• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Rapat Koordinasi UPSUS Pajale dan OPSIN

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat sekaligus Penjab Upaya Khusus (UPSUS) Pajale dan OPSIN Tingkat Provinsi, Ir. Demas Wamaer, M.P. menjadi pimpinan rapat koordinasi UPSUS Pajale pada hari Kamis (14/02/2019) di Ruang Auditorium BPTP Papua Barat.

Rapat koordinasi tersebut mengundang beberapa stakeholder terkait. Beberapa yang hadir dalam rapat adalah Staf Perwira Pembina dari Kodam XVIII Kasuari yang bertanggung jawab terhadap pelaporan LTT, Wakil Direktur Polbangtan Manokwari, Kepala KTU Stasiun Karantina Manokwari, dan para LO dari BPTP Papua Barat untuk seluruh kabupaten di Papua Barat (Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Fakfak, Sorong Selatan, Sorong, Kota Sorong, Tambrauw, Maybrat dan Raja Ampat).

Beberapa tamu undangan tidak dapat menghadiri kegiatan koordinasi tersebut, salah satunya adalah Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat yang juga sedang melaksanakan melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis). Peserta dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, dan Balai Wilayah Sungai juga tidak dapat memenuhi undangan yang dimaksut.

Hasil dari rapat koordinasi tersebut menetapkan beberapa hal untuk ditindaklanjuti, yaitu, perlu adanya koordinasi yang lebih intens dengan Dinas Pertanian Provinsi untuk penetapan target LTT Pajale dan upaya optimalisasi pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) serta upaya Serap Gabah (Sergab). Telah ditetapkan pula target LTT padi dan rapat koordinasi selanjutnya telah disepakati akan dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat.

Setelah kegiatan rapat koordinasi tersebut selesai, BPTP Papua Barat juga menerima tamu dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) dalam rangka survey dan Supervisi Litbang guna membicarakan upaya perbaikan database dan koordinasi sistem kelitbangan secara nasional.

 

Pertemuan Regional Expo di Masni

Sebagai bentuk kontribusi dalam Peningkatan Produksi Sayuran, BPTP Papua Barat Ikuti kegiatan Regional Expo dan Studi Banding Cap Panah Merah. 

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. beserta para penyuluh mengikuti kegiatan "Regional Expo dan Studi Banding Cap Panah Merah” yang diadakan oleh PT. East West Seed Indonesia (Ewindo) bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Masni, Kabupaten Manokwari pada Selasa, 12 Februari 2019.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kementerian Pertanian RI, Petani Milenial, OPD Papua Barat, dan seluruh stakeholder yang terkait. Hasil produksi pertanian yang dipamerkan adalah Pare, Labu, Madu, Kubis, Bunga Kubis, Kangkung, Bawang Merah serta produk buah yaitu semangka dan melon. Pada acara tersebut juga diisi dengan pemberian informasi mengenai budidaya, penanganan hama penyakit serta pengemasan yang baik agar dapat dipasarkan.

Seperti yang kita ketahui saat ini, pembangunan pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Adanya potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan teknologi yang mendukung harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Disisi lain, penekanan dalam penanganan panen maupun pascapanen untuk meningkatkan nilai dari hasil panen tersebut juga harus menjadi perhatian. Hal ini berdampak agar hasil dari produksi pertanian mampu terserap pasar dengan baik sehingga dapat meningkatkan keuntungan petani.

Terlibatnya BPTP Papua Barat diharapkan akan dapat menjadi awal dalam kerjasama yang baik antara stakeholder terkait dengan petani milenial.

 

Rapat Program Kerja BPTP Papua Barat

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan Rapat Kerja Internal. Acara tersebut merupakan keberlanjutan dari Rapat Awal Tahun Sebelumnya dengan agenda pembentukan penanggungjawaban kegiatan Program Penciptaan Teknologi dan Inovasi Pertanian Bio-Industri Berkelanjutan yang nantinya akan mempunyai output program Teknologi dan Inovasi Spesifik Lokasi pada Senin (11/02/2019) di Manokwari, Papua Barat.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. beserta Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP), Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si menjadi pimpinan dalam rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat I BPTP Papua Barat.

Rapat tersebut juga melibatkan seluruh pegawai BPTP Papua Barat baik Pejabat Fungsional Peneliti dan Penyuluh, juga pegawai Struktural dan Teknisi.

