• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Serah Terima Benih Kakao Seedling F1 Hibridra

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. melakukan penyerahan benih kakao seedling dan sambung pucuk sejumlah 25.000 tanaman kepada Bupati Kabupaten Manokwari Selatan pada November 2018. Kegiatan tersebut ditindaklanjuti dengan penyerahan secara simbolis tanaman kakao siap tanam dengan jumlah 15.000 yang berasal dari benih seedling F1 Hibrida pada Senin, 18 Februari 2019.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Papua Barat kepada petani kakao di Manokwari Selatan yang diwakili oleh instansi terkait, yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan.

Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) memberikan ketentuan untuk mewajibkan setiap produksi benih tanaman perkebunan oleh lembaga mana pun harus bersumber dari blok penghasil tinggi atau kebun-kebun yang telah dinilai oleh instansi terkait, dan dinyatakan layak memproduksi benih berupa biji maupun stek yang berdasarkan ketentuan yang berlaku oleh Kementerian Pertanian. 

Benih kakao tersebut berasal dari Balai Benih Induk Tanaman Perkebunan (Kakao), di Besum–Jayapura dengan legalitas Kebun Benih berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 553/KPTS-II/1999 tangal 14 Juli 1999. Kebun benih Besum sendiri menghasilkan beberapa Klon unggulan Nasional yang kemudian menjadi pilihan utama oleh BPTP Balitbangtan Papua Barat untuk menghasilkan benih F1 Hibrida Seedling maupun F1 Hibrida untuk keperluan batang bawah.  Klon-klon unggulan tersebut sebagai berikut: ICS-60, UIT-1, Sca-6, GC-7, DR-1, TSH-858 dan Sca-12.

Kepala BPTP Papua Barat juga berharap dengan pemberian benih kakao Hibrida F1 seedling tersebut, dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan untuk mengembalikan citra spesifik wilayah tersebut sebagai sentra Kakao di Papua Barat bahkan Indonesia Timur. Harapan lain adalah distribusi tanaman kakao dapat meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Kabupaten Manokwari Selatan.

 

Rapat Koordinasi UPSUS Pajale dan OPSIN

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat sekaligus Penjab Upaya Khusus (UPSUS) Pajale dan OPSIN Tingkat Provinsi, Ir. Demas Wamaer, M.P. menjadi pimpinan rapat koordinasi UPSUS Pajale pada hari Kamis (14/02/2019) di Ruang Auditorium BPTP Papua Barat.

Rapat koordinasi tersebut mengundang beberapa stakeholder terkait. Beberapa yang hadir dalam rapat adalah Staf Perwira Pembina dari Kodam XVIII Kasuari yang bertanggung jawab terhadap pelaporan LTT, Wakil Direktur Polbangtan Manokwari, Kepala KTU Stasiun Karantina Manokwari, dan para LO dari BPTP Papua Barat untuk seluruh kabupaten di Papua Barat (Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Fakfak, Sorong Selatan, Sorong, Kota Sorong, Tambrauw, Maybrat dan Raja Ampat).

Beberapa tamu undangan tidak dapat menghadiri kegiatan koordinasi tersebut, salah satunya adalah Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat yang juga sedang melaksanakan melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis). Peserta dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, dan Balai Wilayah Sungai juga tidak dapat memenuhi undangan yang dimaksut.

Hasil dari rapat koordinasi tersebut menetapkan beberapa hal untuk ditindaklanjuti, yaitu, perlu adanya koordinasi yang lebih intens dengan Dinas Pertanian Provinsi untuk penetapan target LTT Pajale dan upaya optimalisasi pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) serta upaya Serap Gabah (Sergab). Telah ditetapkan pula target LTT padi dan rapat koordinasi selanjutnya telah disepakati akan dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat.

Setelah kegiatan rapat koordinasi tersebut selesai, BPTP Papua Barat juga menerima tamu dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) dalam rangka survey dan Supervisi Litbang guna membicarakan upaya perbaikan database dan koordinasi sistem kelitbangan secara nasional.

 

Pertemuan Regional Expo di Masni

Sebagai bentuk kontribusi dalam Peningkatan Produksi Sayuran, BPTP Papua Barat Ikuti kegiatan Regional Expo dan Studi Banding Cap Panah Merah. 

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. beserta para penyuluh mengikuti kegiatan "Regional Expo dan Studi Banding Cap Panah Merah” yang diadakan oleh PT. East West Seed Indonesia (Ewindo) bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Masni, Kabupaten Manokwari pada Selasa, 12 Februari 2019.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kementerian Pertanian RI, Petani Milenial, OPD Papua Barat, dan seluruh stakeholder yang terkait. Hasil produksi pertanian yang dipamerkan adalah Pare, Labu, Madu, Kubis, Bunga Kubis, Kangkung, Bawang Merah serta produk buah yaitu semangka dan melon. Pada acara tersebut juga diisi dengan pemberian informasi mengenai budidaya, penanganan hama penyakit serta pengemasan yang baik agar dapat dipasarkan.

Seperti yang kita ketahui saat ini, pembangunan pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Adanya potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan teknologi yang mendukung harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Disisi lain, penekanan dalam penanganan panen maupun pascapanen untuk meningkatkan nilai dari hasil panen tersebut juga harus menjadi perhatian. Hal ini berdampak agar hasil dari produksi pertanian mampu terserap pasar dengan baik sehingga dapat meningkatkan keuntungan petani.

Terlibatnya BPTP Papua Barat diharapkan akan dapat menjadi awal dalam kerjasama yang baik antara stakeholder terkait dengan petani milenial.

 

Rapat Program Kerja BPTP Papua Barat

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan Rapat Kerja Internal. Acara tersebut merupakan keberlanjutan dari Rapat Awal Tahun Sebelumnya dengan agenda pembentukan penanggungjawaban kegiatan Program Penciptaan Teknologi dan Inovasi Pertanian Bio-Industri Berkelanjutan yang nantinya akan mempunyai output program Teknologi dan Inovasi Spesifik Lokasi pada Senin (11/02/2019) di Manokwari, Papua Barat.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. beserta Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP), Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si menjadi pimpinan dalam rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat I BPTP Papua Barat.

Rapat tersebut juga melibatkan seluruh pegawai BPTP Papua Barat baik Pejabat Fungsional Peneliti dan Penyuluh, juga pegawai Struktural dan Teknisi.

Dalam program kerjanya, Kegiatan BPTP Papua Barat Tahun 2019 terbagi dari beberapa sub kegiatan, yaitu (1) Teknologi Spesifik Lokasi, (2) Diseminasi dan Penyiapan Teknologi Untuk Dimanfaatkan Pengguna, (3) Rekomendasi Kebijakan Pembangunan Pertanian, (4) Model Pengembangan Inovasi Pertanian Bioindustri Spesifik Lokasi, (5) Model Pengembangan Inovasi Pertanian Bioindustri di Perbatasan, (6) Benih Padi, (7) Layanan Hubungan Masyarakat dan Informasi Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, (8) Koordinasi Manajemen Pengkajian, (9) Jejaring/Kerjasama penggkajian teknologi pertanian yang terbentuk dan, (10) Layanan Sarana dan Prasarana Internal.

Berdasarkan kegiatan yang sebelumnya telah ada, dimana anggaran juga sudah disetujui, penggunaan anggaran kegiatan akan disesuaikan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah disusun sesuai Proposal Kegiatan yang ada.

Penunjukan penanggungjawab kegiatan dalam hal ini akan disesuaikan dengan beberapa ilmu dan bidang masing-masing peneliti maupun penyuluh yang berkompeten dalam kegiatan tersebut.