• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

BPTP PB Konsisten Produksi Benih Sebar Padi

Papua Barat memiliki lahan sawah seluas sekitar 10.000 ha, dan yang aktif ditanami hanya sekitar 5.325 Ha. Lahan ini umumnya hanya ditanami satu sampai dua kali dalam setahun. Sehingga total jumlah benih yang diperlukan selama ini hanya sekitar 125 ton. Jika rata-rata hasil benih sekitar 3 ton/ha, maka total luas lahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan benih adalah  lahan sekitar 50 Ha. Kebutuhan benih padi oleh petani di Papua Barat selama ini dipenuhi pihak Dinas melalui pengadaan dari luar Papua Barat (Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur), dan hanya sebagian kecil (5%) yang bersumber dari penangkar benih padi di tingkat lokal. 

Sejak tahun 2011 hingga 2017 BPTP Papua Barat telah berupaya memproduksi benih sebar padi melalui kegiatan Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) dan kemudian tahun 2018 diberi mandat untuk memproduksi benih sebar.

Karena jumlah benih padi yang dibutuhkan seluruh Papua Barat relatif kecil, maka BPTP Papua Barat selama ini menargetkan jumlah produksi benih 10-20 ton per musim. Produksi benih padi dilakukan di lahan petani penangkar di Prafi Manokwari karena BPTP Papua Barat belum memiliki lahan sawah sendiri. Selain benih padi sawah, sejak tahun 2016, BPTP Papua Barat juga menghasilkan benih padi gogo sekitar 3-5 ton di lahan Kebun Percobaan Anday, Manokwari dan juga di lahan petani melalui kajian usaha tani. 

Benih padi yang dihasilkan disertifikasi oleh BPSB dan selanjutnya didistribusikan kepada petani melalui Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten. Selain itu juga didistribusi dan digunakan oleh petani di Manokwari, Sorong, Bintuni, Sorong Selatan, dan Teluk Wondama, dan Raja Ampat.   

Pada musim tanam satu (MT1) tahun 2019 BPTP Papua Barat memproduksi benih padi varietas Inpari 30, Inpari 33, Mekongga, dan Ciherang. Produksi benih dilakukan pada lahan petani penagkar benih seluas 4 ha dengan total produksi 16,03 ton gabah kering giling  per hektar. Total gabah yang menjadi benih sekitar 15 ton. Benih tersebut akan di sebar kepada petani di Manokwari dan wilayah lainnya yang membutuhkan benih.