• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 62 986 2210832 (telp & fax)

Pengenalan Ayam KUB di Papua Barat

Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) adalah varietas ayam unggul baru yang dikembang oleh Balai Penelitian Ternak, Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Untuk mendapatkan hasil optimal, dalam proses pemeliharaannya disarankan untuk mengikuti petunjuk pemeliharaan dan pemberian pakan yang intensif. Keunggulan varietas ayam KUB tersebut selain memiliki corak warna yang beragam, keunggulan lainnya diantaranya bobot badan pada umur sekitar 12 minggu adalah 1.200-1.600 gram, bobot telur 35-45 gram, umur pertama bertelur  lebih awal yaitu 20 - 22 minggu, produktivitas telur lebih tinggi yaitu 160 -180 butir/ekor/tahun serta lebih tahan terhadap penyakit dibanding dengan varietas ayam kampung biasa. Dengan berbagai keunggulan tersebut, ayam KUB sangat cocok untuk dikembangkan sebagai usaha ayam kampung potong.

Pengenalan Ayam KUB di Papua Barat dilakukan melalui kegiatan Temu Lapang oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 9 November 2017 tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta dan bertempat di Kebun Percobaan (KP) Kab. Sorong BPTP Papua Barat. Pada acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Sorong, perwakilan TNI, Polri, Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Peternakan, Petani/Peternak serta beberapa Pengurus Koperasi diwilayah Kabupaten Sorong. 

Pada acara yang dibuka langsung oleh Kepala BPTP Papua Barat, Ir. Demas Wamaer, M.P tersebut juga diisi oleh pemaparan dan penjelasan mengenai teknik budidaya Ayam KUB. Pemaparan dilakukan oleh peneliti peternakan BPTP Papua Barat, Ririen Indrawati A, S.Pt mengenai hasil kajian dan penelitian ayam KUB yang telah dilakukan di KP Sorong tersebut. Diharapkan dengan terselenggaranya kajian Ayam KUB dan acara Temu Lapang tersebut, informasi mengenai teknik budidaya varietas unggul baru ayam tersebut di Kab. Sorong dapat tersebar luas dan dapat diadopsi langsung oleh masyarakat umum khususnya masyarakat di Kabupaten Sorong.