakan guna mendukung peningkatan ketahanan pangan daerah maupun nasional.

    Beberapa wilayah yang berpotensi untuk pengembangan pertanian adalah Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Namun, dalam pengembangan tersebut terkendala dengan lahan yang bersifat marginal (tanah kering masam). Di sisi lain, wilayah ini memiliki variabilitas iklim yang tinggi dalam skala ruang dan waktu.

    Dalam rangka itu, Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian – Papua Barat dan Universitas Pattimura (UNPATTI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Pelatihan) “Tata Guna Lahan, Irigasi, Perangkat Uji Tanah, dan Jabatan Fungsional Penyuluh” kepada Penyuluh dan Petani di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Bimtek (Pelatihan) ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 16 – 19 Desember 2019.

    Hadir sebagai narasumber pada Bimtek tersebut adalah 1) Ir. Demas Wamaer, MP (BPTP Papua Barat), 2) Dr. Aser Rouw, SP., MSi. (BPTP Papua Barat), 3) Dr. Ir. Elisabeth Kaya, MP (Unpatti), 4) Ir. Markus Luhukai, MSi. (Unpatti), 5) Subiadi, SP., MSc., 6) Surianto Sipi, SP., dan 7) Muh. Fathul Ulum Ariza, SP., MSi.

    Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis tentang penggunaan inovasi teknologi sederhana untuk mengatasi kendala kemasaman tanah, efisiensi penggunaan pupuk, air irigasi dan variabilitas iklim dan peningkatan kapasitas penyuluh kepada Penyuluh dan Petani. Para penyuluh diharapkan akan menjadi pelatih (trainer) bagi petani.

    Penulis: Muh. Fathul Ulum Ariza, SP., M.Si

     

     

    READ MORE
  • Bina Petani Pala Fakfak Hingga Sukses Launching Teknologi

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak sukses menggelar 'Launching Teknologi Pala Fakfak (Myristica argantea Werb)' pada Rabu (27/11/2019) di Gedung Serba Guna Santa Yosef Kabupaten Fakfak.

    Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwaka, M.Si. Beliau juga menyampaikan sambutan tertulis dari Gubernur Papua Barat yang mengatakan bahwa tidak satupun negara didunia tanpa inovasi,  dukungan inovsi dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembangunan oleh karena itu inovasi mutlak diperlukan untuk menjadi daya saing suatu negara dengan pemerintah mendoronog setiap daerah untuk melakukan inovasi.  Upaya pemerintah diatur  UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah No 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah ini menjadi landasan operasional dalam pelaksanaan inovasi daerah.  Peraturan pemerintah mengatur tentang bentuk dan kriteria  pengusulan dan penetapan uji coba, penerapan,penilaian, pemberian penghargaan, diseminasi  pemanfaatan, perencanaan, pembinaan dan pengawasan.

    Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 170 orang diantaranya istri Bupati Fakfak, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Kepala BPTP Papua Barat, Porkopinda Kabupaten Fakfak, Akademisi Universitas Papua, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Adat Papua Barat, Peneliti/Penyuluh BPTP Papua Barat, petani pendamping, kelompok tani dan petani pala.

    Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Ir. Abdul Karim Patamasya, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas Perkebunan sudah melakukan pendekatan serta kerjasama dengan pemerintah  Provinsi Papua  Barat dan Kementerian Pertanian dan juga LSM.  Kerjasama tersebut dalam rangka lebih memperdalam pengkajian/penelitian terhadap Pala Fakfak yang menjadi komoditas unggulan sekaligus sumber mata pencaharian petani. Inovasi-inovasi terkait pengembangan komoditas Pala Fakfak juga sudah dilakukan dan akan terus dikembangkan.

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. dalam sambutannya mengatakan bahwa Pala Fakfak merupakan salah satu sumber daya genetik lokal unggulan di Papua Barat. Sejak beberapa tahun yang lalu, BPTP juga sudah melakukan pembinaan terhadap petani pala. Kegiatan 'Launching Teknologi Pala Fakfak' merupakan hasil dari inovasi yang selama ini terus dikembangkan. Beliau juga menyampaikan pesan dari Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. bahwa akan ada beberapa program disemua bidang termasuk dari bidang perkebunan yakni akan ada perbaikan varietas pala.

    Penulis: Ir. Halijah

    READ MORE
  • BPTP Papua Barat Berduka

    Pada hari Sabtu, 5 Oktober 2019 sekitar pukul 06.10 pagi Waktu Indonesia Timur, kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat mengalami kebakaran yang menghanguskan 90 persen lebih bagian bangunan dan isinya. Gedung yang telah berdiri selama kurang lebih 12 tahun ini merupakan kantor salah satu satker dari Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian.

    READ MORE
  • BPTP PAPUA BARAT SERAHKAN 25.000 BENIH KAKAO

    Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP menyerahkan benih kakao sebanyak 25.000 pohon kepada masyarakat Manokwari Selatan. Penyerahan benih kakao dilakukan secara simbolis kepada Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, ST bertempat di Aula Kantor Kabupaten Manokwari Selatan pada hari Jumat, 23 November 2018.

