• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Bimbingan Teknis Inovasi Teknologi Komoditas Pala Fakfak

Kementerian Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai inovasi teknologi untuk mendukung peningkatan produksi dan ekspor komoditas pala Fakfak pada era milenial. Acara diadakan pada Jumat, 08 maret 2019 di Aula Balai Diklat Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.

Acara dihadiri setidaknya oleh 200 peserta yang terdiri dari perwakilan instansi-instansi vertikal, Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak serta para Petani pala di Kabupaten Fak-Fak dan sekitarnya. Acara Bimtek tersebut dibuka dengan beberapa sambutan dari perwakilan institusi-institusi terkait tersebut.

Sambutan yang pertama disampaikan oleh Kepala Bidang KSPHP Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan, Ir. Jeflina Constansje Alouw, M.Sc., P.hD yang mewakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Jeflina menyampaikan, dalam pengembangan komoditas pala Indonesia mempunya potensi yang tinggi dikarenakan didukung sumber daya alam yang dimilikinya, yakni lahan pala terluas didunia. Namun, dalam hal produktivitas dan ekspor, Indonesia tidak dapat menduduki peringkat pertama. Hal tersebut merupakan pekerjaan yang tentu harus segera dituntaskan. Ia berharap bahwa Fakfak dapat menjadi pusat produksi dan ekspor komoditas pala yang dapat menguasai pasar internasional.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr. Michael Wattimena turut hadir untuk memberikan sambutan dalam acara Bimtek tersebut. Selaras dengan yang disampaikan Jeflina, Michael menyoroti permasalahan yang dihadapi oleh petani pala di Fakfak. Michael berharap dengan adanya Bimtek mengenai inovasi teknologi dalam meningkatkan produksi dan ekspor komoditas pala Fakfak, petani dapat mempunyai kesempatan untuk menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dilapang. Sehingga, tujuan dalam peningkatan produksi dan ekspor dapat segera tercapai.

Assisten II Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Kabupaten Fakfak, Charles Kambu, S.Sos., M.Si. turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut. Charles berharap setelah adanya bimbingan teknis kepada petani pala di Fakfak, dapat menjadikan petani pala lebih berkembang dan sejahtera.

Acara tersebut juga menjadi wadah dalam pemberian bantuan untuk menunjang produksi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada petani pala di Fakfak. Bantuan tersebut berupa Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan juga bibit varietas pala papua atau pala negeri. Petani-petani yang hadir dalam bimtek berasal dari beberapa distrik di Kabupaten Fakfak. Beberapa distrik yakni Dulanpokpok, Torea, Kiat, Gewerpe, Randuri, Kapaurtutin, Porum, Brongkendik, Sekru Tuare, Weri kapal, Wagom utara, Wefra, Lusiperi, Wurkendik, Tanehamur, dan Siboru.

Pelantikan Pengurus KTNA Provinsi Papua Barat

BPTP Papua Barat - Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P menghadiri pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Papua Barat masa bakti 2018-2023 pada Kamis (28/02/2018) yang bertempat di Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat.



Acara pelantikan tersebut dibuka dengan laporan Ketua Panitia pelantikan pengurus periode ke III 2018-2023, Ir. Agus Tanati. Agus juga menyampaikan bahwa persiapan Pekan Daerah (PEDA) IV yang merupakan even tingkat provinsi lalu bergilir ke tingkat Kabupaten/Kota di Kabupaten Teluk Bintuni. KTNA Papua Barat secara independen akan menjadi mitra daerah dibidang pertanian, peternakan, kelautan dan kehutanan.

Sambutan selanjutnya adalah dari Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua Barat Drs. Muhammad A.Tawakal menyampaikan visi dan misi dari pembangunan wilayah Papua Barat.

Visi pembangunan Papua Barat yakni aman, mandiri dan bermartabat. Sedangkan, terkait dengan misi yaitu menanggulangi kemiskinan dan pemanfatan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap hal tersebut dapat menjadi pendoman untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun rencana strategis agar kesejahteraan masyarakat segera terwujud.

KTNA diharapkan dapat menjadi wadah dalam mencari solusi atas permasalahan petani dan nelayan. Dengan adanya pelantikan pengurus KTNA Papua Barat, sehingga secara sah organisasi tersebut sudah bisa melaksanakan tugas-tugasnya.


