• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • Pameran Bursa Inovasi Desa

    Partisipasi BPTP Papua Barat dalam kegiatan Pameran “Bursa Inovasi Desa” di Kabupaten Manokwari pada tanggal 29 Oktober, 2018 membawa hasil yang maksimal bagi diseminasi produk badan litbang pertanian, khususnya pada Petani Lokal di Manokwari, Papua Barat. Kegiatan Pameran Bursa Inovasi Desa diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kab. Manokwari, dengan tujuan meningkatkan efektifitas penggunaan dana desa oleh para aparat desa.

    READ MORE
  • Pendampingan Internal Persiapan Akreditasi Laboratorium BPTP Papua Barat

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memberikan pendampingan percepatan akreditasi laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua barat pada Rabu (13/03/2019) di Manokwari, Papua Barat.


    Tim pendampingan internal Kementerian Pertanian untuk laboratorium BPTP Papua Barat terdiri dari dua orang, yakni Dr. Romsyah Maryam dan Bapak Eman Sulaiman, M.Si., tim tersebut akan memberikan pendampingan mengenai kesiapan akreditasi laboratorium sebelum nantinya akan dinilai secara langsung oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN memberikan akreditasi kepada Lembaga Sertifikasi, Laboratorium, Lembaga Inspeksi, Penyedia Uji Profisiensi dan Produsen Bahan Acuan.


    Balitbangtan mempunyai tujuan yakni, hasil penelitian dan pengkajiannya dapat diakui secara nasional maupun internasional, sehingga seluruh laboratorium dibawah koordinasi Balitbangtan wajib mempunyai akreditasi. Demi tercapainya tujuan tersebut, maka laboratorium harus ditunjang dengan tersedianya sarana dan prasarana yang baik.


    Menurut Dr. Romsyah Maryam berserta tim, hal-hal yang harus dipersiapkan untuk penilaian akreditasi meliputi kesiapan dokumen prosedur laboratorium, kesiapan sumber daya dan persyaratan kompetensi laboratorium yang berdasarkan pada standar akreditasi ISO/IEC 17025:2017.

    Laboratorium BPTP Papua Barat dianggap mempunyai potensi di wilayah Indonesia Timur. Fasilitas yang dimiliki sudah memadai untuk melakukan pengujian produk pertanian. Produk-produk hasil pertanian juga harus terjamin secara kualitas mutu, sehingga hal tersebut menjadi latar belakang ditunjuknya laboratorium BPTP Papua Barat untuk mendapatkan akreditasi.


    Setelah nantinya memperoleh akreditasi diharapkan laboratorium BPTP Papua Barat mendapatkan pengakuan dalam pengujian dan kalibrasi industri laboratorium, sehingga mampu memberikan manfaat bagi wilayah di Indonesia Timur.

    READ MORE
  • Penyerahan Bibit Ayam KUB ke Peternak Plasma

    Pengembangan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) pola inti plasma menjadi salah satu kegiatan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah 'Penyerahan Bibit Ayam KUB, Kandang Ayam, Peralatan Makan-Minum, Pakan dan Obat-obatan' kepada peternak plasma di Kampung Transat, Anday, Manokwari pada Senin (02/12/2019).

    Acara penyerahan tersebut dihadiri oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P., Kasubag Tata Usaha, Ida Ruyadi, S.Sos, Penanggungjawab kegiatan, Ir. Alimuddin, MP serta beberapa pegawai BPTP dan peternak plasma. Dalam sambutannya Kepala BPTP berharap dengan diberikannya bibit Ayam KUB, peternak dapat menyebarkan ke peternak yang lain.

    Penyerahan ratusan ekor bibit Ayam KUB tersebut merupakan upaya penyebarluasan teknologi unggulan Badan Litbang Pertanian. Dalam rangka menunjang program pemerintah untuk memperbaiki peternakan rakyat diperlukan bibit ayam lokal berkualitas.  Ayam KUB memiliki keunggulan dibandingkan ayam kampung biasa. Selain pertumbuhannya yang jauh lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa, ayam KUB juga dikenal lebih tahan serangan penyakit.

    Disisi lain,  Ayam KUB juga mampu bertelur lebih banyak mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, memiliki bobot badan umur 20 minggu (±5 bulan) berkisar antara 1.200-1.600 gram, umur awal bertelur lebih awal sekitar 20-22 minggu dengan bobot telur 35-45 gram. Masa mengeram ayam yang berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali.

    READ MORE
  • Seminar Nasional dan Ekspose BPTP Papua Barat

    Seminar Nasional dan Ekspose telah dilaksanakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat di Kota Sorong Provinsi Papua Barat pada tanggal 8 Novenber 2017. Acara yang dilakukan di Hotel Meredien tersebut dihadiri oleh sekitar 200 perserta dari akademisi, peneliti hingga penyuluh pertanian. Dengan tema "Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi" diharapkan acara tersebut dapat menjadi wahana untuk menyampaikan informasi hasil penelitian berupa inovasi teknologi pertanian yang spesifik lokasi guna pengembangan kemajuan pertanian kedepannya.

    Pada acara tersebut dihadirkan dua pemakalah utama. Yang pertama adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Prof. Dr. Bambang Prastowo selaku Profesor Riset di Balitbangtan Kementerian Pertanian, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat yaitu Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si., FLS. Selain itu, pada acara Seminar Nasional dan Ekspose tersebut juga diikuti oleh sekitar 80 makalah baik makalah oral maupun makalah poster.

    Pada pemaparannya, Profesor Riset Badan Litbang Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa untuk menghasilkan invension atau penemuan berupa pengembangan teknologi baru, dibutuhkan kerjasama antar instansi, lembaga, dan bidang keilmuan. Hal ini bertujuan agar inovasi teknologi yang dihasilkan nantinya adalah teknologi yang tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir pada suatu lokasi. Selain itu, dengan kerjasama juga diharapkan proses penelitian dan pengembangan yang dilakukan dapat berjalan lebih efektif dan efesien. 

    Disisi lain, Profesor Charlie D. Hehatubun sebagai Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat yang baru terbentuk sekitar dua bulan ini mengharapkan selain terjadi kerja sama dan sinergi, perlu dilakukan percepatan dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya yang ada di Provinsi Papua Barat ini. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dengan negara maju lainnya, maupun daerah maju lainnya di luar pulau Papua. Namun yang perlu diperhatikan dalam penelitian dan pengembangan suatu inovasi teknologi adalah kelestarian sumberdaya dan teknologi tersebut agar mampu bertahan dan bermanfaat dalam jangka waktu yang lama. 

    Dengan terselenggaranya acara tersebut diharapkan dapat tersebar luaskannya informasi hasil - hasil penelitian dan pengembangan pertanian sehinnga dapat bermanfaat bagi kemajuan pertanian khususnya di Provinsi Papua Barat. Hal tersebut sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia. 

     

    READ MORE