    Benih kakao tersebut merupakan klon-klon unggul bersertifikat, terdiri dari Sulawesih 1 dan 2 sebanyak 10.000 pohon berasal dari sambung pucuk dan ICS60, UIT1, GC7, DR1, TSR 858 sebanyak 15.000 pohon berupa seedling. Klon Sulawesih 1 dan 2 dengan sertifikat mutu dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Th. 2018 No: KB.010.04.482.2296.09.2018, sedangkan klon ICS60, UIT1, GC7, DR1, TSR 858 dengan sertifikat mutu No: KB.010.04.483.2296.09.2018.

    Dalam sambutannya Kepala BPTP Barat menyampaikan, klon-klon kakao tersebut dapat dijadikan untuk pembangunan kebun entris sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pengembangan kakao di Manokwari Selatan. Seperti diketahui bahwa masyarakat Manokwari Selatan adalah penghasil biji kakao yang sudah terkenal dengan Coklat Ransiki (Cokran) di tingkat nasional bahkan manca negara. Namun, karena serangan hama Penggerek Batang Kakao yang menjadikan produksi kakao semakin menurun, akhirnya petani mulai meninggalkan budidaya tanaman kakao.

    Turut hadir dalam acara penyerahan benih tersebut, stakeholder antara lain: Sekretaris Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan, Kabid Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Politeknik Pembangunan Pertanian – Manokwari, Badan Litbang Kehutanan Papua Barat, dan Pengurus Koperasi Eiber Suth Cokran. Acara penyerahan benih selesai dilanjutkan dengan Seminar Hasil Kajian “Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Pengembangan Kakao di Manokwari Selatan”. (M. Fathul Ulum. A)

    READ MORE
  • BPTP PB Konsisten Produksi Benih Sebar Padi

    Papua Barat memiliki lahan sawah seluas sekitar 10.000 ha, dan yang aktif ditanami hanya sekitar 5.325 Ha. Lahan ini umumnya hanya ditanami satu sampai dua kali dalam setahun. Sehingga total jumlah benih yang diperlukan selama ini hanya sekitar 125 ton. Jika rata-rata hasil benih sekitar 3 ton/ha, maka total luas lahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan benih adalah  lahan sekitar 50 Ha. Kebutuhan benih padi oleh petani di Papua Barat selama ini dipenuhi pihak Dinas melalui pengadaan dari luar Papua Barat (Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur), dan hanya sebagian kecil (5%) yang bersumber dari penangkar benih padi di tingkat lokal. 

    READ MORE
  • Distribusi Benih Sukun Iriana Kepada Masyarakat

    Kegiatan perbenihan merupakan salah satu kegiatan strategis BPTP Papua Barat pada dua tahun terakhir ini. Pada tahun 2018 dan 2019 BPTP Papua Barat memiliki beberapa perbenihan antara lain perbenihan tanaman perkebunan dan tanaman hortikultura. Tujuan kegiatan perbenihan adalah untuk menghasilkan benih bermutu dan bersertifikat serta memiliki beberapa keunggulan untuk dibudidaya atau dikembangkan oleh petani. Salah satu benih hortikultura yang diproduksi BPTP yaitu benih sukun. Benih sukun yang diproduksi adalah benih sukun Iriana yang asal benihnya dari setek akar.

    READ MORE
  • Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional ke VII

    Provinsi Papua Barat menjadi tuan rumah kegiatan Gebyar Perbenihan Nasional ke VII Tahun 2019. Acara tersebut diselenggarakan di Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong pada Senin hingga Kamis (28-31/10/2019).

    Menteri Pertanian yang diwakili oleh Dirjen Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Mohammad Takdir Mulyadi dalam sambutannya menyampaikan untuk mencapai target produksi tanaman pangan adalah dengan menggunakan benih varietas unggul bersertifikat. Sehingga acara Gebyar Perbenihan tanaman pangan relevan dengan upaya mewujudkan kemandirian benih untuk mendukung ketahanan pangan melalui pengenalan varietas unggul baru.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Dr. Yacob Fonataba, M.Si sekaligus menjadi penanggungjawab kegiatan tersebut menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan acara yang diselenggarakan secara nasional setiap tahunnya.

    READ MORE
  • Koordinasi Program bersama Dinas Pertanian Mansel

    Tim peneliti BPTP Papua Barat melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan pada Jumat (24/01/2020). Kunjungan tersebut masih terkait dalam rangka koordinasi program pengkajian mengenai pengembangan kawasan perkebunan kakao berbasi korporasi di Papua Barat.

    Dalam kunjungan tersebut tim peneliti memaparkan program yang dibawa serta meminta masukan dan dukungan dari Dinas Pertanian. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah usia kakao di daerah Ransiki yang telah lebih dari 25 tahun, yang menyebabkan pohon kakao tidak produktif lagi. Untuk itu lebih baik apabila tanaman kakao diperbaharui, bukan hanya direhabilitasi. Namun tentu saja dibutuhkan suntikan dana dari investor untuk proyek besar tersebut. Meskipun demikian, pada dasarnya Dinas Pertanian siap mendukung program dari BPTP demi meningkatnya kesejahteraan petani.

