• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Workshop Penyusunan Laporan Keuangan 2019

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) menjadi koordinator kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker Kementerian Pertanian Semester I Tahun 2019 Provinsi Papua Barat. Acara ini diselenggarakan selama 4 hari pada tanggal 9 sampai 12 Juli 2019 di Hotel Aston Niu Manokwari.

Kegiatan workshop yang diselenggarakan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian tersebut mengangkat tema "Pertahankan Kualitas Lapora Keuangan Melalui Verifikasi dan Reviu yang Handal".

angkaian acara kegiatan workshop tersebut diawali dengan laporan ketua panitia daerah yakni Ida Ruyadi, S.Sos dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dewi Rahayu, S.Pt. Selanjutnya sambutan dari Kepala BPTP Papua Barat juga selaku Ketua Sekretariat Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Barang Wilayah (UAPPA B-W) Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, MP yang sekaligus membukan acara kegiatan worshop secara resmi.

Turut hadir pula perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang bertugas sebagai tim reviu dari kegiatan workshop tersebut. Selain itu turut serta pula perwakilan dari mitra kerja Kementerian Pertanian dari Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manokwari dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sorong.

Peserta workshop terdiri dari 18 Satuan Kerja (satker) wilayah Papua Barat. Masing-masing satner mengirimkan satu sampai dua operator untuk mengikuti kegiatan.
Kegiatan workshop tersebut berlangsung dengan baik selama 4 hari dan harapannya adalah Kementerian Pertanian akan mendapatkan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sesuai dengan apa yang sudah didapatkan selama 3 tahun berturut-turut.

Melirik Potensi Kopi Arfak, BPTP Bina Petani Kopi

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan tindak lanjut kegiatan pengembangan budidaya kopi di Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak pada Kamis, 23 Mei 2019.

Kegiatan tersebut diawali dengan diskusi terkait pengembangan kopi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), dan calon petani binaan mengenai potensi pengembangan kopi di daerah tersebut.

Selanjutnya dilakukan penyerahan 30 bibit kopi kepada calon petani binaan sebagai bibit percobaan dari kegiatan tersebut. Luas lahan kopi yang rencananya akan disediakan petani sekitar 600 ha yang berada pada 6 titik lokasi.

Seperti yang diketahui saat ini, perkembangan industrialisasi kopi di Indonesia mempunyai prospek yang baik, dikarenakan potensi pasar masih sangat terbuka baik domestik maupun pasar global. Permintaan akan kopi juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga upaya BPTP dalam membantu pengembangan budidaya kopi di Pegunungan Arfak dirasa tepat untuk dilakukan.

Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kopi di Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak bagi petani dan masyarakat dilingkungan sekitar baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi yang lain, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

Pengembangan Kebun Kakao Koperasi di Mansel

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melakukan pendampingan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan terkait dengan pengembangan kebun kakao Koperasi Ebier Suht Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan pada Rabu, 22 Mei 2019.

Luas keseluruhan lahan kakao yang berada dalam manajemen koperasi sekitar 1686 ha, namun baru sekitar 300 ha yang sudah terpelihara dengan baik. Sehingga perlu adanya optimalisasi dalam pengembangan kakao tersebut.

Kegiatan tersebut berupa diskusi pengembangan kebun kakao koperasi yang diikuti oleh beberapa stakeholder terkait antara lain, BPTP Papua Barat, Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari selatan, serta pimpinan Koperasi Ebier Suht bersama investor asing.
Dengan adanya investor asing yang masuk, akan memberikan dampak positif bagi koperasi maupun petani kakao setempat. Koperasi akan diberikan pendampingan dalam  pengembangan kakao oleh investor asing tersebut.

Disisi lain, dampak positif juga akan dirasakan oleh petani kakao dalam peningkatan pendapatan petani. Dikarenakan hasil panen dari petani kakao dapat langsung dijual kepada koperasi dengan harga yang standar.

Diharapkan kerjasama antara stakeholder satu dengan yang lain dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kakao di Kabupaten Manokwari Selatan, dengan adanya potensi yang sudah ada, maka akan dapat lebih mudah dalam pengembangannya apabila mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait.

