• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Perlindungan dan Pelestarian Plasma Nutfah Khas Papua Barat

Sumber Daya genetik (SDG) atau sering juga disebut sebagai sumber plasma nutfah merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang menunjukkan variasi bentuk, penampilan, jumlah sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan kesatuan mahluk hidup (ekosistem, spesies, dan genetik). Sederhananya, sumber daya genetik dapat diartikan sebagai produk alam unik/bersifat endemik di suatu wilayah. 

Pembajakan plasma nutfah di sektor pertanian secara faktual beberapa kali terjadi. Pembajakan ini merupakan tindakan ilegal dan imperialistis yang dapat menimbulkan dampak negatif berupa: (a) pelanggaran kedaulatan hak kepemilikan suatu negara, (b) menurunkan tingkat kehidupan ekonomi komunitas lokal, dan (c) mengurangi atau bahkan memusnahkan spesies atau varietas tertentu. Untuk mengantisipasi pembajakan terhadap plasma nutfah khas Papua Barat, BPTP Papua Barat telah melakukan langkah-langkah pencegahan berupa pendaftaran varietas lokal ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPTVP). 

Sejak tahun 2013 BPTP Papua Barat telah memulai melakukan karakterisasi dan koleksi beberapa plasma nutfah komoditas tanaman pangan & hortikultura unggul lokal dan komoditas yang berpotensi sebagai biofarmaka. Sebanyak 17 aksesi singkong, 11 aksesi ubi jalar, 10 aksesi tebu, dan  7 aksesi gedi (gedi mata panah, gedi batang batik, gedi batang merah, gedi jari tujuh, gedi batang hijau, gedi bercuping tujuh, dan gedi batang putih) telah dikoleksi di Kebun Percobaan Anday, Manokwari. BPTP Papua Barat juga telah mengidentifikasi talas mapia yang berukuran besar” talas raksasa”, di mana ukuran umbi dapat mencapai 40 kg dan tinggi tanaman dewasa mencapai 4 meter.  Komoditas lokal yang telah dikoleksi, sedang dipelajari keunggulannya masing-masing untuk nantinya diarahkan untuk jenis pemanfaatannya. 

Selain itu, beberapa komoditas telah disertifikasi melalui kerjasama BPTP dan Balai Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Barat, sebagai milik Papua Barat, diantaranya: (i) komoditas pangan: pelepasan varietas Sukun Manokwari dengan nama Sukun Iriana; (ii) komoditas hortikultura: pelepasan varietas Durian Pelangi dengan nama “Pelangi Atururi”; (iii) komoditas Biofarmaka: sertifikat tanda milik Rumput Kebar dengan nama Rumput Kebar Rumander. Saat ini sedang diproses Kayu Akway yang merupakan tanaman potensi biofarmaka dari Pegunungan Arfak. Adapun varietas akway yang telah teridentifikasi yaitu akway misimbir, akway bihou, dan akway mambri nitrey.

Berbicara tentang rencana kedepan, BPTP Papua Barat akan terus berupaya menjaga dan melestarikan plasma nutfah yang ada dengan baik seraya terus menggali sumber daya genetik lokal lainnya yang belum teridentifikasi. Hal ini dikarenakan Papua Barat masih memiliki banyak keanekaragaman hayati yang belum tereksplorasi dan terdokumentasi dengan baik.