    Setelah itu, tim peneliti juga mengunjungi salah satu calon petani kakao kooperator potensial yang direkomendasikan oleh koperasi Ebier Suth. Ibu Helena, petani kakao ini merupakan petani lama yang masih bersemangat tinggi untuk tetap memproduksi kakao kering. Namun tentunya banyak hambatan yang beliau rasakan seperti halnya kurangnya tenaga dan ketersediaan alat.

    Jalan untuk bisa membantu petani kakao untuk meningkatkan produksinya memang masih panjang. Namun setidaknya hari tersebut menjadi titik awal sebuah usaha bersama dari para peneliti di BPTP Papua Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan, dan Koperasi Ebier Suth untuk mensejahterakan petani kakao khususnya di Ransiki, Manokwari Selatan.

    READ MORE
  • Kunjungi Koperasi Kakao, Peneliti Lakukan Observasi

    Tim peneliti BPTP Papua Barat yang diketuai oleh oleh Dr. Aser Rouw, SP., M.Si berkunjung ke Koperasi Ebier Suth Kabupaten Manokwari Selatan pada Jumat (24/01/2020). Kunjungan tersebut dalam rangka  melakukan diskusi serta observasi kegiatan untuk mendapatkan ide inspiratif yang bisa diambil oleh tim peneliti. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan teknologi inovasi yang dapat didiseminasikan ke petani kakao secara luas.

    Sebagaimana telah diketahui secara luas, kakao merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Papua Barat. Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan bahkan telah menembus pasar internasional, memenuhi permintaan perusahaan besar seperti Cargill, Mars, serta Biji Kakao Trading Ltd yang berpusat di London. Yang menjadi kunci kesuksesan coklat Ransiki tersebut adalah adanya koperasi Ebier Suth Cokran yang manajemennya meniru manajemen perusahaan sehingga mampu menghasilkan produk kakao kering yang berkualitas.

    Diskusi diawali dengan pemaparan Dr. Aser Rouw tentang maksud dan tujuan kegiatan pengkajian kakao kepada manajemen koperasi Ebier Suth. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk dapat meningkatkan kualitas produk kakao di Kabupaten Manokwari Selatan. Bapak Rahim selaku Wakil Manajemen koperasi sangat mendukung kegiatan tersebut. Beliau juga tidak segan-segan membagikan sistem manajemen dan produksi yang dilakukan oleh koperasi.

    Setelah diskusi bersama manajemen, tim mengunjungi lokasi produksi kakao kering dimana fermentasi, pengeringan, penyortiran, dan pengemasan dilakukan. Koperasi ini melayani permintaan kakao kering fermentasi dan non fermentasi. Kakao fermentasi dilepas ke pasar specialty chocolate karena kakao ini diketahui memiliki 6 rasa yang tidak dimiliki oleh kakao dari tempat lain. Rasa yang muncul dari kakao Ransiki ini adalah floral, rum, honey, citrus, nutty, dan roasted. Inilah yang menjadi keunggulan kakao Ransiki yang ingin tetap dipertahankan.

    Adapun permintaan kakao non fermentasi dari pasar, selain dipenuhi oleh hasil kebun sendiri, koperasi juga mengambil kakao kering dari petani sekitar. Namun kualitas kakao kering dari petani sekitar masih kurang bagus sehingga harga jualnya pun lebih rendah. Hal inilah yang akan mencoba diperbaiki oleh tim peneliti dari BPTP Papua Barat.

    READ MORE
  • Laboratorium Pengujian Pascapanen BPTP Papua Barat

    Laboratorium Pascapanen merupakan fasilitas baru yang dimiliki oleh Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat. Laboratorium ini beralamat di Jalan Trikora Anday, Manokwari, Papua Barat. 

    Laboratorium ini dibangun pada tahun 2016 dan pengadaan alat-alat laboratorium dan uji coba dilakukan pada tahun 2017. Laboratorium saat ini sedang dalam proses akreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk memenuhi persyaratan sebagai laboratorium pengujian yang validitas hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Laboratorium ini merupakan fasilitas yang akan menyediakan pelayanan pengujian bagi instansi/lembaga dan masyarakat umum di bidang kimia-biokimia pangan.

    READ MORE
  • Layanan BPTP Papua Barat Tetap Berjalan

    Seperti yang kita ketahui bahwa pada hari Sabtu, 5 Oktober 2019 sekitar pukul 06.10 pagi Waktu Indonesia Timur, kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat mengalami kebakaran yang menghanguskan 90 persen lebih bagian bangunan dan isinya.

    Namun kejadian tersebut tidak menjadi alasan untuk penghentian kegiatan penelitian, pengkajian, kerjasama dan layanan lainnya di Kantor BPTP Papua Barat.

    Untuk sementara semua kegiatan pelayanan perkantoran BPTP Papua Barat dipindahkan di Kantor Kebun Percobaan Andai BPTP Papua Barat, yang beralamat di Jl. Trikoran Andai Kompek Kementerian Pertanian, Manokwari-Papua Barat.

