• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP Papua Barat

  • BPTP Sukses Gelar Workshop Penyuluh Pertanian

    Workshop “Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian di Era 4.0” dalam mendudukung gebyar perbenihan nasional ke VII sukses diselenggarakan oleh Tim dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat pada Selasa (20/10/2019) di Aimas Convention Center Kabupaten Sorong.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Dr. Yacob Fonataba, M.Si, Tim kegiatan workshop dari BPTP Papua Barat dan lebih dari 40 penyuluh pertanian yang berasal dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Raja Ampat.

    READ MORE
  • DIPA BPTP Papua Barat

    DIPA Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat dapat dilihat dan diunduh pada tautan berikut

    READ MORE
  • Laporan Tahunan BPTP Papua Barat

    Laporan Tahunan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat dapat dilihat dan diunduh pada tautan berikut

    Laporan Tahunan 2011

    Laporan Tahunan 2012

    Laporan Tahunan 2013

    Laporan Tahunan 2014

    Laporan Tahunan 2015

    Laporan Tahunan 2017

    READ MORE
  • Pameran Bursa Inovasi Desa

    Partisipasi BPTP Papua Barat dalam kegiatan Pameran “Bursa Inovasi Desa” di Kabupaten Manokwari pada tanggal 29 Oktober, 2018 membawa hasil yang maksimal bagi diseminasi produk badan litbang pertanian, khususnya pada Petani Lokal di Manokwari, Papua Barat. Kegiatan Pameran Bursa Inovasi Desa diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kab. Manokwari, dengan tujuan meningkatkan efektifitas penggunaan dana desa oleh para aparat desa.

    READ MORE
  • Panen Jagung di Manokwari Selatan

    Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yang merupkan salah satu pilihan untuk peningkatan produksi. BPTP Papua Barat adalah salah satu UPT di daerah yang mendiseminasikan kegiatan peningkatan indeks pertanaman Kementan. Kegiatan ini dilaksanakan  pada lahan kering di  Ransiki  Kabupaten Manokwari Selatan, dengan luas  denfarm 10 hektar. Penerapan inovasi teknologi pertanian yang diterapkan adalah dengan penggunaan VUB Jagung Bisma, Sistem jarak tanam legowo 4:1, jarak tanam 75 cm x 45 cm Penggunaan pupuk berimbang sesuai hasil uji UPTK , panen dan pasca panen yang benar.

    Acara kegiatan Panen Bersama dilaksanakan di Kampung Nyamtui, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.  Hari  selasa, tanggal 9 Oktober 2018,  dihadiri sekitar 100 orang.   Yang  dihadiri oleh Kepala BPTP Papua Barat, Kadis Ketahanan Pangan Dan  Pertanian  Manokwari Selatan beserta Kabidnya, Peneliti/Penyuluh BPTP Papua Barat, Penyuluh Daerah, Aparat Desa, kelompok tani dan para Petani di Kab. Manokwari Selatan.

    Diawali dengan sambutan Kepala BPTP Papua Barat  Ir. Demas Wamaer, M.P., mengtakan bahwa BPTP Papua Barat mendampingi inovasi teknologi pertanian dan salah satu diantaranya adalah pengenalan varietas unggul baru jagung varietas Bisma serta pengetahuan dan teknologi pertanian lainnya. Selain jagung juga diperkenalkan benih padi yaitu padi gogo (padi ladang). Selain itu dijelaskan juga bahwa tujuan indeks pertanaman jagung ini adalah agar penanaman jagung bisa tiga kali pertahun sehingga pendapatan petani dapat meningkat dan dapat mensejahterakan kehidupan keluarganya.

    Pada sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Manokwari Selatan, H. Bua, S.ST., memberikan ucapan terima kasih kepada BPTP Papua Barat atas bantuan dan pendampingan yang diberikan kepada petani yakni berupa  padi, jagung dan pepaya. Harapan Ka. Dinas kegiatan ini bukan saja sampai disini artinya kegiatan Indeks Pertanaman (IP) dapat berlanjut. Kembali Kepala Dinas bersyukur karena sangat diperhatikan khususnya kelompok tani Pasmeda dan Nyamtui Distrik Ransiki.  Kepala Dinas kembali berharap pengembangan tanaman jagung tidak saja seluas 10 Hektar tapi dapat dikembangkan sampai dengan 50 – 100 hektar. Ditegaskan pula bahwa beliau siap bekerja sama dengan BPTP Papua Barat dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Manokwari Selatan ini.

    Lebih lanjut  Dr. Aser Rouw, SP, M.Si, selaku penanggung jawab Indeks Pertanaman (IP) lebih mengarah kepada sistem dan cara panen yang baik pada tanam jagung sehingga bisa menghasilkan benih yang baik untuk ditanam kembali. Menurut beliau bahwa hasil produksi jagung kegiatan IP ini dapat menghasilkan pipilan kering jagung sekitar 5 ton/ha.

