• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Pemberdayaan Kebun Percobaan Sorong Tahun 2019

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 93/KPTS/KB.410/M/I/2019 tanggal 23 Januari 2019 tentang optimalisasi kebun percobaan pada unit pelaksana teknis lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kebun Percobaan (KP) diarahkan atau diharapkan menjadi cikal bakal Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian atau disingkat IP2TP. 

Kebun Percobaan, untuk memenuhi fungsinya sebagai lokasi penelitian, pengkajian, pengembangan dan diseminasi inovasi pertanian harus memiliki karakteristik fungsi sebagai berikut:

a. Kebun koleksi sumberdaya genetik pertanian;

b. Penghasil sumber benih;

c. Diseminasi/show windows teknologi;

d. Kebun produksi;

e. Agrowisata;

f. Uji multilokasi galur harapan dan 

g. Bimbingan teknis inovasi pertanian

BPTP Papua Barat sebagai salah satu unit pelaksana teknis Badan Litbang Pertanian memiliki 3 Kebun Percobaan di tiga lokasi berbeda yaitu KP Anday, KP Manokwari (Amban), dan KP Sorong. Adapun KP Sorong tepatnya berlokasi di Jl. Nusa Indah RT 004/RW 003 SP II Kelurahan Klaru Distrik Mariat, Kabupaten Sorong  Papua Barat 98418. Luas lahan KP Sorong seluruhnya yaitu 1,2 Ha. Kebun Percobaan Sorong dilengkapi dengan beberapa fasilitas dasar seperti 1 unit gedung kantor, 3 unit rumah dinas, 1 unit gudang peralatan/benih serta kebun produksi.

Pada tahun ini pemberdayaan KP Sorong masuk dalam program kerja BPTP Papua Barat. Ada 4 kegiatan yang akan atau sedang berjalan saat ini yaitu: budidaya padi gogo, budidaya ayam sensi, budidaya jeruk entris siam Pontianak dan siam banjar serta budidaya cabai prima horti. Untuk perkembangan kegiatan-kegiatan tersebut hingga saat ini sudah cukup baik. 

 

Pada budidaya padi gogo, telah dilakukan penanaman padi gogo di MT 2 tahun ini menggunakan varietas Inpago 9 dan Inpari 39. Selain padi, telah dilakukan juga budidaya cabai prima horti sebanyak 1200 tanaman yang saat ini telah memasuki masa panen. Sedangkan kegiatan lainnya, budidaya  ayam sensi masih terkendala belum tersedianya DOC ayam sensi 1 agrinak dan saat ini masih menunggu sehingga progres kegiatan masih sampai perbaikan kandang ayam. Dan kegiatan terakhir budidaya jeruk siam banjar dan siam Pontianak juga masih terkendala di ketersediaan bahan tanam BPMT (Blok Pengadaan Mata Tempel) dari Balitjestro yaitu bibit jeruk varietas siam banjar, siam pontianak dan siam madu sebanyak 60 bibit yang baru tersedia di tahun 2020 mendatang.  Jadi, perkembangan kegiatan budidaya jeruk masih sampai tahap pembuatan greenhouse bibit jeruk untuk BPMT dengan ukuran 6 m x 8 m dan pembuatan bedengan jeruk bibit sebar.