    READ MORE
  • Masyarakat Lokal Antusias Ikuti Pelatihan Hidroponik

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bekerjasama dengan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat melakukan pelatihan hidroponik pada Senin, (27/01/2020) di Kampung Udopi, Kabupaten Manokwari.

    Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan OPAL (Obor Pangan Lestari). Pelatihan hidroponik diikuti oleh perwakilan 25 organisasi wanita anggota BKOW yang ada di Provinsi Papua Barat serta mengundang masyarakat lokal. Sesuai petunjuk Ketua BKOW yaitu istri Wakil Gubernur Papua Barat, Lany Lakotany bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran kepada ibu rumah tangga anggota organisasi BKOW dan masyarakat tentang pentingnya pemenuhan kesehatan keluarga akan makanan yang bergizi dan bermanfaat.

    Materi yang disampaikan pada pelatihan adalah; 1). Obor Pangan Lestari Dalam Rangka Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pemenuhan gizi keluarga oleh Sostenes Konyep dan 2). Hidroponik Sederhana oleh M.Fathul Ulum Ariza, SP.,M.Si. Selanjutnya dilaksanakan praktek bersama peserta untuk pembuatan hidroponik sederhana sistem sumbu dengan menggunakan limbah botol bekas air mineral dan dilanjutkan praktek persemaian aneka benih sayuran. Kelebihan dari sistem budidaya tanaman hidroponik adalah sebagai berikut: Hasil dan kualitas tanaman lebih tinggi, lebih terbebas dari hama dan penyakit, penggunaan air dan pupuk lebih hemat, mengatasi  permasalahan tanah (kurang subur, penyakit, dll), dan dapat mengatasi masalah keterbatasan lahan.

    Kegiatan tersebut dikaitkan dengan konsep pangan lestari bagi keluarga yang dapat dicapai dengan pembuatan hidroponik sederhana yang memanfaatkan barang-barang limbah keluarga. Antusiasme dari peserta sangat tinggi karena materi yang diberikan dirasakan sangat sederhana dan dapat langsung diterapkan. Selain itu materi juga bermanfaat dan dapat meningkatkan gizi keluarga juga dapat meningkatkan kesejahteraan dengan mengurangi belanja sayuran untuk konsumsi keluarga. Pelatihan hidroponik diharapkan dapat menggugah kesadaran dan semangat ibu-ibu anggota BKOW untuk memanfaatkan barang-barang limbah pekarangan di sekitar lingkungan rumah tangga dan mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

    Dalam kesempatan yang sama, sinergi dengan kegiatan perbenihan juga dilakukan. Secara simbolis diserahkan benih Sukun Sanggeng (Sukun Iriana) yang dikembangkan dari Indukan Sukun di Kab.Manokwari dan Benih Cengkeh Zanzibar dari Blok Penghasil Tinggi di Gorontalo. Kepala Kampung Udopi sangat mengapresiasi kegiatan dan harapannya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Benih tanaman akan ditanam dan dipelihara dengan baik, kelak dapat dijadikan sebagai indukan untuk pengembangan benih tanaman sukun dan cengkeh di Kampung Udopi.

    Penulis: Galih Wahyu Hidayat, SP

     

     

    READ MORE
  • Pembinaan Petani Kelapa Wilayah Perbatasan di Papua Barat

    Berlokasi di Kabupaten Raja Ampat, tepatnya di setiap kampung yang berada di Distrik Waigeo Utara diantaranya kampung Kalisade, Kabare, Darumbab, Bonsayor, Asukweri dan Kampung Andey dilaksanakan pelatihan dan pembinaan pembuatan minyak VCO (virgin coconut oil), minyak Goreng dan sabun oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat. Acara yang dilakukan oleh tim Pascapanen BPTP Papua Barat pada tanggal 6 november hingga 9 november 2017 ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Temu Teknis sebelumnya di kampung kabare pada kegiatan Pengembangan Sistem Pertanian Bioindustri Berkelanjutan Kelapa.

    Minyak VCO merupakan salah satu olahan kelapa yang memiliki harga jual yang tinggi. Dengan demikian jika produk tersebut dapat dikembangkan di Distrik Waigeo Utara, yang salah satu komoditas pertanian utamanya adalah kelapa, maka petani dapat meningkatkan sekaligus menikmati khasiat minyak ini. Produk VCO bernilai ekonomi tinggi karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan juga perawatan kecantikan. Diharapkan juga usaha ini dapat berkembang dengan baik seiring dengan berkembangnya kegiatan pariwisata di daerah tersebut. Selain dibuat menjadi VCO, produk lainnya dari olahan kelapa yang diajarkan adalah pembuatan sabun dan minya goreng.

    Diharapkan dengan pelatihan dan pembinaan pembuatan VCO, minyak goreng dan sabun ini, keterampilan dan pengetahuan masyarakat petani dapat bertambah. Sehingga tujuan akhir yaitu meningkatnya pendapatan, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat petani dapat tercapai.