Beberapa tugas yang sudah mulai dapat dikerjakan diantaranya, (1) Menyusun program strategis,
(2) Mengkoordinir petani dan nelayan,
(3) Mencari solusi terhadap permasalahan
 seluruh organisasi SKPD memberikan perhatian untuk membantu dan menyinkronkran progam kerja guna membangun petani dan nelayan asli papua dalam mengatasi permasalahan di bidang pertanian dan kelautan.



Pelantikan pengurus tersebut dilaksanakan oleh Ketua KTNA Nasional yg diwakili oleh Wakil Ketua Umum KTNA Nasional Dr. Tauwi, SE. M.Si. dengan memberikan sambutannya.

Tauwi menyampaikan, 68% penduduk masih bergantung pada bidang pertanian, sehingga KTNA diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah untuk membangun pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Merujuk pada Repelita I terkait Dasar-dasar penyuluhan, untuk membina masyarakat petani dan nelayan untuk mencapai swasembada adalah dengan melalui kontak tani yang diwakili oleh ketua kelompok tani.

Selanjutnya, di Cikea pada tahun 1971 diawali dengan pertemuan perwakilan kontak tani se-pulau Jawa, dihadiri oleh Direktorat Penyuluhan dan Perguruan Tinggi, Badan Musyawarah Kontak Tani Indonesia (Bamukti) yang berubah menjadi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Dengan adanya pelantikan pengurus KTNA diharapkan dapat segera berkontribusi dan bekerja dalam meningkatkan Kesejahteraan Petani.

Sesuai dengan Surat Keputusan KTNA Nasional Nomor:10/SKEP/P/KTNA-Nas/03/2018, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat bertugas sebagai Anggota Dewan Ahli yang berperan dalam mendiseminasikan berbagai Inovasi Teknologi Pertanian dari Badan Litbang Pertanian. Harapannya adalah dapat membantu petani di Provinsi Papua Barat dalam menerapkan inovasi teknologi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraanya.

Pelaporan Pajak Online Pegawai BPTP Papua Barat

Pegawai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan kegiatan sosialisasi pengisian Electronic Filing Identification Number (EFIN Pajak) pada Selasa (25/02/2019) di Aula BPTP Papua Barat.

BPTP Papua Barat bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP Pratama) Manokwari untuk diberikan sosialisasi mengenai alur pengisian EFIN tersebut.

Narasumber yang hadir pada acara tersebut berasal dari pegawai KPP Pratama Manokwari yang turut memberikan sosialisasi secara langsung kepada pegawai BPTP Papua Barat.

Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan utama dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sehingga BPTP Papua Barat berkomitmen mewajibkan seluruh pegawai untuk disiplin dalam membayar pajak.

Kemudahan dalam pelaporan pajak terus dikembangkan, satu diantaranya adalah dengan menggunakan sistem Electronic Filing atau e-Filing Pajak. Dengan terus berkembangannya teknologi digital, maka Sistem pelaporan pajak (Surat Pemberitahuan Tahunan/SPT) online diluncurkan.

Arahan Kepala BPTP Papua Barat kepada CPNS 2019

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Ir. Demas Walmaer, M.Si memberikan arahan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah siap menerima tugas masing-masing penempatan pada Rabu (27/12/2019) di Ruang Sidang BPTP Papua Barat.

Arahan yang diberikan berupa motivasi kepada CPNS untuk terus berprestasi dimana pun wilayah penempatan kerjanya.

Kabalai menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan, satu diantaranya adalah terkait dengan komitmen CPNS untuk memberikan kontribusinya kepada BPTP dan juga penerima manfaat, yang mana adalah petani.

BPTP mempunyai kewajibkan untuk terus memberikan inovasi berdasarkan spesifik lokasi. Kabalai BPTP Papua Barat juga mempunyai harapan yang besar kepada seluruh CPNS yang notabene merupakan generasi milenial.

Ide-ide untuk mengembangkan inovasi harus terus digali agar semakin memberikan manfaat yang besar dan dapat membantu petani dalam mewujudkan kesejahteraannya, khususnya petani di wilayah Papua Barat.

CPNS BPTP Papua Barat terdiri dari tiga formasi, yang diantaranya adalah calon Peneliti Ahli Pertama, calon Penyuluh Ahli Pertama, dan calon Teknisi Litkayasa. Sehingga dengan adanya CPNS tersebut diharapkan mampu memperkuat kinerja dari BPTP Papua Barat.