    Kegiatan Panen Bersama Indeks Pertanaman (IP) Jagung didukung dengan pengembangan komunikasi  inovasi informasi pertanian melalui media elektronik yakni melalui  siaran Televisi Daerah di Kabupaten Manokwari-Papua Barat. Sehingga diseminasi inovasi Teknologi Pertanian yang diinovasikan oleh BPTP Papua Barat, tidak saja sampai kepengguna setempat yakni Manokwari Selatan tapi dapat terjangkau keseluruh daerah yang ada Provinsi Manokwari-Papua Barat. (Halijah)

     

    READ MORE
  • Pencanangan Gerakan Tanam Cabai Provinsi Papua Barat

    Gerakan Tanam (GERTAM) Cabai yang telah dicanangkan Menteri Pertanian sejak akhir tahun 2016 terus berjalan termasuk di provinsi Papua Barat.  GERTAM Cabai merupakan upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat menanam cabai di pekarangan rumah agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sehingga tidak sampai mengganggu ekonomi keluarga yang dapat berdampak ikut mendorong naiknya inflasi. 

    Program GERTAM cabai dengan memanfaatkan potensi lahan pekarangan ini dilaksanakan secara masif seperti komoditas beras dan jagung.  Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyatakan bahwa GERTAM Cabai memerlukan bantuan ibu-ibu rumah tangga sehingga untuk menyukseskan program ini, Kementerian Pertanian melibatkan berbagai organisasi wanita. Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pusat dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesa (IWAPI) Pusat adalah dua organisasi wanita yang telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pertanian untuk mensukseskan GERTAM Cabai. 

    Di tingkat provinsi, melalui UPT Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Kementerian Pertanian menyediakan bibit cabai yang diberikan secara gratis untuk ditanam di pekarangan rumah anggota organisasi wanita daerah di seluruh Indonesia dan akan diberikan pendampingan dari penyuluh dan peneliti. BPTP Balitbangtan Papua Barat akan melaksanakan pendampingan dan pengawalan dalam proses pengembangan dan implementasi inovasi teknologi pertanian pada lahan pekarangan di lokasi yang disepakati. 

    Pada hari Senin, 27 Maret 2017, bertempat di kantor Gubernur Provinsi Papua Barat, Penjabat Gubernur Papua Barat Drs. Eko Subowo, MBA telah mencanangkan Gerakan Tanam Cabai Provinsi Papua Barat setelah pelaksanaan apel pagi Pemda Provinsi Papua Barat. Dalam kesempatan apel pagi, Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP, menyampaikan laporan pelaksanaan GERTAM Cabai di Papua Barat yang telah mulai berjalan sejak awal bulan Februari 2017. Pencanangan GERTAM Cabai dihadiri Pj. Gubernur Papua Barat, Sekda Papua Barat, Pj. Ketua TP-PKK Papua Barat, Ketua Dharma Wanita provinsi Papua Barat, TP-PKK beberapa kabupaten se-Papua Barat, IWAPI, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, Bhayangkari, Badan Kerjasama Organisasi Wanita dan SKPD terkait Provinsi Papua Barat. Pencanangan GERTAM Cabai juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat, Dra. Iit Kartika Eko Subowo dengan Kepala BPTP Balitbangtan Papua Barat. 

     

    READ MORE
  • Pertemuan Regional Expo di Masni

    Sebagai bentuk kontribusi dalam Peningkatan Produksi Sayuran, BPTP Papua Barat Ikuti kegiatan Regional Expo dan Studi Banding Cap Panah Merah. 

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. beserta para penyuluh mengikuti kegiatan "Regional Expo dan Studi Banding Cap Panah Merah” yang diadakan oleh PT. East West Seed Indonesia (Ewindo) bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Masni, Kabupaten Manokwari pada Selasa, 12 Februari 2019.

    Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kementerian Pertanian RI, Petani Milenial, OPD Papua Barat, dan seluruh stakeholder yang terkait. Hasil produksi pertanian yang dipamerkan adalah Pare, Labu, Madu, Kubis, Bunga Kubis, Kangkung, Bawang Merah serta produk buah yaitu semangka dan melon. Pada acara tersebut juga diisi dengan pemberian informasi mengenai budidaya, penanganan hama penyakit serta pengemasan yang baik agar dapat dipasarkan.

    Seperti yang kita ketahui saat ini, pembangunan pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Adanya potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan teknologi yang mendukung harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Disisi lain, penekanan dalam penanganan panen maupun pascapanen untuk meningkatkan nilai dari hasil panen tersebut juga harus menjadi perhatian. Hal ini berdampak agar hasil dari produksi pertanian mampu terserap pasar dengan baik sehingga dapat meningkatkan keuntungan petani.