     

    READ MORE
  • Penyuluh Lakukan Koordinasi Temu Tugas dan Konstratani

    Tim Penyuluh BPTP Papua Barat melakukan koordinasi ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prafi, Masni dan Sidey pada Selasa (28/01/2020). Kunjungan tersebut membahas mengenai kegiatan Temu Tugas Peneliti Penyuluh Balitbangtan dengan Pemda Provinsi Papua Barat dalam mendukung program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Konstratani). Tim penyuluh yang turun ke lapang terdiri dari dua, tim pertama bertugas ke BPP Prafi dan tim kedua bertugas mengunjungi BPP Masni dan Sidey.

    Pertama, kunjungan dilakukan di BPP Prafi. Hasil diskusi dengan Ka.BPP, Prafi belum memiliki legalitas atau kepastian tentang pelaksanaan demfarm kegiatan dari BBSDMP. Informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten dan Dinas Tanaman Pangan Provinsi belum sampai ke BPP. Potensi unggulan di wilayah kerja BPP Prafi adalah tanaman pangan, meliputi: padi sawah, padi ladang, dan aneka pangan lokal (umbi-umbian). Potensi tersebut sebagian sudah didukung dengan infastruktur pertanian berupa saluran irigasi teknis dan jalan pertanian.

    Kedua, kunjungan dilakukan di BPP Masni. Hasil diskusi dengan Ka.BPP menyebutkan bahwa beliau dan tim sangat mendukung adanya program tersebut. Terkait dengan demfarm, belum dapat diputuskan akan dilakukan demfarm atau Sekolah Lapang (SL). Beliau juga mengatakan potensi wilayah BPP Masni sangat tinggi. Terkait dengan wilayah dari BPP Masni sangat luas, meliputi SP 5, SP 6, SP 7, dan SP 8 yang terdiri dari 32 kampung yang didominasi oleh kampung lokal. Petani juga sudah bisa budidaya tanaman pangan dan juga hortikultura. Tetapi kendalanya adalah ketersediaan air yang saat ini masih menunggu bendungan beroperasi.

    Kunjungan yang terakhir adalah ke BPP Sidey, hasil wawancara dengan Ka.BPP hampir sama dengan BPP yang lain. BPP Sidey juga siap untuk mendukung program-program yang akan dilakukan. Wilayah Sidey juga telah melakukan budidaya tanaman pangan, yakni padi dan jagung. Petani juga sudah menggunakan varietas-verietas yang direkomendasikan oleh BPTP. Beberapa bulan yang lalu, di Sidey menjadi lokasi ‘Gerakan Tanam Serentak dalam Menyongsong Musim Hujan’ yang di hadiri oleh Bupati, Ka. BPTP, dan dinas-dinas terkait. Rencana petani akan melakukan penanaman kembali di bulan Februari 2020.

    Harapannya dengan adanya kegiatan Temu Tugas Peneliti Penyuluh Balitbangtan dengan Pemda Provinsi Papua Barat dalam mendukung program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Konstratani), apa yang dibutuhkan petani dilapang akan bisa segera ditindaklanjuti oleh stakeholder terkait. Menjadikan petani yang semakin sejahtera juga menjadi poin penting dalam hal ini.

    READ MORE
  • Penyuluh Pertanian Sebagai Tombak Diseminasi

    BPTP Papua Barat menyelenggarakan kegiatan temu teknis peningkatan komunikasi, koordinasi dan diseminasi inovasi pertanian. Kegiatan ini merupakan salah satu penguatan kapasitas penyuluh pertanian. Yang mana kita ketahui bersama bahwa penyuluh lapang di daerah adalah sebagai ujung tombak diseminasi. Sebagai salah satu rencana kerja BPTP di tahun 2019, tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaring kebutuhan penyuluh-penyuluh di daerah baik yang terkait informasi inovasi pertanian maupun yang terkait dengan bidang tugas kepenyuluhannya. Untuk kali kesekian, BPTP Papua Barat kembali menggelar temu teknis. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Masni, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari pada hari Selasa 13 Agustus 2019 lalu. Kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar di BPP Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari pada 11/07/2019 lalu.

    READ MORE
  • Program Pengembangan Kawasan Kebun Kakao Mansel

    Tahun 2020 ini, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat berfokus pada pengkajian mengenai pengembangan kawasan perkebunan kakao berbasi korporasi di Papua Barat. Topik pengkajian yang cukup besar ini terdiri dari empat penelitian mandiri yaitu: 1) kajian teknologi inovatif pascapanen kakao; 2) kajian teknologi inovatif integrasi kakao dan kambing; 3) kajian manajemen pengelolaan kebun dan pemasaran berbasis inovasi; serta 4) kajian model SMS center data produksi kakao dari petani ke lembaga korporasi. Hasil yang ingin dicapai dari pengkajian ini adalah meningkatnya kuantitas dan kualitas produksi biji kakao melalui dukungan inovasi teknologi.

    Sebagaimana telah diketahui secara luas, kakao merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Papua Barat. Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan bahkan telah menembus pasar internasional, memenuhi permintaan perusahaan besar seperti Cargill, Mars, serta Biji Kakao Trading Ltd yang berpusat di London. Yang menjadi kunci kesuksesan coklat Ransiki tersebut adalah adanya koperasi Ebier Suth Cokran yang manajemennya meniru manajemen perusahaan sehingga mampu menghasilkan produk kakao kering yang berkualitas.