Ayo Gerakan Ekspor, Generasi Milenial Bangsa

BPTP Papua Barat bersinergi dengan Karantina Pertanian Manokwari dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menyelenggarakan sosialisasi Ayo Gerakan Ekspor kepada Generasi Milienal Bangsa (Agrogemilang) di Aula Polbangtan Manokwari pada hari Rabu (20/02/2019). Acara tersebut digelar dalam rangka mendukung pemerintah dalam upaya ekspor produk pertanian, khususnya kakao yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Papua Barat. Generasi mileneal yang hadir sebagai peserta sosialisasi adalah mahasiswa program studi teknik produksi perkebunan dan Penyuluhan Pertanian Polbangtan Manokwari yang berjumlah 50 orang peserta.

Kegiatan sosialiasi dilakukan dalam bentuk presentasi dan diskusi yang diawali dengan penyampaian sambutan penyelenggaraan oleh kepala Stasiun Karantina Manokwari, bapak Lukas Saiba dan sambutan pembukaan acara oleh kepala Polbangtan, drh Purwanta, M.Kes selaku Pembina generasi milineal di Papua barat. Bapak Lukas Saiba menyampaikan bahwa generasi milinenal diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam pembangunan pertanian, khsusnya di wilayah Papua Barat. Untuk itu, perlunya sinergi dan kebersamaan dari semua stakeholder terkait untuk mendorong pengembangan komoditas Kakao sebagai komoditas unggulan di Papua Barat. Sementara itu, Kepala Polbangtan Manokwari menjelaskan tentang siapa itu generasi milenial, posisi polbangtan sebagai Pembina generasi milienial di Papua Barat, serta menjelaskan tentang program-program strategis kementerian pertanian.

Presentase dilakukan oleh BPTP Papua Barat, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunanan Provinsi Papua Barat, dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II B Manokwari. Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP) BPTP Papua Barat  sebagai pemateri menyampaikan bahwa potensi produksi tanaman kakao di Papua Barat sangatlah tinggi, terlihat dari kejayaan produksi kakao pada tahun 1980an- menjelang akhir 1990-an. Sehingga hal tersebut merupakan pekerjaan seluruh stakeholder terkait untuk kembali ke masa kejayaan itu. mengenai peranan milenial yang dapat mendukung program tersebut. Ia menyebutkan, generasi milenial haruslah berpikir kritis, kreatif juga berdaya saing tinggi. Menurutnya, generasi milenial harus mengetahui apa yang akan menjadi trend kedepan, juga mengenali potensi wilayah Papua Barat dengan peluang untuk mengembangkan komoditas kakao dalam usaha tani. Tidak hanya mengenai budidaya saja yang diperhatikan, tetapi juga pengolahan biji kakao menjadi produk olahan akan mempunyai peluang untuk menembus pasar ekspor. Permintaan biji kakao yang sudah difermentasi juga menjadikannya bernilai lebih tinggi. Harapannya petani milenial mempunyai pandangan untuk menjemput peluang tersebut. Indonesia mempunyai komoditas kakao untuk dibudidayakan, tetapi dibandingkan dengan Belanda yang tidak mempunyai potensi untuk budidaya kakao, tetapi negara Kincir Angin tersebut mempunyai nilai tertinggi dalam mencukupi kebutuhan cocoa butter dipasar internasional. Hal tersebut merupakan catatan penting Indonesia untuk lebih serius dalam meningkatkan produksi kakao dan lebih peka dalam membaca peluang pasar internasional.

Pihak Dinas menyampaikan tentang program-program kementerian Pertanian dan Program daerah untuk pengembangan Kakao di Papua Barat. Perlu semangat generasi milineal untuk ikut mendorong produksi dan ekspor komoditas Kakao dan menjadikan Papua barat sebagai salah satu sentra pengembangan kakao di Indonesia. Sedangkan pihak Karantina Manokwari menjelaskan peran Karantina dalam mendukung keamanan produk dipintu masuk dan keluar. Dijelaskan pula tentang persyaratan dan mekanisme proses dalam mendapatkan sertifikat kesehatan tumbuhan.

Dalam sesi diskusi yang terbagi dalam dua sesi, peserta generasi milineal menunjukkan antuasiasme yang tinggi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang program-program pengembangan kakao di Papua Barat, dan bagaimana peran mereka secara khusus dalam memanfaatkan informasi teknologi untuk pengembangan komoditas pertanian unggulan di Papua Barat. Pertanyaan-pertanyaan peserta generasi milienal tersebut direspon secara baik oleh para pemateri. Acara sosialisasi ini memberikan implikasi positif untuk menggerakkan petani milenial untuk mau dan mampu mengembangkan dan Ekspor komoditas kakao  dari Papua Barat.