• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Peningkatan Kapasitas Penyuluh Lapang

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat menyelenggarakan kegiatan Temu Teknis dalam rangka peningkatan kapasitas penyuluh pertanian di Kabupaten Manokwari pada Kamis (11/07/2019). Acara tersebut diselenggarakan di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari.

    Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer MP juga turut serta dalam membuka acara tersebut. Selain itu hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian lapang baik PNS maupun penyuluh honorer.

    Kegiatan Temu Teknis diselenggarakan secara rutin oleh tim penyuluh BPTP setiap tahunnya, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penyuluh pertanian lapang (PPL) daerah dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian.

    Temu Teknis yang di selenggarakan kali ini mengangkat 3 materi yang dibutuhkan oleh PPL. Materi yang pertama adalah mengenai teknik penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang disampaikan Muhammad Fathul Ulum Ariza, S.P, M.Si. Materi yang kedua mengenai budidaya padi ladang amfibi yang disampaikan oleh Sostenes Konyep, S.P dan materi yang terakhir mengenai optimalisasi gadget dalam menunjang kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh Galih Wahyu Hidayat, S.P.

    Harapannya, dari ketiga materi yang disampaikan oleh narasumber yang berasal dari tim penyuluh BPTP akan memberikan manfaat bagi PPL dalam kegiatan penyuluhan.

    READ MORE
  • Penyuluh Pertanian Sebagai Tombak Diseminasi

    BPTP Papua Barat menyelenggarakan kegiatan temu teknis peningkatan komunikasi, koordinasi dan diseminasi inovasi pertanian. Kegiatan ini merupakan salah satu penguatan kapasitas penyuluh pertanian. Yang mana kita ketahui bersama bahwa penyuluh lapang di daerah adalah sebagai ujung tombak diseminasi. Sebagai salah satu rencana kerja BPTP di tahun 2019, tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaring kebutuhan penyuluh-penyuluh di daerah baik yang terkait informasi inovasi pertanian maupun yang terkait dengan bidang tugas kepenyuluhannya. Untuk kali kesekian, BPTP Papua Barat kembali menggelar temu teknis. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Masni, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari pada hari Selasa 13 Agustus 2019 lalu. Kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar di BPP Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari pada 11/07/2019 lalu.

    READ MORE
  • Temu Teknis Bioindustri di Raja Ampat

    Pada Senin 23 Oktober 2017, Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat Ir. Demas Wamaer, MP sebagai Penanggungjawab Kegiatan berserta tim melaksanakan Temu Teknis Pengenalan Pasca Panen Hasil Kelapa di Kampung Kabare Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengembangan Sistem Pertanian Bioindustri Berkelanjutan kelapa dengan tujuan menerapkan inovasi teknologi pengolahan hasil kelapa secara terpadu mendukung pengembangan pertanian bioindustri berkelanjutan khususnya didaerah Raja Ampat.

    Dari kegiatan ini diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan nilai tambah produk melalui pengolahan hasil dan pemanfaatan limbah tanaman kelapa,  yang langsung berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan juga tersedianya produk pertanian dan produk ikutan lainnya dari komoditas kelapa. Hal tersebut sangat beralasan karena masyarakat setempat yang pada umumnya adalah Petani Kopra, dapat mengetahui ada beberapa teknologi pasca panen dari kelapa untuk menghasilkan beberapa produk unggulan diantaranya adalah VCO, Minyak Goreng, Sabun, briket arang, arang aktif dan sebagainya.

    Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai kampung di Waigeo Utara, di undang juga kepala Distrik Waigeo Utara yang diwakili oleh Bapak Korneles Lapon. Beliau enyampaikan bahwa Sangat mendukung kegiatan ini, dimana diharapkan dengan adanya pengenalan teknologi yang ada masyarakat dapat menghasilkan produk olahan tersebut untuk dirinya sendiri ataupun dapat menghasilkan produk yang dapat dijual ke luar daerah khususnya untuk para wisatawan.

    Pada pertemuan tersebut ditemukan hambatan serta permasalahan yang kemungkinan terjadi di lapangan yaitu (1). Untuk Pembuatan VCO dan Sabun, untuk memperoleh bahan seperti NaOH, Batu Zeolit dan sebagainya susah untuk, (2). Petani hanya mau bekerja kelompok jika anggota tim kegiatan bioindustri turun ke lapangan, (3). Kesulitan Pemasaran. Langkah langkah yang diambil dari menyikapi masalah tersebut antara lain : Koordinasi dengan instansi terkait (Dinas Pertanian Kabupaten Raja Ampat dan Distrik Waigeo Utara) untuk kiranya dapat mendukung keberlanjutan kegiatan ini dan mengembangkan serta mengenalkan hasil produk olahan ke tempat tempat wisata diantaranya Hotel dan Pedagang. Dan perlu dilakuakan konsolidasi kelompok (gapoktan dan poktan) dalam upaya pemberdayaan kelompok serta berupaya mendatangkan bahan dan alat pendukung kegiatan diantaranya Mesin Parut dan Pengempresan.

     

    READ MORE