    Untuk menjaga kualitas yang dihasilkan, keteraturan kerja merupakan kunci utama. Rotasi diterapkan untuk pengelolaan kebun yang luasnya 160 Ha. Rotasi dibagi ke dalam 6 hari kerja dengan masing-masing grup mempunyai tugasnya sendiri. Ada grup pemangkas, pemanen, dan pengendali hama. 160 Ha kebun koperasi dibagi ke dalam beberapa zona, yang mana setiap hari para pekerja tidak boleh berada di zona yang sama. Apabila pekerjaan di zona tersebut belum selesai di hari itu, maka pekerja wajib pindah ke zona selanjutnya di hari berikutnya. Kekurangan pekerjaan di zona yang ditinggalkan akan diborongkan kepada pekerja lepas dengan sistem upah. Dengan berjalannya sistem rotasi seperti ini maka hasil produksi dapat dipantau dan diperkirakan dengan baik. Hasil panen pun akan mempunyai kualitas yang stabil.

    Kolaborasi berbagai pihak untuk dapat meningkatkan kualitas produk kakao di Kabupaten Manokwari Selatan sangat penting dilakukan. Jalan untuk bisa membantu petani kakao untuk meningkatkan produksinya memang masih panjang. Namun setidaknya ada sebuah usaha bersama dari berbagai stakeholder yakni para peneliti di BPTP Papua Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan, dan Koperasi Ebier Suth untuk mensejahterakan petani kakao khususnya di Ransiki, Manokwari Selatan.

    READ MORE
  • Pupuk Kandang untuk Tanaman Kakao

    Tim kegiatan Bioindustri Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Papua Barat bersama Kelompok Tani Sumber Harapan Prafi serta didampingi Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) membuat pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing pada Sabtu (19/10/2019) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

    READ MORE
  • Stand Pameran BPTP Menarik Banyak Pengunjung

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat turut berpartisipasi dalam pameran Gebyar Perbenihan Nasional ke VII di Aimas Convention Center (ACC) Kabupaten Sorong pada Senin hingga Kamis, 28 - 31 Oktober 2019.

    Stand pameran BPTP Papua Barat menarik banyak pengunjung. Pada hari pertama pameran ada kurang lebih  seratus orang pengunjung stand BPTP Papua Barat. Pengunjung tersebut terdiri dari seluruh peserta Gebyar Perbenihan yang berasal dari seluruh Indonesia.

    Tim yang terlibat dalam pameran tersebut terdiri dari penyuluh dan peneliti.

    READ MORE
  • Tani Mas Ciptakan Peluang Agropreneur Milenial

    Tim kegiatan Tagrimart dan Obor Pangan Lestari (OPAL) yang diketuai oleh Galih Wahyu Hidayat, S.P. berkunjung ke SMA Negeri 1 Manokwari dan SMA Negeri 2 Manokwari dalam rangka pendampingan kegiatan Pertanian Masuk Sekolah (Tani Mas) pada Rabu, (29/01/2020).

    Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap individu memiliki hak konsumsi pangan sesuai dengan UUNo.18/2012 dan sumber daya manusia harus sehat, berkualitas, aktif dan produktif. Diharapkan dengan kegiatan ini regenerasi pertanian atau petani dapat berjalan. Generasi muda diharapkan dapat melanjutkan kegiatan pertanian dengan pendekatan yang lebih maju dan modern.

    Tani Mas atau yang dulu dikenal denga istilah PMS merupakan kegiatan budidaya pertanian yang dilaksanakan oleh siswa dan guru di lingkungan sekolah secara berkelanjutan di bawah tanggungjawab Dinas Ketahanan Pangan Provinsi. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu (1) meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya pertanian (2) menumbuhkan semangat siswa menjadi agripreneur (3) meningkatkan ketersediaan dan akses pangan

    Kegiatan ini dimulai pada akhir tahun 2019 yang dirintis oleh Badan Ketahanan Pangan dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Kegiatan di Provinsi Papua Barat dilaksanakan di SMA N 1 Manokwari dan SMA N 2 Manokwari sebagai pilot project percontohan sebelum dikembangkan di sekolah yang lainnya. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang budidaya pertanian dan dapat menggunggah minat siswa dalam mengembangan diri menjadi seorang agripreneur.

    Berdasarkan hasil kunjungan diketahui bahwa kegiatan sudah berjalan dengan baik, masing-masing sekolah sudah dapat mengaplikasikan dan berhasil panen sebanyak 2 kali panen. Ke depan akan dilakukan pendampingan dan bantuan aneka benih sayuran dari kegiatan Tagrimart dan OPAL BPTP Papua Barat agar kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik sepanjang tahun 2020.

    Penulis: Galih Wahyu Hidayat, SP

    READ MORE
  • Temu Teknis Bioindustri di Raja Ampat

    Pada Senin 23 Oktober 2017, Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat Ir. Demas Wamaer, MP sebagai Penanggungjawab Kegiatan berserta tim melaksanakan Temu Teknis Pengenalan Pasca Panen Hasil Kelapa di Kampung Kabare Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengembangan Sistem Pertanian Bioindustri Berkelanjutan kelapa dengan tujuan menerapkan inovasi teknologi pengolahan hasil kelapa secara terpadu mendukung pengembangan pertanian bioindustri berkelanjutan khususnya didaerah Raja Ampat.

