• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • BPTP Susun Konsep Taman Agrowisata Polda Papua Barat

    Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Dr. Tornagogo Sihombing,S.I.K.,M.Si bersama Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP dan Kasie Kerja Sama dan Pelayanan Pengkajian, Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si melakukan pertemuan untuk membahas konsep Taman Agrowisata Polda Papua Barat, kemarin (13/07/2020).

    Polda Papua Barat berencana ingin membangun taman agrowisata di area tanah dengan luasan 3,4 hektare. BPTP Papua Barat sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian mempunyai tanggunjawab dalam memberikan inovasi pertanian berkontribusi dengan membantu menyusun konsep agrowisata tersebut. Konsep yang disampaikan dalam pertemuan tersebut merupakan konsep yang sudah dirancang oleh tim peneliti dan penyuluh.

    Dalam pertemuan tersebut, BPTP Papua Barat mempresentasikan disain agrowisata yg telah disusun atas permintaan Polda Papua Barat. Pihak Polda mengapresiasi BPTP Papua barat dan meminta BPTP untuk mendampingi proses implementasi disain agrowisata Polda Papua barat.Pada kesempatan ini, BPTP juga menyampaikan komitmen dan kesediaan untuk mendukung inovasi teknologi badan litbang pertanian bagi pengembangan agrowisata Polda Papua barat.

    Pembuatan agrowisata juga bertujuan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam budidaya pertanian yang proporsional. Selain itu, penyusunan konsep agrowisata tersebut sudah mempertimbangkan berbagai faktor antara lain ekonomi, edukasi, dan estetika. Harapan kita bersama adalah dengan adanya taman agrowisata tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat di Papua Barat.

    READ MORE
  • Kementan Berikan Bantuan Bahan Pangan untuk THL Papua Barat

    Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertania (BPTP) memberikan bantuan bahan pangan kepada Tenaga Harian Lepas (THL)/Tenaga Kontrak Provinsi Papua Barat pada Jumat (05/06/2020) di Anday, Manokwari.

    Distrubusi bahan pangan tersebut merupakan bentuk  kesiapsiagaan, respon dan antisipasi menghadapi dampak penyebaran Covid-19 di Indonesia. Pemberian Bantuan Pangan tersebut terdiri dari bahan pangan segar dan olahan hasil pertanian, antara lain beras, gula pasir, bawang merah dan bawang putih.

    Kepala BPTP, Ir. Demas Wamaer, MP bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat, Dr. Ir. Yacob Fonataba, M.Si menyerahkan bantuan bahan pangan tersebut secara langsung kepada penerima bantuan.

    Dalam sambutan yang diberikan oleh Kepala BPTP, Kementerian Pertanian RI terus berupaya untuk memproduksi pangan strategis maupun pangan lokal. Oleh sebab itu para petugas lapangan sebagai garda terdepan dalam mengawal ketersediaan pangan bagi ratusan juta penduduk Indonesia harus tetap bekerja dan tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari virus corona.

    Sambutan lain disampaikan oleh Kadis Pertanian Papua Barat, Beliau mengatakan bahwa bantuan dari Kementerian Pertanian ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para petugas lapang. Disisi lain, beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, karena masyarakat juga tidak akan pernah berhenti membutuhkan bahan pangan.

    Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan para petugas lapangan tetap semangat dalam mendukung program pembangunan pertanian, dan tetap mematuhi protokol kesehatan agar kita semua terhindar wabah covid-19.

    READ MORE
  • Lumbung Pangan Nasional Food Estate Kalteng

    Indonesia berupaya mewujudkan cita-citanya sebagai negara swasembada dan mandiri pangan. Salah satu langkah yang diambil untuk mewujudkannya pada tahun 2020 yaitu dengan menggarap program Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah. Program ini rencananya akan dilaksanakan di dua kabupaten di Kalimantan Tengah yaitu Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas.

    Adapun latar belakang dari program Food Estate Kalteng yang disampaikan Pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yaitu kecenderungan luas lahan yang makin menciut sehingga perlu disubstitusi dengan lahan baru. Ditambah lagi, populasi penduduk yang terus bertambah dari tahun ke tahun yang meningkatkan kebutuhan pangan. Selain itu, kondisi musim saat ini juga tidak bisa diatur dan diprediksi. Oleh karena itu, sangat perlu untuk menyiapkan cadangan logistik nasional sedini mungkin.

    Program food estate merupakan arahan langsung Presiden Joko Widodo untuk mempersiapkan dan mengantisipasi krisis pangan yang diprediksi akan melanda dunia oleh Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Pengembangan food estate ini melibatkan sinergi tiga kementerian yakni Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, dan Kementerian Pertahanan.

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa food estate itu adalah program terintegrasi, mencakup tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. Untuk sekarang, yang didahulukan adalah sawahnya, kemudian yang lain akan menyusul.

    Khusus pada 2020 ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian melakukan intensifikasi pertanian di lahan seluas 30.000 hektar agar lahan tersebut segera ditanami padi demi mengejar musim tanam Oktober 2020 - Maret 2021.

    Rencananya, pengelolaan Food Estate Kalteng akan sarat dengan teknologi. Beberapa hal yang mendukung program ini menurut Kementerian Pertanian antara lain: telah tersedia irigasi primer, sekunder, dan tersier untuk lahan penanaman; telah disiapkan alat berat dan traktor (sebanyak 160 unit) untuk pengolahan lahan; menggunakan drone untuk menabur benih padi (kebutuhan benih 40-50 kilogram per hektar); demikian juga dengan pemanenan diharapkan dapat dilakukan dengan intervensi teknologi nantinya (JN).

     

    READ MORE
  • Optimalisasi Obor Pangan Lestari dengan Hidroponik

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)  Papua Barat bekerjasama dengan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat mengadakan pelatihan hidroponik pada Jumat (08/11/2019) di Kediaman Wakil Gubernur Papua Barat, Susweni, Manokwari.
    Kegiatan tersebut berupa bimbingan teknis mengenai budidaya hidroponik yang merupakan rangkaian kegiatan Obor Pangan Lestari (OPAL).

    READ MORE
  • Rencana Strategis

    Rencana Strategis (Renstra) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat yang mengacu pada Renstra Kementerian Pertanian dapat diunduh melalui tautan berikut ini:

    READ MORE
  • Stand Pameran BPTP Menarik Banyak Pengunjung

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat turut berpartisipasi dalam pameran Gebyar Perbenihan Nasional ke VII di Aimas Convention Center (ACC) Kabupaten Sorong pada Senin hingga Kamis, 28 - 31 Oktober 2019.

    Stand pameran BPTP Papua Barat menarik banyak pengunjung. Pada hari pertama pameran ada kurang lebih  seratus orang pengunjung stand BPTP Papua Barat. Pengunjung tersebut terdiri dari seluruh peserta Gebyar Perbenihan yang berasal dari seluruh Indonesia.

    Tim yang terlibat dalam pameran tersebut terdiri dari penyuluh dan peneliti.

    READ MORE