    Terlibatnya BPTP Papua Barat diharapkan akan dapat menjadi awal dalam kerjasama yang baik antara stakeholder terkait dengan petani milenial.

     

    READ MORE
  • Produksi Benih VUB Padi Sawah BPTP Papua Barat

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat merupakan salah satu UPT Kementerian Pertanian yang mendapatkan mandat untuk memproduksi benih sumber di wilayah kerja masing-masing melalui Unit pengelolaan benih sumber (UPBS). Bekerja sama dengan Balai benih Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBI-TPH) Provinsi Papua Barat dan Balai Benih Induk (BBU) tingkat kabupaten, UPBS BPTP Papua Barat bertugas untuk menyiapkan benih sumber (BD atau BP) untuk kebutuhan petani penangkar sebagai produsen benih sebar (BR). 

    Hingga saat ini BPTP Papua Barat belum memiliki kebun percobaan yang berbasis lahan sawah irigasi teknis. Oleh karena itu strategi produksi benih sumber dilakukan melalui kerjasama dengan petani/penangkar. Kegiatan Produksi benih padi Inbrida tahun 2017 dilaksanakan di lahan petani seluas 4 hektar yang terdiri dari varietas Inpari 30, Inpari 32, Cigeulis, dan Ciherang.

    Berdasarkan hasil pengawasan BPSB, proses produksi benih di lapangan telah memenuhi syarat untuk proses sertifikasi benih, dan pada pengawasan terakhir oleh BPSB telah diambil sampel gabah calon benih dari gabah hasil panen secara acak untuk uji laboratorium. Hasil uji laboratorium gabah calon benih untuk semua varietas dinyatakan lulus. Varietas yang dinyatakan lulus layak digunakan sebagai benih diperkuat dengan sertifikat benih bina dari BPSB-TPH Provinsi Papua Barat tertanggal 6 Juni 2017.

    Varietas

    Kelas benih

    Jumlah benih (kg GKG) yang ada di Petani

    Jumlah benih (kg GKG) yang ada di BPTP

    Total Benih (kg)

    INPARI 30

    SS

    1.000

    1.000

    2.000

    INPARI 32

    SS

    1.000

    1.000

    2.000

    CIGEULIS

    SS

    2.000

    1.000

    3.000

    CIHERANG

    SS

    1.500

    1.000

    2.500

    Jumlah

    5.500

    4.000

    9.500

     

    Benih yang berada di petani juga diprioritaskan penggunaannya sebagai benih. Benih tersebut akan dikemas dan didistribusikan pada saat ada permintaan benih dari petani lain atau penangkar. Petani juga memiliki hak penuh untuk mengelola benih yang mereka miliki termasuk dalam penentuan harga. Mengingat masa waktu penyimpanan benih, maka benih yang berada di petani juga dapat dimanfaatkan petani untuk menjadikan atau mengolah benih tersebut menjadi beras jika tidak ada permintaan benih.

     
    READ MORE
  • Prosiding BPTP Papua Barat 2011

    Pada tahun 2011 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat melakukan seminar nasional.

    File Prosiding Seminar Nasional tersebut dapat dilihat pada tautan berikut.

    Prosiding Seminar Nasional 2011

    READ MORE
  • Pupuk Kandang untuk Tanaman Kakao

    Tim kegiatan Bioindustri Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Papua Barat bersama Kelompok Tani Sumber Harapan Prafi serta didampingi Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) membuat pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing pada Sabtu (19/10/2019) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

    READ MORE
  • Rapat Koordinasi dan Evaluasi UPSUS Pajale

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi “UPSUS Percepatan LTT Pajale Provinsi Papua Barat” pada Senin (14/10/2019) di Ruang Rapat Hotel Oriestom Bay Manokwari.

    Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, Kodam Kasuari Provinsi Papua Barat, Dinas Pertanian Kabupaten se-Papua Barat dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Manokwari.

    READ MORE
  • Rapat Koordinasi UPSUS Pajale dan OPSIN

    Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat sekaligus Penjab Upaya Khusus (UPSUS) Pajale dan OPSIN Tingkat Provinsi, Ir. Demas Wamaer, M.P. menjadi pimpinan rapat koordinasi UPSUS Pajale pada hari Kamis (14/02/2019) di Ruang Auditorium BPTP Papua Barat.

    Rapat koordinasi tersebut mengundang beberapa stakeholder terkait. Beberapa yang hadir dalam rapat adalah Staf Perwira Pembina dari Kodam XVIII Kasuari yang bertanggung jawab terhadap pelaporan LTT, Wakil Direktur Polbangtan Manokwari, Kepala KTU Stasiun Karantina Manokwari, dan para LO dari BPTP Papua Barat untuk seluruh kabupaten di Papua Barat (Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Fakfak, Sorong Selatan, Sorong, Kota Sorong, Tambrauw, Maybrat dan Raja Ampat).