    Dari kegiatan ini diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan nilai tambah produk melalui pengolahan hasil dan pemanfaatan limbah tanaman kelapa,  yang langsung berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan juga tersedianya produk pertanian dan produk ikutan lainnya dari komoditas kelapa. Hal tersebut sangat beralasan karena masyarakat setempat yang pada umumnya adalah Petani Kopra, dapat mengetahui ada beberapa teknologi pasca panen dari kelapa untuk menghasilkan beberapa produk unggulan diantaranya adalah VCO, Minyak Goreng, Sabun, briket arang, arang aktif dan sebagainya.

    Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai kampung di Waigeo Utara, di undang juga kepala Distrik Waigeo Utara yang diwakili oleh Bapak Korneles Lapon. Beliau enyampaikan bahwa Sangat mendukung kegiatan ini, dimana diharapkan dengan adanya pengenalan teknologi yang ada masyarakat dapat menghasilkan produk olahan tersebut untuk dirinya sendiri ataupun dapat menghasilkan produk yang dapat dijual ke luar daerah khususnya untuk para wisatawan.

    Pada pertemuan tersebut ditemukan hambatan serta permasalahan yang kemungkinan terjadi di lapangan yaitu (1). Untuk Pembuatan VCO dan Sabun, untuk memperoleh bahan seperti NaOH, Batu Zeolit dan sebagainya susah untuk, (2). Petani hanya mau bekerja kelompok jika anggota tim kegiatan bioindustri turun ke lapangan, (3). Kesulitan Pemasaran. Langkah langkah yang diambil dari menyikapi masalah tersebut antara lain : Koordinasi dengan instansi terkait (Dinas Pertanian Kabupaten Raja Ampat dan Distrik Waigeo Utara) untuk kiranya dapat mendukung keberlanjutan kegiatan ini dan mengembangkan serta mengenalkan hasil produk olahan ke tempat tempat wisata diantaranya Hotel dan Pedagang. Dan perlu dilakuakan konsolidasi kelompok (gapoktan dan poktan) dalam upaya pemberdayaan kelompok serta berupaya mendatangkan bahan dan alat pendukung kegiatan diantaranya Mesin Parut dan Pengempresan.

     

    READ MORE
  • Temu Teknis Pengembangan Pertanian Bioindustri

    Temu Teknis Model Pengembangan Inovasi Pertanian Bioindustri Spesifik Lokasi. Kegiatan ini dilakukan bersama Kelompok Tani Sumber Harapan di Kampung  Aimasi SP3, Prafi Mulya Kab. Manokwari pada 12 Desember 2019. Temu teknis ini dijadikan forum pertemuan peneliti BPTP Papua Barat dengan penyuluh dan petani kakao untuk mendiseminasikan hasil pengkajian BPTP terkait uji coba model pengembangan bioindustri pada kelompok ini.


    Target kegiatan Bioindustri sendiri adalah terciptanya sebuah model kegiatan bioindustri intergrasi tanaman-ternak spesifik lokasi di Papua Barat, dengan menghasilkan 5 inovasi teknologi antara lain: teknologi pembuatan pakan dari limbah kakao, pembuatan bahan organik dari limbah padat ternak dan tanaman, terbuat pupuk cair dari limbah urin ternak, terbuat bubuk coklat dari hasil biji coklat dan terbuat instalasi kandang ternak yang baik.


    Dalam kegiatan ini turut hadir Pak Pariman (Penyuluh), Kepala Kampung, dan para petani kakao. Kegiatan temu teknis diisi dengan pemaparan dari Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Apresus Sinaga, SP. M.Sc yang memaparkan tentang aspek budidaya kakao termasuk penjabaran kegiatan yang telah dilakukan yaitu pembuatan bahan organik dari limbah padat maupun cair, dan model instalasi kandang ternak kambing yang disarankan. Selain itu, ada juga pemaparan dari Fadlianto Botutihe, S.TP, M.Si terkait pengolahan dan pembuatan coklat batang dan coklat bubuk dari biji coklat yang dihasilkan oleh petani dengan teknologi sederhana (skala rumahan).


    Petani sangat bersemangat mengikuti jalannya acara ini terbukti dari banyaknya pertanyaan dan saran dari peserta acara. Antusiasme mereka sangat tinggi terutama apabila memungkinkan diadakannya pelatihan lanjutan untuk pengolahan biji kakao tersebut hingga mereka mahir dan terampil. Dengan hal ini tentu dapat meningkatkan perekonomian keluarga petani kakao. Ditambah lagi teknologi yang digunakan sederhana sehingga dapat dengan mudah dilakukan

     

    READ MORE
  • Ubi Untuk Ketahanan Pangan Lokal

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan kegiatan panen umbi-umbian lokal. Kegiatan ini merupakan kegiatan penelitian Kemitraan Tahun 2018. Acara panen tersebut diselenggaraan pada hari Rabu 13 Februari 2019 di Kampung Menyumfoka, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. menjadi penanggungjawab dari kegiatan penelitian tersebut.