Dalam program kerjanya, Kegiatan BPTP Papua Barat Tahun 2019 terbagi dari beberapa sub kegiatan, yaitu (1) Teknologi Spesifik Lokasi, (2) Diseminasi dan Penyiapan Teknologi Untuk Dimanfaatkan Pengguna, (3) Rekomendasi Kebijakan Pembangunan Pertanian, (4) Model Pengembangan Inovasi Pertanian Bioindustri Spesifik Lokasi, (5) Model Pengembangan Inovasi Pertanian Bioindustri di Perbatasan, (6) Benih Padi, (7) Layanan Hubungan Masyarakat dan Informasi Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, (8) Koordinasi Manajemen Pengkajian, (9) Jejaring/Kerjasama penggkajian teknologi pertanian yang terbentuk dan, (10) Layanan Sarana dan Prasarana Internal.

Berdasarkan kegiatan yang sebelumnya telah ada, dimana anggaran juga sudah disetujui, penggunaan anggaran kegiatan akan disesuaikan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah disusun sesuai Proposal Kegiatan yang ada.

Penunjukan penanggungjawab kegiatan dalam hal ini akan disesuaikan dengan beberapa ilmu dan bidang masing-masing peneliti maupun penyuluh yang berkompeten dalam kegiatan tersebut.

 

Ubi Untuk Ketahanan Pangan Lokal

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan kegiatan panen umbi-umbian lokal. Kegiatan ini merupakan kegiatan penelitian Kemitraan Tahun 2018. Acara panen tersebut diselenggaraan pada hari Rabu 13 Februari 2019 di Kampung Menyumfoka, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P. menjadi penanggungjawab dari kegiatan penelitian tersebut.

Beberapa perwakilan pemerintah daerah turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Gubernur Papua Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Bupati Manokwari yang diwakili oleh Wakil Bupati, Drs. Edi Budoyo, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat yang diwakili Kepala Bidanng Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari yang diwakili Kabid Tanaman Pangan.

Selain itu hadir pula perwakilan Bank Indonesia, Direktur Poli Teknik Pembangunan Pertanian Manokwari (diwakili), Kepala Pusat Studi Umbi-umbian UNIPA (diwakili), Kepala Stasiun Karantina (diwakili), Kepala BPSB (diwakili), Kepala BPP Manokwari, penyuluh-penyuluh pertanian wilayah kecamatan Manokwari Utara, para peneliti dan penyuluh BPTP Papua Barat. Turut serta pula kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Manokwari Utara, dan diliput wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Manokwari dan wartawan surat kabar lokal lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari melalui perwakilannya, menyatakan menyambut baik hasil penelitian BPTP Papua Barat yang bertujuan mengeksplorasi benih unggul lokal umbi-umbian. Selain itu, beliau menyatakan dukungannya terhadap pemikiran BPTP Papua Barat untuk mempertahankan Sumber Daya Genetik umbi-umbian yang dapat dikembangkan sebagai sumber benih unggulan lokal.

Pemerintah daerah juga memberikan keseriusan dalam memberikan dukungan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. Salah satunya adalah mengoptimalkan Balai Benih Umum (BBU) yang tidak jauh dari lokasi penelitian. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan benih umbi-umbian lokal dan nasional untuk pengembangan umbi-umbian diwaktu yang akan datang.

Wakil Bupati Manokwari, Edy Budoyo juga mengajak seluruh tamu undangan untuk mengkonsumsi keladi, ubi jalar dan ubi kayu/kasbi dengan slogan "Bela dan Beli Pangan Lokal Masyarakat Papua". Beliau sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan BPTP Balitbangtan Papua Barat dan berharap ada kebun benih untuk pangan lokal masyarakat Papua.

Pada kegiatan panen tersebut, diketahui besaran panen ubi kayu sebanya 20-35 ton/ha, dengan umur panen 3–6 bulan. Salah satu varietas yang menjadi unggulan dari ubi kayu lokal ini adalah memiliki umur panen yang relatif genjah 3–4 bulan, yang dinamakan varietas 3 bulan. Sementara itu, ubi kayu unggulan nasional asal Balitkabi Malang (Var. Malang 4) yang ditanam bulan September 2018 belum dipanen, karena memiliki umur panen 6 bulan dan ubi jalar varietas lokal (5 varietas) yang diusahakan sudah dipanen pada bulan November dengan rata2 produktivitas mencapai 11,46 t/ha. Sedangkan untuk ubi jalar varietas nasional asal Balitkabi Malang (Sari, kidal, Sawentar, Papua Salossa, Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2) rata-rata produksi 23,95 ton/ha.

Diharapkan kedepannya carietas pangan lokal tersebut dapat lebih dikembangkan. Selain untuk melestarikan varietas ubi-ubian yang diantaranya ada yang terancam punah, diharapkan dengan ubi-ubian varietas unggul lokal ini dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Papua khususnya Manokwari.
Sostenes Konyep., S.P