Tingkatkan Produktivitas Pertanian dengan IP

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat melaksanakan program peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yang bertujuan untuk meningkatan produktivitas tanaman pangan. Indeks pertanaman (IP) adalah rata-rata masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama.

Kegiatan peningkatan IP dilaksanakan oleh tim BPTP Papua Barat dan ikut serta pula petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan pada 22 dan 23 Mei 2019.

Salah satu strategi dalam peningkatan produksi pertanian adalah dengan ekstensifikasi yaitu dengan pembukaan lahan pertanian baru. Upaya yang dilakukan adalah pembukaan lahan cetak sawah baru di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan dengan luas 54 ha dengan rencana Demonstrasi Plot (demplot) seluas 10 ha dengan komoditas tanam padi gogo serta jagung.

Beberapa kelompok tani yang menjadi binaan BPTP Papua Barat di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari kali ini diantaranya Kelompok Tani Imbeisba 1, Kelompok Tani Imbeisba 2, dan Kelompok Tani Mbut Aniyai. Ketiga kelompok tani tersebut saat ini sedang berbudidaya komoditas lokal berupa keladi, batatas, singkong, pisang dan tanaman lokal lainnya.

Namun demikian masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program tersebut diantaranya belum tersedianya akses jalan menuju lokasi lahan cetak sawah baru tersebut, pengairan yang belum tertata dengan baik. Diharapkan kegiatan tersebut berjalan dengan baik kedepannya.

Persiapan Pelaksanaan PEDA III di Teluk Bintuni

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) III yang akan dilaksanakan di bulan Juli 2019, tim pameran dan diseminasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat mengunjungi Kabupaten Teluk Bintuni pada 15-16 Mei 2019.

Terkait pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) III tersebut, BPTP Papua Barat berfungsi sebagai pantia pusat sekaligus peserta pameran.

BPTP Papua Barat perlu mempersiapkan diri dalam rangka mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian kepada peserta kontak tani nelayan yang akan ikut serta, sehingga diperlukan perencanaan dan persiapan yang baik.

Selain itu, tim pameran dan diseminasi BPTP Papua Barat juga melaksanakan identifikasi calon lokasi untuk persiapan display dan demonstrasi plot (demplot) varietas padi amfibi dan jagung.

Dua komoditas yang akan di display/demplot dibudidiyakan pada lahan kering tumpang sari (padi jagung) dan lahan sawah (padi) yang merupakan obyek-obyek yang nantinya akan di kunjungi peserta pada saat pelaksanaan PEDA III.

Tim pameran juga berkoordinasi dengan Kepala Dinas  Pertanian dan Ketahanan Pangan Teluk Bintuni,  terkait dengan persiapan pelaksanaan pameran pada PEDA III tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Teluk Bintuni sebagai panitia lokal berharap persiapan terkait dengan kunjungan lapang harus di lakukan sebaik mungkin sehingga materi yang di diseminasikan dapat di adopsi oleh para petani-nelayan ketika kembali ke daerah asalnya.

Beliau juga berterima kasih kepada BPTP Papua Barat karena telah mengambil langkah awal dalam persiapan PEDA. Diaharapkan pula bahwa BPTP Papua Barat dapat melakukan pengawalan dengan sebaik-baiknya sehingga demplot dan display varietas yang dilakukan dapat diperoleh hasil yang maksimal.

Diluar dari pada itu, masih terdapat beberapa kendala terutapa pada petani lokal Teluk Bintuni tersebut. Salah satu kendala petani di Teluk Bintuni itu adalah terkait dengan ketersediaan benih di masayarakat. Benih yang ada tersebut memiliki produktivitas rendah. Oleh karena itu besar harapan petani Kabupaten Teluk Bintuni kepada BPTP Papua Barat dalam pengawalan sebaik mungkin dalam melakukan demplot tersebut dengan harapan nantinya hasil panen pada demplot dapat dijadikan benih untuk kegiatan tanam berikutnya.