    Beberapa perwakilan pemerintah daerah turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Gubernur Papua Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Bupati Manokwari yang diwakili oleh Wakil Bupati, Drs. Edi Budoyo, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat yang diwakili Kepala Bidanng Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari yang diwakili Kabid Tanaman Pangan.

    Selain itu hadir pula perwakilan Bank Indonesia, Direktur Poli Teknik Pembangunan Pertanian Manokwari (diwakili), Kepala Pusat Studi Umbi-umbian UNIPA (diwakili), Kepala Stasiun Karantina (diwakili), Kepala BPSB (diwakili), Kepala BPP Manokwari, penyuluh-penyuluh pertanian wilayah kecamatan Manokwari Utara, para peneliti dan penyuluh BPTP Papua Barat. Turut serta pula kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Manokwari Utara, dan diliput wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Manokwari dan wartawan surat kabar lokal lainnya.

    Dalam sambutannya Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari melalui perwakilannya, menyatakan menyambut baik hasil penelitian BPTP Papua Barat yang bertujuan mengeksplorasi benih unggul lokal umbi-umbian. Selain itu, beliau menyatakan dukungannya terhadap pemikiran BPTP Papua Barat untuk mempertahankan Sumber Daya Genetik umbi-umbian yang dapat dikembangkan sebagai sumber benih unggulan lokal.

    Pemerintah daerah juga memberikan keseriusan dalam memberikan dukungan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. Salah satunya adalah mengoptimalkan Balai Benih Umum (BBU) yang tidak jauh dari lokasi penelitian. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan benih umbi-umbian lokal dan nasional untuk pengembangan umbi-umbian diwaktu yang akan datang.

    Wakil Bupati Manokwari, Edy Budoyo juga mengajak seluruh tamu undangan untuk mengkonsumsi keladi, ubi jalar dan ubi kayu/kasbi dengan slogan "Bela dan Beli Pangan Lokal Masyarakat Papua". Beliau sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan BPTP Balitbangtan Papua Barat dan berharap ada kebun benih untuk pangan lokal masyarakat Papua.

    Pada kegiatan panen tersebut, diketahui besaran panen ubi kayu sebanya 20-35 ton/ha, dengan umur panen 3–6 bulan. Salah satu varietas yang menjadi unggulan dari ubi kayu lokal ini adalah memiliki umur panen yang relatif genjah 3–4 bulan, yang dinamakan varietas 3 bulan. Sementara itu, ubi kayu unggulan nasional asal Balitkabi Malang (Var. Malang 4) yang ditanam bulan September 2018 belum dipanen, karena memiliki umur panen 6 bulan dan ubi jalar varietas lokal (5 varietas) yang diusahakan sudah dipanen pada bulan November dengan rata2 produktivitas mencapai 11,46 t/ha. Sedangkan untuk ubi jalar varietas nasional asal Balitkabi Malang (Sari, kidal, Sawentar, Papua Salossa, Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2) rata-rata produksi 23,95 ton/ha.

    Diharapkan kedepannya carietas pangan lokal tersebut dapat lebih dikembangkan. Selain untuk melestarikan varietas ubi-ubian yang diantaranya ada yang terancam punah, diharapkan dengan ubi-ubian varietas unggul lokal ini dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Papua khususnya Manokwari.
    Sostenes Konyep., S.P

     

    READ MORE
  • Workshop Penyusunan Laporan Keuangan 2019

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) menjadi koordinator kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker Kementerian Pertanian Semester I Tahun 2019 Provinsi Papua Barat. Acara ini diselenggarakan selama 4 hari pada tanggal 9 sampai 12 Juli 2019 di Hotel Aston Niu Manokwari.

    Kegiatan workshop yang diselenggarakan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian tersebut mengangkat tema "Pertahankan Kualitas Lapora Keuangan Melalui Verifikasi dan Reviu yang Handal".

    angkaian acara kegiatan workshop tersebut diawali dengan laporan ketua panitia daerah yakni Ida Ruyadi, S.Sos dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dewi Rahayu, S.Pt. Selanjutnya sambutan dari Kepala BPTP Papua Barat juga selaku Ketua Sekretariat Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Barang Wilayah (UAPPA B-W) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP yang sekaligus membukan acara kegiatan worshop secara resmi.

    Turut hadir pula perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang bertugas sebagai tim reviu dari kegiatan workshop tersebut. Selain itu turut serta pula perwakilan dari mitra kerja Kementerian Pertanian dari Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manokwari dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sorong.

    Peserta workshop terdiri dari 18 Satuan Kerja (satker) wilayah Papua Barat. Masing-masing satner mengirimkan satu sampai dua operator untuk mengikuti kegiatan.
    Kegiatan workshop tersebut berlangsung dengan baik selama 4 hari dan harapannya adalah Kementerian Pertanian akan mendapatkan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sesuai dengan apa yang sudah didapatkan selama 3 tahun berturut-turut.

    READ MORE