• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

SINKRONISASI HASIL LITKAJI DAN PROGRAMA PENYULUHAN

Manokwari (23 April 2018). Selain sebagai lembaga penelitian, pengkajian, dan diseminasi serta mengemban tugas fungsi penyuluhan, posisi BPTP sebagai unit pelaksana teknis (UPT) pusat yang memiliki mandat daerah, memiliki peran strategis sebagai penghubung (bridging) kebijakan pertanian pusat dan daerah. Dengan posisi inilah, BPTP mendapat tambahan fungsi melalui Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017 berupa “pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil penelitian/pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi)”.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas diperlukan upaya bersama untuk mensinkronkan materi hasil litkaji dengan programa penyuluhan baik pusat maupun daerah. Bertempat di Hotel Fujita Papua telah diselenggarakan Kegiatan Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Programa Penyuluhan Pertanian Pusat dan Daerah dihadiri oleh 20 tamu undangan dan 60 penyuluh yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Papua Barat serta Ketua KTNA Provinsi Papua Barat selama dua hari (23 – 24 April 2018) dengan penanggungjawab kegiatan Ka BPTP Papua Barat.

Acara yang sedianya dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, namun karena suatu hal pembukaan acara diwakilkan kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ir. Yacob Fonataba, M.Si). Dalam sambutannya beliau menyampaikan, menindaklanjuti program nawacita Pemerintah dalam pembangunan khususnya bidang pertanian, tidak dapat dilepaskan dari kegiatan Penyuluhan Pertanian. Kegiatan ini menjadi ujung tombak karena peranan penyuluh pertanian yang sangat penting dalam memberikan pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatnya kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Dalam melaksanakan tugasnya penyuluh pertanian tidak dapat bekerja sendiri-sendiri, semuanya harus bekerja sama baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten yang mendukung sepenuhnya dengan berbagai kebijakan yang terkait kelembagaan dan anggaran.
Penyuluh sangatlah membutuhkan dukungan kelembagaan sebagai wadah untuk berorganisasi secara terstruktur dari daerah sampai pusat. Selain hal tersebut dengan adanya kelembagaan penyuluhan yang baik, akan menjadikan sumberdaya manusia yang profesional dan ketersedian sumber pendanaan yang baik dan akuntabel. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan akan tersususn Programa Penyuluhan Tahun 2019 berdasarkan Materi Hasil Penelitian dan Pengkajian.

Pada hari kedua dalam Kegiatan Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Programa Penyuluhan Pertanian, hadir sebagai nara sumber Ka. Pusat Penyuluhan dan SDM Pertanian (Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si). Beliau menyampaikan kepada hadirin dan peserta (penyuluh) bahwa visi Pemerintah yang menjadikan lumbung pangan dunia tahun 2045. Untuk itu, perlu didukung SDM Profesional, Mandiri dan Berdaya saing. Ketiga indikator tersebut harus dimiliki oleh penyuluh. Lebih lanjut beliau menyampaikan kegagalan penyuluhan sering terjadi akibat dari ketidak-sesuaian antara programa penyuluhan di daerah dengan programa penyuluhan dari pusat, sehingga mindset penyuluh perlu dibangun kembali.