    Beberapa tamu undangan tidak dapat menghadiri kegiatan koordinasi tersebut, salah satunya adalah Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat yang juga sedang melaksanakan melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis). Peserta dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, dan Balai Wilayah Sungai juga tidak dapat memenuhi undangan yang dimaksut.

    Hasil dari rapat koordinasi tersebut menetapkan beberapa hal untuk ditindaklanjuti, yaitu, perlu adanya koordinasi yang lebih intens dengan Dinas Pertanian Provinsi untuk penetapan target LTT Pajale dan upaya optimalisasi pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) serta upaya Serap Gabah (Sergab). Telah ditetapkan pula target LTT padi dan rapat koordinasi selanjutnya telah disepakati akan dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat.

    Setelah kegiatan rapat koordinasi tersebut selesai, BPTP Papua Barat juga menerima tamu dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) dalam rangka survey dan Supervisi Litbang guna membicarakan upaya perbaikan database dan koordinasi sistem kelitbangan secara nasional.

     

    READ MORE
  • Rencana Aksi BPTP Papua Barat

    Rencana Aksi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat 2015-2019 dapat diunduh pada tautan berikut

    Rencana Aksi

    READ MORE
  • Seminar Nasional 2017

    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat telah menyelenggarakan Seminar Nasional pada tahun 2017.

    Seminar dilaksanakan di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat pada bulan November. Hasil Seminar tersebut disajikan dalam Prosiding yang dapat

    di unduh pada tautan dibawah.

     

    Prosiding Semnas 2017

    READ MORE
  • SINKRONISASI HASIL LITKAJI DAN PROGRAMA PENYULUHAN

    Manokwari (23 April 2018). Selain sebagai lembaga penelitian, pengkajian, dan diseminasi serta mengemban tugas fungsi penyuluhan, posisi BPTP sebagai unit pelaksana teknis (UPT) pusat yang memiliki mandat daerah, memiliki peran strategis sebagai penghubung (bridging) kebijakan pertanian pusat dan daerah. Dengan posisi inilah, BPTP mendapat tambahan fungsi melalui Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017 berupa “pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil penelitian/pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi)”.

    Sehubungan dengan hal tersebut di atas diperlukan upaya bersama untuk mensinkronkan materi hasil litkaji dengan programa penyuluhan baik pusat maupun daerah. Bertempat di Hotel Fujita Papua telah diselenggarakan Kegiatan Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Programa Penyuluhan Pertanian Pusat dan Daerah dihadiri oleh 20 tamu undangan dan 60 penyuluh yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Papua Barat serta Ketua KTNA Provinsi Papua Barat selama dua hari (23 – 24 April 2018) dengan penanggungjawab kegiatan Ka BPTP Papua Barat.

    Acara yang sedianya dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, namun karena suatu hal pembukaan acara diwakilkan kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ir. Yacob Fonataba, M.Si). Dalam sambutannya beliau menyampaikan, menindaklanjuti program nawacita Pemerintah dalam pembangunan khususnya bidang pertanian, tidak dapat dilepaskan dari kegiatan Penyuluhan Pertanian. Kegiatan ini menjadi ujung tombak karena peranan penyuluh pertanian yang sangat penting dalam memberikan pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatnya kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

    Dalam melaksanakan tugasnya penyuluh pertanian tidak dapat bekerja sendiri-sendiri, semuanya harus bekerja sama baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten yang mendukung sepenuhnya dengan berbagai kebijakan yang terkait kelembagaan dan anggaran.
    Penyuluh sangatlah membutuhkan dukungan kelembagaan sebagai wadah untuk berorganisasi secara terstruktur dari daerah sampai pusat. Selain hal tersebut dengan adanya kelembagaan penyuluhan yang baik, akan menjadikan sumberdaya manusia yang profesional dan ketersedian sumber pendanaan yang baik dan akuntabel. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan akan tersususn Programa Penyuluhan Tahun 2019 berdasarkan Materi Hasil Penelitian dan Pengkajian.

    Pada hari kedua dalam Kegiatan Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Programa Penyuluhan Pertanian, hadir sebagai nara sumber Ka. Pusat Penyuluhan dan SDM Pertanian (Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si). Beliau menyampaikan kepada hadirin dan peserta (penyuluh) bahwa visi Pemerintah yang menjadikan lumbung pangan dunia tahun 2045. Untuk itu, perlu didukung SDM Profesional, Mandiri dan Berdaya saing. Ketiga indikator tersebut harus dimiliki oleh penyuluh. Lebih lanjut beliau menyampaikan kegagalan penyuluhan sering terjadi akibat dari ketidak-sesuaian antara programa penyuluhan di daerah dengan programa penyuluhan dari pusat, sehingga mindset penyuluh perlu dibangun kembali.

     

     

    READ MORE